Arsip Kategori: Infrastruktur

245 Km Jalan di Pati Masih Rusak

Lingkar.co – Ruas jalan di Kabupaten Pati masih banyak yang rusak. Berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Pati, total jalan rusak di wilayah Bumi Mina Tani pada tahun ini masih sekira 245 kilometer (km).

Plt. Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Pati Hasto Utomo mengatakan total panjang jalan kewenangan Pemerintah Kabupaten Pati sekira 1.256 Km. Sekira 102 Km di antaranya kondisinya rusak ringan, dan sekira 142 Km rusak berat.

“Rusaknya tersebar. Di daerah utara ya banyak, di daerah selatan juga banyak,” katanya, Senin (1/4/2024).

Dari total jalan rusak tersebut, pihaknya menargetkan pada tahun ini dapat memperbaiki sekira 75 Km. Dengan anggaran yang tersedia dari APBD Kabupaten Pati sebesar Rp 70 miliar.

“Itu kalau mau bagus 1 kilonya Rp 3 miliar mas, berarti hanya dapat 25 km. Cuman karena di jalan poros desa kami menggunakan aspal biasa, akhirnya kami bisa menargetkan perbaikan 75 km dari 245 km jalan yang masih rusak,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa hujan deras dan banjir yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan sejumlah ruas jalan di wilayah Pati mengalami rusak parah. Pihaknya pun sudah menyiapkan anggaran untuk memperbaikinya.

Perbaikan, katanya, menunggu cuaca kembali baik. Karena, menurutnya kalau dilakukan saat masih hujan, maka jalan akan mudah kembali mengalami kerusakan.

Dirinya mencontohkan jalan di Desa Angkatan Lor dan Godo yang dianggarkan Rp 200 juta untuk dilakukan pemeliharaan. Kemudian, Jalan Gabus-Tambakromo dapat anggaran Rp 500 juta. Jalan Gabus-Winong mendapatkan Rp 500 juta. Jalan Sukoharjo-Gembong dapat Rp 500 juta. Sementara, Jalan Gabus-Tlogoayu mendapatkan Rp 1 miliar.

“Itu titik-titik yang terkena banjir, yang pemeliharaan jalan kita ada yang aspal. Sementara, jalan di dekat RSUD Kayen itu dibeton,” tuturnya.

Di sisi lain, pihaknya juga telah mengusulkan anggaran perbaikan jalan yang sering tergenang banjir melalui dana inpres. Di antaranta, Jalan Sukolilo-Prawoto diusulkan dengan anggaran Rp 30 miliar. Jalan Kayen-Beketel Rp 20 miliar, dan Jaln Dukuhseti batas Jepara diusulkan Rp 18 miliar.

“Dari tiga yang kami usulkan di inpres yang mendapatkan gelombang pertama itu Dukuhseti batas Jepara sebesar Rp 18 miliar,” bebernya. (*)

Penulis: Miftahus Salam

Jalan Rusak Parah, Puluhan Warga Geruduk Kantor Camat Dukuhseti

Lingkar.co – Puluhan warga yang tergabung dalam Persatuan Masyarakat Dukuhseti (Pemandu) menggeruduk Kantor Kecamatan Dukuhseti, Pati pada Senin (1/4/2024). Mereka menuntut adanya perbaikan Jalan Tayu-Puncel yang saat ini kondisinya rusak parah.

Orator Aksi, Izzudin Arsalan mengatakan bahwa dalam aksi ini pihaknya menuntut Jalan Tayu-Puncel segera diperbaiki sesuai dengan standar menggunakan aspal hotmix paling lama satu bulan semenjak aksi.

“Tadi sudah disepakati bahwa bulan Mei akan dilakukan kegiatan pengaspalan dari dinas terkait,” kata Alan, sapaan akrabnya.

Selain itu, pihaknya juga mendesak adanya penertiban truk pengangkut hasil tambang dari kawasan Jepara yang melewati Jalan Tayu-Puncel, karena dinilai telah menyebabkan kerusakan jalan.

“Kami tidak melarang truk dam melewati Jalan Tayu-Puncel. Yang kami inginkan adalah ditertibkan muatannya agar sesuai standar dan jalan tidak rusak,” ujarnya.

“Kami pun memahami nasib para sopir yang menggantungkan nasibnya dari kegiatan ini. Kami mohon ditertibkan, kurangi kuota kendaraan, kurangi muatan sesuai standar aturan yang ada,” tambahnya.

Dalam tuntutannya, pihaknya juga meminta adanya audit tambang di Desa Sumber Rejo, Kecamatan Donorejo, Kabupaten Jepara.

Ia juga mengatakan jika sampai batas waktu yang sudah ditentukan jalan tidak segera diperbaiki, pihaknya akan menggelar aksi berikutnya dengan massa yang lebih besar.

“Tadi pak camat sudah komitmen akan memimpin aksi bersama kawan-kawan. Untuk penutupan jalan akan kami koordinasikan,” bebernya.

Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah melakukan pengahadangan atau penutupan jalan. Pihaknya hanya ingin regulisasi dalam lalu lintas bisa ditegakkan.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Jalan Tayu-Puncel selalu rusak setelah dilakukan perbaikan jalan. Hal ini karena muatan kendaran yang melewati jalan ini melebihi kekuatan jalan.

“Setiap tahun setelah perbaikan pasti rusak, jarena kendaraan over dimensi, muatan mereka di atas 15 ton. Itu yang pengen kami tertibkan yang kendaraannya 18 ton, 19 ton. Itu tidak manusiawi, karena kekuatan jalan kita tidak seperti itu. Ini standarnya kan 3C, harus di bawah itu,” katanya. (*)

Penulis: Miftahus Salam

Rusak Parah, Warga Blokir Jalan WR Supratman Juwana

Lingkar.co – Jalan WR Supratman Desa Kauman, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati kondisinya rusak parah dan penuh lubang. Kondisi ini dikeluhkan para warga sekitar dan pengguna jalan.

Karena tak kunjung diperbaiki, warga akhirnya geram dengan melakukan pemblokiran di sepanjang Jalan WR Supratman.

Mereka menganggap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pati tidak peka melihat kondisi jalan rusak.

Mukit, warga Desa Kudukeras, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati membenarkan adanya pemblokiran di jalan WR Supratman yang dilakukan. Menurutnya para warga merasa kesal lantaran jalan yang rusak dan penuh lubang itu tak kunjung diperbaiki.

“Selama Ramadan banyak orang berjualan takjil di sepanjang jalan itu, jadi kasihan mereka harus bergelut dengan debu,” ungkapnya, Kamis (28/3/2024).

Menurutnya, Jalan WR Supratman itu merupakan jalan utama bagi warga Juwana, namun terkesan diabaikan.

Ia berharap pemerintah bisa lebih peka dan segera memperbaikinya. Bukan membiarkan dan pura-pura tutup mata melihat kondisi jalan rusak.

“Aksi pemblokiran jalan itu merupakan spontanitas warga yang kesal melihat jalannya yang rusak, namun tidak segera diperbaiki,” ujarnya.

Terpisah, Plt Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Pati Hasto Utomo mengatakan perbaikan Jalan WR Supratman Juwana saat ini masih proses pemilihan penyedia. Sementara untuk Surat Perjanjian Kerja (SPK) akan dikeluarkan pada tanggal 1 april 2024.

“Anggarannya itu nanti Rp 200 juta, dan rencananya akan ditangani dengan rehabilitasi jalan dan penambalan oleh bagian pemeliharaan jalan DPU,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, katanya, pihaknya juga akan ke lokasi untuk melakukan pengukuran jalan.

“Besok, akan ada tim pemeliharaan jalan yang melakukan pengukuran jalan ke Juwana,” katanya. (*)

Penulis: Miftahus Salam

Minim Siswa, Sekolah Tak Akan Dapat Bantuan DAK

Lingkar.co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati mengungkapkan sekolah yang jumlah siswanya kurang dari 60 tidak akan mendapatkan bantuan pembangunan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) karena dianggap tidak layak.

“Gini, DAK itu ada batasan, bahwa sekolah yang muridnya kurang dari 60 untuk SD tidak akan dikasih bantuan karena dianggap tidak layak atau disarankan,” kata Plt. Kepala Disdikbud Pati Tulus Budiharjo, Senin (25/3/2024).

Tulus menjelaskan bahwa salah satu sumber utama pendanaan pembangunan sekolah negeri berasal dari DAK pemerintah pusat. Namun, ada kriteria-kriteria yang harus dipenuhi.

“Ini kita mengandalkan anggaran dari sana, kita juga ikut dari sana (aturannya). Setiap tahun ada, namun yang diprioritaskan adalah kategori berat. Di situ ada merah, ada kuning, ada kriterianya,” ujarnya.

Selain itu, katanya, juga ada bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi (Bankeuprov) Jawa Tengah.

“Cuma Bankeuprov memang belum tentu ada, tapi kita tetap mengusulkan,” ungkapnya.

Sementara itu, lanjutnya, sekolah yang tidak dapat terkover bantuan tersebut, pihaknya akan mengupayakan alokasi anggaran dari lainnya. Seperti dari CSR atau Baznas.

“Sekolah yang muridnya di bawah 60 itu kan kita coba mencari sumber pendanaan dari yang lain, salah satunya yang sudah kita komunikasikan yaitu di Baznas,” bebernya.

“Misalnya sekolah yang roboh di Boloagung, Kayen. Kemudian ada sekolah yang ambrol ternitnya di sumur, cluwak, itu juga kita mintakan ke Baznas,” imbuhnya.

Namun karena anggarannya terbatas, Baznas tidak bisa sepenuhnya mengkover perbaikan.

“Kalau di Boloagung mendapatkan sekitar Rp 30 juta kalau tidak salah. Nah ini yang kita maksimalkan,” katanya.

Meski begitu, menurutnya bantuan dari Baznas sangat membantu dan pencairannya juga lebih cepat. Oleh karena itu, pihaknya selalu menggandeng Baznas dalam membantu memperbaiki sekolah yang rusak, khususnya bagi sekolah yang minim siswa.

“Begitu ada sekolahan yang rusak kita komunikasikan langsung dengan Baznas. Kita cepat-cepat aja ajak Baznas meninjau lokasi, kemudian memberikan eksekusi bantuan ke sana. Itu yang sekarang kita upayakan. Soalnya kan paling cepat,” pungkasnya.

Penulis: Miftahus Salam

Percepat Penanganan Banjir, Pemkot Semarang Gandeng BBWS Pemali Juana

Lingkar.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus berupaya menangani banjir di wilayajnya. Salah satunya dengan menggandeng Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang Suwarto mengatakan, penanganan banjir telah dilalukam secara maksimal selama tiga hari ini. Selurih pompa pun telah dioptimalkan secara penuh untuk mengurangi air genangan.

“Seperti di RSI Sultan Agung itu kewenangan BBWS Pemali Juana, tetapi kami juga menerjunkan pompa-pompa mobile di sana. Dari BBWS ada lima lalu kami tambah tiga. Di Trimulyo ada lima dari BBWS dan milik kami, di sana kedalamannya signifikan karena posisinya cekungan,” katanya, baru-baru ini.

Pasca-banjir, pihaknya akan fokus pembersihan saluran-saluran yang dipenuhi sampah. Termasuk juga membersihkan enceng gondok yang memenuhi pompa-pompa.

“Kami nanti melakukan pembersihan di saluran karena banyak sampah di saluran yang dibawa banjir selama tiga hari ini. Terus bersihkan enceng gondok mulai Senin kami kerahkan, yang kemarin terseret banjir pada menumpuk di Pompa Banger, dan ada di Kali Tenggang,” katanya.

Selama tiga hari terakhir, pihaknya sudah melakukan pembersihan lingkungan di semua wilayah. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut dikerahkan di lokasi yang sudah kering sambil menunggu daerah yang masih banjir surut.

“Kami dorong masyarakat supaya lingkungan bersih kembali. Mudah-mudahan cuaca cerah jadi besok bisa berangsur-angsur surut. Tadi laporan sudah ada penurunan 40 sampai 50 sentimeter,” katanya.

Sementara itu, Kepala BBWS Pemali Juana, Harya Muldianto menyatakan, pasca-banjir akan melakukan normalisasi drainase dan peningkatan kapasitas pompa-pompa.

“Kami berupaya mengoperasikan pompa-pompa, ke depan sistem drainase harus ditata kembali. Di sistem Tenggang dan Sringin nantinya akan dilakukan normalisasi dan upgrading kemampuan pompa, sedang kami proses datanya. Ini persiapan,” katanya.

Normalisasi saluran yang direncanakan pertengahan tahun ini akan berfokus di Sungai Plumbon dan Sungai Tenggang. Pihaknya akan mengeruk sedimentasi, memperlebar, dan meninggikan sekaligus memperkuat tanggul.

“Sisi timur dan barat akan dinormalisasi. Normalisasi ini sementara fokus di sistem Plumbon dan Tenggang. Kami keruk sedimentasi dan kami tinggikan tanggul-tanggul, ditambah menggunakan pompa, termasuk di Plumbon dilebarkan, tanggulnya diperkuat,” katanya.

Pihaknya juga mengakui kapasitas pompa masih jauh di bawah kemampuan menampung beban banjir. Rata-rata kemampuan pompa, menurutnya, masih 50 persen. Kondisi itu mempersulit untuk mendorong air menuju laut.

“Pertengahan tahun kami normalisasi sungai-sungai dan pompa daerah Muktiharjo, Waru, Kandang Kebo, dan seberangnya RSI Sultan Agung,” katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, secara garis besar penanganan kolaboratif akan diterapkan dalam penanganan banjir. Mulai dari pengoptimalan pompa-pompa dan normalisasi drainase.

Perempuan yang akrab disapa Mbak Ita itu menyebut, Rumah Pompa Kali Tenggang dan Kali Sringin telah bekerja dengan maksimal. Ditambah dengan pompa-pompa portabel yang ditempatkan di sejumlah lokasi banjir

“Kali Tenggang ada enam pompa, empat pompa hidup dan dua masih pendinginan, juga ditambah dua pompa floating mobile, dan satu mobile pompa, sehingga ada sembilan pompa yang dihidupkan,” katanya, di Posko Dapur Umum Kaligawe, Kecamatan Gayamsari, Sabtu (16/3) lalu.

Termasuk pula pompa portabel yang diletakkan di sekitar Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung dan di Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk.

“Kemudian di Sringin di belakang RSI Sultan Agung ada tujuh pompa mobile, Trimulyo banjirnya tumpahan, air di semua penjuru kumpul,” pungkasnya. (adv)

Jalan Purwodadi-Semarang Berlubang, Sudah Banyak Makan Korban

Lingkar.co – Jalan raya Purwodadi-Semarang, tepatnya di Desa Bringin Kecamatan Godong mengalami kerusakan hingga berlubang. Bahkan, beberapa hari belakangan sudah menyebabkan banyak pengguna jalan yang jatuh karena terperosok ke dalam lubang.

Oleh karena itu, warga setempat memasang rambu-rambu berupa potongan kayu agar warga lebih berhati-berhati saat melintasi jalan ini.

Wursiah, warga setempat mengatakan pemasangan rambu-rambu dilakukan karena sudah banyak pengendara yang jatuh dari kendaraannya akibat terperosok ke jalan rusak.

“Dari puasa pertama hingga saat ini sudah ada enam korban yang terjatuh akibat adanya lubang tersebut. Terlebih tadi pagi, sudah ada dua orang. Dan itu bila tidak dipasang mungkin makin banyak yang akan jatuh,” ujarnya, Kamis (14/3/2024).

Ia mengungkapkan bukan hanya orang dewasa yang menjadi korban, bahkan ada juga balita.

“Siapa yang nggak kasian, anak umur 3 tahun jatuh dan sebagian ada pendarahan, jadi ngga tega melihatnya,” ungkapnya.

Menurutnya, kecelakaan paling sering terjadi pada malam hari. Apalagi saat cuaca sedang hujan.

“Di jalan sini kan tidak ada penerangan lampu jalannya mas. Jadi bila ada lubang di tengah jalan yang bagus ya sangat membahayakan, karena seperti jebakan,” ujarnya.

Sementara itu, Sub Koordinator Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Purwodadi, Wimas Radit Sumbodo mengatakan, kerusakan jalan terjadi karena tingginya intensitas hujan, sehingga mengakibatkan banyak aspal yang mengelupas.

Pihaknya pun akan segera memperbaikinya dengan menambal atau mengaspal jalan itu jika cuaca sudah membaik.

“Begitu cuaca memungkinkan team tambal langsung bekerja,” ujarnya.

Ia memastikan menjelang musim mudik lebaran lubang di jalan itu sudah tertambal, sehingga bisa aman dilewati para pengguna jalan.

“Saat mudik dipastikan jalan sudah aman,” pungkasnya. (*)

Penulis: Miftahus Salam

Jalan Gabus-Tambakromo Rusak Parah, Bahayakan Pengendara

Lingkar.co – Jalan raya Gabus-Tambakromo, tepatnya di Desa Kedalingan hingga Desa Mojomulyo, Kecamatan Tambakromo mengalami kerusakan yang sangat parah.

Hal ini dikeluhkan oleh para pengguna jalan dan warga sekitar, salah satunya Anang (27). Menurutnya kerusakan Jalan Gabus-Tambakromo sudah sangat parah, sehingga membayakan para pengguna jalan.

“Sangat berbahaya karena banyak lubang di jalan. Apalagi ketika musim hujan seperti saat ini,” ujarnya, Kamis (14/3/2024).

Dirinya pun tak jarang melihat pengendara yang terperosok ke dalam lubang. Oleh karena itu, ia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati segera memperbaikinya.

“Harapannya pemerintah segera gerak cepat memperbaiki jalan ini. Jangan sampai menunggu ada korban baru diperbaiki,” harapnya.

Hal senada juga disampaikan Zainal (32), salah satu pengguna jalan. Menurutnya, banyak lubang yang menganga di jalan itu. Jika tidak segera diperbaiki, maka tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan korban jiwa.

“Harus ekstra hati-hati melewati jalan ini mas. Apalagi saat musim hujan seperti saat ini. Kalau tidak ya pasti akan jatuh, mengingat lubangnya yang banyak dan besar-besar,” keluhnya.

Menggapi hal itu, Plt Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati Hasto Utomo mengatakan pada akhir tahun lalu Jalan Gabus-Tambakromo sempat diperbaiki. Namun, karena hujan jalan kembali rusak.

“Jalan tersebut sempat ditambal pada awal Desember 2023 lalu,” katanya.

Ia mengatakan DPUTR Pati akan memperbaiki kerusakan di Jalan Gabus-Tambakromo pada bulan depan.

“Di titik jalan tersebut memang saat ini sudah rusak. Rencana dimungkinkan April nanti mas,” ujarnya.

Pihaknya akan memperbaiki jalan rusak itu dengan menggunakan sistem aspal hotmix.

“Nantinya kontruksi aspal hotmix. Untuk perbaikan direncanakan kurang lebih 400 meteran,” bebernya. (*)

Penulis: Miftahus Salam

Jalan Tol Semarang-Demak Jadi Solusi Atasi Banjir Rob

Lingkar.co – Jalan Tol Semarang-Demak dinilai tidak hanya meningkatkan konektivitas di wilayah pantai utara Jawa saja, namun juga dapat membantu mengatasi banjir rob.

“Jalan Tol Semarang-Demak ini tidak hanya berfungsi meningkatkan konektivitas, tetapi juga menjadi solusi sementara banjir rob yang melanda wilayah tersebut. Selain itu, jalan tol ini memiliki keunikan lantaran menggunakan matras bambu untuk meningkatkan daya dukung tanah,” kata Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Wahyu Utomo, dikutip dari Antara, Kamis (7/3/2024).

Menurutnya, banjir rob di wilayah jawa disebabkan oleh perubahan iklim dan penurunan muka tanah.

Ia mengungkapkan berdasarkan catatan Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan/Balai Besar Survei dan Pemetaan Geologi Kelautan (BBSPGL), bahwa berbagai aktivitas pembangunan dan pemanfaatan lahan di wilayah pantai utara Jawa menyebabkan sedimen non-konsilidasi (unconsolidated) mengalami pemadatan.

Pada kawasan tertentu, terutama pemukiman, penurunan tersebut terjadi lebih cepat karena ada beban bangunan di atas muka tanah.

Wahyu menyatakan bahwa matras bambu yang digunakan pada konstruksi Jalan Tol Semarang-Demak merupakan hasil karya salah satu unit usaha yang dimiliki oleh Institut Teknologi Bandung (ITB), PT LAPI ITB.

Selain dilengkapi 13 lapis matras bambu, jalan tol tersebut juga dilengkapi dengan tanggul laut dan kolam retensi untuk membantu mengurangi dampak banjir rob.

Infrastruktur ini dibangun dengan nilai investasi Rp 5,44 triliun melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Jalan tol ini terbagi menjadi 2 seksi, yaitu seksi 1 sepanjang 10,39 kilometer (km) dan seksi 2 sepanjang 16,31 km. (*)