Arsip Tag: Bupati Sumedang

Komitmen Ramah Lansia, Bupati Sumedang Tegaskan Pembangunan Harus Perhatikan Kelompok Lanjut

Lingkar.co – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumedang menjadi daerah ramah lansia. Untuk itu, ia tekankan pembangunan ke depan harus memberikan perhatian penuh kepada kelompok lanjut usia (Lansia) agar tetap sehat, bahagia, dan bermartabat.

“Kami ingin Sumedang menjadi kabupaten yang ramah Lansia. Negara harus hadir, memastikan para lansia hidup sehat, bahagia, dan memiliki ruang untuk terus beraktivitas serta berkontribusi,” ujarnya saat sambutan Halal Bihalal dan pelantikan Pengurus Lembaga Lansia Indonesia (LLI) Kabupaten Sumedang di Gedung Negara Sumedang, Jawa Barat, Senin (6/4/2026).

Ia menilai, pendekatan pembangunan tidak hanya berorientasi pada usia produktif, tetapi juga harus menjangkau seluruh siklus kehidupan manusia, mulai dari lahir hingga lanjut usia.

“Perhatian kepada masyarakat itu harus minal mahdi ilal lahdi, dari buaian hingga liang lahat. Termasuk memastikan lansia mendapatkan fasilitas, pelayanan, dan perhatian yang layak,” tegasnya.

Bupati juga menekankan bahwa lansia bukan beban pembangunan, melainkan aset penting yang menyimpan pengalaman dan kebijaksanaan.

“Lansia adalah mata air kebijaksanaan, penjaga nilai, dan sumber inspirasi. Kita harus menghormati, melibatkan, dan memberdayakan mereka dalam pembangunan,” katanya.

Sementara, Ketua LLI Kabupaten Sumedang Zaenal Alimin menyatakan, kesiapan organisasinya untuk mendukung penuh visi Sumedang ramah Lansia.

“LLI hadir sebagai wadah untuk mengorganisir potensi lansia agar tetap aktif dan bermanfaat. Kami mengajak para lansia untuk mengisi masa usia dengan kegiatan positif dan amal kebaikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan dasar hukum Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998, keberadaan LLI menjadi bagian penting dalam mendorong kesejahteraan lansia secara terstruktur dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua LLI Provinsi Jawa Barat Nu’man Abdul Hakim menegaskan, lansia harus dipandang sebagai kekuatan, bukan kelompok yang terpinggirkan.

“Cara pandang terhadap lansia harus berubah. Mereka adalah bagian penting dari pembangunan. Dengan meningkatnya usia harapan hidup, maka kualitas hidup lansia harus menjadi prioritas,” jelasnya.

Ia mengapresiasi langkah Sumedang yang mulai menempatkan isu lansia sebagai bagian strategis dalam kebijakan daerah. (*)

Dorong Budaya Hidup Sehat, Bupati Sumedang Ajak Masyarakat Manfaatkan Jogging Track

Lingkar.co – Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas jogging track yang berada di kawasan Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS) sebagai ruang publik untuk berolahraga.

“Alhamdulillah, punya satu lagi ruang publik yang bisa digunakan oleh masyarakat untuk berolahraga,” ujar Bupati Dony saat mengikuti Saturday Morning Walk bersama komunitas Sumedang Walker di PPS, Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (4/4/2026).

Menurut Dony keberadaan fasilitas jogging track menjadi bagian penting dalam mendorong tumbuhnya budaya hidup sehat di tengah masyarakat.

Ia mengaku bahagia melihat antusiasme warga yang mulai menjadikan olahraga sebagai kebiasaan.

“Saya bahagia masyarakat sudah memulai budaya hidup sehat sehingga dapat meningkatkan kesehatan jiwa masyarakat Kabupaten Sumedang. Dengan adanya ruang publik ini bisa menyehatkan jiwa dan raga masyarakat Sumedang,” ucapnya.

Dony bilang, masyarakat yang sehat akan berdampak pada terciptanya kehidupan yang lebih bahagia dan produktif.

“Jika masyarakat hidup sehat, maka masyarakat Kabupaten Sumedang akan sehat, bahagia, dan lebih produktif,” ujarnya.

Dony menegaskan, jogging track di kawasan Pusat Pemerintahan Sumedang terbuka untuk semua kalangan tanpa batasan.

“Saya bersyukur kawasan pemda ini bisa digunakan oleh masyarakat, tidak ada batasan antara pemerintah dengan masyarakat. Ayo manfaatkan fasilitas ini dengan baik, siapapun boleh menggunakan fasilitas ini,” katanya. (*)

Komitmen Jaga Jatidiri Daerah, Bupati Sumedang Tekankan Pentingnya Pelestarian Budaya

Lingkar.co – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan komitmen menjaga jati diri daerah. Untuk itu ia menekankan pentingnya menggali dan melestarikan budaya sebagai fondasi karakter masyarakat Sumedang.

Menurut Dony, budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan energi hidup yang harus terus dirawat dan dikembangkan.

“Kami harus terus menggali budaya baru tanpa melupakan budaya yang sudah ada. Melestarikan budaya adalah bagian dari menjaga identitas dan jati diri sebagai masyarakat Sumedang,” ujarnya.

Ia menyampaikan hal itu saat menghadiri Ekosistem Budaya Kasumedangan Vol 18 yang digelar di Geoteater Rancakalong, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (4/4/2026).

Bupati juga mengapresiasi berbagai upaya pelestarian yang dilakukan masyarakat, termasuk melalui latihan berbagai tampilan seni budaya.

“Latihan dan pembiasaan seperti ini sangat penting agar budaya tetap hidup dan tidak hilang ditelan zaman,” tuturnya.

Ia bilang, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam memperkuat ekosistem budaya, sekaligus menjadikan budaya sebagai ruh pembangunan daerah yang berkarakter dan berkelanjutan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Camat dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi sehingga kegiatan ini terselenggara dengan baik. Semoga ke depan semakin kompak dan terus menghadirkan inovasi dalam pelestarian budaya,” katanya. (*)

Realisasi PAD Kabupaten Sumedang Tahun 2025 Capai 98,69 Persen

Lingkar.co – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengungkapkan, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sumedang Jawa Barat pada tahun 2025 hanya mencapai Rp2,904 triliun atau 98,69 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp2,943 triliun.

Di lain sisi, target belanja daerah ditetapkan Rp3,007 triliun juga hanya terealisasi sebesar Rp2.913 triliun atau mencapai 96,85 persen.

“Alhamdulilah tidak banyak daerah yang pendapatannya terealisasi sampai 98.69 persen,” kata Bupati dalam siaran persnya, Senin (30/3/2026).

Ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pencapaian pembangunan sepanjang tahun 2025 kemarin.

.”Terimakasih kepada semua pihak Bapenda, masyarakat Sumedang yang telah taat membayar pajak dan DPRD yang terus mengawasi. Ini perencanaan yang tepat dan membuktikan uang tidak mengendap di kas daerah,”tuturnya.

Lebih jauh Dony memaparkan, realisasi penggunaan APBD disalurkan melalui produk jasa, layanan dan infrastuktur yang bermangfaat bagi masyarakat.

“Ini menjadi standar. Tahun 2025 pendapatan terealisasi 98.69 persen. Belanja 96.85 persen,” ujarnya. (*)

Bupati Dony Lepas Calon Jemaah Haji Asal Sumedang Gelombang Pertama

Lingkar.co – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir melepas Jemaah Calon Haji Kabupaten Sumedang Tahun 1446 H/2025 M yang tergabung ke dalam Kelompok Terbang (Kloter) 03 di Alun-alun Sumedang, Sabtu Pagi (3/5/2025).

Bupati Dony Ahmad Munir mengatakan, para jemaah calon haji yang akan berangkat patut bersyukur karena telah terpilih tahun ini dan telah diundang oleh Allah untuk menunaikan ibadah haji, karena tidak semua mendapatkan undangan. 

“Perjalanan haji adalah tidak hanya perjalanan biasa atau ritual tapi perjalanan jiwa di mana kita tidak hanya diuji tubuh kita, tapi akan diuji kesabaran keikhlasan dan keimanan kita,” kata Dony Ahmad Munir.

Bupati meminta agar semua jemaah optimistis untuk bjsa menghadapi berbagai ujian itu dan bisa menjalankan ibadah haji dan sebaik-baiknya. 

“Yakin insyaallah pasti bisa. Karena Allah tidak akan mengundang hambanya kalau dia tidak mampu. Yang diundang oleh Allah pasti dia mampu menjalankannya. Jangan pernah ragu atas bimbingan Allah di tanah suci nanti yakin itu,” ujarnya

Bupati Dony juga berdoa semoga para jemaah haji diberikan kesehatan kelancaran, kemudahan dan panjang umur. 

“Semoga nenjadi haji yang mabur dan mabruroh kembali dengan sehat dan selamat. Titip pesan doakan juga Sumedang dan masyarakatnya maju, sejahtera, saleh dan panjang umur. Sumedang sejahtera lahir batin. Doakan titip di setiap Ibu Bapak berdoa,” katanya.

Bupati meminta agar jemaah menjaga kekompakan, saling tolong menolong dan saling membantu. “Kita harus kompak sebagai orang Sumedang.

Jaga nama baik diri, nama baik keluarga, nama baik KBIH, dan nama baik Kabupaten Sumedang. Saya mohon ada pembeda di Sumedang. Ini betul-betul jamaahnya kompak bisa menjaga kebersamaan bisa saling tolong menolong,” ucap Dony.

Baca Juga: Sumedang Ditetapkan sebagai Laboratorium Riset dan Inovasi Internasional

Bupati Dony pun berpesan kepada para petugas haji agar kesabarannya harus lebih tinggi dari standar kesabaran jemaah. 

“Jadi kalau ada apa-apa harus tetap tersenyum dengan hangat. Sambut dengan hangat dengan tenang dengan senyum yang tulus. Jadi jangan sampai memasang muka cemberut kepada para jamaah,” pesannya.

Kepala Kemenag Kabupaten Sumedang H Hamzah Rukmana dalam laporannya menyebutkan, Kloter 03 Kertajati yaitu berjumlah 445 orang. 

“Dengan jumlah rincian KBIH Bina Insan 191 orang, KBIH An-nur 109 orang, KBIHU Assyifa Wal Mahmudiyah 116 orang, Persis 17 orang, jemaah Mandiri 5 orang dan petugas Kloter 7 orang. Jadi jumlah semuanya 445 orang,” terangnya.

Hamzah meyebutkan, Kloter 03 Kertajati telah berkumpul di areal Gedung Negara ini sejak pukul 04.00 WIB. 

“Bahkan ada yang sejak kemarin nginap di Islamic Center. Rencana pemberangkatan dari gedung negara pukul 06.00. Kemudian tiba di Asrama Haji Indramayu pada pukul 11.55 WIB,” ucapnya.

Dijelaskan, rencana take off Kloter 03 di Bandara Kertajati yaitu pada Minggu pukul 11. 55 WIB. “Oleh sebab itu, manfaatkan waktu di embarkasi dengan sebaik-baiknya untuk beristirahat dan mempersiapkan segalanya,” katanya.

Pemkab Sumedang Tindak Tegas Tambang Ilegal

Lingkar.co – Menjaga dan melestarikan alam sudah menjadi program pemerintah daerah, termasuk menjadikan Kabupaten Sumedang agar alamnya tidak rusak, seperti maraknya praktek tambang ilegal.

“Tentunya ini sudah menjadi program dan kewajiban kami untuk menjaga dan melestarikan alam, termasuk menjadikan Sumedang agar alamnya tidak rusak, dengan menjaga sungai yang bersih dan bebas dari sampah,” kata Bupati Dony Ahmad Munir saat Puncak Gelar Festival Budaya Dalam Rangka Hari Jadi ke-447 Sumedang  di Lapangan Upacara PPS, Sabtu (26/4/2025).

Menurut Dony, sejak dilantik menjadi Bupati dirinya sudah mencanangkan kembali Sumedang Kota Buludru. 

“Contohnya ada sebuah pemilahan sampah yang dimulai dari rumah, institusi, perkantoran, sekolah, dan lain sebaginya. Kemudian gerakan jumat bersih terus kami lakukan,” ujarnya.

Terkait dengan penambangan, Bupati menyebutkan pemerintah daerah telah menertibkan galian-galian tambang yang tak berizin atau tambang ilegal. 

“Beberapa tambang pun sudah kami tertibkan bersama-sama. Yang boleh beroperasi hanya yang mempunyai izin, dan yang tidak ada izin sudah kami hentikan,” tuturnya.

Baca Juga: Sumedang Jadi Rujukan, Dua Kabupaten Kalimantan Pelajari Sistem SPBE

Menurut Bupati tambang yang berizin pun dalam pengelolaannya harus sesuai dengan aturan. Baik luasannya serta kedalamannya dan harus ada reklamasi.

Bupati juga menyebutkan izin tambang yang masih berproses pun tidak diperbolehkan melakukan penambangan. 

“Terakhir kami menutup penambangan yang berada di daerah Tomo, jadi saya pun meminta informasi dari masyarakat kalau ada tambang tanpa izin yang masih beroperasi akan segera kami tindak,” ujarnya.

Bupati menambahkan bahwa sejak awal, pemerintah daerah sudah menindaklanjuti apa yang menjadi arahan Gubernur Jawa Barat. 

“Karena sayang sekali kalau ada penambangan yang tidak berizin, diambil pasirnya, alamnya rusak dan tidak bayar pajak. Untuk itu saya tegas sekali untuk hal ini,” katanya. 

Sumedang Jadi Rujukan, Dua Kabupaten Kalimantan Pelajari Sistem SPBE

Lingkar.co – Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Kabupaten Sumedang masih menjadi primadona bagi pemerintahan daerah lainnya untuk dijadikan locus studi tiru.

RUJUKAN: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, terima kunjungan dua Kabupaten Kalimantan, Diantaranya Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan dan Kabupaten Sukamara Provinsi Kalimantan Tengah, pada Rabu (23/04/2025). (Foto: Istimewa)

Diantaranya Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan dan Kabupaten Sukamara Provinsi Kalimantan Tengah yang berkunjung ke Sumedang, Rabu (23/04/2025).

Kedua rombongan studi tiru diterima oleh Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir di Command Center Sumedang Lantai 3 Sekretariat Daerah Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS). 

“Ini silaturahmi sekaligus bertukar pikiran berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan berbasis elektronik, tentang SPBE” ujarnya.

Dijelaskan Dony, Command Center berperan penting sebagai pusat data dan informasi yang mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik. 

“Dengan mengumpulkan, menganalisis dan memvisualisasikan informasi secara real-time, Command Center memungkinkan untuk membuat keputusan yang lebih tepat, cepat, dan efektif,” ujarnya.

Dony berharap dua kabupaten tersebut bisa melakukan MoU dengan Pemkab Sumedang dan mengembangkan e-Office sebagai inovasi daerah yang sistematis. 

Baca Juga: Nutrition International dan Kedubes Kanada Apresiasi Upaya Sumedang Atasi Stunting

“Mudah-mudahan pertemuan ini ada manfaatnya, terutama dalam meningkatkan ikatan antara Bupati Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan dan Bupati Sukamara Provinsi Kalimantan Tengah dengan Pemkab Sumedang,” ujarnya.

Melalui kunjungan tersebut, diharapkan kedua pemerintah kabupaten bisa memahami dan mengimplementasikan dan memanfaatkan aplikasi e-Office di daerahnya dengan baik. 

Bupati Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Noor Rifani mengucapkan terima kasih kepada Bupati Sumedang atas penerimaan yang baik di Sumedang. 

“Kami berharap aplikasi ini bisa bermanfaat bagi kami Kabupaten Tabalong agar bisa lebih maju dari kabupaten Sumedang,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Sukamara Provinsi Kalimantan Tengah H. Masduki mengakui Bupati Sumedang merupakan bupati yang banyak dikenal di Indonesia dan dirinya pun ingin seperti Sumedang. 

“Ini tentunya memotivasi kami. Karena saya melihat Sumedang merupakan paket lengkap untuk kita bisa belajar. Kami semakin tertarik untuk mengimplementasikannya. Kami yakin kami bisa seperti Sumedang,” pungkasnya.

Sumedang Ditetapkan sebagai Laboratorium Riset dan Inovasi Internasional

Lingkar.co – Kabupaten Sumedang siap menjadi daerah unggulan dalam pengembangan riset, inovasi dan teknologi, melalui laboratorium riset dan inovasi internasional.

Hal itu mengemuka dalam pertemuan antara Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dengan jajaran Universitas Widyatama dan INTI International University Malaysia yang berlangsung di Gedung Negara, Senin (21/4/2025).

Pertemuan tersebut dihadiri Rektor Universitas Widyatama, Prof. Dadang Suganda dan pakar Artificial Intelligence (AI) serta Internet of Things (IoT) dari INTI Malaysia Prof. Dr. Deshinta Arova, diaspora Indonesia yang telah berkiprah di Negeri Jiran selama 22 tahun.

Bupati Dony mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin antara Pemkab Sumedang dan Universitas Widyatama, terutama melalui program KKN Tematik yang menyasar dua desa yakni Desa Cileles Jatinangor dan Cikurubuk di Kecamatan Buahdua. 

Di Cileles, mahasiswa Universitas Widyatama telah menginisiasi penggunaan tenaga surya serta berbagai program pemberdayaan di sektor pertanian dan perikanan.

“Sumedang kami buka sepenuhnya sebagai laboratorium riset bagi Universitas Widyatama. Kami juga tengah mengembangkan Sumedang sebagai Happy Digital Region, dan kontribusi dari akademisi, termasuk kerja sama dengan INTI University kaitan AI yang tentunya sangat kami nantikan,” ujar Bupati Dony.

Baca Juga: Kurangi Sampah plastik, Pemda Sumedang Tak Lagi Sediakan Air Kemasan pada Jamuan

Rektor Widyatama Prof Dadang menyambut baik respon terbuka dari Bupati Sumedang. Ia menegaskan kerja sama yang terjalin bukan hanya seremonial, tetapi memiliki tindak lanjut nyata, termasuk penelitian, pengabdian masyarakat, dan pengembangan teknologi canggih seperti AI untuk kesejahteraan warga. 

“Kami melihat Sumedang sebagai mitra strategis. Ini bukan hanya soal kolaborasi regional, tetapi menuju kolaborasi internasional yang berdampak pada masyarakat secara langsung,” ungkapnya.

Prof Deshinta Arova dari INTI University Malaysia mengatakan, kerja sama yang akan dilaksanan lebih dari sekadar kegiatan pengabdian, tapi juga membuka peluang kolaborasi strategis di bidang kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT). 

Ia menyampaikan riset-riset terkait AI akan mulai diarahkan untuk membantu pemecahan persoalan riil di masyarakat Sumedang, seperti pengelolaan pertanian cerdas, sistem informasi desa, hingga pemanfaatan data untuk pelayanan publik.

Baca Juga: Bupati Sumedang Apresiasi Kiprah Seniman dan Budayawan

“Sumedang memiliki visi digital yang sangat kuat. Kami melihat potensi besar untuk mengembangkan sistem berbasis AI yang bisa mendukung smart farming, smart village, dan bahkan smart governance,” kata Prof. Deshinta.

Prof. Deshinta menyatakan kebanggaannya bisa kembali berkontribusi untuk tanah air, termasuk melalui kerja sama dengan Sumedang dan Universitas Widyatama. 

Ia juga menambahkan bahwa INTI University telah menyiapkan skema riset internasional, lengkap dengan sumber daya dan pendanaan, yang akan bersinergi dengan Universitas Widyatama dan Pemerintah Kabupaten Sumedang.

“Ini adalah bentuk nyata kontribusi diaspora untuk bangsa. Kami ingin membantu bukan hanya perguruan tinggi, tapi juga masyarakat lokal melalui teknologi dan inovasi yang berdampak,” ujarnya. 

Bupati Sumedang Sebut Himpaudi Berperan Penting dalam Pembentukan Karakter

Lingkar.co – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir didampingi Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila menghadiri Halal Bihalal dengan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kabupaten Sumedang di Gedung Islamic Centre Sumedang, Sabtu (12/04/2025).

Bupati Dony berharap pertemuan tersebut mampu menjalin lebih erat silaturahmi antar anggota Himpaudi Kabupaten Sumedang sebagai bentuk kolaborasi bersama dalam meningkatkan kompetensi pendidik. 

Himpaudi merupakan organisasi profesi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). 

“Saya meminta para pengurus Himpaudi untuk terus bersinergi dengan Dinas Pendidikan agar terus berupaya meningkatkan Pendidikan Anak Usia Dini yang berkualitas,” ujar Dony.

Dijelaskan Dony, Himpaudi Kabupaten Sumedang mengambil peran penting dalam membentuk karakter anak. 

“Setiap anak memiliki karakter dan latar belakang yang berbeda sehingga guru PAUD memiliki peran besar untuk mengarahkan anak agar memiliki karakter yang kuat dan baik,” katanya.

Baca Juga: Kurangi Sampah plastik, Pemda Sumedang Tak Lagi Sediakan Air Kemasan pada Jamuan

Dony menambahkan, karakter kuat itu bisa didapat ketika anak memiliki sifat jujur, sehingga para guru PAUD dituntut untuk membentuk anak didik untuk selalu jujur. 

“Hal ini menjadi bekal bagi mereka dewasa saat mengambil peran dalam pembangunan. Jujur harus ditanamkan oleh para guru PAUD agar anak-anak kita menjadi orang yang punya karakter ketika mereka mengambil peran dalam pembangunan suatu saat,” imbuhnya.

Selain itu, Bupati Dony juga mengharapkan Himpaudi Kabupaten Sumedang melakukan pembaruan dan inovasi dalam mengajar sehingga anak tertarik dan bersemangat dalam belajar. 

“Upaya untuk mengubah dan mengembangkan proses pembelajaran di sekolah bertujuan untuk mengembangkan proses pembelajaran yang kondusif sehingga mendapatkan hasil pembelajaran yang maksimal,” ungkap Dony.

Baca Juga: Bupati Sumedang Apresiasi Kiprah Seniman dan Budayawan

Sementara itu, Wabup Fajar mengatakan, Pemkab Sumedang akan terus berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan para pendidik di Kabupaten Sumedang. 

“Kita sedang berusaha untuk meningkatkan PAD. Dan apabila PAD Sumedang meningkat, maka insentif bagi para pendidik bisa meningkat juga,” tuturnya.

Fajar juga menyebutkan, dirinya ada di barisan terdepan mengawal para guru dalam mendidik para peserta didik dalam membentuk karaktek bangsa yang baik. 

“Zaman telah berubah, dan kami akan terus tekankan agar para peserta didik memiliki akhlak yang baik dengan pembentukan karakter, mengedepankan adab dalam berprilaku terutama kepada orang yang lebih tua,” ujarnya.

Terakhir Fajar mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kinerja Himpaudi Kabupaten Sumedang dalam mendidik para peserta didiknya. 

“Anak-anak didik kita harus berkarakter kuat yang merupakan modal sebagai generasi Indonesia yang bermartabat untuk generasi emas Indonesia 2045,” tutupnya. 

Bupati Sumedang Apresiasi Kiprah Seniman dan Budayawan

Lingkar.co – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengucapkan terima kasih kepada Paguyuban Seniman Budayawan Sumedang (PSBS) telah hadir di tengah masyarakat Sumedang dalam menyatukan para pelaku seni budaya dan menghidupkan seni budaya di Kabupaten Sumedang.

“PSBS tetap menghidupkan seni budaya yang ada di Sumedang. Apalagi sekarang sudah jelas dalam Visi Sumedang Simpati Semakin Maju Menuju Indonesia Emas 2045 poin kesembilan yakni implementasi Sumedang Puseur Budaya Sunda dengan memmberikan perhatian kepada pelaku seni budaya dan meningkatkan kapasitas pelaku seni budaya,” ujar Dony saat menerima jajaran pengurus PSBS di Gedung Negara, Kamis (10/4/2025).

Bupati Dony berharap pengurus dan anggota PSBS terus hadir mewarnai kehidupan seni budaya di Kabupaten Sumedang sehingga lebih hidup lagi. 

“Mari gerakkan seluruh potensi mewujudkan Sumedang Puseur Budaya Sunda. Terus bekerja keras untuk organisasi ini, untuk kemajuan seni budaya di Sumedang,” katanya.

Bupati meminta PSBS untuk memanfaatkan keberadaan fasilitas seni budaya yang ada di Kabupaten Sumedang. 

“Ada Gedung Creative Center, Geoteater Rancakalong dan Gedung Kesenian di Pacuan Kuda. Nanti insyaallah setiap ada kegiatan dengan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI).  Kuncinya jaga koordinasi, komunikasi, segala sesuatu dibicarakan,” jelasnya.

Bupati menyebutkan, dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan pihaknya selalu ingin melibatkan masyarakat dan komunitas, termasuk di bidang seni budaya. 

“Pada akhirnya semua turut berpartisipasi menghidupkan Sumedang Puseur Budaya Sunda. Jadi bagaimana caranya seni budaya maju di Kabupaten Sumedang ini,” imbuhnya.

Baca Juga: Sambangi Kantor Dewan, Warga Minta Semua Tambang di Sukolilo Pati Ditutup

Sementara itu, Ketua PSBS Dede Suhendar menyebutkan, organisasinya siap berkolaborasi dengan Pemda Sumedang dalam mewujudkan Perda Nomor 1 tahun 2020 tentang Sumedang Puseur Budaya Sunda. 

“Kami para pelaku seni budaya di Kabupaten Sumedang siap berkolaborasi untuk mewujudkan Sumedang Puseur Budaya Sunda. Di Perda SPBS ada spirit yang sama dengan kami di PSBS, yaitu menjaga melestarikan seni budaya,” ujar Dede.

Dede berharap dalam setiap kegiatan di  Sumedang, terutama yang berskala besar  para pelaku seni budaya bisa dilibatkan. 

“Kami para pelaku seni budaya lokal dalam setiap kegiatan siap terlibat turut mendukung dan memeriahkan acara,” pungkasnya.