Arsip Tag: Halal Bihalal

Pemkab Jadikan PCNU Sukabumi Mitra Strategis Peningkatan Pendidikan Agama dan Ekonomi Umat

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten Sukabumi menjadikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sukabumi sebagai mitra strategis, terutama dalam peningkatan pendidikan keagamaan, pemberdayaan ekonomi umat, serta menjaga keharmonisan sosial.

Bupati Sukabumi Asep Japar menegaskan pentingnya sinergi dengan PCNU dalam mendukung pembangunan daerah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

“PCNU Kabupaten Sukabumi telah menjadi mitra strategis pemerintah,” kata Asep Japar saat menghadiri kegiatan Halal Bihalal PCNU Kabupaten Sukabumi di Gedung PCNU Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026).

Dirinya menilai, PCNU Kabupaten Sukabumi selama ini telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal visi pembangunan daerah yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah atau Sukabumi Mubarakah.

“Kami berharap kolaborasi ini terus diperkuat, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan keagamaan, pemberdayaan ekonomi umat, dan menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Asep Japar mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk terus meningkatkan sinergi dan memperkuat kerja bersama demi mewujudkan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Saya berharap kita dapat lebih bersinergi dan bekerja lebih keras lagi. Semua itu demi terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan sejumlah program yang tengah dilakukan pemerintah daerah, termasuk pembangunan hunian tetap bagi penyintas bencana di wilayah Palabuhanratu.

Upaya tersebut, kata dia, dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan pascabencana.

“Bencana di Sukabumi terus terjadi. Namun kami terus berusaha menyelesaikan permasalahan pascabencana, salah satunya dengan pembangunan hunian tetap. Mudah-mudahan semuanya dapat segera selesai,” tuturnya

Sementara, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Sukabumi E.S. Mubarok menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama terus berupaya hadir dan membumi di tengah masyarakat Sukabumi melalui berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.

“NU membumi di Sukabumi. Semua itu berkat Tiis, yaitu tawakal, ikhlas, istiqomah, dan sabar,” pungkasnya. (*)

Kloter Pertama Calon Jemaah Haji Jateng Berangkat 22 April, Dibagi Embarkasi Solo dan Yogyakarta

Lingkar.co -;Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan kesiapannya, untuk memberangkatkan kloter pertama jemaah haji Indonesia asal Jawa Tengah, pada Rabu (22/4/2026) dini hari.

Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen, usai menghadiri Halal bihalal lintas angkatan alumni KBIHU Muhammadiyah Kota Semarang, Minggu, (19/4/2026) di Gedung Grhadika Bakti Praja, Jl Pahlawan Kota Semarang.

Mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Gus Yasin, sapaan akrabnya, mengatakan hal yang penting menjadi perhatian pada tahun ini adalah ada dua embarkasi yang akan menjadi tempat pemberangkatan jemaah haji. Yakni Embarkasi Solo, dan Embarkasi Yogyakarta.

“Harapannya, pembagian tersebut akan memperlancar proses keberangkatan maupun kepulangan jemaah haji asal Jawa Tengah,” katanya.

Kepada jemaah KBIHU Muhammadiyah, Gus Yasin berpesan agar jemaah mengikuti manasik sesuai dengan arahan, jangan sampai memisahkan diri.

Selain itu juga tetap melaksanakan urutan ibadah sebagaimana sudah diatur oleh ketua rombongan. Gus Yasin juga menyinggung situasi geopolitik terkait perang Iran, Israel, dan Amerika yang sering ditanyakan calon jemaah kepada dirinya. Dia meyakinkan calon jemaah tidak terganggu dengan perang tersebut.

“Sampai saat ini, pemerintah Indonesia melalui Kementrian Haji dan Umroh, sudah mengumumkan bahwa pemberangkatan haji Indonesia tidak terganggu dengan perang tersebut,” tegasnya.

Ketua LPHU Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang, Ahmad Furqon, dalam sambutannya mengatakan, jemaah haji KBIHU Muhammadiyah Kota Semarang yang akan berangkat 354 orang. Ditambah dengan petugas, menjadi 360 orang, yang akan menjadi satu kloter.

“KBIHU Muhamamdiyah sudah berdiri sejak 1996 dan rata-rata setiap tahunnya memberangkatkan sekitar 300 jamaah,” jelasnya.

Pihaknya memberikan apreasiasi atas fasilitasi Pemprov Jateng dan Kementerian Haji Umroh di Jateng yang telah memberikan pelayanan, perlindungan, dan bimbingan kepada jemaah, terutama mempersiapkan kelancaran keberangkatan jemaah. Dia berharap, melalui halal bi halal akan memperat ukhuwah Islamiyah antar jemaah serta mewujudkan dan menjaga kemabruran haji. (*)

Komitmen Ramah Lansia, Bupati Sumedang Tegaskan Pembangunan Harus Perhatikan Kelompok Lanjut

Lingkar.co – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumedang menjadi daerah ramah lansia. Untuk itu, ia tekankan pembangunan ke depan harus memberikan perhatian penuh kepada kelompok lanjut usia (Lansia) agar tetap sehat, bahagia, dan bermartabat.

“Kami ingin Sumedang menjadi kabupaten yang ramah Lansia. Negara harus hadir, memastikan para lansia hidup sehat, bahagia, dan memiliki ruang untuk terus beraktivitas serta berkontribusi,” ujarnya saat sambutan Halal Bihalal dan pelantikan Pengurus Lembaga Lansia Indonesia (LLI) Kabupaten Sumedang di Gedung Negara Sumedang, Jawa Barat, Senin (6/4/2026).

Ia menilai, pendekatan pembangunan tidak hanya berorientasi pada usia produktif, tetapi juga harus menjangkau seluruh siklus kehidupan manusia, mulai dari lahir hingga lanjut usia.

“Perhatian kepada masyarakat itu harus minal mahdi ilal lahdi, dari buaian hingga liang lahat. Termasuk memastikan lansia mendapatkan fasilitas, pelayanan, dan perhatian yang layak,” tegasnya.

Bupati juga menekankan bahwa lansia bukan beban pembangunan, melainkan aset penting yang menyimpan pengalaman dan kebijaksanaan.

“Lansia adalah mata air kebijaksanaan, penjaga nilai, dan sumber inspirasi. Kita harus menghormati, melibatkan, dan memberdayakan mereka dalam pembangunan,” katanya.

Sementara, Ketua LLI Kabupaten Sumedang Zaenal Alimin menyatakan, kesiapan organisasinya untuk mendukung penuh visi Sumedang ramah Lansia.

“LLI hadir sebagai wadah untuk mengorganisir potensi lansia agar tetap aktif dan bermanfaat. Kami mengajak para lansia untuk mengisi masa usia dengan kegiatan positif dan amal kebaikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan dasar hukum Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998, keberadaan LLI menjadi bagian penting dalam mendorong kesejahteraan lansia secara terstruktur dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua LLI Provinsi Jawa Barat Nu’man Abdul Hakim menegaskan, lansia harus dipandang sebagai kekuatan, bukan kelompok yang terpinggirkan.

“Cara pandang terhadap lansia harus berubah. Mereka adalah bagian penting dari pembangunan. Dengan meningkatnya usia harapan hidup, maka kualitas hidup lansia harus menjadi prioritas,” jelasnya.

Ia mengapresiasi langkah Sumedang yang mulai menempatkan isu lansia sebagai bagian strategis dalam kebijakan daerah. (*)

Forwaken Gelar Resepsi HPN 2026 dan Halal Bihalal

Lingkar.co – Forum Wartawan Kendal (Forwaken) menggelar Resepsi Hari Pers Nasional (HPN) 2026 sekaligus Halal Bihalal di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Setda Kendal, Jawa Tengah, Selasa (31/3/2026).

Kegiatan ini bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kendal, Polres Kendal, Kawasan Industri Kendal, dan sejumlah media mainstream lokal dan nasional.

Ketua Forwaken, Iswahyudi, menjelaskan, rangkaian HPN 2026 ini bersinergi dengan Polres Kendal melalui lomba jurnalistik kategori feature, foto, dan video. Lomba diikuti pelajar SMA sederajat serta anggota Polres Kendal.

“Selain itu, sebelumnya kami telah menyelenggarakan bakti sosial, ziarah makam, dan anjangsana,” paparnya.

Sejalan dengan hal itu, ia mengajak seluruh anggota agar peringatan HPN menjadi momentum untuk meningkatkan profesionalisme, integritas, dan tanggung jawab insan pers Kendal dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Pers berperan strategis sebagai pilar keempat demokrasi, bukan hanya menyampaikan berita, tapi juga sebagai kontrol sosial serta jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat,” tegasnya.

Sementara, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, dalam sambutannya mengajak awak media bergandengan tangan dengan pemerintah daerah untuk mengedukasi masyarakat dalam membangun daerah.

“Semoga ke depan, insan pers Kendal semakin meningkatkan peran dan fungsinya, mendukung visi Pemkab Kendal yaitu ‘Bersama Membangun Kendal Semakin Maju, Sejahtera, Adil, Makmur, Lestari, dan Berkelanjutan’,” pesannya.

Bupati juga berterima kasih atas kontribusi media yang telah mempublikasikan informasi valid tentang kinerja dan capaian pembangunan Pemkab Kendal.

Menurut dia, hal ini menciptakan kontrol sosial yang berimbang serta publikasi informatif dan konstruktif.

“Selamat kepada para pemenang lomba jurnalistik. Semoga ke depan menghasilkan karya lebih baik lagi,” ucapnya.

Kegiatan ini juga disisipkan edukasi bagi pelajar oleh Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar.

Ia mengajak pelajar lebih kreatif dalam kegiatan positif, seperti lomba jurnalistik ini, sebagai wadah berkreasi dan meningkatkan literasi.

“Ini bekal agar mereka tidak mudah terjerumus hal negatif,” katanya.

Kapolres juga pesan agar orang tua aktif mengawasi anak di rumah, mencegah keterlibatan dalam tawuran, kenakalan, dan perilaku negatif lainnya. (*)

Farhan Ajak Pengusaha di Bandung Pulihkan Ekonomi

Lingkar.co – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengajak para pengusaha untuk mengambil peran strategis dalam membangkitkan ekonomi yang hingga kini belum sepenuhnya pulih pascapandemi Covid-19.
.
Ajakan tersebut disampaikan Farhan saat acara Halal Bihalal Keluarga Besar Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha dan Wiraswasta FKPPI Jawa Barat di RJS Room, Hotel Aryaduta Bandung, Jumat (27/3/2026).

Dalam suasana penuh kehangatan Idulfitri, Farhan menyatakan, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci untuk mengembalikan kejayaan ekonomi Bandung.

“Pertumbuhan ekonomi kita saat ini masih di angka 5,27 persen,. Padahal sebelum pandemi bisa mencapai 7 hingga 8 persen. Artinya, kita masih punya pekerjaan besar,” ujar Farhan.

Farhan mengungkapkan, ada dua sektor utama yang menyebabkan melambatnya pemulihan ekonomi, yakni transportasi dan industri pengolahan.

Sektor transportasi terdampak signifikan akibat belum optimalnya operasional Bandara Husein Sastranegara.

“Kalau bandara kembali hidup, kontribusi sektor transportasi akan langsung terdongkrak. Ini yang sedang kita perjuangkan bersama pemerintah pusat,” katanya.

Sedangkan sektor industri pengolahan mengalami stagnasi karena pembatasan industri besar di dalam kota. Akibatnya, kontribusi manufaktur menurun drastis.

Sebagai solusi, Farhan mendorong penguatan sektor usaha kecil dan menengah, khususnya industri kreatif berbasis fesyen.

Ia menyebut Bandung memiliki keunggulan kuat di sektor ini, bahkan mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Sejumlah brand lokal telah membuktikan potensi tersebut, termasuk karya desainer Ivan Gunawan serta brand populer seperti Buttonscarves.

Tak hanya itu, kawasan Cibaduyut juga akan kembali didorong sebagai pusat industri sepatu yang memiliki nilai ekspor tinggi.

“Sepatu kulit buatan Bandung bisa menembus pasar ekspor dengan harga tinggi. Ini peluang besar yang harus kita manfaatkan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga menyoroti pentingnya menghidupkan kembali kawasan pusat kota, termasuk Masjid Agung Bandung sebagai pusat aktivitas masyarakat.

Pemerintah Kota Bandung berencana menggelar kegiatan rutin bulanan di kawasan tersebut guna meningkatkan kunjungan dan menggerakkan ekonomi sekitar.

“Kalau kawasan Masjid Agung hidup, maka ekonomi di sekitarnya juga akan bergerak,” ujarnya.

Farhan juga membuka peluang luas bagi investasi di sektor properti, khususnya pembangunan hotel dan hunian vertikal.

Ia memastikan pemerintah akan memberikan kemudahan perizinan serta dukungan dalam penyelesaian berbagai kendala.

Selain itu, ia mengajak para pengusaha memanfaatkan program pembiayaan dari pemerintah pusat melalui Tapera.

“Kami butuh pengusaha yang tangguh dan inovatif. Bandung tidak boleh kalah dari kota lain,” katanya.

Menutup sambutannya, Farhan menegaskan bahwa Kota Bandung merupakan kota dengan dinamika tinggi, mulai dari persoalan sosial hingga peluang ekonomi yang besar.

Menurutnya, kondisi tersebut justru menjadi peluang bagi semua pihak untuk berkontribusi dalam pembangunan kota.

“Bandung ini penuh tantangan, tapi juga penuh peluang. Kuncinya ada pada kolaborasi,” ucapnya.

Ia pun mengajak seluruh anggota HIPWI FKPPI Jawa Barat untuk terus bersinergi bersama pemerintah.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Bandung, saya mengucapkan terima kasih dan mohon maaf lahir dan batin. Mari kita bangun Bandung bersama,” ajaknya. (*)

Guru Enggan Disiplinkan Karena Takut Ancaman Pidana, Penyebab Murid Tidak Terkontrol

Lingkar.co – Dewan Pendidikan Kota Semarang (DPKS) menyoroti berbagai persoalan dalam dunia pendidikan Indonesia, utamanya peran guru dalam mendidik murid dibayangi oleh adanya ancaman pidana.

Menurut Ketua DPKS, Dr. Drs. Budiyanto, SH, MHum, banyaknya peraturan yang terlalu mengekang guru membuat anak didik tidak terkontrol moral, karakter, dan perilakunya.

“Kualitas pendidikan menurun karena keengganan guru untuk serius mendidik. Hal ini tak lepas dari aturan-aturan yang menjerat guru supaya tidak bisa tegas terhadap anak didik,” kata dia dalam Halal bi Halal DPKS dengan pemangku pendidikan seperti komite sekolah, kepala sekolah di SMAN 2 Semarang pada Rabu (7/5/2025).

Budiyanto menyontohkan, misalnya ada murid nakal sedangkan guru wajib mendisiplinkan. Tapi ketika guru sudah mendisiplinkan, dia terkena pasal kekerasan sehingga mendapat hukuman dari aparat.

“Belum lagi jika orang tua murid tidak terima. Guru bisa dilaporkan ke aparat hukum. Hal ini mengakibatkan guru enggan mengajar dengan serius sehingga tak ada pembentukan karakter atau moral,” jelasnya.

Baca Juga: Wujudkan Semarang Bersih, Agustina Wali kota Semarang Luncurkan Program Zero Waste

Berikutnya, menurut Budiyanto, masalah perkembangan internet dan teknologi atau IT yang jika disalah gunakan akan merusak moral dan bahkan mental generasi muda Indonesia.

“Semarang harus bebas gangster, bebas kreak, bebas free sex. Karena saya lihat anak-anak SD sudah nonton film porno. Seandainya kita kenal dengan podusen gadget, kita bisa minta aplikasi yang mengarahkan ke hal negatif harus ditiadakan,” ungkapnya

Untuk itu, Budiyanto mengingatkan agar guru tetap serius dalam mendidik anak, tidak sebatas mengajar atau transfer pengetahuan. Guru juga harus berkoordinasi dengan orang tua siswa karena adanya peraturan yang mengekang guru.

Kemudian, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) UIN Walisongo Semarang, Prof Dr Musahadi menegaskan, jika seorang guru gagal dalam menjalankan tugas mendidik, maka taruhannya adalah masa depan bangsa.

“Kalau njenengan (Guru) gagal dalam menjalankan misi. Maka taruhannya adalah generasi masa depan bangsa,” tuturnya.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Semarang, Dr. Drs. Budiyanto, SH, MHum dalam Halal bi Halal DPKS dengan pemangku pendidikan seperti komite sekolah, kepala sekolah di SMAN 2 Semarang pada Rabu (7/5/2025). Foto: dokumentasi
Ketua Dewan Pendidikan Kota Semarang, Dr. Drs. Budiyanto, SH, MHum dalam Halal bi Halal DPKS dengan pemangku pendidikan seperti komite sekolah, kepala sekolah di SMAN 2 Semarang pada Rabu (7/5/2025). Foto: dokumentasi

Oleh sebab itu, Musahadi mengatakan bahwa seharusnya para guru sabar dan bersykurr dengan apa yang dia hadapi.

“Jadi guru harus banyak bersyukur. Kita memiliki tantangan luar biasa dalam dunia pendidikan karena generasi muda semakin dinamis,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bambang Pramushinto mengatakan, jangan sampai anak didik kita terlantar karena tak mendapatkan selembar dokumen (ijazah).

“Karena sejatinya pendidikan bukanlah masalah nilai atau ijazah, tapi pembangunan karakter,” begitu yang disampaikannya.

Lalu di akhir, Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin menjelaskan bahwa karakter bangsa Indonesia jadi modal besar untuk menyambut bonus demografi tahun 2030 sampai 2045 yang digadang-gadang akan menjadi generasi emas.

“2045 ini diprediksi Indonesia akan jadi 5 negara kuat secara ekonomi. Kekuatan kita ada pada karakter kita sebagai bangsa. Beberapa karakter unggul yang kita miliki antara lain adalah unggah-ungguh sopan santun menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang muda, saling berkunjung untuk mempererat persaudaraan, toleran terhadap perbedaan serta pekerja keras,” ujarnya.

Halal Bihalal Kesbangpol Kendal, Mbak Tika : Terus Tingkatkan Pelayanan

Lingkar.co – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari menghadiri acara halal bihalal yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kendal, bertempat di Aula Badan Kesbangpol Kendal, pada Kamis (10/4/2025).

Dalam acara tersebut dihadiri oleh Kepala Badan Kesbangpol Kendal, Alfebian Yulando dan diikuti oleh seluruh pegawai Badan Kesbangpol Kabupaten Kendal.

Kepala Badan Kesbangpol Kendal Alfebian Yulando, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Kendal karena selalu hadir untuk menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh OPD maupun kegiatan-kegiatan kemasyarakatan.

Pihaknya mengungkapkan bahwa acara silaturahmi ini bertujuan untuk lebih menguatkan silaturahmi para pegawai Badan Kesbangpol Kendal di momen lebaran dan juga menjalin silaturahim dengan Bupati Kendal.

“Halal bihalal ini agar lebih menguatkan persaudaraan antar pegawai Kesbangpol dan lebih dekat dengan Bupati Kendal,” ujar Alfebian Yulando.

Alfebian juga mengungkapkan, apa yang menjadi visi misi Bupati Kendal yaitu Kendal berdikari, tentunya Badan Kesbangpol Kendal akan sejalan selaras dengan visi misi tersebut.

Sementara Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari dalam acara tersebut menyampaikan, selamat hari raya Idul Fitri 1446 Hijriyah, semoga kedepan akan terus menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Bupati juga menghimbau kepada seluruh pegawai badan Kesbangpol untuk terus bersemangat dan memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, sebagai bentuk pelayanan yang baik yang mana sudah semestinya menjadi tugas dari Pemerintah.

“Saya menghimbau kepada seluruh pegawai Badan Kesbangpol Kendal agar terus meningkat integritas dan terus bersinergi dalam menuntaskan program-program pemerintah sebagai bentuk pelayanan yang baik kepada masyarakat,” ujar Bupati Kendal.

Menurut Bupati, Badan Kesbangpol memiliki peran sinergis dalam menciptakan situasi wilayah yang kondusif, sehingga sinergitas dan kerja kolaborasi sangat diperlukan agar kondisifitas wilayah di Kabupaten Kendal tetap terjaga dengan baik.

Saya juga mengucapkan terima kasih kepada badan Kesbangpol karena selama bulan puasa dan mudik lebaran situasi dan kondisifitas di wilayah Kabupaten Kendal dapat terjaga dengan baik.

Setelah sambutan Bupati Kendal, dilanjutkan dengan saling bersalam-salaman yang dimulai dari Kaban Kesbangpol Kendal dan diikuti oleh seluruh pegawai. ***

Kuatkan Semangat Membangun, Agustina Silaturrahmi ke Para Mantan Wali Kota Semarang

Lingkar.co – Mengawali hari pertama kerja usai libur Idul Fitri 1446 Hijriyah, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti bersama jajaran pimpinan OPD bersilaturahmi dengan para mantan Wali Kota Semarang.

Tradisi penuh makna ini dilakukan setelah dirinya terlebih dahulu mengikuti apel pagi dan halal bihalal bersama jajaran Pemerintah Kota Semarang di halaman Balai Kota Semarang, serta halal bihalal dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Kantor Gubernur Jateng, Selasa (8/4/2025).

Dalam rangkaian silaturahmi tersebut, Agustina menyambangi sejumlah mantan Wali Kota Semarang, di antaranya Hendrar Prihadi, Soemarmo Hadi Saputro, dan Sukawi Sutarip. Selain itu, dirinya juga berziarah ke makam almarhum Sutrisno Suharto, mantan Wali Kota Semarang yang telah wafat.

Tak hanya itu saja, Agustina juga menyempatkan diri bertemu mantan Gubernur Jawa Tengah, Ali Mufidz, dan bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Al-Itqon Pedurungan untuk bertemu KH Ubaidillah Shodaqoh atau Gus Ubed.

“Silaturahmi ke pendahulu itu untuk mengucapkan terima kasih kepada para pendahulu kita dan berjanji untuk meneruskan pembangunan yang baik. Untuk membangun kembali supaya lebih tinggi pondasi yang pernah diletakkan oleh para pemimpin terdahulu, sehingga apa pun yang dibangun dan dilakukan kita pastikan tidak ada yang sia-sia,” ujar Agustina.

Ia juga berharap teladan dari para pemimpin terdahulu dapat terus menginspirasi semua pihak, termasuk ASN maupun masyarakat, agar senantiasa mengembangkan dan merawat hasil-hasil pembangunan yang sudah ada.

“Semoga ini bisa jadi semangat bersama. Kita lanjutkan perjuangan mereka dalam fungsi kita masing-masing,” tambahnya.

Dalam silaturahmi itu, sejumlah isu strategis turut dibahas, salah satunya rencana pengembangan kawasan Simpang Lima. Saat bertemu Hendrar Prihadi, Agustina mendapat wejangan tentang pentingnya menjadikan Simpang Lima sebagai pusat perhatian pembangunan.

Menurut mantan wali kota yang akrab disapa Hendi, saat ini merupakan momentum emas, mengingat kontrak pengelolaan Plaza Simpang Lima telah berakhir.

“Simpang Lima bukan lagi sekadar kawasan strategis, tetapi sudah menjadi berlian Kota Semarang. Momentum ini harus dimanfaatkan agar kawasan tersebut bisa menjadi ikon baru yang merepresentasikan kemajuan kota,” ujarnya.

Rangkaian kunjungan ini diharapkan menjadi awal yang baik untuk merajut kerja sama lintas generasi, menguatkan semangat membangun Kota Semarang yang semakin hebat dan berkelanjutan. (Adv)

SGN Gelar Halal Bihalal, Gus Yasin Harap Jadi Mitra Pemerintah

Lingkar.coSantri Gayeng Nusantara (SGN) menggelar acara halal bihalal di Wisma Perdamaian, Semarang, pada Senin (7/4/2025).

Acara ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara SGN dan pemerintah provinsi Jawa Tengah.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi dan harapannya agar SGN dapat menjadi mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya berharap Santri Gayeng Nusantara juga ikut menjadi salah satu rekan dari pemerintah, baik itu tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten/kota, untuk ikut serta dalam mensejahterakan masyarakat Jawa Tengah dan mengawal program-program pemerintah,”kata Gus Yasin.

Gus Yasin juga mendorong agar SGN menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah, khususnya dalam menyampaikan kritik yang membangun.

“SGN sampaikan kritik-kritik kepada kami agar kami tahu dan bisa mendengarkan permasalahan masyarakat,”pintanya.

Senada dengan Gus Yasin, Ketua SGN Jawa Tengah KH. M. Chamzah Hasan menyampaikan, halal bihalal ini sekaligus menjadi ajang koordinasi antar anggota SGN se-Jawa Tengah untuk kedepannya lebih memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Organisasi SGN ini adalah perkumpulan yang harus bisa memberi manfaat untuk masyarakat, tentu sinergi dengan apa yang menjadi visi-misi pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” kata Gus Chamzah.

Ia menambahkan, SGN akan memperluas jaringan ke kalangan kampus, praktisi, dan pengusaha, demi memperbesar manfaat organisasi bagi masyarakat.

“Insya Allah Santri Gayeng kedepan akan merekrut lebih luas, tidak hanya di lingkungan pesantren, tapi terus di lingkungan kampus, lingkungan praktisi, di lingkungan para pengusaha, untuk bisa memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat, khususnya di Jawa Tengah,” pungkasnya. ***