Arsip Tag: Karanganyar

Polisi Berhasil Amankan Tiga Pelaku Penembakan di Karanganyar

Lingkar.co – Aparat kepolisian berhasil menangkap tiga orang pelaku dalam penembakan yang menewaskan Yudha Bagus Setiawan, warga Banyudono, Boyolali yang terjadi di Colomadu pada Jumat (26/1/2024) lalu.

Penembakan itu disebut sebagai bentuk perlawanan pelaku atas aksi penyerangan yang dilakukan oleh korban dan kelompoknya.

Hal itu diungkapkan Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Johanson Ronald Simamora didampingi Kabidhumas Kombes Pol Satake Bayu Setianto dan Kapolres Karanganyar AKBP Jerrold Hendra Yosef Kumontoy dalam keterangan pers di Mapolres Karanganyar pada Kamis (1/2/2024).

Dirreskrimum mengungkap, tiga orang pelaku tersebut berinisial S alias K (46) warga Kel. Tohudan, Colomadu, Karanganyar, D.E alias E.R (44) warga Kec. Mojosongo Boyolali, dan P (43) warga Ngemplak, Mojosongo, Boyolali. Masing-masing tersangka memiliki peran berbeda dalam peristiwa tersebut.

Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya satu pucuk Senpi, 5 selongsong, 1 proyektil dan 2 DVR CCTV dan sorban milik korban. Polisi juga telah memeriksa 12 saksi terkait peristiwa tersebut.

“Kasus bermula ketika pada Jumat, (26/1) pukul 22.07 WIB korban bersama sejumlah orang bersenjata tajam mendatangi sebuah rumah yang terletak di Kel. Tohudan, Colomadu. Kemudian terjadi penyerangan dan Tersangka melakukan perlawanan dengan melepaskan tembakan peringatan disusul tembakan ke arah korban,” ungkap Dirreskrimum.

Para pelaku juga mengejar serta melakukan penganiayaan terhadap kelompok yang menyerang tersebut. Kejadian tersebut menewaskan korban yang mengalami luka tembak pada punggung tembus ke dada korban.

Penembakan dilakukan oleh tersangka S alias K. Sedangkan peran tersangka DE dan P adalah turut serta melakukan pemukulan dan menendang korban saat terkapar sehingga berakibat mempercepat kematian korban.

“Kami masih dalami dari mana asal senjata api tersebut. Dari pengakuan tersangka S membeli senjata tersebut dari seseorang di Klaten seharga Rp. 3 juta. Masih kita dalami siapa yang menjual,” tuturnya.

Berdasarkan proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan, pada hari Minggu (28/1) sore tersangka S alias K ditangkap tim gabungan Polda Jateng dan Polres Karanganyar di Weleri Kendal saat berupaya melarikan diri ke Kalimantan.

“Tersangka S alias K dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat no. 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api ilegal. Ancaman hukuman 20 tahun dan paling berat dihukum mati,” tandasnya.

Sedangkan dua tersangka lainnya disangkakan dengan Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 KUHP tentang pembunuhan dan atau pasal 170 ayat 2 ke-3 KUHP atau 351 ayat 3 KUHP tentang pengeroyokan dan atau penganiayaan yang berakibat matinya seseorang dengan ancaman pidana penjara paling lama lima belas tahun. (*)

Penulis: Miftahus Salam

94 Karyawan Pabrik Sepatu di Jaten Positif Covid-19

KARANGANYAR, JAWA TENGAH, Lingkar.co – Puluhan karyawan pabrik sepatu di kawasan Jaten, Kabupaten Karanganyar positif Covid-19, berdasarkan hasil tes swab mandiri yang perusahaan lakukan pada Sabtu (19/6).

Kepala Desa Jaten, Hargo Satoto mengatakan, Dari 745 karyawan yang di swab, ada 94 orang yang telah positif.

Menurutnya untuk saat ini satgas Covid-19 Desa Jaten dan pihak perusahaan sudah berkoordinasi, untuk penanganan kasus tersebut.

Baca juga:
Bupati Hartopo Sampaikan, Zona Merah Covid-19 di Kabupaten Kudus Alami Penurunan

“Benar, ada puluhan karyawan yang hasil tes swab-nya positif. Mereka kini menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah masing-masing, atau tetap di kamar kosnya masing-masing,” ujar  Hargo, Rabu (21/6).

Hargo menjelaskan temuan karyawan positif Covid-19 di pabrik sepatu tersebut berawal sekitar lima hari sebelumnya, saat beberapa karyawan mengeluh sesak nafas, batuk dan panas badan.

Pihak perusahaan lalu mengusut penyebab kejadian yang menimpa beberapa karyawannya tersebut, apakah ada yang terindikasi Covid-19 dengan tanpa gejala atau tidak.

Baca juga:

Tekan Angka Covid-19, Pemkab Kudus Kolaborasikan PPKM Mikro dan Satgas Jogo Tonggo

“Salah satu karyawan yang berasal dari luar Karanganyar mengaku, ada anggota keluarganya yang sakit dengan gejala mirip Covid-19. Karyawan tersebut dan keluarganya lalu melakukan tes swab, hasilnya positif,” terang Hargo.

Perusahaan kemudian memutuskan untuk men-swab seluruh karyawan, hingga kemudian perusahaan mengetahui ada puluhan orang yang positif.

“Pihak perusahaan proaktif dan berkoordinasi dengan baik, untuk penanganan lebih lanjut. Mengingat lokasi pabrik berada di tengah perkampungan,” jelas Hargo.

Baca juga:

Tekan Angka Covid-19, Pemkab Kudus Kolaborasikan PPKM Mikro dan Satgas Jogo Tonggo

Aliansi Umat Islam Karanganyar Dukung SE Bupati Soal Penggalangan Dana Palestina

KARANGANYAR, JAWA TENGAH, Lingkar.co –  Sempat menjadi polemik di media sosial, sejumlah anggota ormas dan yayasan islam di Karanganyar dukung Surat Edaran (SE) Bupati mengenai penggalangan dana Palestina.

Para aliansi umat islam tersebut mendatangi kantor Bupati Karanganyar, Rabu (19/5) untuk menyampaikan dukungan terhadap langkah Bupati Karanganyar yang mengeluarkan SE tersebut.

Belasan orang yang merupakan anggota Aliansi Umat Islam Karanganyar (AUIK), Laskar  Pembela Islam Karanganyar (LKI) dan Yayasan Al Huda Karanganyar membawa karangan bunga dan spanduk dukungan.

Baca juga:
Harga Kedelai Terus Naik, Pengusaha Tahu Menjerit

Dipasang di dekat pintu masuk kantor Bupati Karanganyar yang berada di komplek Setda Kabupaten Karanganyar.

Karangan bunga yang di bawa massa pendukung SE bupati berbunyi ‘Mendukung SE Bupati Karanganyar No.900/1833.12 Partisipasi  Kemanusiaan Palestina’.

Sementara spanduk yang mereka bawa bertuliskan ‘Aliansi Umat Islam Karanganyar mendukung dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono, MM’.

Baca juga:
Kemenag Tegaskan Indonesia Tetap Dukung Perjuangan Rakyat Palestina

Ricuh Sesama Ormas, 2 Kendaraan dan 1 Rumah Rusak

KARANGANYAR, JAWA TENGAH, Lingkar.co – Sebanyak 2 kendaraan bermotor dan 1 rumah milik warga Desa Mojogedang, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar rusak akibat terdampak peristiwa ricuh sesama ormas, Senin (17/5) tengah malam.

Saat ini, 2 kendaraan rusak tersebut sudah di amankan sementara di Polsek Mojogedang Karanganyar.

Salah satu warga setempat, Andre menceritakan, kericuhan antar ormas tersebut terjadi sekitar pukul 00.00 WIB.

Baca juga:
KSPI Gelar Aksi Lanjutan, Wujud Dukungan Terhadap Palestina

Saat kejadian ricuh sesama ormas tersebut berlangsung, Andre bersama 3 anggota keluarganya tengah tertidur lelap. Kemudian terbangun setelah mendengar suara pecahan kaca di salah satu rumah warga.

Pihaknya terbangun dan melihat suasana di luar dari balik jendela, yang ternyata sedang terjadi keributan antar masa salah satu ormas di Karanganyar.

Karena tidak berani keluar rumah, andre dan keluarga memilih untuk berdiam menunggu di dalam rumah, hingga akhirnya massa membubarkan diri usai anggota polsek Mojogedang tiba di lokasi kejadian.

Baca juga:
Jelang Tradisi Syawalan, Selongsong Ketupat Kembali Menjadi Primadona

‘’Keributan antar masa ormas itu berlangsung sekitar 30 menit dari pukul 00.00 hingga 00.30 WIB,’’ ujar Andre, Selasa (18/5).

Wakapolsek Mojogedang, Iptu Maryadi mewakili Kapolres Karanganyar AKBP Muchammad Syafi Maulla membenarkan adanya kejadian ricuh antar ormas di desa Mojogedang tersebut.

Menurut Iptu Maryadi, kericuhan berawal karena adanya salah paham dari sebuah postingan di akun media sosial, hingga memicu kemarahan salah satu pihak ormas.

Baca juga:
Dampak Pandemi, Pedagang Batik Pekalongan Kurangi Karyawan hingga Tutup Toko

Polsek Mojogedang menurut Iptu Maryadi, telah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian serte mengumpulkan informasi dari para saksi.

“Di sisi lain, barang bukti kendaraan rusak sebagian sudah diamankan di polsek Mojogedang dan Polres Karanganyar saat ini tenagh mendalami kasus keributan tersebut,” pungkas Wakapolsek. (jok/luh)

Laba Menggiurkan, Petani Ngargoyoso Ramai-ramai Tanam Porang

KARANGANYAR, Lingkar.co – Tanaman porang mendadak jadi komoditas bercocok tanam utama petani Dusun Nglundo, Desa/Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng).

Keuntungan yang luar biasa serta perawatan mudah terhadap tanaman porang, mendorong semangat petani di Dusun Nglundo untuk menanam tanaman tersebut.

Ternyata, porang (Amorphophallus muelleri Bl)  yang masuk jenis tanaman umbi-umbian tersebut tengah gencar diekspor ke China dan Jepang.

Baca juga:
PLN Pastikan 19 Desa Terpencil, Dapatkan Aliran Listrik Jelang HUT RI

Sejumlah negara Asia tersebut dinilai sangat mengandalkan daerah penghasil porang di Indonesia, terutama di Pulau Jawa.

Negara importir tanaman tersebut, menjadikan porang sebagai bahan kosmetik, farmasi hingga sumber karbohidrat makanan pokok rendah lemak dan kalori.

Melihat potensi itu, seorang warga Dusun Nglundo, Warsito Dwi Pratama memulai tanam di lahan 1 hektare pada 2 tahun lalu. Modalnya satu kilo benih porang yang dikenal dengan nama katak.

Baca juga:
Pastikan Ketersediaan Gula Jelang Lebaran Tercukupi

“Perawatannya sederhana. Cukup diberi pupuk kompos sebulan sekali kalau sering hujan. Ditanam di bawah naungan pohon sengon,” ujarnya.

Lanjutnya, “Kalau tanamnya dari katak, panennya butuh waktu dua musim atau setahun. Namun kalau menanamnya dari umbi, bisa dipanen satu musim kemudian atau setengah tahun,” ungkap Warsito.

Panen perdana menghasilkan 3 kuintal umbi. Selain itu, katak yang tumbuh di sela batang dipakai lagi untuk modal tanam selanjutnya serta bisa dijual lagi.

Baca juga:
Jelang Lebaran, Lakukan Sidak Keamanan Pangan di Sejumlah Pusat Perbelanjaan

“Perkilo porang Rp 9 ribu. Sedangkan katak perkilo Rp 220 ribu,” kata Warsito.

Akibat Korsleting Listrik, Sebuah Rumah Terbakar di Tawangmangu

KARANGANYAR, Lingkar.co – Kebakaran kembali terjadi di Kecamatan Tawangmangu pada Selasa (27/4), yang menimpa rumah warga di Lingkungan Nano RT 01 RW 04 Kelurahan  Tawangmangu, Kecamatan  Tawangmangu.

Korban kebakaran ini adalah Marikem (71). Informasi yang diperoleh dari pihak kepolisian menyebut, kebakaran di rumah korban terjadi karena aliran listrik dengan beban besar sehingga mengakibatkan terjadinya konsleting.

Kapolsek Tawangmangu, AKP Ismugiyanto menerangkan, pihaknya menerima informasi terjadinya kebakaran di rumah Marikem sekitar pukul 11. 00 WIB.

Baca juga:
Ujian Sekolah Secara Luring, Wali Murid Mengaku Kerepotan

Kemudian 5 personil Polsek Tawangmangu, 3 personil Koramil 08 Tawangmangu dan relawan meluncur ke TKP.

Dari sejumlah saksi yang dimintai keterangan yaitu Maryono sebagai saksi pertama dan Maryani sebagai saksi kedua.

Kedua saksi tersebut merupakan warga Nano RT 001 RW. 004, Kelurahan Tawangmangu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Baca juga:
Ringkus Dua Pelaku, Polres Kudus Sita Bahan Peledak Jenis Mercon

Dari beberapa saksi tersebut diperoleh kronologi kejadian bahwa pada saat itu, saksi I yang baru pulang dari berjualan di Pasar Tawangmangu melihat api di atap rumah milik korban.

“Kemudian saksi 1 dan 2 meminta tolong kepada warga untuk memadamkan api dan warga berusaha dengan peralatan seadanya,” ungkapnya.  

Lanjutnya, “yang bersangkutan menghubungi Polsek Tawangmangu serta Koramil 08 Tawangmangu dan dibantu relawan, selanjutnya bersama sama memadamkan api dan api dapat dipadamkan dengan cepat,’’ terang Kapolsek.

Baca juga:
Dorong Industri Perhotelan Kembangkan Produk UKM

Akibat kebakaran rumah tersebut, korban mengaku mengalami kerugian material mencapai Rp 20 juta. (jok/luh)

Ujian Sekolah Secara Luring, Wali Murid Mengaku Kerepotan

KARANGANYAR, Lingkar.co – Pelaksanaan Ujian Sekolah (US) SD yang dilaksanakan secara luar jaringan (luring) membuat wali murid mengaku kerepotan.

Salah satu wali murid kelas VI SDN 03 Karanganyar, Ari Sulistyowati menyatakan merasa kurang nyaman dengan pelaksanaan ujian sekolah secara luring.

“Agak ini ya, agak kurang puas. Saya sendiri bekerja, anak di rumah tidak ada yang mengawasi. Kalau di sekolah, guru bisa mengawasi, konsentrasi lebih efektif  di sekolah,’’ ujar Ari.

Baca juga:
Ringkus Dua Pelaku, Polres Kudus Sita Bahan Peledak Jenis Mercon

Pihaknya mengaku, menghabiskan banyak waktu untuk mengurusi ujian sekolah anaknya di SDN 03 Karanganyar.

Wanita yang bekerja di sebuah BMT di Matesih tersebut harus bolak balik dari rumah, lalu ke sekolah untuk mengambil soal ujian anaknya, pulang lagi ke rumah untuk memberikan lembar soal ke anaknya.

‘’Butuh waktu sekitar 20 menit untuk ke sekolah dari kantor saya yang dekat dengan Pasar Matesih. Saya ambil soal jam 6.30,  terus mengembalikan maksimal jam 12.00,” ungkap Ari.

Baca juga:
KH Sya’roni Ahmadi di Mata Bupati Kudus HM Hartopo

Lanjutnya, “Sebelum berangkat (kerja) ambil dulu. nanti saat istirahat seperti ini pulang, lalu nganter lembar jawaban ke sekolah,’’ terangnya.

Kandang Ayam Terbakar, Kerugian Capai Rp 300 Juta

KARANGANYAR, Lingkar.co – Kandang ayam terbakar terjadi pada Jumat (23/4) sekitar pukul 05.00 WIB di wilayah Tawangmangu, Karanganyar.

Peristiwa bencana tersebut terjadi di kandang ayam di Dukuh Barakan RT O2 RW 09, Desa Bandardawung, Kecamatan Tawangmangu.

Informasi yang terhimpun dari pihak kepolisian menyebutkan,  kebakaran terjadi akibat masalah yang terjadi pada pemanas kandang ayam.

Baca juga:
KRI Rimau Deteksi Titik Magnet Kuat Di Perairan Utara Bali, Diduga KRI Nanggala-402

Pemilik kandang yang menjadi korban bernama Supartini (55) yang tinggal di Dawung RT 003 RW 008, Desa Bandardawung, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Pihak berwajib meminta keterangan 2 saksi yaitu Adi Prasetyo (saksi 1) Dwi Sulastri (saksi 2) yang keduanya merupakan warga Mloko RT 003 RW 004, Desa Bandardawung Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten. Karanganyar.

Kapolsek Tawangmangu,  AKP Ismugianto menyebutkan, penyebab kebakaran kemungkinan best karena terjadinya kebocoran tabung gas pemanas kandang ayam.

Baca juga:
Dishub DKI Berlakukan SIKM Saat Pelarangan Mudik

“Informasinya baru saja mengganti tabung gas,” ujar Kapolsek.

Evakuasi 2 Truk Molen yang Tubrukan, Butuh Waktu 5 Jam

KARANGANYAR, Lingkar.co — Dua truk molen bermuatan cor beton yang kecelakaan di Jalan Raya Karangpandan-Ngargoyoso, Dusun Segondang, Desa Girimulyo, Ngargoyoso Karanganyar, Senin (19/4) pagi, akhirnya bisa terevakuasi setelah lebih dari 24 jam setelahnya.

Informasi yang lingkar.co peroleh  dari relawan Karanganyar Emergency menyebutkan, evakuasi barumereka lakukan pada Selasa (20/4) sore, dari jam 17.00 dan berakhir sekitar pukul 22.00 WIB.

Sebelumnya,  beberapa jam sesudah terjadi kecelakaan,  relawan Karanganyar Emergency sudah melakukan pemotongan pohon yang kena tabrak truk molen depan sebelum terhenti di area lahan perkebunan loncang warga ysng ada di sisi selatan jalan raya.

Baca juga:
Ngeblong, Dua Truk Molen Terlibat Laka Lantas, Masuk Kebun Warga

Sejumlah pemuda berusaha mengamankan ban 2 truk molen tersebut yang terjerembab di tanah lahan kebun, yang bercampur air irigasi dengan cara mengeruk tanah basah yang menutupi ban truk melon.

Hampir semua ban dari dua truk melon yang bertabrakan tersebut masuk ke saluran irigasi penuh air mengalir serta lahan kebun warga, kecuali dua ban belakang sisi kanan dari truk melon yang belakang yang berada di bahu jalan.

Butuh waktu cukup lama mengevakuasi 2 ban truk molen yang terjerembab tersebut. Apalagi hanya dengan tenaga manusia serta posisi ban truk yang terjerembab itu.

Baca juga:
DPRD Beri Rekomendasi LKPJ Pemkab Kudus untuk Perbaikan Regulasi

Sejumlah mekanik terlihat berusaha melepas “tabung” truk molen yang belakang, berisi adonan campuran semen dan pasir untuk cor bangunan.

Tiket Bus Naik hingga 50 Persen, PO Bus Tetap Merugi

KARANGANYAR, Lingkar.co – Meski tarif tiket bus rute Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) mengalami kenaikan hingga 50 persen, pihak PO bus mengaku tidak mendapatkan untung.

Pengurus PO Langsung Jaya, Joko Widodo mengatakan kenaikan tarif sampai 50 persen tersebut pihaknya menilai masih wajar.

Sebab, menurutnya perusahaan miliknya kini tengah kembang kempis pada masa pandemi Covid-19 saat ini.

Baca juga:
7 Pelaku Narkoba Diciduk Polisi dalam 2 Pekan

“Pandemi ini berpengaruh sekali terhadap penghasilan sopir dan pengusaha. Sebelum pandemi, 20 bus operasional semua mengangkut pemudik jurusan Jakarta-Solo-Matesih. Sedangkan saat ini hanya dua unit saja yang narik penumpang,” ujar Joko Widodo (21/4).

Menurut Joko, dengan hanya mengoperasikan dua unit bus,  untuk rute Jakarta-Solo-Matesih jelas belum bisa mencapai target pendapatan.

Walau pihaknya telah mengeluarkan kebijakan dengan menaikkan tarif tiket bus hingga 50 persen, Joko Widodo mengaku pendapatan tetap akan menurun sampai 50 persen.

Baca juga:
Jelang Pembatasan Transportasi, Tidak Nampak Ada Lonjakan KA

“Tarif normal bus ekonomi AC per penumpang Rp170 ribu, sekarang jadi Rp255 ribu harganya,” jekas Joko.

Sulit untuk Menerapkan Aturan Jaga Jarak

Ia mengungkapkan, bahwa pihaknya tidak bisa selalu menerapkan aturan jaga jarak antar penumpang di situasi bisnis yang  sepi, tidak jarang penumpang duduk tanpa jarak.

Joko juga telah memprediksi pemudik bakal ramai-ramai pulang sebelum larangan pemerintah berlakukan pada 6-17 Mei 2021.

Baca juga:
Tolak Omnibus Law, KSPI Kembali Gelar Aksi

“Bisa jadi puncak mudik nantinya di tanggal 25 April mendatang,” imbuhnya.

Kepala Dinas Perhubungan  PKP Karanganyar, Sri Suboko menyebut larangan mudik dengan bisnis angkutan umum memang dilematis.

Di satu sisi, angkutan lebaran sangat ditunggu pengusaha. Namun, pelaku perjalanan terbukti menyumbang cukup signifikan kasus penularan Covid-19.

Baca juga:
Film Inuk : Sosialisasikan Kaleng Infaq lewat Film

“Sejauh ini belum ada koordinasi terkait satuan tugas penyekatan. Masih diampu kepolisian. Tentang PO bus yang memilih tidak melayani selama penyekatan diterapkan 6-17 Mei, kami menyambut baik,”

Lanjutnya, “Sebaiknya jangan pulang mudik. Tetap di perantauan saja. Demi menekan kasus penyebaran Covid-19,” pungkas Sri Suboko. (jok/luh)