Arsip Tag: Kebakaran

PMI Malang Dampingi Erawati, Pekerja Migran Korban Kebakaran di Taipo Hong Kong

Lingkar.co – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang memberikan pendampingan penuh dalam proses pemulangan dan pemakaman jenazah almarhumah Erawati, seorang pekerja migran asal Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur yang menjadi korban tragedi kebakaran di sebuah apartemen di Taipo, Hong Kong.

Jenazah tiba di Tanah Air pada Rabu (23/12/2025) pukul 22.30 WIB dan langsung dimakamkan di Kelurahan Dampit pada pukul 23.35 WIB. Proses pemakaman dilakukan dengan memperhatikan adat dan kepercayaan keluarga serta tetap mengedepankan protokol kesehatan dan kemanusiaan.

Relawan PMI Kabupaten Malang, Amirul Yasin, menyampaikan bahwa koordinasi intensif dilakukan dengan berbagai pihak di Hong Kong maupun Indonesia untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar dan penuh penghormatan.

“Kami harus memastikan bahwa seluruh proses berjalan dengan lancar dan keluarga mendapatkan semua dukungan yang dibutuhkan di saat yang sangat sulit ini,” ujar Amirul Yasin dalam siaran persnya, Jum’at (26/12/2025)..

Selain pendampingan teknis, Palang Merah Hong Kong juga secara resmi meminta bantuan PMI dalam memberikan dukungan psikologis kepada keluarga korban. Relawan PMI disiapkan untuk membantu keluarga melewati masa duka dengan kekuatan dan ketenangan.

“Pendampingan psikologis sangat penting untuk meringankan beban keluarga dan mengurangi kebingungan yang sering muncul dalam situasi seperti ini,” jelasnya.

Tidak hanya PMI Kabupaten Malang, dukungan juga datang dari PMI wilayah lain seperti Ponorogo, Blitar, Kediri, Grobogan, Semarang, Boyolali, Indramayu, dan Cilacap. Kerja sama lintas wilayah ini menunjukkan solidaritas kuat dalam menghadapi tragedi kemanusiaan yang menimpa tenaga kerja migran.

PMI Kabupaten Malang menegaskan bahwa meringankan beban keluarga korban merupakan prioritas utama. Dukungan yang diberikan diharapkan dapat membantu keluarga menjalani masa berkabung dengan tenang serta termotivasi untuk melanjutkan kehidupan. (*)

Buntut Kebakaran, Dirut Terra Drone Indonesia Ditetapkan Sebagai Tersangka

Lingkar.co – Direktur Utama (Dirut) PT Terra Drone Indonesia MW ditetapkan sebagai tersangka buntut kasus kebakaran gedung yang menyebabkan 22 orang meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Kasat Reskim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra mengatakan penetapan tersangka dilakukan kemarin.

“Betul (Dirut PT Terra Drone ditetapkan sebagai tersangka). Kemarin (ditetapkan sebagai tersangka),” kata Roby saat dimintai konfirmasi pada Kamis (11/12/2025).

Ia menyebut saat ini baru satu pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam peristiwa kebakaran maut tersebut. Namun pihaknya memastikan masih melakukan serangkaian pemeriksaan terkait kebakaran tersebut.

“itu dulu (satu orang ditetapkan tersangka),” kata Roby.

Kapolres Metro Jakpus Kombes Susatyo Purnomo Condeo mengungkapkan kebakaran bermula dari lantai 1 kebakaran diduga berasal dari baterai litium di lantai 1, asap tebal kemudian menyebar hingga lantai 6.

“Ada baterai dilantai 1 yang terbakar,” kata Susatyo dilokasi, Selasa (9/12/2025).

RS Polri juga telah menuntaskan identifikasi jenazah. Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban Tewas diduga karena Menghirup asap dan gas karbon monoksida. Polisi juga menyatakan akan memeriksa pemilik gedung Terra Drone.

“Dari Polres Jakarta Pusat juga melakukan pemeriksaan kepada semua saksi-saksi, termasuk nanti pemilik usaha maupun pemilik gedung,” jelas Susatyo.

Seperti diketahui, kebakaran Gedung Terra Drone dilaporkan terjadi pukul 12.43 WIB, Selasa (9/12/2025). Total korban Tewas dari kejadian kebakaran ini berjumlah 22 orang, terdiri dari 15 orang perempuan dan 7 orang laki-laki. Salah satu korban Tewas adalah ibu hamil.

Penulis : Putri Septina

Asesmen Korban Kebakaran Gedung Terra Drone Kemayoran, 22 orang Meninggal Dunia dan 54 Orang Selamat, 1 Orang Luka Berat

Lingkar.co – Kementerian Sosial RI (Kemensos) melakukan asesmen terhadap para korban kebakaran Gedung Perkantoran Terra Drone di Jalan Jenderal Suprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, yang terjadi pada Selasa (9/12/2025) pukul 12.43 WIB.

“Kemensos akan memastikan asesmen berjalan cepat dan tepat agar para korban dan keluarga mendapat dukungan yang diperlukan,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam keterangan tertulis.

Berdasarkan asesmen terbaru di lapangan, kebakaran diduga dipicu dugaan korsleting listrik yang memicu ledakan di lantai dua, kemudian merambat cepat ke seluruh bangunan tujuh lantai tersebut. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian.

Hingga sore ini, terdapat 76 korban terdampak, terdiri dari 22 orang meninggal dunia dan 54 orang selamat. Selain itu, 1 orang korban luka berat telah dirujuk ke RS Islam untuk perawatan intensif, sementara korban selamat lainnya menerima layanan medis dari PMI Jakarta Pusat dan Dinas Kesehatan Kecamatan Cempaka Putih.

Kemensos melakukan pendataan lengkap terhadap korban selamat, korban meninggal, serta keluarga dan ahli waris sebagai dasar pemberian santunan duka, layanan dukungan psikososial, dan intervensi perlindungan sosial lainnya.

Sebagai bagian dari respons cepat, Kemensos terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat, Dinas Sosial DKI Jakarta, BPBD, dan unsur terkait lainnya untuk memastikan penanganan darurat berlangsung cepat, akurat, dan terpadu.

Kemensos akan terus mengikuti perkembangan proses evakuasi dan kondisi lapangan, serta memastikan seluruh korban dan keluarga terdampak mendapatkan dukungan yang diperlukan secara optimal. (*)

Kebakaran Gedung Terra Drone, 22 Orang Meninggal Dunia

Lingkar.co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menginformasikan, korban kebakaran Gedung Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat mencapai 76 orang. Sebanyak 22 korban meninggal dunia dan 54 orang selamat.

“Kebakaran terjadi pada hari Selasa (9/12/2025) pukul 12.43 WIB dan selesai penanganan pukul 17.30 WIB. Objek terdampak adalah gedung Terra Drone, dengan jumlah total sebanyak 76 korban dengan rincian 54 korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan 22 korban meninggal dunia,” tulis BPBD DKI Jakarta di akun instagramnya Selasa (9/12/2025).

Dari 22 korban meninggal, 15 diantaranya perempuan dan 7 lainya laki-laki. Korban meninggal telah dibawa ke RS Polri untuk proses identifikasi.

RS Polri Keramat Jati telah berhasil mengidentifikasi tiga jenazah dari 22 korban jiwa dalam kebakaran tersebut.

“Pada malam ini telah dilaksanakan sidang rekonsiliasi untuk menentukan identitas korban dan memutuskan tiga jenazah yang berhasil diidentifikasi,” kata Karumkit RS Polri Brigjen Prima Heru kepada wartawan, Selasa malam.

Brigjen Prima menerangkan tiga jenazah korban ini teridentifikasi berdasarkan sidik jari, rekam medis, rekam gigi hingga properti milik korban.

Dia mengatakan tidak melakukan otopsi dan hanya melakukan pemeriksaan di luar. Dari pemeriksaan ini, diduga korban meninggal karena gas karbondioksida dari api yang membakar lantai 1 bangunan tersebut.

“Kemungkinan karena kita hanya melakukan pemeriksaan di luar, kemungkinan karena menghirup gas karbondioksida, CO2,” ujarnya.

Ia menyebut hingga malam ini berakhir telah menerima 20 laporan dari keluarga para korban. Kemudian sebanyak 11 kantong jenazah juga telah dilakukan pemeriksaan.

Berikut daftar tiga jenazah korban yang sudah teridentifikasi :

  1. Rufaidha Lathiifunnisa, perempuan, 22 tahun, teridentifikasi berdasarkan sidik jari, catatan medis dan properti.
  2. Novia Nurwana, perempuan, 28 tahun, teridentifikasi berdasarkan sidik jari, gigi, medis dan properti.
  3. Yoga Valdier Yaseer, laki – laki, 28 tahun, teridentifikasi berdasarkan sidik jari, gigi, medis dan properti.

Penulis : Putri Septina

Gedung Terra Drone Kemayoran Jakarta Pusat Terbakar

Lingkar.co – Gedung Terra Drone di Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Cempaka Baru, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat terbakar pada Selasa (9/12/2025).

Berdasarkan informasi resmi Dinas Pemadam Kebakaran (DAMKAR) Jakarta, kebakaran terjadi sekitar pukul 12.40 WIB. Petugas Damkar langsung dikerahkan dan tiba di lokasi pukul 12.50 WIB untuk melakukan penanganan awal.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Susatyo Purnomo Condeo mengatakan berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kebakaran disebabkan baterai unit Drone yang terbakar di salah satu lantai.

“Sekitar pukul 12.30 memang ada baterai dilantai 1 itu yang terbakar. Kemudian sempat dipadamkan oleh karyawan, kemudian ternyata baterai bakar ini menyebar karena lantai 1 ini adalah salah satu tempat gudangnya,” kata Susatyo saat ditemui dilokasi kebakaran pada Selasa (9/12/2025).

“Namun, sebabnya terbakar, saat ini Tim Laboratorium Forensik masih bekerja,” imbuhnya.

Dia mengatakan, polisi masih menggali keterangan dari pada saksi serta pemilik gedung untuk memastikan dugaan adanya kelalaian dalam insiden ini. Dia mengatakan pihaknya juga akan memeriksa izin gedung dalam proses penyidikan kasus kebakaran ini.

“Tentunya dari penyebab tersebut kami akan kaji lagi, apakah penyebab tersebut berhubungan dengan kelalaian atau pihak-pihak lain,” ujarnya.

Hingga Selasa sore pukul 18.00 WIB, korban Tewas dalam kebakaran Gedung Terra Drone mencapai 22 orang.

Api pertama kali dilaporkan warga sekitar pukul 12.43 WIB. Sebanyak 28 unit pemadam kebakaran dikerahkan dalam kebakaran Gedung ini. Api dapat dipadamkan pada pukul 15.00 WIB. Sementara, proses evakuasi korban berlangsung hingga pukul 17.00 WIB.

Penulis : Putri Septina

Tinjau Lokasi Kebakaran, Wali kota Semarang, Agustina Wilujeng Tekankan Pentingnya Kewaspadaan Masyarakat

Lingkar.co – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, Rabu (24/9) mengunjungi langsung lokasi kebakaran yang terjadi di dua wilayah, yaitu Sendangguwo dan Palebon.

Dalam kunjungan tersebut, ia menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang bergerak cepat dalam penanganan musibah kebakaran tersebut.

“Saya hanya ingin menyapa warga yang terdampak dan memastikan mereka mendapat perhatian. Teman-teman dari Damkar, DPU, hingga BPBD sudah turun ke lokasi. Bantuan dari masyarakat juga luar biasa, saya sangat bersyukur melihat semangat gotong royong yang tinggi di sini,” ujarnya.

Selain itu, Agustina menyatakan jika Pemerintah Kota Semarang juga telah menerjunkan sejumlah instansi terkait untuk melakukan penanganan lanjutan. Beberapa langkah langsung diambil, seperti pemasangan CCTV oleh Dinas Kominfo, serta penertiban area terdampak oleh Dinas Lingkungan Hidup dan OPD terkait lainnya.

“Area yang terdampak ini akan kami tata. Kalau sudah bersih, bisa difungsikan sebagai ruang publik seperti tempat duduk, tempat nongkrong, atau parkir. Ini juga sebagai cara untuk mencegah warga luar yang sering buang sampah sembarangan di sini,” jelasnya.

Mengenai penyebab kebakaran, Agustina mengatakan bahwa hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. Ia berharap penyebabnya segera ditemukan agar bisa dilakukan langkah pencegahan dan edukasi kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan segera ketemu penyebabnya. Yang paling sering terjadi itu dari colokan listrik. Jadi kita imbau warga untuk hati-hati dengan instalasi listrik di rumah,” katanya.

Agustina juga mengingatkan warga untuk menjaga kesehatan di masa pancaroba, yang merupakan peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Ia menyebut tekanan udara yang tinggi bisa memicu rasa tidak nyaman dan gangguan kesehatan.

“Kita tidak bisa prediksi hujan datang kapan. Tekanan udara tinggi membuat cuaca jadi panas dan rawan penyakit. Saya minta warga jaga pola makan, istirahat cukup, dan jangan panik. Banyak-banyak tarik napas dalam agar tubuh tetap tenang dan sehat,” pungkasnya. ***

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Beri Bantuan dan Bangun Kembali Rumah Korban Kebakaran di Candisari

Lingkar.co – Suasana haru menyelimuti kediaman keluarga almarhumah Siti Khotimah di RT 08 RW 02 Kelurahan Candi, Kecamatan Candisari, Selasa (16/9). Siang itu Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mendatangi langsung tempat peristiwa kebakaran dan menemui keluarga yang ditinggalkan untuk menyampaikan duka cita mendalam sekaligus memberi dukungan agar keluarga yang ditinggalkan bisa segera bangkit.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam peristiwa kebakaran yang terjadi pada Sabtu (13/9) lalu, satu orang pemilik rumah, Siti Khotimah (66 tahun) menjadi korban meninggal dunia.

Di lokasi, Wali Kota meninjau sisa-sisa puing rumah yang hangus terbakar dan memastikan bantuan darurat segera tersalurkan. Melalui Dinas Sosial, Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang telah menyalurkan bantuan berupa sembako, pakaian layak pakai, selimut, kasur, serta peralatan sekolah kepada keluarga yang ditinggalkan.

Tak berhenti di situ, rumah korban yang rusak parah juga akan dibangunkan kembali lewat program Pembangunan Rumah Baru melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang.

Agustina juga menegaskan, selain program rumah baru pihaknya mengupayakan dukungan tambahan dari berbagai pihak.

“Kita punya program untuk bangun rumah, nanti diberi program itu. Tapi karena duitnya pasti tidak cukup, kita upayakan bantuan-bantuan dari para sahabat, dari Baznas, PMI, maupun yayasan. Harapannya kondisi keluarga bisa kembali mendekati normal,” ujarnya.

Selain memastikan penanganan pasca kebakaran, Agustina juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan.

“Kebakaran sangat rentan terjadi, utamanya karena konsleting listrik atau aktivitas dengan api yang ditinggal. Pemadamannya sulit jika lingkungan padat dan akses jalan sempit. Harus dicari cara antisipasinya, mungkin dengan pengadaan alat pemadam roda tiga agar lebih cepat,” tegasnya.

Ucapan terima kasih pun disampaikan oleh Mei Nur Hidayati, anak korban. “Saya sangat berterima kasih sekali Wali Kota sudah menyempatkan diri berkunjung ke lokasi kami. Harapannya kami bisa move on dari kejadian ini, dan rumah bisa segera diperbaiki. Untuk sementara kami tinggal di rumah kakak,” ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Heroe Soekendar menambahkan bahwa Pemkot Semarang bergerak cepat sejak awal musibah.

“BPBD sudah memberikan bantuan, kemudian dari Dinas Sosial berupa sembako, kasur, selimut, sandang, dan lainnya. Hari ini juga ada tambahan paket sembako, dan dari Disperkim nanti akan membangun kembali rumahnya,” jelas Heroe.

Hal senada juga disampaikan Kepala Disperkim Kota Semarang, Yudi Wibowo. “Rumah korban akan dibangunkan kembali melalui program Pembangunan Rumah Baru karena kerusakannya parah. Nilai bantuan Rp40 juta, dan material sudah kami kirim mendahului agar segera bisa ditangani, apalagi sudah masuk musim hujan,” terangnya.

Dengan sinergi lintas dinas dan dukungan berbagai pihak, Pemkot Semarang berkomitmen memastikan keluarga korban mendapat pendampingan penuh. ***

Kebakaran Sumur Minyak Blora, Sekda Jateng Siapkan Tim Verifikasi Lintas Sektoral

Lingkar.co – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mengatakan, perlunya langkah serius untuk menata sumur-sumur minyak rakyat di wilayahnya.

Hal ini menyusul peristiwa kebakaran sumur minyak yang terjadi di Dusun Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Minggu 17 Agustus 2025 lalu.

Namun demikian, lanjut dia, hal mendesak yang perlu dilakukan atas kejadian kebakaran itu adalah upaya memadamkannya.

“Sekarang lebih bagaimana untuk memadamkan itu,” kata Sumarno di Semarang, Selasa 19 Agustus 2025.

Saat ini, Sumarmo menambahkan, Pemerintah Provinsi Jateng sedang membentuk tim verifikasi dari lintas sektoral untuk menata sumur-sumur minyak rakyat yang ada di wilayahnya. Tim verifikasi ini sebenarnya mulai dibentuk sebelum kejadian terbakarnya sumur minyak milik masyarakat di Dusun Gendono Kabupaten Blora tersebut.

“Karena risikonya cukup besar. Kalau yang jadi masalah, begitu ilegal itu tidak ada yang meng-assessment masalah sisi keselamatan, ya itu yang menjadi PR berat,” kata dia.

Dikatakan dia, tim verifikasi ini bersifat lintas sektoral, dan tidak hanya menyasar Blora saja, tetapi juga seluruh wilayah Jawa Tengah. Sehingga bisa dilakukan assessment (penilaian) semua. Soal regulasi dan teknis pengawasan sumur minyak rakyat/tradisional, Pemprov Jateng masih menunggu arahan dari pemerintah pusat.Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bancana Daerah (BPBD) Jateng per Selasa 19 Agustus 2025 pukul 11.00 WIB, kebakaran sumur minyak di Blora menelan korban 3 orang meninggal dan 2 orang terluka. Di samping itu, sebanyak 303 KK atau 760 jiwa harus mengungsi.

Selain itu, juga terdapat satu rumah rusak berat, empat rumah rusak sedang, dan tiga ekor ternak mati. Tim gabungan masih berupaya memadamkan api. (***)

Kebakaran di Kaliwungu Kendal, Dua Rumah Ludes Dilalap Api

Lingkar.co – Kebakaran hebat menghanguskan dua rumah warga di Desa Sarirejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Rabu (6/8/2025) sore Peristiwa terjadi di kawasan padat penduduk, tepatnya di Kampung Kauman Lor, dan membuat warga panik karena api cepat membesar.
Dua rumah yang terbakar milik Abdul Munir dan Sugi, yang berdempetan satu sama lain. Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik di rumah Abdul Munir yang saat kejadian sedang ditinggal pemiliknya bekerja.
Kronologi bermula saat Sugi, pemilik rumah di sebelah, sedang mencuci di kamar mandi. Ia mendengar suara seperti benda terbakar dari arah rumah Abdul Munir. Curiga karena suara semakin keras, Sugi lalu membuka pintu rumah dan kaget melihat kobaran api sudah membesar di dalam rumah yang kosong tersebut.
“Saya panik lihat api sudah besar di dalam rumah sebelah. Saya langsung berusaha selamatkan barang-barang saya sebelum merembet,” ujar Sugi, saat ditemui di lokasi kejadian.
Warga yang mengetahui peristiwa tersebut berupaya membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, karena bangunan rumah sebagian besar terbuat dari kayu dan hembusan angin cukup kencang, api dengan cepat merambat ke rumah Sugi.
Empat unit mobil pemadam kebakaran dari Damkar Kendal dikerahkan ke lokasi, dibantu satu unit tangki air milik BPBD Kendal. Setelah berjibaku selama hampir satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan dan tidak sempat merambat ke rumah lainnya.
Kapolsek Kaliwungu beserta anggotanya juga turun langsung ke lokasi dan memeriksa sejumlah saksi. Dugaan awal, kebakaran disebabkan oleh hubungan arus pendek listrik, namun untuk memastikan penyebabnya, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Sementara itu, kedua rumah yang terbakar mengalami kerusakan cukup parah, bahkan nyaris rata dengan tanah.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan rutin terhadap instalasi listrik, terutama di rumah-rumah yang sering ditinggal dalam keadaan kosong. (*)

Penulis: Yoedhi W

Gudang Solar Bekas Pabrik Tossa Terbakar, Diduga dari Percikan Pengelasan

Lingkar.co – Penyimpanan bahan bakar solar untuk alat berat, yang merupakan tempat bekas bangunan pabrik PT Tossa di Kaliwungu, Kendal terbakar pada, Rabu (12/2/2025).

Menurut informasi yang dihimun, api diduga berasal dari percikan pengelasan besi , yang tidak jauh gudang penyimpanan bahan bakar tersebut.

Kobaran api langsung membesar dan sempat membuat panik pekerja, karena khawatir api merambat ke tumpukan barang.

Pekerja sempat menempelkan tanah ke sekitar gudang penyimpanan bahan bakar, agar solar yang ada di dalam gudang yang terbakar, tidak tumpah dan mengalir ke tumpukan barang bekas.

Pemadam kebakaran dari Pos Kaliwungu yang datang ke lokasi kejadian, melokalisir api agar tidak merambat ke tumpukan barang bekas bangunan pabrik yang sedang dibongkar.

Koordinator Damkar Kaliwungu, Parjo mengatakan, setelah menerima laporan satu unit mobil pemadam dikerahkan, dan tidak sampai 5 menit tiba di lokasi.

Parjo menyampaikan, dari keterangan sementara, pekerja yang ada di lokasi kebakaran, api diduga dari proses pengelasan saat memotong besi , disekitar gudang penyimpanan bahan bakar. Percikan api ini kemudian menyambar bahan bakar dan membesar serta membakar tumpukan barang di sekitar gudang.

“Saya dapat laporan dari warga langung meluncur alhamdulilah api bisa segera di padamkan, kemungkinan ini api berasal dari percikan api las sehingga membakar gudang solar,” jelas Parjo.

Beruntung di sekitar lokasi banyak kubangan air, bekas penggalian bangunan sehingga membantu petugas pemadam kebakaran melakukan penyemprotan.

Api berhasil dipadamkan selang 30 menit kemudian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini dan tidak ada bangunan pabrik yang terbakar. hanya gudang penyimpanan bahan bakar, berukuran kecil saja yang hangus terbakar.

Penulis : Wahyudi