Arsip Tag: Kemenhaj

Tiba di Madinah, Jemaah Haji Asal Tegal Jawa Tengah Meninggal Dunia

Lingkar.co – Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Seorang jamaah haji Kloter SOC (Solo) 03 asal Kabupaten Tegal, atas nama Rodiah (68) wafat akibat serangan jantung, saat berada di Madinah, Arab Saudi, pada Jumat (24/4/2026) Waktu Arab Saudi (WAS).

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Ichsan Marsha mengungkapkan, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menjamin badal haji bagi jamaah yang wafat pada hari ke-empat penyelenggaraan ibadah haji tersebut. “Kita berdoa semoga almarhumah husnul khatimah,”ujar Ichsan, Jumat (24/4/2026).

Terkait data keberangkatan jamaah haji di Tanah Suci, dia menyampaikan, jumlah jamaah haji yang telah berangkat ke Arab Saudi sebanyak 40 kloter dengan 15.349 orang jamaah. Sementara itu, sebanyak 9.884 orang jamaah dari 25 kloter telah tiba di Madinah, Arab Saudi.

“Pada kesempatan ini kami ingin menyampaikan data layanan kesehatan yang terdapat di Daker Madinah. Tercatat sebanyak 93 jamaah menjalani rawat jalan, dua orang dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia atau KKRI, dan satu jamaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi,”tambah dia.

Ichsan pun menegaskan agar PPIH Embarkasi meminimalisir hal-hal yang bersifat seremonial pada saat pemberangkatan demi menjaga stamina jamaah. Dia menegaskan, Kemenhaj telah menstandarkan prosedur pelepasan jamaah di embarkasi tanpa seremonial. Hal ini bertujuan agar jamaah tidak terlalu lelah dan memiliki waktu istirahat yang cukup.

“Kami juga perlu mengingatkan bagi jamaah haji Indonesia yang sudah tiba di Madinah, bahwa cuaca di Madinah hari ini diperkirakan bisa mencapai 34 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan 25 persen,”tambah dia.

Ichsan meminta agar jamaah tetap menjaga kesehatan. Dia mengimbau agar jamaah minum air putih yang banyak, menggunakan pelindung kepala, dan mengenakan pakaian yang nyaman selama berada di Tanah Suci.

“Ikuti arahan dari petugas dan ketua kloter, serta menfaatkan waktu untuk istirahat yang cukup. Menfaatkan fasilitas hotel yang sudah disiapkan, dan utamakan ibadah yang wajib,”kata dia.

Dia meminta agar jamaah tak ragu atau segan untuk menghubungi petugas jika membutuhkan bantuan. “Kami siap membantu kapan pun diperlukan. Untuk itu, mari kita jaga kebersamaan, saling bantu, dan semoga ibadah haji kita berjalan lancar serta penuh keberkahan,” kata dia.

Sementara itu, Ketua PPIH Embarkasi Solo, Fitriyanto membenarkan atas wafatnya jemaah haji atas nama Rodiyah binti Wayan, 68, Kloter SOC 03 asal Kabupaten Tegal yang wafat di Arab Saudi disebabkan karena sesak nafas dan henti jantung.

“Jemaah Haji tersebut (Rodiyah binti Wayan, 68, red) dinyatakan wafat pada hari Kamis, (23/04) pukul 11.45 WAS yang rencananya akan dimakamkan di Makam Baqi Madinah,” ujar Fitriyanto.

Atas wafatnya jemaah asal Jawa Tengah itu, Kepala Kanwil Kemenhaj Jawa Tengah itu menyampaikan duka yang mendalam dan himbauan kepada Jemaah Haji lainnya agar memperhatikan dan menjaga kondisi kesehatan mengingat kegiatan haji adalah ibadah fisik. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kesiapan fisik dan mental dalam menjalankan ibadah haji, terutama bagi jemaah dengan risiko kesehatan tertentu.

“Kami mengucapkan belasungkawa mendalam semoga Jemaah yang wafat husnul khatimah dan keluarga yang ditinggal diberi kelapangan dan ketabahan hati. Terkait hak-hak Jemaah nantinya akan dibadalkan oleh petugas haji. Kami juga akan terus memastikan terkait asuransi yang akan diterima oleh ahli waris.” ujarnya.

Pihaknya juga memastikan bahwa PPIH Embarkasi Solo terus berkomitmen memberikan kontribusi nyata dalam memberikan pelayanan kepada Jemaah Haji guna memberikan kenyamanan sehingga dapat mengantarkan Jemaah Haji menuju Baitullah dan kembali ke tanah air dengan menyandang haji yang mabrur. (*).

Jemaah Haji Tak Perlu Antre Pemeriksaan Imigrasi di Arab Saudi

Lingkar.co – Direktur Jenderal Pelayanan Haji, Ian Heriyawan, menegaskan proses keimigrasian jemaah haji Indonesia sudah selesai di Tanah Air melalui layanan Mecca Route. Dirinya juga sudah melakukan pengecekan kesiapan layanan Mecca Route di Bandara Adi Soemarmo bersama General Manager bandara.

“Melalui Mecca Route, proses imigrasi Arab Saudi sudah diselesaikan di Indonesia. Artinya, setibanya di Arab Saudi, jemaah tidak perlu lagi antre lama untuk pemeriksaan imigrasi,” ujar Ian, Minggu (12/4/2026).

Ia menekankan, hasil utama dari layanan ini adalah efisiensi waktu dan kenyamanan jemaah saat tiba di Tanah Suci.

“Ini yang ingin kita capai adalah jemaah bisa langsung melanjutkan perjalanan tanpa kelelahan akibat antrean panjang. Jadi mereka bisa lebih fokus mempersiapkan ibadahnya,” jelasnya.

Selain itu, Ian memastikan kesiapan seluruh alur layanan agar manfaat Mecca Route dapat dirasakan secara optimal oleh jemaah.

“Kita pastikan semua proses, mulai dari pemeriksaan dokumen hingga keberangkatan, berjalan mulus sehingga manfaat layanan ini benar-benar dirasakan jemaah,” katanya.

Keesokan harinya, Minggu (12/04/2026), Ian melanjutkan pengecekan kesiapan pelaksanaan ibadah haji di Asrama Haji Embarkasi Solo bersama Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Jawa Tengah.

Dalam peninjauan tersebut, ia menyoroti pentingnya kesiapan asrama sebagai bagian dari rangkaian pelayanan yang berdampak langsung pada kenyamanan jemaah.

“Asrama haji ini menjadi titik awal pengalaman jemaah. Kalau di sini sudah nyaman, tertib, dan terlayani dengan baik, maka perjalanan ibadah mereka juga akan dimulai dengan lebih tenang,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kesiapan layanan di embarkasi harus mendukung kelancaran proses keberangkatan secara menyeluruh.

“Kita ingin memastikan jemaah berangkat dalam kondisi siap, baik secara fisik maupun mental, tanpa kendala teknis yang berarti,” tambahnya.

Ian juga menegaskan bahwa sinergi antar pihak menjadi kunci untuk memastikan seluruh layanan berjalan efektif dan berdampak nyata.

“Hasil yang kita kejar adalah pelayanan yang cepat, efisien, dan nyaman. Itu hanya bisa tercapai jika koordinasi antar semua pihak berjalan dengan baik,” tegasnya.

Melalui optimalisasi layanan Mecca Route dan kesiapan embarkasi, Kemenhaj menargetkan proses keberangkatan jemaah haji Indonesia tahun ini dapat berlangsung lebih lancar, efisien, dan berorientasi pada kenyamanan jemaah sejak dari Tanah Air hingga tiba di Arab Saudi. (*)

Transformasi ke Sistem Digital, Inovasi Percepatan Layanan Haji

Lingkar.co – Direktur Jenderal Pelayanan Haji, Ian Heriyawan, mengatakan bahwa Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj) tengah melakukan percepatan layanan di dalam negeri melalui berbagai inovasi. Salah satunya dengan bertranformasi ke sistem digital.

Menurut dia, jemaah haji harus mendapatkan pelayanan yang cepa, tepat dan memuaskan.

“Kualitas layanan haji harus bertumpu pada tiga dimensi utama, yaitu, kecepatan layanan, ketepatan layanan dan nilai kepuasan, yang diukur dari persepsi jemaah setelah membandingkan pelayanan yang diterima dengan harapan mereka,” ujar Ian, Jum’at (10/4/2026).

Ia menyampaikan hal tersebut saat diskusi panel pada agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konsolidasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1447 H/2026 M di Asrama Haji Kelas I Tangerang.

Ian melanjutkan, inovasi yang dilakukan terintegrasi pada digitalisasi layanan akomodasi serta penerapan fast track di asrama haji untuk mempercepat proses keberangkatan.

“Selain itu, dilakukan standarisasi layanan konsumsi berbasis produk Nusantara dengan kandungan gizi seimbang serta optimalisasi penggunaan produk dalam negeri,” tambahnya.

Ian mengungkapkan, pihaknya juga mengupayakan peningkatan layanan pelunasan Bipih haji reguler melalui percepatan verifikasi data dan penguatan informasi berbasis digital seperti website dan SMS blast.

“Layanan pelimpahan nomor porsi dan pembatalan haji juga disederhanakan dengan memastikan kepastian waktu serta transparansi informasi kepada jemaah,” jelas Ian.

Tidak hanya itu, Ditjen Pelayanan Haji juga memperkuat akurasi dan validasi data jemaah melalui pemutakhiran berkala dan pencegahan duplikasi data. Monitoring pengisian kuota haji turut ditingkatkan agar pemenuhan kuota dapat dilakukan secara tepat waktu dan berkelanjutan.

“Penyampaian informasi kepada jemaah juga diperkuat melalui notifikasi proaktif, termasuk informasi pelunasan, status layanan, hingga refund pembatalan,” tegasnya lagi.

Sementara itu, untuk layanan haji di luar negeri, Ian mengatakan pihaknya telah melakukan evaluasi kinerja syarikah di Arab Saudi berbasis teknologi informasi dengan sistem monitoring terintegrasi. Penyediaan akomodasi di

Madinah juga dirancang dengan skema multi-year guna menjamin ketersediaan dan efisiensi layanan, sekaligus mendukung pembiayaan subsidi haji.

Layanan konsumsi pun dioptimalkan melalui penyediaan makanan siap saji (RTE) dan bumbu paste yang menjaga cita rasa Nusantara.

Pada sektor haji khusus, Ditjen Pelayanan Haji mengembangkan sistem informasi berbasis IT untuk layanan batal porsi, lunas tunda, dan batal lunas, guna mempercepat proses administrasi.

“Selain itu, dikembangkan pula sistem pengisian kuota petugas haji khusus secara digital serta peningkatan akurasi data daftar tunggu jemaah melalui validasi dan pemutakhiran berkala,” pungkas Ian.

Melalui berbagai langkah strategis tersebut, Direktorat Jenderal Pelayanan Haji berharap dapat menghadirkan layanan haji yang lebih cepat, tepat, transparan, dan berorientasi pada kepuasan jemaah. (*)

Cegah Pemberangkatan Jemaah Haji Ilegal, Kemenhaj Gandeng Keimigrasian

Lingkar.co – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus memperkuat sinergi lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan.

Langkah tersebut diambil untuk menguatkan peran strategisnya dalam mencegah praktik haji ilegal pada musim haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.

Pertemuan yang berlangsung di kantor Kemenhaj menjadi langkah penting dalam menyelaraskan strategi pengawasan dan pencegahan, guna memastikan seluruh jemaah Indonesia berangkat melalui prosedur resmi serta terlindungi dari praktik ilegal.

Direktur Pengawasan Haji Khusus dan Umrah Kemenhaj, Ahmad Abdullah, menegaskan bahwa pengawasan dilakukan secara menyeluruh, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Kami di Kemenhaj juga melakukan pengawasan di bandara untuk memastikan tidak ada jemaah yang berangkat secara ilegal,” ujar Abdullah dalam siaran persnya, Jum’at (3/4/2026).

Ia melanjutkan, penguatan pengawasan ini juga diiringi dengan langkah deteksi dini yang dilakukan di berbagai daerah, sebagai bagian dari komitmen Kemenhaj dalam menekan praktik penipuan dan pelanggaran dalam penyelenggaraan haji dan umrah.

Sejalan dengan itu, Sekretaris Ditjen Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj, Achmad Gunawan, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, khususnya dalam pertukaran data.

“Kami akan mengikuti tim satgas Kemenko, karena jika bergerak sendiri, kekuatan kami akan lebih terbatas,” kata Gunawan.

Dari sisi koordinasi lintas kementerian, Asisten Deputi Koordinasi Tata Kelola Keimigrasian, Achmad Brahmantyo Machmud, menekankan bahwa sinergi menjadi kunci utama dalam menutup celah keberangkatan jemaah ilegal.

“Jika satu orang jemaah haji ilegal membayar sekitar 100 juta, maka angka tersebut bisa mencapai ratusan milyar jika banyak yang lolos ke Arab Saudi,” ungkap Achmad.

Ia juga mengingatkan adanya potensi penyalahgunaan visa, termasuk penggunaan visa pekerja untuk kepentingan ibadah haji atau umrah.

“Jemaah yang berangkat ilegal bisa tertangkap dan dijatuhi hukuman berupa denda atau larangan untuk bepergian dalam waktu lama,” tambahnya.

Lebih lanjut, Achmad menegaskan pentingnya pembentukan tim gabungan lintas kementerian untuk memperkuat langkah preventif secara sistematis, mulai dari tahap persiapan hingga keberangkatan jemaah.

Kemenhaj memandang sinergi ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat sistem pengawasan nasional, sekaligus memastikan penyelenggaraan haji 2026 berjalan tertib, aman, dan sesuai ketentuan.

“Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mengoptimalkan sistem pengawasan dan pencegahan, serta memastikan seluruh jemaah haji yang berangkat pada 2026 dapat melaksanakan ibadah dengan aman dan nyaman serta secara sah,” tutupnya. (*)

Waspadai Eskalasi dan Geopolitik di Timur Tengah, Kemenhaj RI Siapkan Skenario Mitigasi

Lingkar.co – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia terus memacu persiapan operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Puji Raharjo, mengungkapkan, pihaknya telah menyusun langkah-langkah luar biasa untuk menghadapi situasi geopolitik di kawasan. Timur Tengah

“Keselamatan jemaah tetap menjadi prioritas utama bagi kami. Mengingat kondisi eskalasi di Timur Tengah, kami tengah menyiapkan beberapa skenario mitigasi yang komprehensif untuk memastikan jemaah dapat beribadah dengan aman dan tenang,” ujar Puji.

Ia menyampaikan hal itu saat menerima kunjungan kerja pengawasan Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Kantor Teknis Urusan Haji Madinah, Senin (30/3/2026).

Ia menegaskan, fokus utama pemerintah saat ini tidak hanya pada kesiapan teknis, tetapi juga pada aspek keselamatan jemaah di tengah dinamika global serta kemudahan pilihan ibadah.

Selain faktor keamanan, Puji menjelaskan bahwa pemerintah sedang mematangkan skema Tanazul (pemulangan lebih awal/penundaan) dan Murur (melintas di Muzdalifah) untuk menjaga kelancaran arus jemaah.

Terkait kewajiban pembayaran Dam (denda/sembelihan), Puji menekankan prinsip kemudahan dan kebebasan bagi jemaah.

“Kami sedang mematangkan mekanisme pembayaran Dam, baik yang dilakukan di Tanah Suci maupun di Tanah Air,” ujarnya.

“Pemerintah memberikan kebebasan kepada jemaah sesuai keyakinan masing-masing. Kami hanya memfasilitasi dan memberikan kemudahan agar jemaah bisa melaksanakannya sesuai pilihan mereka,” sambungnya.

Senada dengan Puji, Pembantu Teknis Urusan Haji Umrah pada Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah, Zakaria Anshori, memastikan bahwa tim di lapangan bekerja intensif.

Ia menyebut kesiapan transportasi, hotel, dapur katering, hingga layanan kesehatan terus dimatangkan sebelum kloter pertama tiba.

Menanggapi paparan tersebut, Wakil Ketua Komite III DPD RI, Dailami Firdaus, memberikan apresiasi atas langkah strategis pemerintah.

Meski demikian, ia mengingatkan agar aspek pengawasan di titik krusial tidak boleh longgar.

“Kami mendukung penuh langkah pemerintah, namun pengawasan lapangan terutama pada kesiapan petugas dan kenyamanan hotel di Madinah harus tetap dijaga ketat,” tegas Dailami.

Kunjungan yang dihadiri oleh anggota DPD RI dari berbagai provinsi ini ditutup dengan peninjauan langsung ke sejumlah dapur penyedia layanan katering jemaah haji tahun ini di Madinah untuk memastikan standar kualitas konsumsi tetap terjaga. (*)

Potensi Kenaikan Bahan Bakar Berdampak Pada Biaya Penerbangan Jemaah Haji

Lingkar.co – Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Abdulfattah bin Sulaiman Mashat, mengatakan menyampaikan bahwa secara umum seluruh persiapan haji oleh pemerintah Arab Saudi telah dilakukan dengan matang.

Namun demikian, ia menekankan pentingnya antisipasi terhadap dinamika global, khususnya terkait energi.

Oleh karena itu, ia mengingatkan salah satu yang menjadi perhatian bersama adalah potensi kenaikan harga bahan bakar yang dapat berdampak pada biaya penerbangan jemaah haji.

“Kenaikan harga bahan bakar perlu menjadi perhatian bersama, sehingga kedua negara dapat mengantisipasi agar layanan penerbangan tetap optimal,” ujarnya dalam pertemuan bilateral dengan Wamenhaj RI Dahnil Anzar Simanjuntak di Madinah.

Menanggapi hal tersebut, Dahnil menegaskan bahwa pemerintah Indonesia akan mengambil langkah mitigasi untuk menjaga kualitas layanan, baik dari sisi transportasi maupun konsumsi jemaah haji selama di Tanah Suci.

“Keselamatan jemaah menjadi prioritas utama, terutama terkait keamanan penerbangan dan ketersediaan logistik pangan,” ujar Dahnil Rabu (1/4/2026).

Ia juga menyampaikan bahwa perhatian Presiden Prabowo Subianto tetap berfokus pada keselamatan jemaah haji dengan dua aspek utama, yakni keamanan penerbangan dan kesiapan logistik pangan.

Selain itu, berdasarkan hasil peninjauannya ke sejumlah dapur katering di Arab Saudi, Dahnil memastikan pentingnya menjaga ketersediaan bahan pangan.
Untuk itu ia mendorong agar dapur-dapur penyedia makanan memiliki cadangan bahan baku hingga tiga bulan, termasuk makanan siap saji untuk berbagai kondisi darurat.

Langkah ini diharapkan mampu menjamin kenyamanan dan kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. (*)

Gus Irfan Tegaskan Persiapan Operasional Haji 2026 Sudah 100 Persen

Lingkar.co – Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), menegaskan bahwa persiapan operasional pemberangkatan jemaah haji tahun 1447 Hijriyah/2026 Masehi berjalan sesuai rencana (on track) dan telah mencapai progres hampir 100 persen. Hal tersebut disampaikan dalam acara pertemuan dengan jajaran Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur.

Dalam arahannya, Menhaj menekankan bahwa penyelenggaraan haji tahun ini harus menjadi potret pelayanan publik yang lancar, bersih, dan bebas dari segala bentuk penyimpangan. Mengingat Jawa Timur merupakan provinsi dengan kuota jemaah haji terbesar di Indonesia, perannya dinilai sangat strategis sebagai barometer keberhasilan nasional.

“Persiapan operasional terus kita matangkan dan sejauh ini berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Fokus utama kami adalah memastikan keamanan dan keselamatan jemaah melalui berbagai langkah mitigasi yang komprehensif,” ujar Menhaj di Jombang, Jum’at (27/3/2026).

Menyikapi besarnya ekosistem keuangan haji yang mencapai angka Rp18 triliun, Menhaj menyatakan bahwa aspek akuntabilitas menjadi harga mati. Untuk menjamin hal tersebut, Kementerian Haji dan Umrah melibatkan unsur profesional dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan, hingga Kepolisian dalam mengawal proses pengadaan dan tata kelola anggaran.

“Dana haji yang dikelola sangat besar, maka komitmen terhadap tata kelola yang bersih adalah mutlak. Kami ingin memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar kembali dalam bentuk layanan terbaik bagi jemaah,” tegasnya.

Langkah-langkah strategis ini, lanjut Menhaj, merupakan bentuk implementasi langsung dari arahan Presiden RI untuk menghadirkan pelayanan haji yang transparan dan berorientasi pada kepuasan jemaah. Menhaj juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Kanwil Kemenhaj Jawa Timur atas dedikasi mereka dalam tahap persiapan ini.

“Terima kasih kepada seluruh jajaran di Jawa Timur yang telah bekerja maksimal. Saya minta terus jaga kekompakan dan tingkatkan standar pelayanan. Fokus kita satu: memberikan yang terbaik demi jemaah haji Indonesia,” tandasnya.

Acara ini ditutup dengan penguatan koordinasi antar-bidang guna memastikan seluruh skema pemberangkatan jemaah yang akan dimulai dalam waktu dekat dapat berjalan tanpa kendala teknis berarti. (*)

Bus Jemaah Umroh Asal Indonesia Terbakar Saat Menuju ke Madinah

Lingkar.co – Sebuah bus yang mengangkut jemaah umrah asal Indonesia terbakar dalam perjalanan dari Mekkah menuju Madinah, Kamis (26/3). Insiden terjadi sekitar 50 kilometer sebelum memasuki Kota Madinah, tepatnya setelah melewati pos pemeriksaan terakhir.

Staf Teknis Haji Kantor Urusan Haji (KUH), M. Ilham Effendy memastikan tidak ada korban dalam peristiwa tersebut.

“Alhamdulillah semua jemaah berjumlah 24 orang selamat. Sopir sigap menghentikan bus dan langsung meminta jemaah turun saat muncul tanda-tanda gangguan,” ujar Ilham.

Meski sempat membuat tegang, seluruh jemaah berhasil diamankan dan segera dievakuasi menggunakan bus pengganti.

“Saat ini jemaah sudah berada di Madinah, beristirahat dengan baik, dan dalam kondisi yang stabil. Kami terus berkomunikasi dengan pendamping jemaah dan pihak muassasah untuk memastikan kebutuhan mereka terpenuhi,” lanjut Ilham.

Kemenhaj melalui KUH juga tengah mengupayakan koordinasi dengan pihak terkait agar jemaah mendapatkan perhatian dan dukungan, termasuk terkait penggantian atas barang bawaan yang terdampak.

“Kami sedang berkomunikasi dengan pihak muassasah agar jemaah mendapatkan kompensasi yang layak, mengingat seluruh barang bawaan mereka ikut terbakar dalam kejadian ini,” tegasnya.

Kemenhaj mengimbau seluruh penyelenggara perjalanan ibadah umrah untuk terus meningkatkan standar keselamatan transportasi guna menjamin keamanan dan kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. (*)

Komitmen Komenhaj, Haji Inklusif bagi Lansia, Disabilitas, dan Perempuan

Lingkar.co – Direktorat Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan komitmen untuk terus menghadirkan layanan ibadah haji yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh jemaah Indonesia, termasuk lansia, perempuan, serta penyandang disabilitas.

Komitmen tersebut disampaikan oleh Dirjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, saat menghadiri acara “Diseminasi dan Diskusi Publik tentang Hasil Pemantauan Haji Inklusif” yang diselenggarakan oleh Komisi Nasional Disabilitas (KND).

Dalam sambutannya, Puji Raharjo menegaskan bahwa ibadah haji merupakan hak setiap muslim tanpa memandang latar belakang maupun kondisi fisik.

“Haji adalah hak dan kewajiban bagi seluruh umat muslim, tidak terkendala suku, bangsa, maupun kondisinya,” ujar Puji Raharjo, Senin (19/3/2026).

Puji melanjutkan bahwa pemerintah terus melakukan perbaikan regulasi serta penguatan kebijakan yang mendorong penyelenggaraan haji yang semakin inklusif.

“Alhamdulillah kita dalam perbaikan regulasi terus digaungkan tentang inklusivitas. Kalau haji bukan hanya urusan laki-laki saja, tetapi juga harus ramah bagi lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan. Semua jemaah haji tanpa memandang kondisinya harus mendapatkan jaminan layanan yang sama,” lanjutnya.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa prinsip utama pelayanan haji Indonesia berlandaskan pada nilai aman, manusiawi, dan aksesibel bagi seluruh jemaah Indonesia, sebagai dasar penguatan layanan haji yang inklusif.

“Kami terus mengedepankan dan memperluas koordinasi serta kolaborasi dengan seluruh organisasi dan lembaga disabilitas, sehingga kita dapat memberikan ruang yang sama dan ke depan pelayanan jemaah haji menjadi semakin inklusif,” kata Puji Raharjo.

Sementara, Ketua Komisi Nasional Disabilitas (KND) Dante Rigmalia mengapresiasi respons cepat Kementerian Haji dalam menindaklanjuti berbagai rekomendasi terkait layanan haji bagi penyandang disabilitas.

“Kementerian Haji ketika kami memberikan solusi langsung dilakukan. Pada penyelenggaraan haji sebelumnya, pelayanan Daker Mekkah 2025 bahkan mendapat apresiasi dari perwakilan Kementerian Haji Arab Saudi,” ujar Dante.

Ia juga menilai beberapa layanan sudah menunjukkan perbaikan, termasuk penyediaan konsumsi bagi jemaah berkebutuhan khusus.

“Makanan untuk lansia dan jemaah disabilitas juga sudah cukup baik. Ini menunjukkan adanya perhatian terhadap kebutuhan khusus jemaah,” lanjutnya.

Namun demikian, Dante menekankan masih terdapat beberapa aspek yang perlu terus diperkuat, terutama terkait pendampingan bagi jemaah disabilitas selama menjalankan ibadah haji.

“Perlu pendampingan khusus untuk jemaah disabilitas. Misalnya jemaah yang membutuhkan kursi roda, jangan sampai terpisah dengan pendampingnya, karena itu sangat penting untuk kenyamanan dan keselamatan mereka,” tegas Dante.

Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua KND Deka Kurniawan, Komisioner KND Jonna AD, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Arsad Hidayat, serta perwakilan dari Kementerian HAM, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Perkumpulan Orang Tua Anak Disabilitas Indonesia (Portadin), serta berbagai kementerian, lembaga, dan organisasi disabilitas lainnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 45 peserta yang hadir secara langsung, sementara peserta lainnya mengikuti kegiatan melalui Zoom Meeting secara daring.

Melalui forum ini, berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat terus memperkuat sinergi dalam mendorong penyelenggaraan haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan, sebagai bagian dari transformasi pelayanan haji Indonesia menuju sistem yang semakin inklusif, adaptif, dan berkeadilan bagi seluruh jemaah. (*)