Iklan

Ahli Waris Merasa Dipermainkan Kebijakan Pemerintah, Minta Gubernur dan Bupati Beri Solusi

Kesedihan Rakyat
Ilustrasi : Kesedihan Masyarakat. (ISTIMEWA)

SRAGEN, Lingkar.co – Ahli waris pasien Covid-19 meminta pemerintah provinsi ada solusi pengganti santunan yang pemerintah pusat batalkan. Ahli waris menilai masyarakat di permainkan dengan kebijakan pemerintah.

 Hal itu Sri Lestari rasakan, salah satu keluarga korban pasien yang meninggal positif Covid-19 asal Peleman, Gemolong. Ia mengaku sudah merelakan waktu untuk mengumpulkan berkas kepada pemerintah. Sayangnya, ia mendapat informasi ada pencabutan kebijakan pemberian santunan.

“Kecewa iya! tapi mau gimana lagi. Berkas sudah terkumpul, tahu-tatu sudah ada berita dibatalkan sama pemerintah,” keluh Sri.

 Sri Lestari berinisiatif tetap mendaftarkan santunan pewaris pasien Covid-19 dengan tujuan untuk membiaya anak yang masih mengenyam pendidikan sekolah dasar. Sri mengungkapkan almarhum suaminya meninggal dan hasil lab menyatakan positif covid-19 pada Desember 2020.

 “Hasil lab suami itu positif, dan kebetulan ada berita ada santunan ahli waris pasien Covid-19. Maka hanya berinisiatif mencoba mengajukan untuk biaya anak sekolah,” papar dia. 

Di sisi lain, pihaknya meminta kepada pemerintah, baik pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi untuk bisa memberikan solusi terbaik untuk masyrakat.

“Saya meminta Pak Gubernur dan Bupati supaya ada solusi terbaik untuk ahli waris pasien covid-19. Keluarga yang postif itu berat di sosial masyarakat. Kami merasa terkucilkan setelah almarhum postif covid-19,” jelasnya.(fid/lut)

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu