Presiden Prabowo Subianto melantik Pratikno sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dan Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua Wantimpres di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Dalam pelantikan tersebut, Prabowo juga mengangkat 24 anggota Wantimpres lainnya. Pengangkatan itu berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 107 P tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia.
Prosesi pelantikan diawali dengan pengucapan sumpah jabatan oleh seluruh anggota Wantimpres di hadapan Presiden Prabowo.
"Demi Allah, saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara," demikian sumpah yang diucapkan para anggota Wantimpres.
24 Anggota Wantimpres Turut Dilantik
Para anggota Wantimpres juga menyatakan komitmen untuk menjunjung tinggi etika jabatan serta menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab.
Selain Pratikno dan Hatta Rajasa, anggota Wantimpres yang dilantik yakni Shinta Nuriyah Wahid, Muhammad Quraish Shihab, Bambang Soesatyo, Agum Gumelar, Budi Gunawan, Chairul Tanjung, Salim Segaf Aljufri, Anwar Iskandar, Said Aqil Siradj, Yahya Cholil Staquf, Philip Kuncoro Wijaya, Budi Tanuwibowo, Ida Bagus Purwalaksana, Soekarwo, Jusuf Hamka, Dato' Sri Tahir, Yusuf Wanandi, Margarito, Rocky Gerung, Mohamad Hatta, Anwar Usman, Mohammad Hatta, Ignatius Jonan, dan Muhammad Qodari.
Muhammad Qodari juga ditunjuk sebagai Sekretaris sekaligus anggota Wantimpres.
Sejumlah pejabat negara turut menghadiri pelantikan tersebut. Di antaranya Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono.
Hadir pula Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, serta Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.