BUMN Merugi, Direksi Minta Bonus, Prabowo: Enggak Tahu Malu

IMG-20260114-WA0030
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Foto: Istimewa.
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co – Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik keras kepada jajaran pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia menyoroti sejumlah BUMN yang mencatat kerugian, namun direksinya tetap meminta tantiem atau bonus kinerja.

Menurut Prabowo, banyak pimpinan BUMN gagal menjalankan tanggung jawab dalam mengelola kekayaan negara. Ironisnya, ketika perusahaan merugi, mereka masih menuntut bonus. Ia menilai sikap tersebut tidak etis dan mencerminkan tidak adanya rasa malu.

“Banyak yang rugi. Sudah rugi, minta tantiem lagi. Enggak tahu malu. Ndablek menurut saya,” ujar Prabowo saat berpidato dalam acara peresmian Kilang Minyak Terintegrasi Pertamina Balikpapan, Senin (12/1/2026).

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Prabowo mengungkapkan, dirinya telah memberikan tugas khusus kepada Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) serta sejumlah menteri terkait untuk melakukan pembenahan menyeluruh di tubuh BUMN.

“Saya memberi tugas kepada Kepala Danantara dan beberapa menteri yang bertanggung jawab untuk membersihkan seluruh BUMN,” katanya.

Ia menegaskan bahwa jabatan di BUMN bukanlah tempat untuk mencari keuntungan pribadi, melainkan amanah negara. Prabowo meminta para direksi yang tidak sanggup mengabdi dengan penghasilan yang telah tersedia agar segera mengundurkan diri.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

“Kalau enggak mau, kalau enggak bisa mengabdi dengan penghasilan uang tersedia, berhenti saja. Segera minta berhenti. Banyak yang siap gantikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Prabowo juga menyoroti pejabat di posisi strategis yang membohongi atasan, menipu pimpinan, bahkan menipu Presiden demi kepentingan pribadi. Ia menekankan bahwa praktik semacam itu harus segera dihentikan.

“Sekarang harus hentikan seperti itu,” ucapnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Menurut Prabowo, pengelolaan kekayaan negara sangat menentukan masa depan bangsa. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, negara yang kaya namun tidak kuat berisiko kehilangan kekayaannya sendiri.

“Kita butuh kekayaan itu untuk menghilangkan kemiskinan, menghilangkan kelaparan, dan memperkuat bangsa,” ujar Prabowo. (*)

Penulis: Putri Septina
Editor: Miftah

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280
ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu