Cak Imin Tolak APBN Jadi Jaminan Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung: Risikonya Terlalu Besar!

Ketum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), menolak APBN jadi jaminan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). FOTO: Istimewa
Ketum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), menolak APBN jadi jaminan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). FOTO: Istimewa
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menolak APBN jadi jadi jaminan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Karena menurutnya, ada risiko besar jika Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) jadi jaminan utang proyek KCJB.

Ia pun mendukung penolakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan, terkait kebijakan terbaru investasi KCJB.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Diketahui, Luhut, menolak permintaan China yang bersikeras ingin Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi penjamin pinjaman utang proyek KCJB.

"Saya kira bagus (keputusan Luhut menolak permintaan China jadikan APBN sebagai penjamin utang KCJB)” tegas Cak Imin, dalam keterangan tertulisnya kepada Lingkar.co, Senin (17/4/2023).

“Risikonya terlalu besar kalau sampai APBN kita tersandera," sambungnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Wakil Ketua DPR RI Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) itu menegaskan, pemerintah harus lebih tegas soal proyek KCJB tersebut.

"Yang perlu dipastikan itu proyek KCJB seharusnya B2B (business to business). Saya kira cukuplah dana PMN disuntikkan,” tegas Cak Imin.

“Jangan lagi bebani APBN lagi sebagai penjamin investasi," tegasnya lagi.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Cak Imin menilai, jika APBN digunakan sebagai penjamin utang proyek KCJB maka fiskal akan terbebani hingga puluhan tahun untuk membayar beban utang proyek tersebut.

"Padahal kita tahu masih banyak diperlukan investasi, proyek-proyek besar di daerah-daerah yang saat ini masih berjalan,” ucap Cak Imin.

Oleh karena itu, Dia menegaskan, pemerintah harus menghindari APBN jadi jaminan utang proyek-proyek besar.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

“Jadi pada intinya hindari betul APBN kita jadi jaminan utang, jangan sampai tersandera," pungkas Cak Imin.

Luhut Tolak Permintaan China

Sebelumnya, China Development Bank (CDB) disebutkan meminta jaminan APBN untuk memberikan pinjaman yang digunakan untuk membayar pembengkakan biaya (cost overrun) KCJB.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Hal tersebut terungkap saat Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan, melakukan lawatan ke Beijing, China.

Luhut mengatakan, pemerintah China menginginkan kelangsungan pembayaran pinjaman pokok maupun beban bunga dari pembangunan KCJB bisa dijamin oleh pemerintah Indonesia.

Namun, Luhut, mengaku tuntutan China tersebut bisa langsung dipenuhi. Ia pun menolak permintaan pemerintah China.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

“Masih ada masalah psikologis, kemarin mereka (China) mau dari APBN, tetapi kita jelaskan kalau dari APBN itu prosedurnya jadi panjang makanya mereka juga sedang pikir-pikir,” jelas Luhut.

Kemudian, Luhut menawarkan alternatif dengan penjaminan utang melalui PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) atau PII.

“Kami dorong melalui PT PII karena ini struktur yang baru dibuat pemerintah Indonesia sejak 2018," pungkasnya, Senin (10/4/2023).***

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Penulis: M. Rain Daling

Editor: M. Rain Daling

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu