Dengar Kabar Dua Kakak Beradik 2 Pekan Bertahan Hidup Hanya dengan Air Putih Temani Jenazah Ibunya, Bupati Kendal Langsung Turun Tangan

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari saat menjenguk di RS PKU Muhammadiyah Boja.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari saat menjenguk di RS PKU Muhammadiyah Boja, Senin (3/11/2205). Foto: dokumentasi/istimewa
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari langsung turun tangan setelah mendengar kisah tragis dua kakak beradik di Boja yang bertahan hidup hanya dengan air putih bersama jenazah ibunya.

Kedua gadis itu, Putri Setia Gita Pratiwi (23) dan Intan Ayu Sulistyowati (18), kini dirawat di RS PKU Muhammadiyah Boja. Tubuh mereka kurus kering dan lemah.

Bupati Tika, sapaan akrabnya, datang bersama Kepala Dinas Sosial Kendal, Muntoha, menjenguk keduanya di rumah sakit.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

“Saya sangat prihatin. Tidak boleh ada anak terlantar di Kendal,” tegasnya, Senin (3/11/2025).

Ia langsung memerintahkan Dinsos mengurus BPJS bagi keduanya.

“Dalam 1x24 jam, alhamdulillah BPJS langsung aktif dan bisa digunakan untuk biaya perawatan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Bupati juga memastikan kedua kakak beradik itu akan ditangani lebih lanjut oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah.

Keduanya akan dibawa ke Panti Margi Utomo, Tembalang, Semarang, untuk menjalani perawatan dan pelatihan kerja.

“Mereka harus dipulihkan, dididik, dan diberi keterampilan supaya bisa mandiri,” kata Tika.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Bupati menyebut Intan memiliki keterbelakangan mental, sehingga akan mendapat penanganan khusus. Sementara Putri sudah mulai membaik dan bisa diajak berkomunikasi.

Kronologi

Tragedi itu bermula saat warga Desa Bebengan curiga rumah keluarga tersebut selalu tertutup dan tercium bau busuk. Setelah pintu didobrak, warga menemukan ibu mereka, Setyaningsih (51), sudah meninggal dunia lebih dari dua pekan. Sementara kedua anaknya ditemukan lemas tak berdaya. Kepala Desa Bebengan, Wastoni, menyebut keduanya langsung dievakuasi ke rumah sakit.

Putri mengaku, sejak 4 Oktober ia dan adiknya hanya bertahan hidup dengan air putih. “Ibu pesan nggak boleh minta tolong ke tetangga. Aku nurut sama ibu,” katanya lirih.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Bupati Kendal mengimbau masyarakat dan perangkat desa lebih peka terhadap lingkungan sekitar.

“Jangan biarkan ada warga yang menderita sendirian. Apalagi janda dan anak yatim piatu,” pesannya.

Kini kondisi Putri berangsur pulih, sedangkan Intan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. (*)

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Penulis: Yoedhi W

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu