Iklan

Doa Bersama Rebo Wekasan, Santri Al-Badriyyah 2 Mranggen Harapkan Keselamatan Bangsa dan Sukses Muktamar Ke-35 NU

Inti berita

Pesantren Al Badriyyah 2 yang beralamat di Jl. Rayungkusuman 2 Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menggelar mujahadah, dzikir dan doa bersama dalam…

Doa Bersama Rebo Wekasan, Santri Al-Badriyyah 2 Mranggen Harapkan Keselamatan Bangsa dan Sukses Muktamar Ke-35 NU
Para santri Al-Badriah 2 sat meakukan mujahadah, dzikir dan doa bersama dalam momentum Rebo Wekasan di Mushala Darut Tholibin pada Selasa (11/8/2026). Foto: dokumentasi

Pesantren Al Badriyyah 2 yang beralamat di Jl. Rayungkusuman 2 Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menggelar mujahadah, dzikir dan doa bersama dalam momentum Rebo Wekasan di Mushala Darut Tholibin pada Selasa (11/8/2026).

Pengasuh Pesantren KH. Muhibbin Muhsin, AH melalui menantunya Ahmad Dliyau’uddin Zabidi, AH menjelaska Rebu Wekasan adalah hari Rabu terakhir di bulan Shafar dalam kalender bulan Hijriyah.

Lebih lanjut ia menuturkan, doa bersama tersebut merupakan rutinitas tahunan bulan shafar berada sebelum memasuki Bulan Rabiul Awal atau yang lebih dikenal sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad atau bulan Maulud/Maulid.

Tujuannya, untuk memperkuat mental-spiritualitas santri melalui dzikir dan doa bersama, kegiatan tersebut secara khusus juga menjadi ikhtiar spiritual dalam menyambut pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang akan digelar di Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang Jawa Timur.

Ia bilang, para kiai an santri sangat berharap Muktamar NU dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan damai. Selain itu, mereka juga berharap bangsa dan negara Indonesia dijauhkan dari balak dan musibah.

Ia juga mengajak seluruh santri dan warga Nahdlatul Ulama untuk turut berpartisipasi menyukseskan perhelatan akbar lima tahunan tersebut, meskipun dalam bentuk doa.

"Sudah seyogianya kita ikut mengambil bagian dalam menyukseskan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang ini, baik dengan doa, menjaga kondusivitas, maupun memberikan pelayanan terbaik kepada para muktamirin. Semoga muktamar ini membawa keberkahan bagi NU, bangsa, dan khususnya warga nahdliyyin," ujarnya.

Ia menjelaskan, sudah menjadi tradisi di masyarakat Nahdliyyin bahwa pada hari Rabu terakhir di bulan Shafar selalu diadakan mujahadah dan dzikir bersama dalam rangka doa bersama dan tolak balak.

Ia juga berharap, melalui kegiatan tersebut semangat kebersamaan, keikhlasan dalam berkhidmat, dan kecintaan terhadap NU semakin tumbuh di kalangan kader Nahdliyyin.

"Doa-doa yang dipanjatkan juga menjadi harapan agar pelaksanaan Muktamar ke-35 NU berlangsung lancar, aman, dan sukses serta menghasilkan keputusan-keputusan terbaik bagi kemaslahatan umat dan kemajuan organisasi," pungkasnya. (Wil)

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu