Persoalan dampak pembangunan Pakuwon Mall terhadap warga Gombel Lama mendapat perhatian dari Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Herlambang. Ia menegaskan DPRD siap menjadi jembatan antara warga dengan pihak pengembang apabila keluhan terkait pembangunan belum menemukan penyelesaian.
Herlambang menilai keberadaan investasi besar di Kota Semarang harus tetap berjalan beriringan dengan kepentingan masyarakat. Menurutnya, investasi memang penting bagi daerah, tetapi jangan sampai kehadirannya justru menimbulkan kerugian bagi warga sekitar.
“Apapun investasi sebesar itu bila tidak ditangkap juga menjadi persoalan. Tapi kalau ditangkap merugikan, itu juga persoalan. Jadi harus di tengah-tengah kita melihatnya,” kata Herlambang.
Ia mengatakan, DPRD tidak ingin mengambil kesimpulan hanya berdasarkan informasi dari salah satu pihak. Karena itu, laporan warga dan penjelasan dari pihak Pakuwon perlu dipertemukan agar persoalan dapat dilihat secara utuh.
Herlambang bahkan meminta warga Gombel Lama yang merasa dirugikan untuk menyampaikan pengaduan secara resmi kepada DPRD Kota Semarang, terlebih apabila persoalan tersebut telah didampingi kuasa hukum.
“Kalau memang warga merasa ada sesuatu yang kurang dari persoalan Pakuwon, laporkan ke kita. Bikin surat aduan ke kita. Kita bisa panggil lagi, kita bisa ngomong dengan mereka, kita bisa jembatani,” ujarnya.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari fungsi DPRD sebagai lembaga yang menerima dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Ia memastikan persoalan tersebut akan ditelaah secara matang sebelum menentukan sikap.
“Itu memang tugas kami, fungsi kami memang seperti itu. Tapi sekali lagi tentu kita akan melihat masalah itu secara matang, secara detail,” tegasnya.
Herlambang menyebut terdapat sekitar 30 rumah warga yang menyampaikan tuntutan terkait dampak pembangunan. Ia memahami apabila warga menginginkan penyelesaian yang lebih dari sekadar pemberian kompensasi.
Pasalnya, warga mengeluhkan berbagai gangguan yang muncul selama proses pembangunan, termasuk kerusakan pada rumah. Keluhan tersebut juga telah ditempuh melalui jalur advokasi dengan adanya somasi yang dilayangkan kepada pihak terkait.
Di sisi lain, Herlambang mengatakan sejak awal dirinya telah mempertanyakan pembangunan di kawasan tersebut. Salah satu perhatian yang disampaikannya adalah kondisi kawasan Gombel yang dinilai memiliki karakteristik geologi tertentu.
“Kita sudah ingatkan supaya Pakuwon hati-hati, karena ada beberapa masyarakat di situ yang sudah mengeluh,” katanya.
Ia menambahkan, sebelumnya pihak pengembang telah menyampaikan bahwa pembangunan dilakukan dengan rekayasa teknologi dan komunikasi dengan masyarakat telah berjalan. Namun, munculnya keluhan warga menunjukkan perlunya evaluasi terhadap komunikasi maupun dampak pembangunan di lapangan.
Karena itu, Herlambang menegaskan DPRD siap turun tangan apabila aspirasi warga disampaikan secara resmi.
“Kalau memang itu terasa merugikan buat masyarakat, ya kita akan suarakan,” ujarnya.
Ia juga memastikan Fraksi Gerindra DPRD Kota Semarang akan ikut terlibat dalam upaya mediasi apabila persoalan tersebut secara resmi diadukan oleh warga.
“Untuk kepentingan masyarakat, kami khususnya dari Fraksi Gerindra pasti akan terjun dan memediasi itu,” pungkas Herlambang.