Dugaan Keracunan MBG di Gembong Pati Masuk KLB, Puluhan Siswa Masih Dirawat

Inti berita

Puluhan Siswa dari SMP Negeri 1 Gembong dan MTs Negeri 3 Pati masih menjalani rawat inap setelah mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan…

Ratusan siswa saat mendapatkan penanganan di RSUD RAA Soewondo, usai diduga keracunan akibat MBG. Foto: Miftah/Lingkar.co

Puluhan Siswa dari SMP Negeri 1 Gembong dan MTs Negeri 3 Pati masih menjalani rawat inap setelah mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati memastikan seluruh siswa dan guru yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan. Kasus tersebut juga masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).

Plt Bupati Pati Chandra mengatakan, meski dirinya sedang berada di Jakarta saat kejadian, begitu mendapat laporan dirinya langsung memimpin dan memonitor perkembangan penanganan para korban.

"Tadi saya juga video call para korban dan memastikan kondisi terkini mereka serta menyampaikan bahwa seluruh pengobatan akan ditanggung oleh Pemkab," tutur Chandra di Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Menurutnya, pembiayaan penanganan dalam kondisi darurat dapat menggunakan belanja tidak terduga karena menyangkut keselamatan korban. Terlebih, kasus tersebut masuk dalam kategori KLB.

“Prioritas kami saat ini adalah memastikan seluruh siswa dan guru yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan dan memastikan kondisi mereka terus terpantau,” kata Chandra.

45 Anak Masih Rawat Inap

Berdasarkan laporan terbaru hingga Kamis (10/9/2026) dini hari, sekitar 45 anak dari SMP Negeri 1 Gembong dan MTs Negeri 3 Pati masih menjalani rawat inap di RSUD RAA Soewondo dan Rumah Sakit Mitra Bangsa.

Chandra mengatakan Pemkab Pati terus melakukan pendataan dan sinkronisasi jumlah korban. Data tersebut akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

Pihaknya juga mengaku terus berkoordinasi dengan kepala sekolah, tenaga perawat, hingga direktur rumah sakit untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan.

Penanganan dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan fasilitas kesehatan. Pemkab juga berkoordinasi dengan pihak sekolah serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kami terus memimpin penanganan dengan terus melakukan koordinasi langsung dengan pihak-pihak terkait,” ujarnya.

Selain menangani para korban, Pemkab Pati juga mengawal proses investigasi untuk mengetahui penyebab munculnya keluhan kesehatan tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan resmi.

“Kami akan terus mengawal proses investigasi dan bersama pihak terkait melakukan evaluasi terhadap proses distribusi serta keamanan pangan, dengan tetap menunggu hasil investigasi resmi,” tegas Chandra.

Pemkab Pati bahkan menerjunkan tenaga kesehatan untuk mendatangi rumah siswa yang masih mengalami keluhan meski sudah tidak menjalani perawatan di rumah sakit.

"Misalkan ada yang masih sakit, kita minta tenaga kesehatan untuk datang ke rumah siswa-siswa tadi. Sekali lagi mohon maaf kepada orang tua murid, kepada masyarakat Kabupaten Pati, kami akan terus berupaya masalah ini bisa tertangani dengan segera dan masalah pengobatan semua ditanggung oleh pemerintah Kabupaten Pati," tutur Chandra.

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu