Gempa Susulan Terjadi di NTT Dengan Kekuatan M2,6

Inti berita

Gempa susulan terjadi di NTT dengan kekuatan M2,6, BMKG himbau warga agar lebih berhati-hati

Foto: titik gempa susulan NTT

Gempa bumi susulan terjadi di NTT

Aktivitas gempa bumi susulan terjadi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kini terus dipantau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga Selasa (8/9/2026) pukul 11.00 WIB. BMKG mencatat gempa susulan terbesar yang terjadi selama rangkaian tersebut mencapai magnitudo M2,6. Data tersebut disampaikan BMKG setelah gempa bumi kembali mengguncang wilayah Flores pada Selasa pukul 11.37.52 WIB.

Catatan BMKG terkait gempa susulan

Gempa tersebut memiliki magnitudo pembaruan M5,1 dengan kedalaman 10 kilometer dan berpusat di laut, sekitar 57 kilometer arah timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai.

“Gempa bumi ini merupakan rangkaian susulan dari gempabumi M7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 15 Agustus 2026 pukul 04:58:23 WIB,” ujar Wijayanto, Selasa.

Wijayanto menyebut, hingga Selasa siang hasil monitoring BMKG menunjukkan jumlah aktivitas gempa susulan telah mencapai 13.591 kejadian.

“Hingga tanggal 8 September 2026, pukul 11:00:00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 13.591 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar M2,6,” kata Wijayanto.

Gempa bumi dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust

Gempa terbaru tersebut merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust. Berdasarkan analisis mekanisme sumber Website resmi BMKG, gempa memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

Guncangan gempa dirasakan dengan skala intensitas IV MMI di Lamba Leda, Manggarai Timur; Reok, Manggarai; dan Reok Barat, Manggarai. Pada skala tersebut, gempa dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah pada siang hari.

BMKG juga mengimbau masyarakat menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa bumi untuk mencegah risiko keselamatan. BMKG akan terus melakukan update informasi kepada masyarakat.

“BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat,” pungkas Wijayanto.

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu