Harga Gabah Kering di Pati Naik, Ini Pemicunya

IMG-20260213-WA0014
Tumpukan gabah hasil panen di Kayen, Pati. Foto: Istimewa.
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Harga Gabah Kering Panen (GKP) di wilayah selatan Kabupaten Pati mengalami kenaikan sejak awal Februari 2026. Kenaikan tersebut terjadi di Desa Jatiroto dan Desa Brati, Kecamatan Kayen.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kayen, Masrukan, menyampaikan bahwa harga GKP di Desa Jatiroto kini mencapai Rp7.200 per kilogram. Sementara itu, di Desa Brati, harga berada di kisaran Rp7.000 hingga Rp7.100 per kilogram.

Ia menjelaskan, sebelum Februari harga GKP di Jatiroto masih berada di angka Rp6.800 per kilogram. Namun memasuki awal bulan ini, harga mulai bergerak naik.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

“Awal Februari ini sudah Rp7.200 per kilogram. Sebelumnya masih Rp6.800,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (13/2/2026).

Menurut Masrukan, kenaikan harga dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang lebih panas sehingga mendukung proses panen dan kualitas gabah. Selain itu, biaya operasional tengkulak yang relatif rendah turut mendorong harga tetap tinggi.

Ia memperkirakan harga masih berpotensi naik apabila cuaca terus membaik dalam beberapa waktu ke depan.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Panen padi di Desa Jatiroto sendiri telah berlangsung sejak pekan ketiga Januari 2026. Desa yang berbatasan dengan Kecamatan Tambakromo itu memiliki luas lahan sawah sekitar 575 hektare.

Dari total luasan tersebut, rata-rata produksi panen mencapai 6,5 hingga 7 ton GKP per hektare. Meski demikian, masih terdapat sebagian kecil lahan yang belum dipanen.

“Produksi rata-rata 6,5 sampai 7 ton per hektare. Tinggal sedikit lahan yang belum dipanen,” pungkasnya. (*)

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280
ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu