Timnas Indonesia memastikan tiket ke final FIFA ASEAN CUP 2026 setelah mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2 pada laga terakhir Divisi 1 Grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026) malam.
Kemenangan besar tersebut menjadi penutup dramatis perjalanan skuad Garuda di fase grup. Indonesia sempat unggul 6-1 pada babak pertama sebelum menambah tiga gol pada paruh kedua.
Mitchell Baker menjadi bintang utama kemenangan Indonesia. Pemain tersebut mencetak lima gol, sementara gol lainnya disumbangkan Rizky Ridho, Justin Hubner, dan Kevin Diks.

Sebelum pertandingan dimulai, kedua tim terlebih dahulu mengheningkan cipta untuk memperingati Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022. Indonesia kemudian langsung mengambil inisiatif permainan. Skuad Garuda menguasai bola dari kaki ke kaki dan terus mencari celah di pertahanan Bangladesh.
Gol pertama Indonesia lahir pada menit ke-11 melalui Mitchell Baker setelah memanfaatkan umpan tarik Ole Romeny.
Baker kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-20. Kali ini dia memanfaatkan kemelut di depan gawang Bangladesh setelah upaya Romeny dan Oratmangoen.
Rizky Ridho kemudian membuat Indonesia unggul 3-0 pada menit ke-32 lewat tendangan keras mendatar setelah mengikuti serangan dari sisi kanan. Bangladesh sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 1-3 melalui sundulan Shahriar Ekin pada menit ke-36.
Namun, Indonesia langsung merespons. Baker mencetak gol ketiganya semenit kemudian sekaligus melengkapi hat-trick.
Baker kembali mencetak gol pada menit ke-42 melalui sundulan setelah menerima umpan silang Justin Hubner. Gol tersebut membuatnya mengoleksi empat gol hanya dalam satu babak.
Justin Hubner menambah keunggulan Indonesia lewat sundulan memanfaatkan sepak pojok Calvin Verdonk. Indonesia pun memasuki jeda dengan keunggulan telak 6-1.
Indonesia Terus Melakukan Serangan
Memasuki babak kedua, Indonesia tidak mengendurkan tekanan dengan optimis serangan.
Ole Romeny sempat dijatuhkan di dalam kotak penalti Bangladesh. Namun, wasit tidak menunjuk titik putih dan pemeriksaan VAR juga tidak menghasilkan keputusan penalti.
Pada menit ke-54, Kevin Diks mendapat peluang di dalam kotak penalti. Namun, tendangannya masih mampu ditepis kiper Bangladesh. John Herdman kemudian melakukan pergantian pemain pada menit ke-60. Luke Vickery masuk menggantikan Rizky Ridho untuk menambah daya serang Indonesia.
Pertandingan kembali menjadi perhatian pada menit ke-70 ketika VAR melakukan pengecekan terhadap pelanggaran Elkan Baggott. Setelah peninjauan, Baggott tidak diganjar kartu merah.
Herdman kembali melakukan perubahan pada menit ke-73. Dean James dan Egy Maulana Vikri dimasukkan untuk menggantikan Ivar Jenner dan Ragnar Oratmangoen. Indonesia terus mencari gol tambahan pada 10 menit terakhir pertandingan.
Pada menit ke-84, Romeny sempat mencetak gol ketujuh Indonesia. Namun, gol tersebut dianulir karena sang pemain berada dalam posisi offside. Gol yang ditunggu akhirnya datang pada menit ke-90.
Romeny kembali menjadi kreator serangan. Umpan tariknya diselesaikan Luke Vickery melalui sepakan keras yang membuat Indonesia unggul 7-1. Bangladesh kemudian mencetak gol keduanya melalui Farhaan Ali Wahid.
Skor berubah menjadi 7-2. Indonesia belum selesai. Pada menit ke-90+6, Kevin Diks mencetak gol kedelapan melalui sundulan. Baker kemudian menutup pesta gol Indonesia dengan mencetak gol kelimanya.
Indonesia pun mengakhiri pertandingan dengan kemenangan telak 9-2 atas Bangladesh.