Inspirasi dari Kampus: Mahasiswa Vokasi Undip Sulap Limbah Kelapa Jadi Inovasi Penangkal Banjir

Inti berita

Lingkar.co, Kreativitas anak muda kembali membuktikan bahwa solusi atas persoalan besar bisa lahir dari ruang-ruang belajar. Dua mahasiswa Sekolah Vokasi…

Inspirasi dari Kampus: Mahasiswa Vokasi Undip Sulap Limbah Kelapa Jadi Inovasi Penangkal Banjir
Inspirasi dari Kampus: Mahasiswa Vokasi Undip Sulap Limbah Kelapa Jadi Inovasi Penangkal Banjir
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

 

Lingkar.co, Kreativitas anak muda kembali membuktikan bahwa solusi atas persoalan besar bisa lahir dari ruang-ruang belajar. Dua mahasiswa Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro, Luis Ibanez Sitinjak dan Fajar Daruwijaya, berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 2 dalam Kompetisi Riset Perguruan Tinggi Kota Surakarta Tahun 2026.

Yang membuat pencapaian ini istimewa bukan hanya gelar juara, tetapi gagasan yang mereka bawa: mengubah limbah tempurung kelapa menjadi paving block inovatif bernama BioSil-C, yang dirancang untuk membantu mengatasi banjir sekaligus memperbaiki kualitas tanah di kawasan perkotaan.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Di tengah meningkatnya persoalan genangan air di berbagai kota, Luis dan Fajar melihat peluang untuk menghadirkan solusi yang lebih ramah lingkungan. Mereka tak sekadar memikirkan bagaimana air bisa cepat mengalir, tetapi bagaimana tanah dapat kembali menjalankan fungsi alaminya sebagai penyerap air.

Lewat BioSil-C, keduanya menggabungkan biochar tempurung kelapa dan nanosilika aktif dalam sebuah konsep paving block permeabel. Material ini memungkinkan air hujan meresap lebih cepat ke dalam tanah, sekaligus membantu menyerap kandungan logam berat dari limpasan air yang mencemari lingkungan.

Inovasi tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan Kota Solo, yang masih menghadapi persoalan banjir di beberapa titik. Tak heran, karya mereka berhasil menarik perhatian dewan juri dalam ajang yang digelar oleh BRIDA Kota Surakarta.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Lebih dari itu, BioSil-C juga membawa pesan penting tentang keberlanjutan. Dari hasil analisis yang dilakukan tim, penggunaan biochar sebagai bahan utama mampu mengurangi jejak karbon hingga lebih dari 50 persen dibanding paving block biasa. Artinya, inovasi ini tidak hanya menyelesaikan masalah hari ini, tetapi juga menjaga masa depan bumi.

Bagi Luis dan Fajar, kemenangan ini adalah bukti bahwa mahasiswa vokasi mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Dengan pendampingan Dr. Ir. Fahmi Arifan, gagasan mereka berkembang dari sekadar konsep menjadi solusi yang berpotensi diterapkan di dunia nyata.

Menurut Fahmi, pencapaian ini menunjukkan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam melahirkan inovator muda yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

“Mahasiswa vokasi dibentuk untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga menghadirkan solusi praktis. Luis dan Fajar menunjukkan bahwa riset yang sederhana namun tepat sasaran bisa memberikan dampak besar,” ujarnya.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Respati Achmad Ardianto dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kota Surakarta pada 17 Juni 2026.

Prestasi ini menjadi cermin bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi besar untuk membawa perubahan. Dari limbah yang kerap dianggap tak bernilai, lahir inovasi yang memberi harapan baru bagi kota-kota yang lebih hijau, lebih aman, dan lebih berkelanjutan.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280
ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu