Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang mengumulkan para pelatih muda dan senor. Merea membahas harmonisasi kurikulum sebagai upaya untuk mewujudkan standarisasi pembinaan relawan yang aktif di Palang Merah Remaja (PMR) dan Korps Sukarela (KSR) PMI Kota Semarang Tahun 2026.
Kegiatan dalam bentuk workshop dengan peserta para pelatih dan asisten pelatih tersebut berlangsung pada 7–8 Agustus 2026 di Villa Nirwana, Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, Anggota dan Relawan PMI Kota Semarang, Wiwit Rijanto, S.H., M.H menyatakan, seluruh proses pendidikan dan pelatihan harus mengacu pada standar yang sama sesuai pedoman PMI agar tercipta keseragaman dalam pelaksanaan pelatihan, materi, maupun evaluasi.
"Workshop ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah seluruh pelatih PMI Kota Semarang," ujarnya, Sabtu (8/8/2026).
Untuk mendukung rencana tersebut, ia meminta pendataan pelatih dan fasilitator secara terintegrasi. Sebab, menurut dia, pendataan tersebut sangat mendukung proses regenerasi yang terukur.
"Dengan kurikulum yang terstandar, kita berharap mampu mencetak relawan PMR dan KSR yang berkualitas, profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta siap memberikan pelayanan kemanusiaan terbaik kepada masyarakat," ujarnya.
Dirinya juga mendorong peningkatan kompetensi relawan dan mengajak seluruh pelatih untuk memperkuat koordinasi, menyusun perencanaan kegiatan secara matang, serta mengembangkan pembinaan PMR dan KSR melalui penguatan organisasi dan sekretariat di setiap unit.
Sementara, Ketua Panitia Ahmad Habib mengatakan hasil kegiatan ini diharapkan dapat disosialisasikan dan diimplementasikan kepada seluruh pembina PMR sekolah dan KSR perguruan tinggi.
Ia memberikan apresiasi atas partisipasi seluruh pelatih yang berperan aktif dalam workshop. Ia berharap kegiatan tersebut menghasilkan sebuah rekomendasi yang bermanfaat bagi pengembangan relawan PMI Kota Semarang.
"Kami sampaikan terima kasih atas kerja keras para pelatih yang mencurahkan tenaga dan pikiran untuk menyusun standarisasi kurikulum ini," ucapnya.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai sesi diskusi kelompok, dilanjutkan dengan penyusunan standar kurikulum PMR dan KSR, hingga penandatanganan berita acara sebagai bentuk komitmen bersama dalam menerapkan hasil workshop di seluruh unit pembinaan PMI Kota Semarang. (*)