Kampus Tak Lagi Menara Gading, UIN Walisongo Antar Mahasiswa Langsung Masuk Industri Taiwan Sebelum Lulus

Inti berita

Lingkar.co, Model pendidikan tinggi yang hanya berfokus pada ruang kelas mulai ditinggalkan. UIN Walisongo Semarang menunjukkan pendekatan berbeda dengan…

Kampus Tak Lagi Menara Gading, UIN Walisongo Antar Mahasiswa Langsung Masuk Industri Taiwan Sebelum Lulus
Foto : Pimpinan UIN Walisongo Semarang berfoto bersama
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co,  Model pendidikan tinggi yang hanya berfokus pada ruang kelas mulai ditinggalkan. UIN Walisongo Semarang menunjukkan pendekatan berbeda dengan menghubungkan mahasiswa langsung ke dunia industri global bahkan sebelum menyelesaikan studi sarjana mereka.

Bukti nyata dari langkah tersebut terlihat dari keberhasilan 12 mahasiswa Program Studi Ilmu Seni dan Arsitektur Islam (ISAI), Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM), yang diterima di Minghsin University of Science and Technology (MUST), Taiwan. Lebih dari itu, mereka juga memperoleh kesempatan bekerja dan magang di sejumlah perusahaan konstruksi dan rekayasa teknik terkemuka di negara tersebut.

Program ini dijalankan melalui skema Double Degree BCP 3+1 dan BCP 3+1+i, sebuah kolaborasi yang dirancang untuk mempertemukan dunia akademik dengan kebutuhan industri internasional. Mahasiswa tidak hanya memperoleh gelar akademik dari dua institusi, tetapi juga pengalaman profesional yang menjadi modal penting ketika memasuki pasar kerja global.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi kini tidak cukup hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga harus mampu menciptakan jalur karier yang nyata bagi mahasiswanya. Melalui program ini, mahasiswa dapat merasakan langsung bagaimana industri konstruksi modern bekerja, mulai dari penerapan teknologi, manajemen proyek, hingga budaya kerja berstandar internasional.

Sebanyak empat mahasiswa ditempatkan di BES Engineering Corp., yaitu Dessy Della Syafitri, Komala Sari, Atikah Nur Rochmah, dan Nailatul Khusna. Maghfiroh Choirunnisa bergabung dengan Lijou Engineering Consultants Co., Ltd.

Sementara itu, Muh Tajulhaq Hakim Tiro dan Muhamad Adzkia diterima di Xu-Yuan Construction Co., Ltd. Tiga mahasiswa lainnya, Fatino Wahyu Baskoro, Trisna Muhamad Ridwan, dan Mohammad Hamdan Amrulloh, akan menjalani pengalaman profesional di Chien Kuo Construction Co., Ltd.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Adapun Ami Anggraeni diterima di Dentian Construction Co., Ltd., sedangkan Risma Nahva Firdausy akan berkarier dan belajar di I-Jia Construction Co., Ltd.

Rektor UIN Walisongo Semarang, Musahadi, menilai capaian tersebut sebagai wujud nyata keberhasilan integrasi ilmu pengetahuan yang selama ini menjadi karakter pendidikan di kampus tersebut.

“Ini adalah lompatan besar bagi institusi. Mahasiswa kami tidak hanya belajar teori arsitektur Islam di kelas, tetapi kini mereka terjun langsung ke ekosistem arsitektur, teknik sipil, dan konstruksi modern berskala global di Taiwan. Program ini mematangkan visi Unity of Sciences di mana ilmu agama dan ilmu sains-teknologi terapan membaur untuk memberikan kemanfaatan yang nyata,” katanya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Keberangkatan 12 mahasiswa itu sekaligus menjadi indikator perubahan wajah pendidikan tinggi Islam di Indonesia. Program studi yang selama ini identik dengan kajian keagamaan dan kebudayaan ternyata mampu melahirkan sumber daya manusia yang relevan dengan kebutuhan industri teknologi dan konstruksi dunia.

Di tengah tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif, kolaborasi antara kampus dan industri internasional seperti ini menjadi contoh bagaimana pendidikan dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan global sejak masih berstatus mahasiswa. Bagi 12 mahasiswa ISAI UIN Walisongo, Taiwan bukan sekadar tujuan studi, melainkan gerbang menuju pengalaman profesional yang akan membentuk masa depan mereka.

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu