Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag mendorong semua Fakultas dan Program Studi (Prodi) untuk melakukan terobosan yang menarik dalam dunia akademik sebagaimana yang telah dilakukan oleh Program Studi (Prodi) Manajemen Haji dan Umroh (MHU).
"Saya harap Prodi-prodi yang lain bisa meniru terobosan seperti ini, menentukan formula yang tepat dan menarik," ujarnya.
Hal itu ia sampaikan dalam pelepasan peserta KKN Internasional di Haramain Tahun 2026 yang dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo Semarang, Selasa (21/7/2026) pagi.
Menurutnya, program KKN Internasional di Haramain yang dimulai pada tahun 2025 lalu mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, bukan hanya di internal civitas akademik UIN Walisongo Semarang.
Sebab, menurut aktivis NU asal Demak ini program KKN model MHU memiliki unsur yang lengkap, dari sisi ibadah dan pendidikan, ekonomi dan pariwisata, serta kolaborasi dengan jejaring internasional.
"Ini merupakan terobosan kreatif yang menggabungkan substansi akademik, ibadah, dan membangun jejaring juga entertain," ujarnya.
Meski memuji Kepala Prodi (Kaprodi) MHU UIN Walisongo, Dr. Abdul Rozaq, MSI, AH yang berani mengambil terobosan dalam KKN, namun dirinya juga mengingatkan tentang konsekuensi logis dari budaya akademik, salah satunya tentang perbedaan kebiasaan dengan budaya Indonesia.

Untuk itu ia berpesan agar para mahasiswa bersikap hati-hati dan menjaga marwah dan martabat UIN Walisongo, Indonesia dan Islam.
"Tolong jangan sampai pernah teledor, berhati-hati, karena berbagai kemungkinan bisa saja terjadi. Tidak semua perencanaan bisa dilakukan saat KKN, apalagi di negara lain," pesannya.
"Tapi saya yakin semua bisa dijalankan, karena kaprodinya ini memang luar biasa, tidak hanya dosen, hafizh Quran, ahli Qiraat, suaranya bagus, imam Masjid Besar Kauman dan Masjid Raya Baiturrahman, dan masih banyak lagi," tegasnya.
Sementara, Dekan FDK, Dr. Nasihun Amin melaporkan,, kegiatan KKN Internasional di Haramain Tahun 2026 mengusung tema Jejak Pengabdian di Tanah Suci; Membangun Kolaborasi Global, Menguatkan Pelayanan, dan Menginspirasi Peradaban, akan berlangsung selama 36 hari terhitung dari 22 juli hingga 26 Agustus 2026."Selama 36 hari. Ini luar biasa, tinggal di sana sekaligus merayakan kemerdekaan Indonesia di Arab Saudi," ujarnya.
Ia menyebut total 28 mahasiswa peserta KKN Internasional di Haramain terdiri dari; 21 mahasiswa dari Prodi MHU FDK, 2 mahasiswa Prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) FDK, 2 mahasiswa Prodi Manajemen Bisnis Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), dan 3 mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK).
Adapun lokasi KKN antara lain di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, Sekolah Internasional Luar Negeri dan Kantor Urusan Haji Jeddah, dan sejumlah lokasi lain sebagai tambahan.
Selama di Tanah Suci, mereka akan melakukan pemetaan kawasan Masjidil Haram, pendampingan jemaah umroh asal Indonesia, dan pengenalan budaya Indonesia kepada siswa internasional di Makkah, bakti sosial berupa menjaga kebersihan, badal umroh dan sebagainya. (*)