Tidak semua akademisi memilih menjadikan laboratorium sebagai titik akhir penelitian. Bagi Dr. Ir. Fahmi Arifan, S.T., M.Eng., M.M., IPM., ASEAN Eng., ilmu pengetahuan justru harus keluar dari ruang kelas, menjawab persoalan masyarakat, dan melahirkan solusi yang dapat dirasakan secara langsung. Itulah benang merah perjalanan dosen Teknik Kimia Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (UNDIP) yang selama lebih dari dua dekade konsisten mengembangkan riset terapan, teknologi tepat guna, dan pemberdayaan masyarakat.
Lahir di Pemalang pada 20 Februari 1980, Fahmi Arifan membangun karier akademiknya dengan keyakinan bahwa pendidikan vokasi harus mampu menghasilkan inovasi yang aplikatif. Prinsip tersebut tercermin dalam setiap aktivitasnya, baik sebagai dosen, peneliti, pengelola program universitas, maupun pembina berbagai organisasi kemasyarakatan.
Perjalanan pendidikannya menjadi fondasi kuat bagi kiprahnya sebagai akademisi. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Kimia di Universitas Diponegoro pada 2003 melalui penelitian pemanfaatan limbah kulit jeruk sebagai sumber pektin. Semangat mengembangkan teknologi berbasis sumber daya lokal kemudian berlanjut saat meraih gelar Magister Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada pada 2010 dengan penelitian hidrolisis enzimatis bekatul untuk menghasilkan asam lemak.
Komitmennya terhadap pengembangan energi terbarukan semakin kuat ketika berhasil menyelesaikan program doktor di Universitas Diponegoro pada 2022 melalui penelitian produksi biogas dari limbah kubis dan limbah cair tahu menggunakan metode anaerobic digestion. Setahun kemudian ia menyelesaikan Program Profesi Insinyur, disusul gelar Magister Manajemen pada 2025. Hingga kini, ia juga masih melanjutkan studi Magister Ilmu Komunikasi yang berfokus pada transformasi pertanian organik di Kabupaten Pemalang.
Sebagai dosen Lektor di Sekolah Vokasi UNDIP, Fahmi Arifan mengampu lebih dari 20 mata kuliah yang mencakup bidang teknik kimia, energi, keselamatan kerja, industri sawit, hingga kewirausahaan. Materi yang diajarkan tidak hanya menitikberatkan pada teori, tetapi juga menghubungkan kebutuhan industri dengan kemampuan lulusan vokasi.
Selain aktif mengajar, ia dipercaya mengemban berbagai jabatan strategis di lingkungan Universitas Diponegoro. Mulai dari Sekretaris hingga Ketua Pusat Pelayanan Kuliah Kerja Nyata (P2KKN) UNDIP, ia mendorong pelaksanaan KKN yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat melalui pendekatan inovasi dan pemberdayaan ekonomi.
Di luar kampus, kiprahnya juga berkembang di berbagai organisasi, antara lain sebagai Wakil Bendahara Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Tengah, Wakil Ketua Pengurus Wilayah Pagar Nusa Jawa Tengah, Bendahara PELTI Jawa Tengah, Deputi Pemberdayaan BAANAR PW Ansor Jawa Tengah, hingga Pembina Ikatan Mahasiswa Pemalang Universitas Diponegoro.
Produktivitas Fahmi Arifan di bidang penelitian menjadi salah satu pencapaian yang menonjol. Sejak 2005 hingga 2025, ia terlibat dalam sedikitnya 56 penelitian yang didanai oleh kementerian, pemerintah daerah, maupun Universitas Diponegoro.
Fokus riset yang dikembangkan meliputi:
* Produksi biodiesel berbasis minyak nabati dan minyak jelantah.
* Pengembangan bioetanol dari limbah pertanian.
* Produksi biogas dari limbah organik.
* Teknologi biomassa dan energi alternatif.
* Pengolahan limbah industri batik menggunakan bioreaktor.
* Teknologi pangan fungsional.
* Pengembangan produk berbasis kopi, rosella, nanas, hingga minyak bunga matahari.
* Inovasi pangan rendah lemak dan pangan sehat.
Riset-riset tersebut menunjukkan konsistensi Fahmi dalam mengembangkan teknologi yang mendukung ekonomi sirkular, pengurangan limbah, dan ketahanan energi nasional.
Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat. Selama hampir dua dekade, ia memimpin maupun terlibat dalam lebih dari 30 program pemberdayaan masyarakat di berbagai daerah.
Program-program yang dijalankan meliputi:
* Peningkatan produktivitas industri cincau.
* Pengembangan teknologi produksi jahe instan.
* Pemberdayaan kelompok tani garam.
* Pengembangan usaha sirup terong Belanda di Dieng.
* Pendampingan industri kerupuk rambak.
* Pengembangan industri MOCAF.
* Pembuatan sabun berbahan minyak jelantah.
* Branding UMKM desa.
* Pengembangan kopi berbasis teknologi tepat guna.
* Optimalisasi usaha kerupuk kulit ikan nila.
Melalui berbagai program tersebut, hasil penelitian yang dikembangkan di perguruan tinggi berhasil diterapkan untuk meningkatkan produktivitas pelaku usaha kecil, kelompok tani, hingga masyarakat desa.
Produktivitas ilmiahnya juga tercermin dari banyaknya publikasi akademik. Hingga tahun 2026, Fahmi Arifan telah menghasilkan lebih dari 70 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional maupun internasional bereputasi.
Topik publikasinya mencakup:
* Energi terbarukan.
* Biogas dan biodiesel.
* Teknologi pangan.
* Limbah industri.
* Biomaterial.
* Antioksidan alami.
* Teknologi pengolahan hasil pertanian.
* Bioplastik.
* Produk pangan fungsional.
* Teknologi ramah lingkungan.
Artikel-artikel tersebut dipublikasikan pada berbagai jurnal internasional seperti Food Research, International Journal of Technology, International Journal of Renewable Energy Development, Journal of Physics Conference Series, IOP Conference Series, Materials Today Proceedings, hingga BIO Web of Conferences.
Dedikasi Fahmi Arifan juga mendapat pengakuan melalui berbagai penghargaan dan sertifikasi profesional, di antaranya:
* Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia pada 2016.
* Sertifikasi Dosen dari Kemendikbud RI.
* Insinyur Profesional Madya (IPM).
* ASEAN Engineer (ASEAN Eng.).
* Auditor Halal.
* Manajer Energi Industri.
* Petugas Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
* Asesor Kompetensi.
* Reviewer Nasional PKM sejak 2016.
* Reviewer Nasional Kompetisi KBMK sejak 2020.
* Reviewer Rekognisi Universitas Indonesia pada 2025.
Selain itu, ia juga aktif sebagai koordinator laboratorium, juri berbagai kompetisi nasional, fasilitator pelatihan, reviewer penelitian dan pengabdian masyarakat, hingga pembina organisasi kemahasiswaan.
Bagi Fahmi Arifan, keberhasilan seorang akademisi bukan hanya diukur dari jumlah publikasi atau gelar akademik, tetapi dari seberapa besar ilmu pengetahuan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, hampir seluruh perjalanan kariernya selalu diarahkan pada pengembangan inovasi yang dapat diterapkan oleh industri, UMKM, petani, maupun masyarakat desa.
Pointers perjalanan dan prestasi Dr. Fahmi Arifan:
* Lahir di Pemalang pada 20 Februari 1980.
* Dosen Lektor Teknik Kimia Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro.
* Menyelesaikan pendidikan S-1, S-3, dan Program Profesi Insinyur di UNDIP.
* Meraih gelar Magister Teknik Kimia UGM dan Magister Manajemen Universitas BPD.
* Sedang menempuh Magister Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie.
* Mengampu lebih dari 20 mata kuliah bidang teknik kimia dan energi.
* Pernah menjabat Ketua Pusat Pelayanan KKN Universitas Diponegoro.
* Aktif di berbagai organisasi profesi, kemasyarakatan, dan kepemudaan tingkat Jawa Tengah.
* Terlibat dalam sedikitnya 56 penelitian sejak 2005.
* Melaksanakan lebih dari 30 program pengabdian kepada masyarakat.
* Menghasilkan lebih dari 70 publikasi ilmiah nasional dan internasional.
* Memiliki berbagai sertifikasi profesi nasional dan internasional.
* Penerima Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia.
* Menyandang gelar Insinyur Profesional Madya (IPM) dan ASEAN Engineer.
* Aktif sebagai reviewer nasional PKM, KBMK, dan berbagai program penelitian.
Perjalanan Dr. Fahmi Arifan memperlihatkan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya melahirkan lulusan, tetapi juga inovator yang mampu menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat. Dari laboratorium hingga desa-desa, dari ruang kuliah hingga forum internasional, kiprahnya menjadi contoh bagaimana dedikasi seorang dosen dapat menghadirkan perubahan yang berkelanjutan bagi dunia pendidikan, industri, dan pembangunan bangsa.