Masuk Zona Merah Kasus DBD, Kecamatan Pamotan Serentak Terapkan PSN

Penerapan program PSN di Kecamatan Pamotan, Rembang. Foto: Humas for Lingkar.co
Penerapan program PSN di Kecamatan Pamotan, Rembang. Foto: Humas for Lingkar.co
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Pamotan mengalami kenaikan dengan rata-rara 10 kasus per bulan. Sebagai respons, pemerintah Kecamatan Pamotan menggerakkan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara serentak.

Camat Pamotan Rofiq Pahlevi mengungkapkan wilayahnya masuk zona merah setelah seorang warga meninggal dunia akibat DBD.

"Kami zona merah karena ada kasus satu yang meninggal dunia," katanya, Kamis (27/6/2024).

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Ia menyebutkan sejak Januari hingga awal Juni tercatat 10 kasus DBD setiap bulan. Untuk menekan angka ini, PSN akan dilakukan serentak di 23 desa pada Jumat besok.

Kepala desa diminta menggerakkan kepala dusun, tim penggerak PKK, dan kader jumantik untuk melaksanakan 3M (menguras, mengubur, menutup). Gerakan ini juga akan menyasar sekolah-sekolah dan instansi pemerintah.

"Kami sudah atur waktunya, masuk ke sekolah-sekolah. Ini juga untuk instansi," tambah Rofiq.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Rofiq menegaskan pentingnya perhatian setiap desa dalam pemberantasan demam berdarah, mengingat nyamuk bisa bermigrasi hingga radius 100 meter. Beberapa desa, seperti Sumberejo, Pamotan, Ringin, dan Tempaling, sudah menjalani fogging.

"Informasi dari DKK, telur nyamuk bisa bertahan mulai enam bulan sampai satu tahun," katanya.

Menurutnya, gerakan serentak PSN ini membutuhkan kolaborasi semua pihak untuk menghindari penyakit demam berdarah.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Harus kerja sama. Kami ingin gerakan serentak di semua elemen: rumah, lingkungan, sekolah, dan instansi. Kolaborasi serentak," tandasnya. (*)

Penulis: Miftahus Salam

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu