Misteri Kematian Sutrimo Diduga ada Kaitannya Dengan Febrie

Inti berita

Misteri kasus kematian Sutrimo yang diduga ada kaitannya dengan Febrie Ardiansyah namun masih dalam pemeriksaan Polda Metro Jaya

Foto: Kasus Kematian Sutrimo

Kematian Sutrimo dipastikan tidak ada kaitannya dengan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menyeret eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

Hal itu ditegaskan oleh penasihat hukum Febrie, Febri Diansyah usai mendampingi Febrie menjalani pemeriksaan di Gedung Utama Kejagung, Kamis malam (3/9). Secara tegas, Febri menepis informasi yang mengait-ngaitkan kematian Sutrimo dengan kasus hukum di Kejagung.

Misteri kasus kematian Sutrimo

”Sejauh ini yang kami lihat tidak ada hubungan sama sekali (kematian Sutrimo dengan kasus di Kejagung). Karena begini, proses penyelidikan kan kalau menurut pihak Kortas (Tipidkor Polri) itu sudah lama,” ucap dia 

Jika keterangan Sutrimo dibutuhkan oleh pihak kepolisian saat proses hukum kasus Febrie, polisi pasti sudah memeriksa dirinya sejak awal karena kasus Febrie sudah lama terjadi. Namun, penyebab kematian Sutrimo juga belum terungkap.

”Jadi, daripada kami yang menjawab, lebih baik itu pihak yang berwenang yang menjawab,” ujarnya.

Febri menyatakan pihaknya turut berduka cita atas meninggalnya Sutrimo. Namun demikian, penyebab kematian Sutrimo, diminta semua pihak menunggu hasil pemeriksaan resmi dari Polda Metro Jaya. Polda Metro Jaya telah melakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo. Febri menyebut ada sejumlah informasi awal yang telah disampaikan secara resmi oleh kepolisian kepada publik.

Pertama, saat dilakukan pengecekan di tempat kejadian perkara (TKP), polisi tidak menemukan bekas racun.

”Kedua, dari hasil ekshumasi awal di bagian luar tubuh, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik, baik benda tumpul ataupun benda tajam,” ujarnya.

Ketiga, kedokteran forensik sudah menyampaikan bahwa Sutrimo memiliki riwayat penyakit jantung dan diabetes.

Semua informasi resmi dari pihak kepolisian tidak menunjukkan adanya keterkaitan antara kematian Sutrimo dengan kasus Febrie di Kejagung. Febri juga menolak memberikan penjelasan lebih lanjut ketika ditanya mengenai staf Kejagung bernama Febrio Adriono yang disebut mengantarkan jenazah Sutrimo ke rumah sakit. 

”Saya pikir penjelasan saya tentang itu cukup ya, karena tadi saya sudah sampaikan kami ini kuasa hukum untuk perkara di Kejaksaan Agung, perkara dugaan TPPU,” imbuhnya.

Kasus kematian Sutrimo berawal setelah jasad korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di klinik Kecantikan Mordent, Jakarta Selatan, pada Kamis, 23 Juli 2026. Sampai saat ini, Polda Metro Jaya masih mendalami kasus kematiannya.

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu