Survei ASI: Mayoritas Masyarakat Masih Dukung Program MBG Dilanjutkan

Inti berita

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih mendapat dukungan mayoritas masyarakat untuk terus dilaksanakan. Hal itu terungkap dalam survei nasional yang…

Purbaya: Anggaran MBG Tahun Depan Dipangkas, Efisiensi Dilakukan Besar-besaran
Ilustrasi - MBG. Foto: Istimewa.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih mendapat dukungan mayoritas masyarakat untuk terus dilaksanakan. Hal itu terungkap dalam survei nasional yang dilakukan Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI).

Berdasarkan hasil survei, sebanyak 51,5 persen responden menyatakan setuju apabila program MBG dilanjutkan. Rinciannya, 12,3 persen menyatakan sangat setuju dan 39,2 persen cukup setuju.

Sementara itu, 45,4 persen responden menyatakan tidak setuju dengan keberlanjutan program tersebut. Angka itu terdiri atas 29,6 persen yang kurang setuju dan 15,8 persen yang sangat tidak setuju.

Adapun 3,3 persen responden memilih tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.

Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia Ali Rif'an mengatakan, meski selisih dukungan dan penolakan tidak terlalu besar, hasil survei menunjukkan keberlanjutan MBG masih memperoleh dukungan lebih tinggi dari masyarakat.

“Kalau melihat hasil survei, mayoritas masyarakat masih menyatakan setuju apabila program Makan Bergizi Gratis dilanjutkan. Angkanya memang tidak terlalu jauh, tetapi dukungan publik masih berada di atas angka ketidaksetujuan,” kata Ali Rif'an, kemarin.

Menurut Ali, hasil tersebut memperlihatkan bahwa MBG masih dianggap relevan dengan kebutuhan masyarakat. Namun, tingginya angka masyarakat yang tidak mendukung juga menjadi perhatian bagi pemerintah.

Ia menilai pelaksanaan program perlu terus dievaluasi agar berbagai persoalan yang muncul dapat diperbaiki dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

“Di satu sisi ada dukungan mayoritas, tetapi di sisi lain angka yang tidak setuju juga cukup signifikan. Ini tentu menjadi catatan bahwa keberlanjutan program perlu dibarengi dengan evaluasi dan perbaikan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ali menambahkan, tingkat dukungan terhadap program pemerintah tidak hanya ditentukan oleh kebijakan untuk melanjutkannya, tetapi juga oleh kualitas implementasi di lapangan.

“Yang penting bukan hanya programnya dilanjutkan, tetapi bagaimana kualitas pelaksanaannya. Ketika masyarakat merasakan manfaat secara nyata, tentu dukungan terhadap program akan semakin kuat,” tutur Ali.

Pakar Kebijakan Publik Universitas Trisakti Prof. Trubus Rahardiansah turut hadir dalam agenda pemaparan hasil survei dan evaluasi program prioritas pemerintah tersebut.

Survei ASI merupakan bagian dari riset nasional bertajuk “Evaluasi Kinerja & Program Prioritas Pemerintahan Prabowo-Gibran”.

Pengumpulan data dilakukan pada 23–29 Juli 2026 di 38 provinsi melalui wawancara tatap muka. Survei melibatkan 1.200 responden yang dipilih menggunakan metode multistage random sampling.

Survei tersebut memiliki margin of error (MoE) sekitar ±2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu