Kapolres Kendal, AKBP Ratna Quratul Ainy, S.I.K., M.Si., menunjukkan aksi humanis yang nyata mewarnai kegiatan Aksi Damai Peternak Unggas yang digelar di Alun-Alun Kabupaten Kendal Jawa Tengah pada Senin (10/8/2026).
Mantan Kapolres Semarang itu tidak hanya bertugas memastikan kelancaran aksi damai, namun ada momen humanis yang ditunjukkan secara tak sengaja saat ia melihat seorang nenek penjual telur di sudut keramaian.
Ia merasa iba melihat orang tua yang tampak lesu karena dagangannya masih menumpuk belum terjual di antara kerumunan aksi damai.
Tanpa ragu sedikit pun, Ratna menghampiri sang nenek dan memborong seluruh telur dagangannya. Tidak berhenti sampai di situ, telur-telur yang telah diborongnya kemudian langsung dibagikan secara cuma-cuma kepada warga sekitar yang kebetulan belum berkesempatan mendapatkan pembagian ayam gratis dari rekan-rekan peserta aksi.
"Kami selalu berupaya mengedepankan pendekatan yang persuasif, karena tugas Polri bukan sekadar menjaga keamanan, melainkan hadir dan mengayomi dengan hati," tuturnya.
Menurutnya, hal itu menjadi bukti nyata bahwa tugas Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bukan sekadar menjaga ketertiban, tetapi juga hadir di tengah masyarakat dan mengayomi dengan sepenuh hati.
"Kehadiran Polri di sini adalah untuk memberikan pelayanan dan perlindungan bagi setiap warga negara yang ingin menyampaikan pendapat di muka umum," ujarnya.
Ia menegaskan, pendekatan humanis dari hati ke hati inilah yang terus dikedepankan oleh jajaran Polres Kendal, termasuk saat memberikan pelayanan bagi ribuan peternak unggas yang tergabung dalam Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) hari itu.
Di lain sisi, dirinya juga mengapresiasi para peternak unggas yang menyampaikan aspirasi dengan cara yang sangat tertib, aman, dan bahkan bernilai ibadah karena diisi dengan kegiatan berbagi kepada ribuan warga masyarakat.
"Alhamdulillah, berkat sinergitas semua pihak, kegiatan hari ini berjalan sangat lancar dan membawa berkah bagi kita semua," tutup AKBP Ratna.
Salah satu pedagang telur di pasar Kendal, Muyanah mengeluhkan fluktuasi harga.
"Harga telur sekarang di luar 29 ribu, kemarin ketika MBG libur harga telur turun 21 ribu, ini naik lagi," ungkapnya.
Ia mengaku bingung dengan fluktuasi tersebut lantaran protes dari para pelanggan.
"Kalau naik turun harga tidak jelas kan repot menjelaskan kepada mereka," keluhnya.
Sebagai informasi, aksi damai tersebut dikemas dalam bentuk kegiatan sosial berupa pembagian 15.000 ekor ayam hidup kepada masyarakat. Aksi damai tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda seperti Bupati Kendal Hj. Dyah Kartika Permanasari, S.E., M.M., beserta unsur pimpinan daerah lainnya.
Berkat pelayanan yang mengedepankan sisi humanis, seluruh rangkaian kegiatan yang dihadiri sekitar 5.000 warga itu berjalan dengan sangat kondusif. Mulai dari pelayanan pengawalan konvoi 75 armada pikap dari berbagai titik kumpul hingga pengaturan kerumunan di Alun-Alun.
Semuanya dapat tertangani tanpa hambatan berarti. Para peternak pun dapat menyuarakan aspirasinya terkait stabilitas harga pakan dan telur dengan tertib, yang langsung ditanggapi positif oleh Bupati Kendal untuk diteruskan kepada Pemerintah Pusat.
Kekecewaan Peternak Unggas
Koordinator Aksi, Suwardi menegaskan, aksi tersebut murni bentuk perjuangan damai dari 1.760 anggota KPUS Kendal yang meras kecewa terhadap kebijakan pemerintah sehingga harga telur merosot namun harga pakan ternak tetap mahal.
"Kami membagikan 15.000 ekor ayam hidup ini sebagai bentuk kekecewaan kami atas murahnya harga telur sementara harga pakan meroket," ungkapnya.
Ia menyebut ada lima tuntutan utama yang disuarakan oleh para peternak unggas, yaitu meminta penurunan harga pakan ayam, menaikkan harga telur serta memasukkannya ke dalam program bantuan pangan, dan penambahan kuota SPHP Jagung bagi peternak mikro, kecil, dan menengah.
Selain itu, mereka juga menuntut penegakan aturan Hak Budidaya Peternak Rakyat Mandiri sebesar 98 persen, serta adanya pembatasan izin budidaya baru berskala besar.
"Jika tidak ada respons dari pemerintah pusat, pada 10 September 2026 mendatang kami berencana melakukan aksi yang lebih besar ke Istana Jakarta," tegasnya. (*)