Machchhar tumbuh besar di Mumbai, India, tempat kedua orang tuanya masih bermukim.
Pada 2008, Machchhar bergabung dengan Mainland Air, sebuah sekolah penerbangan di Dunedin, Selandia Baru. Selang tiga tahun kemudian, dia bekerja untuk maskapai India SpiceJet sebagai pilot komersial.
Kemudian Machchhar pindah ke Dubai dan bergabung dengan maskapai Flydubai pada 2022 sebagai pilot berpengalaman. Philip Kean, CEO Mainland Air, mengatakan kepada BBC bahwa dirinya mengenang Machchhar sebagai sosok yang mampu tetap tenang dalam situasi krisis.

"Kami melatihnya untuk melakukan pendaratan darurat, bukan untuk menghadapi situasi seperti ini, yang sangat, sangat jarang terjadi," kata Kean. "Itu sudah lama sekali, tetapi yang saya ingat, dia adalah pekerja yang baik dan jujur."
Menurut profil LinkedIn-nya, Machchhar memiliki pengalaman terbang lebih dari 9.750 jam, termasuk lebih dari 6.400 jam sebagai pilot yang memegang kendali utama penerbangan.
Maskapai tempat Machchhar dulu pernah bekerja, SpiceJet, mengeluarkan pernyataan yang menyebutnya sebagai "pahlawan" yang telah menyelamatkan "tak terhitung banyaknya nyawa".
Seorang teman lama yang pernah bekerja bersamanya di SpiceJet, Kapten Dharav Gosalia, menyebut Machchhar sebagai sosok yang supel dan "sangat periang".
Machchhar, yang memiliki julukan "Smit Mac", adalah "pilot yang disiplin" dan telah menjalani pelatihan selama bertahun-tahun, kata Gosalia. Pelatihan itu termasuk dari para mantan pilot Angkatan Udara India yang kemudian beralih ke penerbangan komersial.
Pengalaman selama bertahun-tahun
Tahun lalu, Machchhar menceritakan bagaimana dia mulai menerbangkan pesawat dan pengalamannya sebagai pilot dalam siniar Bona-Fide Banter.
Menurutnya, dunia penerbangan "tidak pernah menjadi cita-cita masa kecilnya".
Ketika berusia sekitar 19 tahun, dia mengikuti pendidikan manajemen dengan rencana bekerja di bisnis keluarganya. Namun, dia kemudian mengikuti sebuah seminar penerbangan dan sejak saat itu "mulai terpikat" dengan dunia tersebut.
Machchhar juga mengatakan bahwa ketika mengenakan seragam pilot, dirinya bersikap "serius" dan "100% memikirkan pekerjaan". Namun, berbeda dengan ketika masih muda, kini dia lebih menghargai pentingnya keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi serta meluangkan waktu bersama keluarga.
"Berikan porsi yang sama pentingnya untuk kehidupan pribadi. Itu akan membantu Anda menjalani karier sebagai pilot lebih lama," sarannya.
Machchhar juga menceritakan berbagai tantangan yang pernah dihadapinya di udara, termasuk ketika seorang penumpang mengalami persalinan prematur dan awak pesawat bekerja sama untuk memastikan bayi tersebut lahir dengan selamat.
"Dalam dunia penerbangan, saya beruntung bisa berkembang bersama orang-orang yang membantu saya menjadi pilot seperti sekarang," katanya.
Dirinya mengatakan para pilot senior turut mengajarinya cara menghadapi situasi yang penuh tekanan.
Saat wawancara itu berlangsung, Machchhar mengatakan belum pernah ada pesawat yang diterbangkannya yang harus melakukan pendaratan darurat. Namun, dia pernah menghadapi keadaan darurat medis dan masalah kecil pada pesawat yang menyebabkan keterlambatan.
Menurutnya, keterlambatan "bukan masalah bagi saya. Selama Anda bisa keluar dari pesawat dengan selamat, itulah yang saya inginkan."
Media sosial di India dibanjiri pujian untuk Machchhar sejak identitasnya terungkap, dengan sejumlah warganet menyebutnya sebagai pahlawan. Cuplikan dari siniar tersebut juga menjadi viral.