Lingkar.co - Jurusan Manajemen Haji dan Umrah (MHU) merupakan salah satu program studi (Prodi) Strata-S1 di Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang mencatatkan sejarah sebagai perguruan tinggi pertama yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) internasional di Makkah dan Madinah (Haramain).
Kepala Jurusan (Kajur) MHU, Dr. H. Abdul Rozaq, MSi menuturkan, prodi ini fokus pada pengelolaan, penyelenggaraan, dan bimbingan ibadah haji serta umrah, mulai dari aspek administratif, operasional, manajerial hingga aspek keagamaan dan spiritual.
"KKN di Haramain ini insya Allah yang pertama kali di Indonesia untuk perguruan tinggi Islam negeri dan swasta," kata Rozaq saat ditemui, Kamis (11/6/2026).
Kalau hanya sekali, kata dia, mungkin saja pernah ada kampus atau perguruan tinggi yang melakukan hal itu. Demikian pula dengan KKN Internasional di Malaysia, Jepang, dan sebagainya.
"Untuk program ini insyaallah konsisten tiap tahun, apalagi saat ini kita, MHU juga sudah punya biro sendiri. Jadi insyaallah terus berlanjut," ujarnya.
Dijelaskan dia, kegiatan mahasiswa mencakup kampanye kebersihan di Jabal Khondamah, pengenalan permainan tradisional Indonesia di sekolah-sekolah lokal, peringatan HUT RI di KBRI, serta pendampingan jamaah umrah dari berbagai Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH)
Ia bilang, pada tahun 2025 lalu, sebanyak 22 mahasiswa yang terdiri dari 14 laki-laki dan 8 perempuan telah melakukan KKN Internasional di Haramain selama 36 hari. Sedangkan tahun 2026 ini sebanyak 28 mahasiswa yang terdiri dari 20 perempuan dan 8 laki-laki telah terdaftar dalam program tersebut.
Rais Majlis Ilmi di Pimpinan Cabang (PC) Jam'iyyatul Qurra' wal-Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Kota Semarang ini menegaskan para orang tua untuk tidak khawatir dengan kendala bahasa atau yang lain karena sudah ada pembimbing profesional selama di Makkah dan Madinah.
"Selain ada pembekalan di kampus, nanti selama di Tanah Suci, ada 2 dosen pembimbing lapangan dan saudara kita dari Indonesia yang menjadi santri dan mahasiswa. Mereka kan sudah mukim beberapa tahun dan berpengalaman sebagai muthawif (pembimbing atau leader umroh)," ujar kiai muda jebolan Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta.
Pengalaman Nyata dan Lulusan Profesional
Rozaq menegaskan, MHU FDK UIN Walisongo Semarang menawarkan mahasiswa untuk tidak sebatas memiliki pengetahuan. Namun lebih dari itu pengalaman yang nyata dan siap mencetak lulusan yang profesional di bidang manajemen haji dan umrah.
"Kita punya biro perjalanan sendiri dan tempat manasik sendiri, mahasiswa bisa memanfaatkan fasilitas ini dengan baik," tuturnya.
Ia menerangkan, mahasiswa bisa terlibat aktif dalam kegiatan manajemen biro perjalanan umroh, dan bisa terlibat dalam kegiatan penjualan atau marketing.
"Kalau mau praktek marketing di biro yang di kampus ini atau yang ada di luar juga kita persilahkan, dan kita berikan apresiasi dengan nilai lebih jika bisa menjual sebuah produk umroh maupun haji," urainya.
Menurut dia, dengan adanya inisiatif magang di sebuah biro perjalanan umroh akan memberikan pengalaman lebih dan mempercepat karir mahasiswa.
"Saat lulus sudah punya pengalaman yang nyata, bisa lanjut di biro haji dan umroh, atau bahkan mendirikan sendiri, jika mampu," ucapnya. (*)