Lingkar.co - Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengingatkan, agama Islam mengajarkan bahwa ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anak. Ia menekankan pentingnya pendidikan moral, dan pendidikan agama sebagai landasan dasar sebelum mengenal ajaran lain.
"Karena semuanya berawal dari rumah," kata Bupati Serang Ratu Zakiyah, sapaan akrab Rachmatuzakiyah, Selasa (9/6/2026).
Ia menjelaskan hal itu saat menghadiri Wisuda Angkatan XXVI Taman Pendidian Al Qur’an Lembaga Pembinaan dan Pengembangan TK Al-Qur'an Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia atau (LPTKA BKPRMI) Kabupaten Serang Tahun 2026 di Gedung Serba Guna Pondok Pesantren (Ponpes) Bai Mahdi Soleh Ma’mun Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten.
Ratu Zakiyah mencontohkan jika anak-anak di lembaga pendidikan sudah diberikan ilmu-ilmu tentang bagaimana ahlakul karimah, dan ajaran-ajaran syariat Islam. Akan tetapi, jika tidak ditindaklanjuti dan diimplementasikan di rumah, tidak saling sinergi, tidak mungkin peserta didik khususnya anak-anak menjadi pribadi yang diharapkan.
"Jadi, saya sampaikan tadi peran orang tua sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya di rumah adalah itu sangat penting,"tegasnya.
Sejalan dengan hal itu, ia mengajak agar semua berkolaborasi karena mempunyai peran masing-masing, maka harus bersinergi. Sehingga, anak-anak bisa menjadi apa yang diharapkan menjadi generasi anak-anak yang Qur’ani, dan mencetak generasi yang luar biasa serta mempunyai moral dan ahlakul karimah yang baik.
"Insya Allah kita bisa mencetaknya dan wujudkan jika semuanya berkolaborasi. Tapi kalau semuanya diberikan saja kepada tenaga pendidik, tapi di rumah orang tua cuek saja, itu tidak akan bisa mencetak generasi yang kita inginkan. Oleh karena itu, semuanya harus berperan," paparnya.
Disisi lain peran orang tua dalam memantau segala aktivitas anak-anak juga sangat penting, terlebih kata Ratu Zakiyah, jika sering melihat media sosial. Menurutnya, tantangan zaman yang begitu kompleks, dan keterbukaan informasi di berbagai platform media sosial yang begitu masif merupakan sebuah perkembangan yang harus diwaspadai
"Namun saya meyakini jika anak-anak sudah dibentengi, sudah diberi pondasi moral yang cukup kuat anak-anak bisa memfilter segala sesuatu yang berdampak negatif," tandasnya.
Turut hadir pada kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindkbud) Kabupaten Serang, Aber Nurhadi didampingi Kepala Bidang (Kabid) SMP, Dedi Mawardi, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Serang KH Muhammad Robi Ulfi Zaini Thohir, dan Ketua LPTKA BKPRMI Kabupaten Serang, Sukri.
Sementara, Ketua LPTKA BKPRMI Kabupaten Serang, Sukri mengatakan untuk jumlah siswa siswi yang di wisuda saat ini sebanyak 223 orang.
"Untuk anak murid rata-rata terbanyak dari Kecamatan Kramatwatu, Anyar, Kragilan dan Kecamatan Ciruas,"ujarnya.
Sukri mendukung penuh saran yang disampaikan Bupati Serang Ratu Zakiyah. "Itu saran yang lebih bagus untuk kami di LPTKA BKPRMI Kabupaten Serang, kami akan menindaklanjutinya agar semua berperan baok di lembaga pendidikan maupun para orang tua," tuturnya. (*)