Lingkar.co - Tesia Aisyaheta merupakan salah satu dari jutaan jemaah haji yang spesial pada musim haji 1447 Hijriah/2026. Dara berusia 13 tahun ini punya prestasi mentereng, bercita-cita menjadi seorang dokter spesialis. Saat ini, ia mendapat kesempatan istimewa menunaikan ibadah haji bersama keluarga besarnya.
Ayuk Tesia berangkat bersama enam anggota keluarga, termasuk sang nenek tercinta yang turut mendampinginya dalam perjalanan spiritual menuju Tanah Suci. Di usia yang masih sangat muda, Tesia menunjukkan semangat dan ketangguhan mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji.
Ayuk Tesia bersyukur, atas ridla Allah SWT, dirinya mampu menyelesaikan rangkaian haji tamattu’, dimulai dengan pelaksanaan umrah, kemudian mengikuti perjalanan haji sebagaimana tuntunan Rasulullah, yakni; 8 Dzulhijjah 1447 H berangkat menuju Mina untuk melaksanakan tarwiyah.
Pada tanggal 9 Dzulhijjah ia melaksanakan wukuf di Arafah sebagai puncak ibadah haji, bermalam (mabit) di Muzdalifah hingga Subuh, melaksanakan lontar jumrah dan mabit di Mina hingga 13 Dzulhijjah, dan menyempurnakan ibadah dengan thawaf ifadhah dan sa’i serta menutup dengan tahallul.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah yang menyempurnakan rukun Islam yang kelima, Tesia melanjutkan perjalanan menuju Kota Madinah untuk berziarah dan memperbanyak ibadah.
Dari tempat yang dahulu kala bernama Yatsrib, Tesia berbagi kisah inspiratif untuk umat Islam di seluruh dunia, khususnya Indonesia. Ia bersyukur karena dinyatakan istitaah (mampu) menjalankan ibadah haji dan kini benar-benar telah menyelesaikannya.
Ia mengatakan, tidak ada pahala lain bagi haji yang mabrur kecuali surga Allah. Ia berharap, kegigihannya beribadah secara fisik dan mental selama di tanah suci mendapatkan predikat sebagai haji mabrur.
“Harapannya semoga kami mendapatkan haji yang mabrur, karena haji mabrur harus terkoneksi dengan kebaikan dan memberikan manfaat setelah kembali ke tanah air,” tuturnya, Rabu (10/6/2026)
Mengingat haji sebagai penyempurna rukun Islam, Tesia juga melangitkan doa agar keluarga, sahabat, dan teman-temannya diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk dapat berangkat haji sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan kecintaan mengikuti sunnah Rasulullah.
Sekilas tentang Tesia Aisyaheta
Lahir di Palembang, 4 April 2013, Tesia saat ini menempuh pendidikan kelas 7 di SMP IT Royal Islamic School. Selain tekun belajar, Tesia memiliki hobi menggambar dan menyimpan cita-cita mulia untuk menjadi dokter spesialis agar kelak dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Prestasi:
- Bronze Medal Asian Science, Maths, and English Olympiad pada Olimpiade Bahasa Inggris di Bali tahun 2025.
- Juara 2 Olimpiade Bahasa Inggris FABI 15 Se-Sumatra Selatan bulan Mei 2026 dan akan melanjutkan perjuangan ke tingkat nasional di Kota Malang pada Juli 2026.
Dukungan keluarga, khususnya dari sang ibu dr. Hj. Ertikawina, menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan, prestasi, dan spiritual Tesia.
Kisah Tesia menjadi pengingat bahwa panggilan haji adalah rahasia Allah. Ada banyak sekali kehendak Allah untuk menjadi jalan orang berhaji, dan haji mabrur adalah awal perjalanan untuk terus menebarkan kebaikan. (*)