Lingkar.co - Unit Pengumpul Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZISNU) Ranting Desa Tanggungharjo Grobogan hanya butuh lima bulan untuk berhasil menggalang dana senilai Rp100 juta dari masyarakat desa melalui program Koin NU.
Ketua UPZISNU desa Tanggungharjo Kecamatan Tanggungharjo Kabupaten Grobogan Faisol Dziyaul Haq mengatakan dana sebesar itu ditasarufkan untuk membiayai berbagai kegiatan NU ranting Tanggungharjo.
"Kegiatan- kegiatan itu diantaranya kegiatan santunan yatim piatu, santuan dluafa, santunan kematian warga, subsidi khitan, subsidi berobat melalui kartu sehat dan pembiayaan berbagai kegiatan organisasi," kata Faisol, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, mobilisasi dana masyarakat melalui gerakan koin NU yang dikelola UPZISNU dalam lima bulan terakhir mengalami pertumbuhan yang pesat, pada bulan januari terkumpul Rp11,1 juta,bulan berikurnya, februari tumbuh mencakai sebesar Rp 17,7 juta.
Memasuki bulan ketiga hingga kelima, lanjutnya, menembus angka diatas 20 juta, runciannya bulan Maret Rp 22,8 juta, April Rp22,9 juta dan Mei sebesar Rp25,4 juta. Diharapkan perolehan koin NU bulan Juni hingga selanjutnya akan meningkat terus.
Dia menambahkan, perolehan koin NU Ranting Tanggungharjo dari waktu ke waktu yang terus bertumbuh itu menunjukkan bahwa kepercayaan dan partisipasi masyarakat dalam berjam'iyyah NU terus meningkat.
Di mata nahdliyin Tanggungharjo, Koin NU bukan sekadar program untuk menggalang dana saja, tetapi lebih dari itu, yakni sebagai sebuah gerakan membangun kepedulian sosial, sehingha masyarakat semakin percaya kepada NU, karena mereka dapat melihat langsung manfaat yang dirasakan oleh warga.
"Yang membuat Gerakan Koin NU Ranting Tanggungharjo semakin istimewa adalah komitmen kuat dalam pentasharufan dana. Seluruh dana yang terkumpul tidak disimpan atau diendapkan, melainkan disalurkan kembali kepada masyarakat melalui berbagai program kemaslahatan umat," tuturnya.