Petani di Pati Mengeluh Harga Buah Manggis Anjlok

Buah manggis siap dijual. Foto: Istimewa
Buah manggis siap dijual. Foto: Istimewa
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Para petani buah manggis di Kabupaten Pati mengeluhkan harga buah manggis yang anjlok. Pada Minggu (21/1/2024), harga manggis masih Rp 14 ribu per kilogram, namun pada Senin (22/1/2024), harganya turun menjadi Rp 5 ribu per kilogram.

Jupri (49), petani manggis asal Desa Tajungsari, Kecamatan Tlogowungu mengungkapkan bahwa anjloknya harga diduga disebabkan maraknya impor manggis dari Thailand. Pada saat yang sama, katanya, sebagian manggis yang dihasilkan petani kualitasnya berkurang karena cuaca.

Ia menyebutkan harga manggis biasanya paling rendah hanya sampai Rp 7 ribu per kilogram. Namun, kini harganya turun drastis hingga Rp 5 ribu per kilogram.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Hari Minggu kemarin harganya masih dikisaran Rp 14 ribu. Namun, saat hari Senin sore harganya turun menjadi Rp 5 ribu," ungkapnya saat dikonfirmasi, Selasa (23/1/2024).

Jefri (27), petani manggis di Desa Sampok, Kecamatan Gunungwungkal mengatakan harga manggis setiap harinya bisa berubah-ubah. Bahkan, harga di setiap desa bisa berbeda-beda.

"Saya juga bingung terkait harga manggis. Di sini pada hari Minggu harganya Rp 12 ribu. Sedangkan di desa lain harganya bisa sampai Rp 16 ribu. Padahal kualitasnya sama," ujarnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Menurutnya, buah manggis tak bisa disimpan lama. Sehingga, mau tidak mau petani tetap menjual hasil panennya.

"Kemarin saya terpaksa menjual manggis dengan harga segitu. Karena manggis yang diambil sudah pada matang sehingga tidak bisa disimpan lama," katanya. (*)

Penulis: Miftahus Salam

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280
ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu