Ratusan Massa AMPB Geruduk Mapolresta Pati, Desak Evaluasi Kapolresta

Screenshot_2026-05-13-20-09-57-64_99c04817c0de5652397fc8b56c3b3817
Ratusan massa yang tergabung dalam AMPB menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolresta Pati, Rabu (13/5/2026). Foto: Miftah/Lingkar.co
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolresta Pati, Rabu (13/5/2026). Massa mendesak evaluasi terhadap kinerja Kapolresta Pati, Kombes Pol. Jaka Wahyudi, serta meminta sejumlah kasus kriminal di Kabupaten Pati diusut tuntas.

Dalam aksi tersebut, massa membawa berbagai poster dan spanduk tuntutan. Mereka juga melakukan orasi secara bergantian di depan gerbang Mapolresta Pati.

Salah satu perwakilan AMPB, Fajar Fajrullah, mengatakan tuntutan utama massa adalah perbaikan kinerja Kapolresta Pati. Bahkan, jika ditemukan indikasi pelanggaran serius, massa meminta Kapolresta dicopot dari jabatannya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Kalau memang ada indikasi yang sangat memberatkan, kalau bisa copot Kapolres Jaka dari Kabupaten Pati. Karena masyarakat Pati tidak ingin ada Kapolres yang dianggap tidak bisa menegakkan keadilan,” ujar Fajar.

Menurutnya, masyarakat berharap siapapun pimpinan Polresta Pati nantinya dapat menjalankan penegakan hukum secara adil dan transparan.

Selain itu, AMPB juga mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas sejumlah kasus pembunuhan yang dinilai belum sepenuhnya terungkap. Salah satunya kasus pembunuhan di Sukolilo pada 2024.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Fajar menyebut, dalam kasus tersebut sudah ada dua orang yang diamankan, namun diduga pelaku utama belum ditangkap hingga kini.

“Pelaku utamanya disebut sudah terungkap saat rekonstruksi kejadian tahun 2024, tetapi sampai 2026 masih belum tertangkap,” katanya.

Massa juga menyinggung kasus pembunuhan di Desa Talun, Kecamatan Kayen, yang menurut mereka masih menyisakan dugaan adanya pelaku lain yang belum diamankan.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Tak hanya itu, dalam aksinya AMPB turut menyoroti dugaan keterlibatan oknum anggota kepolisian dalam persoalan pengambilalihan lahan di wilayah Tambahmulyo, Kecamatan Jakenan, hingga dugaan keterlibatan dalam aktivitas pertambangan di Sukolilo.

Fajar juga menyinggung kasus dugaan pencabulan yang menyeret seorang oknum pengasuh pondok pesantren di Pati. Ia meminta aparat memberikan hukuman berat kepada pelaku dan membuka ruang bagi para korban lain untuk berani melapor.

“Masyarakat berharap penegakan hukum benar-benar berjalan. Jangan sampai ada korban yang tidak mendapatkan keadilan,” tegasnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Ia mengajak para korban dugaan pencabulan untuk berani berbicara dan mendukung proses hukum yang sedang berjalan. (*)

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu