Iklan

BPBD Kota Padang Gencarkan Kampanye Siaga Bencana

Inti berita

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang secara masif menggencarkan kampanye siaga bencana di sejumlah satuan pendidikan di Kota Padang pada Rabu (15/7/2026).

BPBD Kota Padang Gencarkan Kampanye Siaga Bencana
BPBD Kota Padang saat melakukan sosialisasi dan edukasi kebencanaan dalam kegiatan MPLS di salah satuan pendidikan. Foto: dokumentasi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang secara masif menggencarkan kampanye siaga bencana di sejumlah satuan pendidikan di Kota Padang pada Rabu (15/7/2026).

Praktiknya, BPBD melakukan sosialisasi dan edukasi kebencanaan bagi peserta didik baru dalam agenda Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun 2026/2027.

Langkah proaktif ini diambil sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kota Padang dalam membentuk generasi muda yang tangguh, tanggap, dan memiliki kesiapsiagaan tinggi terhadap potensi bencana alam.

Rangkaian edukasi kebencanaan ini menyasar sejumlah sekolah menengah, di antaranya SMK Negeri 3 Padang yang diikuti oleh 425 siswa-siswi baru selama hari pertama dan kedua MPLS.

Kemudian SMP Negeri 18 Padang dengan sosialisasi intensif pada pembukaan masa pengenalan sekolah. Serta SMP Negeri 38 Padang dengan edukasi berbasis mitigasi dan pengenalan risiko bencana lokal.

Para peserta didik baru dibekali secara komprehensif mengenai pemetaan potensi bencana di wilayah Kota Padang, manajemen risiko, upaya mitigasi struktural dan non-struktural, hingga simulasi penyelamatan diri (self-evacuation) saat situasi darurat.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menegaskan bahwa agenda ini merupakan program prioritas instansi dalam memperluas cakupan edukasi publik. Untuk memastikan materi tersampaikan secara optimal, BPBD menerjunkan langsung unsur pimpinan hingga personel lapangan.

"Sekretaris, Kepala Bidang, serta seluruh personel jajaran BPBD Kota Padang turun langsung memberikan edukasi kebencanaan pada kegiatan MPLS di tingkat SMP dan SMA sederajat. Kami berkomitmen menanamkan pengetahuan dan kesiapsiagaan ini sejak dini. Tujuannya agar para pelajar memahami secara runut langkah-langkah proteksi diri dan lingkungan saat menghadapi situasi bencana," ujarnya.

Ia melanjutkan, pokok bahasan yang disampaikan tim rujukan BPBD Kota Padang meliputi Identifikasi Ancaman yakni tentang pengenalan karakteristik potensi bencana lokal (gempa bumi, tsunami, banjir, dan cuaca ekstrem). 

Kemudian Budaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) atau internalisasi perilaku siaga di lingkungan sekolah dan keluarga. Serta Simulasi dan Praktik Evakuasi: atau pengenalan jalur evakuasi, titik kumpul (assembly point), serta tata cara perlindungan diri saat gempa dan ancaman bencana lainnya.

Melalui edukasi terstruktur ini, BPBD Kota Padang berharap para siswa baru tidak hanya menjadi objek penyelamatan, melainkan mampu bertindak sebagai subjek atau agen perubahan (agent of change) yang peduli terhadap keselamatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitarnya.

Dengan terbentuknya budaya sadar bencana di lingkungan sekolah, Kota Padang optimis dapat mewujudkan visi sebagai kota yang tangguh dan siap menghadapi berbagai tantangan alam di masa depan. (*)

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu