Persaingan memperebutkan Super Tiket dalam Audisi Umum PB Djarum Kudus 2026 semakin mengerucut. Memasuki hari keempat Tahap Turnamen di GOR Djarum, Jati, Kudus, Sabtu (12/9), para peserta tidak hanya dituntut meraih kemenangan, tetapi juga menunjukkan semangat dan daya juang di atas lapangan.
Super Tiket tidak hanya diberikan melalui jalur kemenangan. Tim Pencari Bakat PB Djarum juga memiliki kesempatan memberikan Super Tiket kepada peserta yang gagal melaju, tetapi dinilai memiliki potensi untuk berkembang menjadi atlet berkualitas di masa mendatang.
Legenda bulutangkis PB Djarum sekaligus anggota Tim Pencari Bakat, Hastomo Arbi, mengatakan penilaian dilakukan secara menyeluruh. Selama empat hari mengamati pertandingan dari tepi lapangan, ia telah mengantongi sejumlah nama peserta putra yang dinilai memiliki potensi.
“Saya mengantongi beberapa nama karena saya lihat skill mereka itu bagus sekali. Dari cara bertandingnya ada yang berbeda dari pemain lain dan juga dari postur tubuh. Tapi penilaian yang terpenting ialah bagaimana kita bisa memproyeksikan apakah mereka bisa diasah dan menjadi atlet berkualitas di masa mendatang,” ucap kakak Hariyanto Arbi ini.
Daya Juang Peserta Jadi Perhatian Tim Pencari Bakat
Penilaian serupa juga dilakukan di sektor putri. Anggota Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026, Maria Kristin Yulianti, mengakui telah mengantongi sejumlah nama yang berpeluang mendapatkan Super Tiket pilihan Tim Pencari Bakat.
Menurut peraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008 tersebut, semangat juang menjadi salah satu aspek yang diperhatikan. Peserta yang mampu menunjukkan kerja keras dan pantang menyerah tetap berpeluang mendapatkan Super Tiket meski langkahnya terhenti di babak turnamen.
“Biasanya, kandidat peraih Super Tiket pilihan Tim Pencari Bakat ini berasal dari peserta yang gugur di babak turnamen di 32 besar. Kami melihat kerja keras dan daya juang mereka di lapangan, jadi tidak hanya hasil akhir semata. Dan dari pengamatan kami, ada beberapa yang mainnya ngoyo dan terlihat tidak mau kalah. Artinya mereka memiliki spirit yang tinggi untuk menang, ini yang juga bisa menjadi kandidat peraih Super Tiket,” tuturnya.
Salah satu peserta yang menunjukkan semangat bertanding tinggi adalah atlet KU-11 putra asal Palembang, Jethro Alexander Kemas. Pada pertandingan Sabtu (12/9), Jethro berhasil meraih kemenangan dan melangkah ke babak berikutnya.
Audisi Umum PB Djarum tahun ini menjadi keikutsertaan ketiganya. Jethro pertama kali mengikuti audisi pada 2024 dan langsung tersingkir di pertandingan pertama. Sementara pada tahun lalu, ia sempat masuk tahap karantina sebelum gagal melanjutkan proses karena kondisi kesehatan yang kurang maksimal.
Kemenangan kali ini terasa lebih istimewa bagi Jethro karena lawan yang dikalahkannya merupakan pemain yang pernah menyingkirkannya pada Audisi Umum PB Djarum tahun lalu.
“Saya sudah tiga kali ikut Audisi Umum PB Djarum. Waktu pertama kali ikut saya langsung kalah di pertandingan pertama. Tahun lalu sempat masuk karantina tetapi akhirnya gagal lolos karena waktu itu saya sakit jadi kondisinya agak kurang maksimal. Hari ini saya berhasil menang melawan pemain yang ngalahin saya di audisi tahun lalu, senang banget. Saya mau masuk PB Djarum supaya bisa menjadi pemain hebat. Terus juga bisa bikin bangga orang tua yang sudah banyak berkorban untuk saya latihan bulutangkis. Semoga tahun ini bisa dapat Super Tiket lagi dan kalau bisa lolos masuk PB Djarum,” ucap Jethro.
Semangat serupa ditunjukkan Syarifah Adshila Nugroho. Peserta KU-12 putri asal PB Champion Reborn Yogyakarta itu harus bermain tiga gim sebelum mengalahkan Riezqy Magisthira Nasruddin dari PB Champion Klaten pada babak 32 besar dengan skor 12-21, 21-17, dan 21-10.
Bagi Syarifah, Audisi Umum PB Djarum 2026 menjadi kesempatan untuk memperbaiki kegagalannya tahun lalu. Saat itu, langkahnya terhenti di tahap karantina karena dinilai kurang menunjukkan semangat saat bertanding.
“Tapi waktu itu gak berhasil masuk PB Djarum karena tim pelatihnya merasa aku tampil kurang semangat. Jadi sekarang aku mencoba lebih siap di atas lapangan, secara fisik juga harus ditingkatkan. Selain itu juga harus tetap bisa mengontrol diri dan lebih percaya diri. Semoga bisa mendapatkan Super Tiket lagi untuk tahun ini. Apalagi sekarang aku ke sini tanpa ditemani orang tua. Jadi lebih terpacu untuk membuktikan diri kalau aku bisa memperbaiki apa yang kurang tahun lalu. Jadi aku akan memaksimalkan di audisi kali ini,” kata Shila.
Tahap Turnamen Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus akan memasuki hari terakhir pada Minggu (13/9). Pada hari tersebut, peserta yang berhak mendapatkan Super Tiket dan melanjutkan perjuangan ke tahap karantina akan diumumkan.
Untuk jalur kemenangan, peserta putra wajib menembus babak semifinal untuk mengamankan Super Tiket. Sementara peserta putri harus mencapai babak final.
Namun, peluang tetap terbuka bagi peserta yang gagal mencapai batas tersebut. Tim Pencari Bakat dapat memberikan Super Tiket kepada peserta yang dinilai memiliki potensi menjanjikan untuk dikembangkan lebih lanjut.
Peserta yang mendapatkan Super Tiket selanjutnya akan menjalani tahap karantina selama empat pekan di asrama PB Djarum. Dalam tahap ini, mereka akan menjalani penilaian dari berbagai aspek, mulai dari fisik, kedisiplinan, kemampuan teknis, hingga perilaku sehari-hari di luar lapangan sebelum ditentukan sebagai atlet binaan PB Djarum.