Klarifikasi Achmad Hidayat
Achmad Hidayat buka suara setelah DPP PDI Perjuangan memutuskan memecat dirinya dari keanggotaan partai setelah dirinya berkunjung ke kediaman Jokowi di Solo.
Alih-alih memberikan perlawanan, Achmad menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang pernah diberikan untuk berkontribusi dalam perjalanan politik bersama PDI Perjuangan.
Achmad mengakui kontribusinya terhadap partai tidak besar. Namun, dirinya merasa pernah terlibat dalam sejumlah agenda pemenangan PDI Perjuangan di Surabaya, termasuk pada Pemilu 2024.

Salah satu kontribusi yang disebutnya adalah membantu mempertahankan kepemimpinan PDI Perjuangan di DPRD Kota Surabaya setelah Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024.
“Terima kasih DPP PDI Perjuangan sudah diberikan kesempatan berpartisipasi walaupun kecil terhadap perjalanan pemenangan partai pada Pileg 2024, mempertahankan kepemimpinan Ketua DPRD di Kota Surabaya,” kata Achmad melansir, Senin (14/9/2026).
Tak hanya pada Pileg 2024, Achmad juga mengklaim dirinya ikut terlibat dalam pemenangan pasangan Eri Cahyadi-Armuji pada Pilkada Surabaya dua periode. Dia juga menyebut turut berkontribusi dalam pemenangan pasangan Tri Rismaharini-Gus Hans pada Pilgub Jawa Timur di wilayah Kota Surabaya.
“Turut serta menggalang kemenangan Pilkada Eri-Armuji dua periode dan Pilgub Jatim Risma-Gus Hans di Kota Surabaya menang tebal berkat kerja kader, simpatisan, anak ranting, ranting dan PAC,” ujarnya.
Achmad menanggapi salah satu hal yang disebut dalam surat keputusan (SK) pemecatannya mengenai kunjungannya ke kediaman mantan Presiden RI ke-7 Joko Widodo. Menurutnya, pertemuan tersebut hanya sebatas bersalaman dan berfoto.
Dirinya kemudian membandingkan hal tersebut dengan sejumlah kader atau tokoh yang disebutnya memperoleh posisi setelah berada di lingkaran kekuasaan, namun dirinya tidak.
“Saya tidak pernah dapat jabatan menteri, tidak pernah dapat jabatan duta besar, tidak pernah dapat jabatan komisaris, hanya salaman dan foto aja kok sudah ramai,” ucapnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Achmad setelah dirinya menerima keputusan DPP PDI Perjuangan mengenai pemberhentiannya dari keanggotaan partai.