Becak listrik sebagai wujud kepedulian
Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional membagikan 260 unit becak listrik secara gratis kepada para pengayuh becak lansia di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Wakil Ketua Umum Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, Nanik S Deyang menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian Presiden Prabowo Subianto terhadap kesejahteraan masyarakat kecil, khususnya para pengayuh becak yang sudah berusia lanjut.
Nanik menceritakan, gagasan pembuatan becak listrik ini berawal dari keprihatinan Prabowo yang tidak tega melihat para pengayuh becak berusia tua harus terus mengayuh kendaraan di jalanan.

Prabowo prihatin karena mereka harus menyewa becak tanpa merasakan hasil lebih karena penghasilan dipotong biaya sewa. Bahkan, Prabowo mendesain sendiri prototipe becak listrik tersebut sebelum diproduksi.
"Beliau menggambar sendiri becak listriknya. Memanggillah waktu itu Pak Bobby yang sekarang Dirut KAI, dulu Dirut Len, dipanggil di Kertanegara waktu itu Beliau masih Menhan. 'Bisa enggak membuatkan becak listrik?' Sampai dibayar di depan becaknya," ujar Nanik di Kabupaten Bandung, Senin (14/9/2026).
Menurut Nanik, perhatian Prabowo terhadap para pengayuh becak sudah berlangsung jauh sebelum menjabat sebagai Presiden yaitu sejak masih menjadi menhan.
Program pembagian becak listrik ini pertama kali diluncurkan pada masa kampanye 2023-2024 dengan menyasar 400 pengayuh becak di Madiun, Jawa Timur.
Nanik menegaskan bahwa becak listrik seharga puluhan juta rupiah ini diberikan sebagai aset pribadi agar para pengayuh becak memiliki modal usaha mandiri di hari tua dan tidak perlu lagi memikirkan biaya sewa.
Oleh karena itu, penerima bantuan dilarang keras untuk menjual atau memindahtangankan becak tersebut dan harus diterima langsug oleh yang berhak menerimanya.
"Ingat ada perjanjian di atas materai, tidak boleh dipindahtangankan. Bapak mimpi apa semalam coba? Ini becak gratis dikasihkan. Gratis dari Presiden Prabowo. Seumur hidup tukang becak itu enggak punya aset, ya sudah mereka biar senang di hari tuanya punya kekayaan," kata Nanik.
Guna mengoptimalkan pemanfaatan becak listrik di Kabupaten Bandung, Nanik mendorong pemerintah daerah untuk mengintegrasikan moda transportasi ini ke dalam sektor pariwisata lokal, seperti yang telah diterapkan di Blitar dan Solo.
Dirinya juga menyarankan adanya regulasi pembagian wilayah operasional antara becak listrik dan transportasi daring.
Tahun ini, pemerintah menargetkan penyaluran hingga 70.000 unit becak listrik secara bertahap di seluruh Indonesia dengan total ang garan mencapai Rp 1,6 triliun.