Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah mulai memanaskan persiapan menuju Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XV 2027 di Lampung. Tim Bridge PWI Jateng resmi diluncurkan dengan target membawa pulang medali emas.
Launching Tim Bridge PWI Jateng digelar di Ceqiu Pool & Cafe Semarang, Kamis (27/8/2026). Dalam agenda tersebut, Linggarjati kembali dipercaya menjadi Manajer Tim Bridge PWI Jateng.
Linggarjati bukan sosok baru bagi tim bridge PWI Jateng. Sebelumnya, ia sukses mengawal tim tersebut hingga meraih medali perak pada Porwanas 2024 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Peluncuran tim dihadiri Ketua PWI Jateng Setiawan Hendra Kelana, pelatih bridge Kusumo Hararyo, GM Ceqiu Pool & Cafe Untung PN, Ketua Siwo PWI Wisnu Aji bersama jajaran pengurus harian Siwo PWI Jateng, Koordinator Tim Bridge Saptono JS, serta para atlet.
Mereka yakni Bakti Yudatama, Insetyonoto, Ananto Pradono, dan Ilmawan.
Launching ditandai dengan penyerahan cenderamata dari Ketua PWI Jateng kepada Manajer Tim Linggarjati. Setelah itu, jersey tim diserahkan Linggarjati kepada Koordinator Bridge Saptono JS dan para atlet.
Jersey Kuning Jadi Simbol Target Medali Emas
Linggarjati menilai persaingan pada Porwanas XV 2027 di Lampung akan berlangsung ketat. Setiap provinsi diperkirakan mempersiapkan atlet terbaik untuk bersaing dalam ajang olahraga wartawan nasional tersebut.
Karena itu, ia meminta para atlet PWI Jateng tidak mengendurkan latihan dan tidak cepat berpuas diri dengan pencapaian sebelumnya.
Target tinggi tersebut bahkan tercermin dari pemilihan warna jersey tim. Warna kuning dipilih sebagai simbol ambisi mengejar medali emas.
"Kenapa kami memilih jersey warna kuning, itu artinya gold. Emas kan warnanya kuning. Jadi tim bridge menguber medali emas di Porwanas 2027," ujar Linggarjati.
Ia mengakui keterbatasan personel menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi tim Bridge PWI Jateng. Kondisi serupa pernah terjadi saat Porwanas 2024 di Banjarmasin, ketika tim Jateng hanya diperkuat empat pemain tanpa cadangan.
Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak menghalangi tim untuk meraih medali perak.
Menghadapi Porwanas 2027, Linggarjati optimistis semangat *nothing to lose* dapat menjadi modal tambahan bagi para atlet untuk tampil maksimal.
"Spirit kami nothing to lose. Kami ingin bridge tetap moncer, makin berkembang karena bukan judi, dan tim Jateng mampu meraih emas Porwanas tahun depan," tambah Linggar, sapaan akrabnya.
Untuk meningkatkan motivasi atlet, Linggarjati juga menyiapkan apresiasi khusus bagi tim apabila berhasil membawa pulang medali.
Bonus yang disiapkan berupa perjalanan wisata bersama keluarga. Bahkan, khusus peraih medali emas, ia menjanjikan bonus perjalanan wisata ke luar negeri.
PWI Jateng Bidik Puncak Prestasi di Lampung
Ketua PWI Jateng Setiawan Hendra Kelana mengapresiasi kesediaan Linggarjati kembali memimpin Tim Bridge PWI Jateng.
Menurutnya, kekompakan, kesolidan dan kedisiplinan latihan menjadi modal penting untuk meningkatkan prestasi tim pada Porwanas mendatang.
"Pencapaian bridge PWI Jateng mengalami progres bagus. Jika pada Porwanas 2016 di Jabar dan 2022 di Jatim kita belum mampu berbicara banyak namun di Porwanas 2024 Kalsel kita sukses naik podium kedua dengan perak, semoga di Lampung kita menggebrak dengan meraih emas," tegas pria yang akrab disapa Iwan tersebut.
Perjalanan prestasi tersebut menjadi salah satu pijakan bagi PWI Jateng untuk memasang target lebih tinggi pada Porwanas XV 2027.
Setelah sebelumnya meraih medali perak di Banjarmasin, tim bridge PWI Jateng kini membidik podium tertinggi di Lampung.
Iwan juga menyampaikan terima kasih kepada manajemen Ceqiu Pool & Cafe atas dukungan yang diberikan untuk kelancaran acara peluncuran Tim Bridge PWI Jateng.
Dengan persiapan yang mulai digenjot, target emas kini menjadi sasaran utama tim Bridge PWI Jateng dalam menghadapi Porwanas XV 2027. ***