Tokoh NU Paling Potensial untuk Pilpres 2024: Muhaimin Iskandar, Mahfud MD dan Khofifah Indar Parawansa

Inti berita

Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), merilis hasil survei tingkat elektabilitas tokoh Nahdlatul Ulama (NU) untuk Pilpres 2024

Cak imin mahfud md dan khofifah
Kolase Foto Muhaimin Iskandar, Mahfud MD, dan Khofifah Indar Parawansa. Istimewa
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co – Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), merilis hasil survei tingkat elektabilitas tokoh Nahdlatul Ulama (NU) untuk Pilpres 2024.

Hasilnya, ada tiga tokoh NU yang paling potensial untuk maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Mereka adalah Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, Menko Polhukam Mahfud MD, dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Hal tersebut terungkap dalam Bedah Politik bersama Saiful Mujani, episode ‘Kekuatan Elektoral Nahdlatul Ulama’, yang disiarkan kanal YouTube SMRC TV.
Dalam program yang tayang, Kamis (16/2/2023),

Pendiri SMRC, Saiful Mujani, menjelaskan beberapa temuan dari hasil survei.
Dia mengatakan, ada kecendrungan calon presiden dari partai-partai nasionalis mengambil wakil dari kelompok Islam, terutama NU.

“Dalam pengalaman beberapa kali pemilu sejak 1999, ada kecenderungan calon presiden dari partai-partai nasionalis mengambil wakil dari kelompok Islam, terutama NU,” jelasnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Dengan demikian kata Saiful, survei SMRC pada Desember 2022 mengukur tingkat elektabilitas beberapa tokoh NU.

Pertama adalah Muhaimin Iskandar, yang merupakan ketua partai dengan basis massa NU, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Nama Mahfud MD, menurut Saiful, juga penting dimasukkan karena merupakan menteri senior pada Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Mahfud, juga memiliki karier politik yang cukup panjang dan pernah aktif di PKB pada masa Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

“Sementara Khofifah, selain sebagai Gubernur Jawa Timur, juga aktif di PKB zaman Gus Dur,” ucap Saiful.

Lebih jauh ia menjelaskan, bahwa partai politik juga sering mempertimbangkan tokoh NU yang bukan orang partai, tapi senior, kharismatik, dan berpengaruh.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Berdasarkan hal itu, dalam survei SMRC, juga memasukkan nama mantan Ketua Umum PBNU, Said Aqil Sirodj dan Ketua PBNU, Yahya Cholil Staquf.

Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), merilis hasil survei tingkat elektabilitas tokoh Nahdlatul Ulama (NU) untuk Pilpres 2024
Tangkap Layar Hasil Survey Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden.

Hasil Survei SMRC

Survei SMRC menunjukkan bahwa di antara tokoh-tokoh utama NU saat ini, Muhaimin Iskandar, mendapatkan dukungan sebesar 18,2 persen.
Kemudian, Mahfud MD sebesar 18 persen, Khofifah Indar Parawansa, sebesar 15,4 persen.

Semenara, Said Aqil Sirodj, hanya 2,9 persen, disusul Yahya Cholil Staquf, sebanyak 2,6 persen.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Merujuk pada hasil survei tersebut, Saiful, menjelaskan bahwa tiga nama teratas, Muhaimin, Mahfud, dan Khofifah, punya dukungan publik yang seimbang.

“Tiga nama (Muhaimin, Mahfud dan Khofifah) memiliki tingkat kedekatan yang sama dengan pemilih,” jelas Saiful.

Kemudian, dalam rentang waktu Desember 2021 sampai Desember 2022, suara dukungan pada Muhaimin bergerak dari 13,7 persen menjadi 18,2 persen.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Sementara, kata Saiful, perolehan suara Mahfud MD, fluktuatif. Hal itu terbukit pada Desember 2021, sebesar 14,5 persen.

Kemudian perolehan suara Mahfud, sempat naik mencapai angka 22,1 persen pada November 2022, dan menjadi 18 persen di Desember 2022.

Sedangkan, suara dukungan terhadap Khofifah sebesar 18,9 persen pada Desember 2021, menjadi 15,4 persen di Desember 2022.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Jika merujuk data tiga tokoh yang bersaing ketat ini, Saiful, mengatakan tidak tertutup kemungkinan calon dari NU tidak tunggal, seperti dalam Pilpres 2004.

Saat Pilpres 2024, kata Saiful, ada tiga tokoh NU yang maju sebagai calon wakil presiden, yakni Hasyim Muzadi, Solahuddin Wahid, dan Jusuf Kalla.

“Kalau dilihat dari data ini, memang NU memiliki nilai elektoral karena dari sisi jumlah sangat besar,” pungkasnya. (*)

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Penulis: M. Rain Daling
Editor: M. Rain Daling

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu