Iklan

Wagub Jateng Ajak Kampus Berkolaborasi Ciptakan Inovasi Hadapi Ancaman Bencana dan Perubahan Iklim

Inti berita

Peringatan Dies Natalis ke-60 UIN Sunan Kudus menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memperkuat sinergi dengan kalangan akademisi dalam…

Wagub Jateng Ajak Kampus Berkolaborasi Ciptakan Inovasi Hadapi Ancaman Bencana dan Perubahan Iklim
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghadirkan inovasi sekaligus membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan.

Peringatan Dies Natalis ke-60 UIN Sunan Kudus menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memperkuat sinergi dengan kalangan akademisi dalam menghadapi ancaman bencana dan perubahan iklim. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghadirkan inovasi sekaligus membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan.

Menurut Taj Yasin, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai ruang lahirnya berbagai gagasan dan solusi yang dapat diterapkan pemerintah dalam mengatasi persoalan lingkungan maupun sosial. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Dies Natalis ke-60 UIN Sunan Kudus, Selasa (4/8/2026).

Ia memberikan apresiasi kepada UIN Sunan Kudus yang mengembangkan gerakan ekoteologi sebagai bagian dari budaya akademik. Baginya, pendekatan tersebut sangat relevan dengan kondisi Kabupaten Kudus yang mulai menghadapi dampak musim kemarau panjang serta tantangan perubahan iklim.

Wagub menegaskan bahwa pemerintah membutuhkan kolaborasi yang lebih erat dengan perguruan tinggi agar berbagai hasil riset, inovasi, dan temuan civitas akademika dapat dimanfaatkan untuk mendukung upaya mitigasi bencana dan pembangunan berkelanjutan.

"Kita harus berkolaborasi dengan kampus-kampus agar mahasiswa dan civitas akademika mampu menghadirkan terobosan, penemuan, serta inovasi yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat," ujar Taj Yasin.

Sementara itu, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Sunan Kudus, Ahmad Thoyib Setyansah, menyambut baik ajakan kerja sama tersebut. Ia menyebut dukungan dari Wakil Gubernur menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk semakin aktif mengembangkan program-program yang berorientasi pada pelestarian lingkungan.

Thoyib menjelaskan bahwa konsep ekoteologi merupakan salah satu program yang didorong oleh Kementerian Agama dan mendapat respons positif dari sivitas akademika UIN Sunan Kudus. Implementasinya akan diwujudkan melalui berbagai kegiatan, seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) hingga program kemahasiswaan lainnya yang mengedepankan kepedulian terhadap lingkungan.

Menurutnya, esensi ekoteologi adalah mengintegrasikan nilai-nilai ajaran Islam dengan tanggung jawab menjaga kelestarian alam, sehingga mampu membentuk generasi yang tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang kuat, tetapi juga kesadaran tinggi terhadap isu-isu lingkungan.

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu