Arsip Tag: Hari Jadi

Tiket Khusus Semarang Zoo Sambut Hari Jadi Kota ke-479 dan May Day 2026

Lingkar.co – Taman Satwa Semarang atau Semarang Zoo memberikan harga tiket khusus untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) atau Hari Jadi Kota Semarang ke-479 dan Hari Buruh atau May Day 2026.

Direktur PT Taman Satwa Semarang, Bimo Wahyu Widodo mengatakan, pihaknya ikut merasa bangga atas perkembangan kota Semarang.

“Ini bentuk rasa syukur dan bangga atas perkembangan kota Semarang. Jadi dalam rangka HUT ko Kota Semarang 479 kita berikan harga tiket Rp15.000,” kata Bimo dalam siaran persnya, Minggu (12/5/2026).

Selanjutnya, harga tiket khusus Rp10.000 pada perayaan hari buruh atau May day yang biasa dilakukan setiap 1 Mei, “Untuk apresiasi terhadap kerja keras para buruh kita berikan harga tiket khusus Rp10.000 nanti pada tanggal 1 Mei, cukup menunjukkan kartu identitas sebagai karyawan,” ujarnya.

Saat ini sudah ada perbaikan kandang Kapibara dari Djarum Foundation, kandang Bintutong dari R-Zoo, toilet yang ada di depan Aves Garden dari BTN, serta paving depan loket dan area parkir dari PT Sango.

Pertukaran Satwa

Bimo juga menyampaikan kabar gembira terkait tugas konservasi. Yakni Sitatunga yang didatangkan dari Kebun Binatang Ragunan hasil tukar harimau benggala sat ini sudah beranak 1 ekor.

Pengunjung Semarang Zoo saat memberi makan Sitatunga. Foto: Rifqi/Lingkar.co
Pengunjung Semarang Zoo saat memberi makan Sitatunga.
Foto: Rifqi/Lingkar.co

Adapun program ini adalah satu kesatuan program tukar menukar satwa dengan Ragunan berupa; Pelikan, Orangutan betina, Kapibara dan Sitatunga sepasang harimau benggala dan orangutan jantan pada tahun lalu.

Pelikan dan orangutan, kata dia belum selesai proses administrasinya di Kemenhut,

“Semoga segera selesai dengan harapan orang utan jantan kita mendapatkan pasangan, pelikan menambah daya tarik wisata dan menjalankan fungsi konservasi urainya.

“Untuk Kapibara dan Sitatunga tidak termasuk satwa dilindungi di Indonesia. Jadi proses mendatangkannya lebih mudah,” sambungnya. (*)

Bertepatan Hari Jadi ke-1.222, Pemkab Kediri Gelar Apel Besar Hari Pertama Pascalebaran 2026

Lingkar.co – Apel Besar ASN Pemerintah Kabupaten Kediri pascalibur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222 digelar di halaman belakang Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri Rabu (25/3/2026).

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa menekankan apel tersebut menjadi momentum kebangkitan semangat kerja pasca Ramadhan dan Idulfitri, sekaligus refleksi dalam memperingati usia Kabupaten Kediri yang ke-1222 tahun.

“Ukuran kerja kita bukan sekadar hadir dan lamanya waktu di kantor, melainkan sejauh mana manfaat yang dirasakan masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, disampaikan pascalibur panjang, masyarakat membutuhkan pelayanan yang sigap dan optimal, mulai dari administrasi kependudukan, layanan kesehatan, hingga perizinan. Oleh karena itu, seluruh jajaran pemerintah diminta bisa langsung bekerja maksimal tanpa penyesuaian yang berlarut.

Dalam sambutannya, diungkapkan pula sejumlah isu strategis daerah, di antaranya penanganan kemiskinan yang masih berada di angka 9,81 persen serta upaya penurunan stunting. Kedua hal tersebut membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan tidak dapat diselesaikan secara parsial.

Selain itu, peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi perhatian utama. Seluruh perangkat daerah diharapkan terus menjaga kualitas pelayanan dan memastikan tidak ada lagi layanan yang kurang optimal, khususnya di fasilitas kesehatan.

Sebagaimana tema Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222 “Kediri Berbudaya, Kediri Berdaya” Pemerintah Kabupaten Kediri berkomitmen untuk mewujudkan pembangunan yang tetap berakar pada nilai budaya, serta diperkuat oleh persatuan dan kerja keras seluruh elemen masyarakat.

Mbak Dewi menegaskan, apel ini menjadi penanda dimulainya kembali aktivitas pemerintahan dengan semangat baru, serta penguatan komitmen ASN dalam memberikan pelayanan terbaik.

“Dirgahayu Kabupaten Kediri ke-1222. Semoga semakin maju, kuat, berdaya saing, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” pungkasnya. (*)

Solid Selama Satu Dasawarsa, Pewarta Purworejo Gelar Tasyakuran

Llingkar.co – Persatuan Wartawan (Pewarta) Purworejo menggelar acara tasyakuran untuk merayakan hari jadi sekaligus ras syukur karena solid selama satu dasawarsa. Acara ini dilaksanakan secara sederhana di Balai Pewarta Jl.Urip Sumoharjo, Purworejo, Senin (15/12/2025).Peringatan Hari Waisak Berlangsung Sederhana

“Pada momentum ini komitmen Pewarta untuk terus bersinergi baik dengan swasta maupun pemerintah dan terus memberi manfaat bagi masyarakat,” ucap Ketua Pewarta Purworejo, F Daniel Raja Here pada kegiatan tersebut.

Menurutnya, 10 tahun bagi Pewarta merupakan usia yang masih begitu muda. Masih banyak yang harus dilakukan untuk mendorong serta mengawal pembangunan di daerah ini.

Ia mengutarakan, rangkaian kegiatan Satu Dasawarsa Pewarta Purworejo telah dilaksanakan sejak 10 Desember lalu di SMP Negeri 10 Purworejo. Perayaan hari jadi ini diawali dengan peluncuran Gerakan Sekolah Cerdas Bermedia. Hal itu untuk mendorong peserta didik agar bijak dalam memanfaatkan perkembangan media sosial.

Peluncuruan itu dilaksanakan bersama Dinas Pendidikan, Dinas Kominfostasandi, SMP N 10 serta beberapa sekolah di wilayah Grabag.

Daniel mengutarakan, perayaan satu Dasawarsa Pewarta sukses dilaksanakan berkat dukungan dari berbagai pihak baik pemerintah daerah maupun swasta serta para mitra.

“Di SMP Negeri 10 saat itu kami juga menyalurkan santunan dari Baznas sebanyak 10 paket perlengkapan sekolah dan uang saku untuk siswa yang berprestasi,” katanya.

Selanjutnya pada Jumat (12/12/2025) Pewarta juga menyalurkan 22 paket santunan dari Baznas untuk yatim piatu di Purworejo. Berikutnya pada puncak acara tasyakuran Pewarta kembali menyalurkan belasan paket sembako bagi warga di lingkungan Balai Pewarta serta wilayah Kecamatan Loano.

“Ada 15 paket sembako dari Alfamart di Purworejo. Tidak banyak, mohon diterima dengan ikhlas dan mudah-mudahan bermanfaat bagi bapak ibu semua,” kata Daniel disela penyerahan bantuan tersebut.

Acara tasyakuran Pewarta dihadiri berbagai lembaga diantaranya Pemerintah Daerah, BUMD seperti Perumda Air Minum Tirta Perwitasari, RSUD Tjokrowarjojo dan RSUD Tjokronegoro. Kegiatan ini juga dihadiri Kasih Humas Polres Purworejo serta Perwakilan Manajemen Morazen Jogyakarta.

Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Tri Wulansari mewakili Bupati Purworejo pada kesempatan itu mengatakan satu Dasawarsa Pewarta telah berlalu. Pencapain dan kontribusi pewarta selama 10 tahun ini begitu besar dan luar biasa.

“Selama 10 tahun Pewarta telah menjadi sumber informasi dan inspirasi bagi banyak orang. Kami sampaikan terima kasih karena telah menyampaikan berita yang berkualitas,” ujarnya.

Bupati berharap dalam perjalanan kedepan, Pewarta dapat mengukir lebih banyak prestasi dimasa yang akan datang. Selain itu Pewarta terus berkembang dan menjadi sumber informasi dan inspirasi bagi Purworejo yang lebih baik.

Hari Jadi Ke-403 Kabupaten Pekalongan, Gubernur Jateng Ajak Warga Jaga Kekompakan

Lingkar.co – Suasana Alun-Alun Kajen, Kabupaten Pekalongan pada hari Senin 25 Agustus 2025 malam begitu meriah. Ribuan warga berkumpul mengikuti konser musik sekaligus pembukaan Pekan Raya Kajen, bagian dari rangkaian Hari Jadi Ke-403 Kabupaten Pekalongan.

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dan Wakil Bupati Sukirman hadir langsung di tengah masyarakat. Sejumlah kepala daerah atau yang mewakili dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah juga tampak datang, di antaranya dari Kabupaten Tegal, Jepara, hingga Batang. Kehadiran mereka menambah semarak perayaan yang digelar tahunan ini.

Pekan Raya Kajen menghadirkan beragam hiburan untuk masyarakat. Mulai dari pameran produk UMKM, kuliner khas daerah, wahana permainan, hingga pentas seni dan budaya. Perayaan hari jadi tahun ini dijanjikan lebih meriah, karena rangkaian acara bakal berlangsung padat selama sepekan penuh.

Dimulai dengan ziarah ke makam Bupati pertama, Pangeran Mandurorejo, di Kaliwungu, Kendal pada 22 Agustus, rangkaian kemudian berlanjut dengan kirab budaya dan pembukaan Pekan Raya Kajen pada 25 Agustus. Gelaran akan ditutup dengan acara Kabupaten Pekalongan Bersholawat pada 31 Agustus 2025 di kawasan Boulevard Alun-Alun Kajen.

Masyarakat juga dimanjakan dengan penampilan artis papan atas. Grup band Wali dan Duo Anggrek menghibur warga Kajen dalam konser spesial. Kehadiran bintang tamu dari ibu kota itu menambah daya tarik sekaligus menjadi wadah hiburan keluarga.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang hadir memberikan sambutan agar masyarakat menjaga kerukunan.

“Hari ini ulang tahun ke-403, kami ingin masyarakat selalu rukun, gotong royong, dan kompak dipimpin Bu Bupati. Semoga semua bahagia dan pulang membawa berkah,” ucapnya.

Dengan nuansa kebersamaan itu, perayaan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-403 diharapkan bukan sekadar pesta rakyat, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas dan semangat membangun daerah. (*)

10 Ribu Mangkok Soto Sajian Hari Jadi Jateng ke-80 Pecahkan Rekor Muri,

Lingkar.co – Sedikitnya 10 ribu mangkok soto yang disediakan dalam kegiatan jalan sehat bersama masyarakat di Alun-alun Kabupaten Jepara tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri), Ahad (24/8/2025).

Kegiatan itu dibalut dalam jalan sehat yang dimulai di Alun-alun Kabupaten Jepara, sekaligus bagian dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Jawa Tengah (Jateng) ke-80.

Kepala Muri Semarang, Ari Andriani, mengatakan, catatan rekor sajian soto terbanyak se Indonesia itu diberikan seusai verifikasi oleh Muri pada agenda jalan sehat tersebut.

“Soto terbanyak, dari 10 ribu yang diusulkan diverifikasi ada 14.582 sajian. Piagam dengan bangga dianugerahkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” kata dia.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengatakan, pedagang soto dari 35 kabupaten/kota didatangkan untuk menyajikan kuliner soto khas daerahnya masing-masing. Di antaranya terdapat Soto Kudus, Soto Grombyang Pemalang,
Soto Banjarnegara, dan lainnya.

“Ahamdulillah dari target kita 10 ribu porsi ternyata dari Muri menghitung ada 14 ribu lebih. Nah, ini artinya apa? Antusiasme pedagang, masyarakat, Baznas Jateng dan lain sebagainya itu luar biasa. Jadi ini gerakan murni dari masyarakat,” katanya.

Dikatakan Gus Yasin, sapaan akrabnya, antusias masyarakat dalam rangkaian kegiatan jalan sehat itu diprediksi mencapai 20 ribu orang. Dia senang akan kehadiran masyarakat memeriahkan HUT Jateng, sekaligus untuk ajakan promosi pola hidup sehat.

Terlebih, kata Taj Yasin Jateng, menjadi provinsi dengan capaian akselerasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terbaik. Akselerasinya dibantu dengan program Provinsi Jateng yakni pemeriksaan kesehatan gratis masyarakat melalui Dokter Spesialis Keliling (Speling).

Saminah (55), salah satu pedagang soto asal Kabupaten Kudus yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut mengaku senang. Dia difasilitasi modal oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng, berupa gerobak untuk berdagang serta untuk menyajikan 150 mangkok soto.

“Perasaanya senang, terimakasih Baznas. Selamat Ulang Tahun Jawa Tengah,” katanya.

Untuk diketahui Baznas Jateng dilibatkan Pemerintah Provinsi Jateng dalam kegiatan pemecahan rekor Muri sajian soto terbanyak itu. Sekaligus dalam rangka pembinaan pedagang kecil. Dalam kesempatan itu Baznas memberi modal 25 gerobak berdagang. Kemudian modal untuk 150 porsi soto pada setiap pedagang binaan.

Daaniys Syakila Wibowo, siswi kelas 11, SMK Negeri 3 Jepara, mengatakan, merasa senang terlibat dalam pesta rakyat itu. Dia datang bersama teman-temannya satu sekolah. Selain itu murid dadi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Jepara juga berpartisipasi.

“Kita bisa ngerasain soto dari berbagai daerah juga. Terus banyak orang, lebih ramai acara ini jadi berkesan untuk Jepara. Selamat ulang tahun ke 80 Jawa Tengah,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Jepara, Witiarso Utomo, mengucapkan rasa terimakasih kepada Pemprov Jateng yang memercayakan Kanupaten Jepara jadi salah satu tuan rumah rangkaian HUT Jateng ke-80. Dua tempat lainnya yakni Kabupaten Batang, dan Kota Semarang.

“Terimakasih, dengan kegiatan ini perekonomian kami bergerak. Hotel (penginapan) laku, pedagang UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) juga laris,” katanya. (*)

Dari Bahan Daur Ulang, Produk UMKM Binaan Dewan Kerajinan Ini Tembus Pasar Global

Lingkar.co – Pameran dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Tengah di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah pada 20 – 22 Agustus 2025, menawarkan beragam produk UMKM dari berbagai kabupaten/kota di provinsi ini.

Ada salah satu gerai pada pameran tersebut yang memikat perhatian para pengunjung, yaitu gerai yang dikelola oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Deskranada) Kabupaten Semarang. Sebab, di gerai tersebut memamerkan aneka produk UMKM yang dibuat dari bahan daur ulang, mulai dari souvenir, sandal, masker, dan lainnya.

Bahkan produk-produk tersebut dibuat oleh siswa-siswi SMK yang menjadi binaan Deskranada Kabupaten Semarang.

Salah seorang pengelola gerai Deskranada Kabupaten Semarang, Kokos mengatakan, beragam produk berbasis daur ulang itu diminati pasar global atau luar negeri. Mulai dari souvenir kecil hingga olahan limbah bernilai jual tinggi.

“Ada yang harga kecilnya 5 dolar, ada juga yang bisa laku 10 dolar. Souvenir kecil dengan ukuran ringan, Jadi yang penting adalah kreativitas dan kemasan,” jelas Kokos saat ditemui disela pameran pada Rabu, 20 Agustus 2025.

Produk-produk yang dipamerkan di gerai itu juga memikat perhatian Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin dan istrinya untuk berkunjung. Tak ayal, Tak Yasin juga langsung memberikan apresiasi atas kreativitas yang dipamerkan di gerai tersebut.

“Keren kan modelnya, Produknya ini dijual dalam dolar. Modalnya hanya Rp30 ribu, tapi bisa dijual sampai 15 dolar. Bahkan minggu lalu sudah ada yang dipesan dari Amerika,” ujarnya.

Menurut sosok yang akrab disapa Gus Yasin ini, produk yang dipamerkan oleh Deskranada Kabupaten Semarang itu, membuktikan bahwa kreativitas anak muda bisa jadi modal besar untuk bersaing di pasar global.

“Harganya dianggap murah, jadi justru menarik. Produk yang sederhana dari kampung pun bisa diminati (mancanegara),” katanya.

Lebih jauh, Gus Yasin berharap pameran ini tak sekadar ajang jual beli, tapi juga ruang belajar bagi generasi muda yang terlibat.

“Ini bisa menjadi ruang belajar untuk anak-anak, sekaligus pengalaman berharga buat mereka. Anggap saja sebagai pembekalan sebelum terjun ke dunia kerja atau bisnis,” ucapnya.

Sebagai informasi, pada pameran dalam rangka HUT ke 80 Jawa Tengah ini menampilkan berbagai produk khas daerah, mulai dari kuliner, produk karajinan, fashion, dan lain sebagainya.

Gerai-gerai pameran itu meliputi: 30 gerai kampung halal dan BUMD, 35 gerai kampung Dekranasda Expo, 50 gerai kampung kuliner dan jamu, 77 gerai kampung program, 16 gerai kampung Nostalgia Era 70-an, 20 gerai kampung UMKM milenial Bank Jateng, dan 7 mobil pelayanan. (***)

Peringati Hari Jadi ke-80, Pemprov Jateng Targetkan 23 Ribu Bantuan Perbaikan RTLH

Lingkar.co – Pemerintah Provinsi Jateng berkomitmen terus melakukan kerja-kerja pengentasan kemiskinan di wilayahnya.

Komitmen itu menjadi tercermin dalam momentum Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Tengah pada Selasa, 19 Agustus 2025.

Salah satu bentuk upaya pengentasan kemiskinan itu melalui program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pada 2025, Pemprov Jateng menargetkan perbaikan sebanyak 23 ribu unit RTLH di wilahahnya.

Dari jumlah itu, terdiri dari 17 ribu yang dianggarkan oleh APBD Pemprov Jateng, sedangkan enam ribu unit melalui corporate social responsibility (CSR) perusahaan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), perusahaan-perusahaan, dan pihak-pihak lain.

Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen mengatakan, dalam menggulirkan program perbaikan RTLH, pihaknya sengaja menggandeng banyak pihak, mulai dari perusahaan, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan lainnya.

“Ini merupakan kolaborasi yang sangat baik antara pemerintah, masyarakat, antara lembaga” kata Taj Yasin, saat meninjau rumah warga yang mendapatkan bantuan perbaikan RTLH di Kabupaten Pekalongan pada Selasa, 19 Agustus 2025.

Baca Juga: Arsip Jaringan Dagang Batik Lasem Diajukan ke Memory of the World Asia-Pacific

Kolaborasi ini tidak hanya menyasar warga kurang mampu, tetapi juga masyarakat terdampak bencana.

Program RTLH menjadi salah satu wujud kepedulian dan kerja nyata Pemprov Jateng dalam mewujudkan rumah layak bagi masyarakat, sekaligus bagian dari strategi besar pengentasan kemiskinan.

“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa ketika banyak pihak bersatu untuk kebaikan, maka akan semakin banyak yang tertolong,” tegas Taj Yasin.

Salah seorang warga penerima bantuan perbaikan RTLH di Dukuh Paesan, Kedungwuni Barat, Kabupaten Pekalongan, Mustakim mengaku, senang dengan adanya bantuan tersebut. Sebab, rumah yang menjadi tempat tinggalnya selama ini hanyut akibat banjir bandang pada Januari 2025.

Kini, Mustakim bersama keluarga sudah bisa kembali menempati rumah baru hasil program RTLH.

“Alhamdulillah, rumah baru ini sudah siap huni dan terasa nyaman. Kalau dulu setiap hujan selalu khawatir banjir, sekarang lebih tenang,” ucap Mustakim. (*”*)

Gelar Upacara Hari Jadi Ke-80 Provinsi Jateng di Batang, Ahmad Luthfi Paparkan Capaian Positif Pembangunan

Lingkar.co – Capaian pembangunan Jawa Tengah dari berbagai sektor pada semester I tahun 2025 menunjukkan tren positif. Capaian itu tak lepas kerja-kerja kolaboratif yang dilakukan oleh instansi lintas lini.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat upacara Hari Jadi Ke-80 Provinsi Jawa Tengah di lapangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Selasa, 19 Agustus 2025.

“Hari ini, 19 Agustus 2025 tepat 6 bulan saya bersama Gus Yasin memimpin Provinsi Jawa Tengah. Capaian Jawa Tengah pada Semester I 2025 menunjukkan arah pembangunan yang positif,” kata Ahmad Luthfi di depan peserta upacara.

Ucapan itu bukan isapan jempol belaka. Angka dan data menunjukkan benar adanya. Pertumbuhan ekonomi di provinsi ini naik dari 4,96% di triwulan I menjadi 5,28% di triwulan II. Pun dengan tingkat kemiskinan berhasil turun dari 9,58% (Semester II 2024) menjadi 9,48% (Semester I 2025).

“Kita doakan bisa lebih menggigit lagi, karena keberhasilan pembangunan apapun, parameternya adalah kesejahteraan masyarakat, dengan kemiskinan menurun,” kata Ahmad Luthfi.

Kondisi inflasi juga masih terkendali. Dari 0,75% di triwulan I naik menjadi 2,20% di triwulan II, sehingga pengendalian harga pangan akan terus kita perkuat.

Pengendalian itu akan dilakukan melalui kegiatan operasi pasar, pendirian posko inflasi secara bersama, koordinasi lintas sektoral dalam rangka penetrasi harga di kabupaten/kota secara bersama-sama.

Pun dengan capaian realisasi investasi juga menunjukkan tren positif. Realisasi investasi Jawa Tengah tumbuh tertinggi di Pulau Jawa.

Hingga semester I 2025, realisasi investasinya mencapai Rp 45,58 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari Singapura, RRT, Hongkong, Korea Selatan, dan Samoa Barat. Sektor andalan antara lain industri alas kaki, tekstil, karet-plastik, elektronik, serta kawasan industri.

“Kabupaten Demak menjadi lokasi investasi tertinggi dengan Rp 6,24 triliun, disusul Kendal, Batang, Kota Semarang, dan Kabupaten Semarang,” ungkapnya.

Capaian investasi tersebut berbanding lurus dengan penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan data, serapan tenaga kerja pada semester I 2025 ini mencapai 222 ribu tenaga kerja, atau tertinggi di Pulau Jawa. “Ini penting di Jateng, investasi padat modal juga menyerap tenaga kerja lebih banyak,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Luthfi juga menyampaikan kinerja Pemprov Jateng berdasarkan standar pelayanan minimal (SPM). Untuk bidang pendidikan, Pemprov telah mengalokasikan anggaran Rp 9,355 triliun.b

Anggaran tersebut di antaranya digunakan untuk renovasi 322 sekolah, pembangunan 10 unit sekolah baru, beasiswa 15 ribu siswa miskin, beasiswa untuk 1.100 anak putus sekolah, sekolah kemitraan, modernisasi alat praktek di 63 SMK, dan lainnya.

Di bidang kesehatan, Pemprov Jateng juga melakukan pembangunan rumah Sakit Mata Daerah Soepardjo Roestam, asuransi kesehatan, Speling, dan lainnya. Untuk bidang Perumahan dan permukiman, pada 2025 ini Pemprov Jateng melakukan penanganan perumahan sebanyak 26.356 unit.

Pun dengan bidang pekerjaan umum, Pemprov Jateng melakukan peningkatan jalan sepanjang 64,13 km, rehabilitasi jalan 68,73 km, selebihnya 2.307,26 km melalui penanganan pemeliharaan rutin. Pemprov juga melakukan pembangunan dan pemeliharaan jembatan, irigasi, dan lain sebagainya.

Untuk bidang sosial, pemprov mengalokasikan bantuan untuk kelompok usaha bersama (Kube) sebanyak 1.030 kelompok, sambungan listrik untuk rumah tangga kurang mampu, pelayanan masyarakat dalam panti, dan lainnya.

Ahmad Luthfi menilai, secara umum capaian Semester I 2025 menunjukkan kemajuan yang menggembirakan.

Dengan semangat “Jawa Tengah Maju dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045”, Ia mengajak seluruh jajaran pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat untuk terus bergandengan tangan mewujudkan Jawa Tengah yang sejahtera, adil, dan berdaya saing.

“Jadi membangun Jawa Tengah itu harus super team dan bersama-sama. Tidak boleh punya ego sektoral, Superman, tidak boleh menang-menangan tetapi bersama-sama, karena nyawanya Jawa Tengah adalah kebersamaan, gotong royong yang itu sudah ditularkan oleh para pendahulu kita,” katanya. (***)

Fun Run 8K Awali Rangkaian Hari Jadi ke-80 Provinsi Jateng

Lingkar.co – Ratusan warga memeriahkan kegiatan Jateng Fun Run 8K di Kota Semarang pada Senin, 18 Agustus 2025. Event ini mengawali rangkaian peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan lari santai ini dilepas langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno. Para pelari itu menyusuri jalan sepanjang 8 kilometer, diawali dari kantor Gubenur Jateng lalu melewati Simpang Lima, Jalan Gajahmada, jalan Kartini, Bubakan, Kota Lama, lanjut ke Jembatan Mberok, Jalan Thamrin, melintasi Taman Warak Ngendok-Tri Lomba Juang, dan kembali finish di Kantor Gubernur.

Sumarno menyampaikan, apresiasi kepada para warga yang mengikuti kegiatan tersebut. Walaupun persiapannya mendadak, namun para peserta antusias meramaikan acara ini.

“ Terima kasih atas partisipasi teman-teman semua. Hari ini kita fun saja,” ucap Sumarno.

Plt Kepala Biro Umum Setda Provinsi Jateng, Laksono Dewanto menambahkan, meski persiapannya singkat, namun antusiasme dari peserta luar biasa.

“Harapannya Jawa Tengah lebih baik, lebih sehat, semuanya bisa berkarya untuk Jawa Tengah,” tegasnya.

Salah seorang peserta asal Semarang, Padang mengaku, senang mengikuti fun run ini. Melalui lari santai ini ia mendapatkan momentum kebersamaan dengan teman-temannya.

“Tetap semangat walau tidak ada medali dan jersey, lari sepanjang delapan kilometer terselesaikan tanpa cedera. Harapannya (Provinsi Jawa Tengah) semakin hebat dan sejahtera,” ujar dia.

Sebagai informasi, Peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Tengah akan dimeriahkan dengan berbagai acara untuk masyarakat. Kegiatan yang akan dilaksanakan pada pada 18-24 Agustus 2025 itu tersebar di tiga kabupaten/kota, yaitu Kota Semarang, Batang, dan Jepara.

Selain acara fun run 8K di Kota Semarang Semarang pada 18 Agustus 2025, di hari yang sama juga akan diselenggarakan acara Jateng Bersholawat di Alun-alun Kabupaten Batang.

Setelah itu, dilanjutkan upacara peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Tengah di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) pada Selasa pagi, 19 Agustus 2025.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan Opening Ceremony perayaan Hari Jadi ke-80 di Alun-alun Kabupaten Jepara pada Selasa malam, 19 Agustus 2025. Pada acara itu akan diisi penampilan dari NDX AKA.

Selanjutnya pada Rabu, 20 Agustus 2025, akan diadakan kegiatan One Day Trip Karimunjawa. Kegiatan ini juga akan melibatkan bupati/wakil bupati dan wali kota/wakil wali kota se-Jawa Tengah.

Berikutnya pada Sabtu, 23 Agustus 2025, ada Jepara Art Carnival dimulai pukul 14.00 WIB. Hari berikutnya Minggu, 24 Agustus 2025, ada Fun Walk di Alun-alun Kabupaten Jepara, dilanjutkan dengan Festival 10.000 Mangkok Soto untuk memecah Rekor MURI.

Sementara kegiatan di Kota Semarang meliputi Pameran/Expo UMKM, Kuliner, dan Jamu yang diselenggarakan hari Rabu-Jumat, 20-22 Agustus 2025, di Halaman Kantor Gubernur dan DPRD Jawa Tengah. Kemudian ada Job Fair di Kantor Disnakertrans Jawa Tengah pada Kamis-Jumat, 21-22 Agustus 2025 yang diikuti oleh puluhan perusahaan di Jawa Tengah.

Selain kegiatan tersebut juga ada Parade Seni Budaya pada Kamis, 21 Agustus 2025, pukul 19.30 WIB. Parade dimulai dari area Tugu Air Mancur Jalan Pahlawan dan finish di depan Mapolda Jateng.

Adapun untuk Closing Ceremony akan digelar pada Minggu, 24 Agustus 2025, di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, dengan menampilkan grub band Gigi dan Setia Band. (***)

Pemkab Rembang Harapkan HUT ke-283 Jadi Momentum Untuk Memajukan Daerah

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang mengadakan upacara hari jadi Kabupaten Rembang ke-283 berlangsung di Alun-Alun Kota, Sabtu (27/7/2024). Mengusung tema “Gemilang Menuju Indonesia Emas” upacara ini dimeriahkan sejumlah tari-tarian tradisional sekaligus pemberian bantuan untuk penyandang disabilitas.

Bupati Rembang Abdul Hafidz dalam sambutannya menyampaikan, hari jadi Kabupaten Rembang ini merupakan momen yang sangat penting bagi setiap orang untuk introspeksi dan evaluasi terhadap segala sesuatu yang telah dilakukan dalam mewujudkan visi Kabupaten Rembang. Apapun yang dilakukan Pemkab Rembang kali ini harus mampu menjadikan Kabupaten Rembang menjadi lebih baik dari sebelumnya.

“Hari Jadi ini harus menjadi motivasi dan inspirasi bagi kemajuan Kabupaten Rembang. Dengan mengusung tema ‘Splendid Menuju Indonesia Emas’. Mari kita manfaatkan momentum untuk meningkatkan pemahaman, komitmen, dan gerak seluruh komponen daerah Kabupaten Rembang untuk mempertahankan hasil dan meningkatkan kualitas pembangunan demi kesejahteraan rakyat,” katanya.

Bupati Hafidz mengungkapkan, di hari ulang tahun yang ke-283 ini, Kabupaten Rembang mengalami lonjakan yang membanggakan dalam pembangunan. Hal ini dapat dilihat dari indikator makro seperti :

1. Pertumbuhan Ekonomi dengan target 4,16% – 4,87% di 2023, terealisasi sebesar 5,20%.
2. Angka Kemiskinan dengan target 14,19% – 13,36% di 2023, terealisasi sebesar 14,17% di 2023 dan di 2024 terealisasi sebesar 14,02%.
3. Tingkat Pengangguran Terbuka dengan target 3,00-3,58 terealisasi sebesar 2,60.
4. Indeks Pembangunan Manusia dengan target sebesar 71,35 – 71,61 di 2023, terealisasi sebesar 71,89.

Ia mengingatkan Kabupaten Rembang kaya akan potensi Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak dimiliki kabupaten lain. Selain memiliki garis pantai sepanjang 64 kilometer, Rembang juga memiliki pertanian, perkebunan, kehutanan, pariwisata dan lain-lain. Terkait Sumber Daya Manusia (SDM), Rembang juga banyak melahirkan tokoh nasional.

“Potensi tersebut harus digali, dikembangkan, dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Rembang. Kepada jajaran Organisasi Daerah (OPD), saya mohon agar terus mengembangkan kreativitas dan inovasi,” ujarnya.

Bupati Hafidz menambahkan, Kabupaten Rembang mempunyai mimpi besar untuk mewujudkan Rembang Gemilang 2026. Ia berharap momentum ini dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk mengkaji kebijakan pemerintah dalam upaya memaksimalkan pelaksanaan pembangunan daerah sebagaimana cita-cita para pionir pemerintahan sebelumnya. (*)

Penulis: Miftahus Salam