Arsip Tag: Budiyanto

Dr Drs Budiyanto SH, M.Hum Dinobatkan Sebagai Tokoh Prestasi Indonesia 2026 Bidang Pendidikan

Lingkar.co – Dr Drs Budiyanto SH, M.Hum dinobatkan sebagai salah satu tokoh berprestasi di tanah air pada tahun 2026 oleh Berlian Organizer Semarang. Selain Budiyanto, ada juga 10 tokoh lain yang mendapat penghargaan pada kesempatan itu.

Asisten Bidang Administrasi Setdaprov Jateng, Dr Dhoni Widianto S.Sos, M.Si mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.menyerahkan penghargaan tersebut di Wisma Perdamaian, kawasan Tugu Muda Kota Semarang, Jawa Tengah, Jum’at (23/1/2026).

CEO Berlian Organizer Haryanto mengatakan Penobatan Tokoh Prestasi Indonesia 2026 merupakan wujud penghormatan kepada para figur inspiratif yang yang telah menunjukkan dedikasi, integritas, dan kontribusi nyata di berbagai bidang.

“Mereka yang kami nobatkan pada malam hari ini adalah pribadi-pribadi yang dalam perjalanan hidupnya tidak hanya mencetak prestasi ,tetapi juga telah menghadirkan dampak positif bagi masyarakat, lingkungan dan kemajuan bangsa,” kata Haryanto.

Menurutnya, Ketua Dewan Pendidikan Kota Semarang, Dr. Drs. Budiyanto SH, M.Hum dinilai layak menerima penghargaan ini karena berhasil memposisikan dewan pendidikan dengan tepat, terutama dalam pelibatan masyarakat untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di ibukota Jateng.

Bahkan, lanjutnya, Budiyanto dinilai paling berhasil dalam menjalankan tugas, peran dan fungsi (Turansi) Dewan Pendidikan sebagaimana diamanatkan dalam UU Sisdiknas dan regulasi turunannya.

Ketua umum DPP Ika Unnes itu pun dinilai berhasil membawa Dewan Pendidikan Kota Semarang sebagai jadi percontohan dan rujukan oleh Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota se-Indonesia.

“DPKS menjadi tempat bertanya dan belajar atau studi tiru dewan pendidikan kabupaten/kota dari berbagai daerah dalam hal pelaksanaan tugas peran dan fungsi. Karena itu kami memandang layak ketua DPKS dinobatkan sebagai tokoh prestasi 2026 di bidang pendidikan, ” ujarnya

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melalui sambutaan tertulis yang dibacakan oleh Dhoni Widianto menyatakan, penghargaan kepada para tokoh ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dedikasinya kepada masyarakat.

Sementara, Ketua DPKS Dr Drs Budiyanto, SH, M.Hum menyambut baik penghargaan yang ia terima. Ia menyatakan hanya menjalankan amanah yang ia terima sebagai bagian dari putra bangsa yang peduli dengan masa depan anak Indonesia.

Ia juga menilai, pihak yang memberi penghargaan juga memiliki dedikasi di bidang pendidikan karena memperhatikan perkembangan dunia pendidikan hingga mampu memerhatikan orang dengan sebuah perhargaan.

Selain itu, ia menyatakan keberhasilan Dewan Pendidikan tidak lepas dari semua pengurus dan berbagai pihak yang mendukung kerja-kerja organisasi DPKS. “Ini merupakan pengakuan dari masyarakat bahwa upaya-upaya yang dilakukan para pengurus DPKS bersama masyarkat benar-benar dapat dirasakan manfaatnya,” tuturnya.

“Tanpa ada kerjasama yang baik dengan masyarakat dan semua pihak Dewan Pendidikan tidak bisa mengembangkan inovasi dan kreasi dalam menjalankan tugas peran dan fungsinya,” pungkasnya. (*)

Pendidikan Karakter Tanggung Jawab Semua Pihak

Lingkar.co – Ketua Dewan Pendidikan Kota Semarang, Dr. Drs. Budiyanto, SH, MHum menegaskan bahwa untuk mencapai tujuan pendidikan karakter merupakan tanggung jawab semua pihak, mulai dari sekolah, keluarga, masyarakat dan media harus peduli dalam mengelola lingkungan yang mendidik.

“Agar anak bisa berperilaku baik, paham sopan santun itu tidak hanya menjadi tugas guru, tapi lingkungan keluarga dan masyarakat juga harus menciptakan ekosistem pendidikan. Semua harus berperan dalam menanamkan karakter terhadap diri anak,” kata Budiyanto.

Ia memaparkan pentingnya ekosistem pendidikan dalam sarasehan pendidikan yang digelar Dewan Pendidikan Kota Semarang hari ini Sabtu (6/12/2025) di Hotel Candi Indah dengan tema ‘Pendidikan Karakter Sebagai Benteng dan Solusi Untuk Kemajuan Bangsa’

Menurutnya, keteladanan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat di sekitar anak sangat menentukan pembentukan karakter, “Mulai dari keluarga, sekolah dan lingkungan, juga para tokoh masyarakat seperti pemerintahan dari tingkat terkecil seperti RT akan menjadi model karena anak kecil pasti memiliki tokoh idola,” jelasnya.

“Sejak prasekolah sudah terbiasa mendapatkan figur yang baik, hingga mengenal dunia luar tempat tinggal juga mendapat figur yang baik. Ini sangat membantu dalam membentuk karakter mereka sebagai generasi penerus bangsa,” imbuhnya.

Selain itu, dirinya menilai aktivitas anak di luar lingkungan sekolah dan keluarga juga harus menjadi perhatian masyarakat. Jangan sampai ada kejadian yang tidak diinginkan karena masyarakat lepas kontrol.

Salah satu kontrol masyarakat dalam menciptakan ekosistem pendidikan, lanjutnya, bisa dilakukan dengan mengawasi dan jika perlu membubarkan aktivitas anak usia sekolah bergerombol sejenis kreak di tepi jalan.

“Pendidikan karakter ini membutuhkan waktu 24 jam, sekolah, keluarga dan masyarakat sangat mempengaruhi perkembangan karakter anak,” jelasnya.

Hadirnya generasi yang berkarakter saat ini menjadi sebuah kebutuhan yang tidak bisa tidak harus dipenuhi agar bangsa Indonesia ke depan menjadi bangsa yang maju. Karena pada generasi yang berkarakter itu melekat semangat dan sikap jujur, bertanggung jawab dan disiplin. Ketiga hal itu akan mencegah berjangkitnya nafsu serakah sekaligus menepis perilaku manipulatif dan koruptif.

“Maraknya perilaku manipulatif dan koruptif seperti yang terjadi sekarang ini akibat dari terabaikannya pendidikan karakter yang menjadikan diri seseorang menjadi mahluk yang serakah ,” ujarnya

Maka dari itu, ia meminta agar para kepala sekolah dan komite sekolah agar memperhatikan pergaulan anak setelah pulang sekolah. Akan lebih baik memberikan pendidikan dan pelajaran tambahan di luar sekolah.

Budiyanto menambahkan, penekanan karakter pendidikan untuk masa depan bangsa adalah nilai-nilai kejujuran dan kesadaran agama serta cinta tanah air.
“Menanamkan karakter anak untuk cinta tanah air, berperilaku jujur dengan landasan agama yang kuat akan menjadikan karakter anak yang memajukan masa depan bangsa,” jelasnya.

Menjawab pertanyaan dari peserta, Budiyanto menekankan peran Dewan Pendidikan untuk memberikan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah sehingga kolaborasi antara sekolah dengan keluarga.

“Dewan Pendidikan ini sebagai partner yang memberikan masukan dan saran kepada kepala daerah dalam menentukan kebijakan,” ujarnya.

Terkait adanya tekanan guru dalam mendidik terbatas dan bahkan terhalang adanya undang-undang perlindungan anak, ia menyatakan undang-undang tersebut juga harus diimbangi dengan undang-undang perlindungan terhadap guru.

Budiyanto juga mengapresiasi pernyataan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti yang menyatakan guru sebagai benteng masa depan bangsa, “Wali kota sudah benar dan dengan tegas menyatakan bahwa guru adalah benteng masa depan bangsa,” tuturnya.

Sebab, kata dia, berbagai macam profesi lahir karena jasa guru yang mengajar membaca, menulis menghitung dan menanamkan nilai-nilai sehingga anak tumbuh dengan pengetahuan, dan karakter yang baik. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Prof. Nur Khoiri; Jangan Membuat Konten yang Merendahkan Martabat Guru

Lingkar.co – Ketua Pengurus Daerah (PD) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Semarang, Prof. Dr. Nur Khoiri, S.Pd, MT, M.Pd mengingatkan bahwa tugas guru adalah mendidik, bukan sebatas mengajar. Oleh karena itu ia meminta agar tenaga pendidik tidak membuat konten yang merendahkan martabat guru.

“Jadi, guru jangan sampai membuat konten yang merendahkan martabat guru,” kata Khoiri dalam sarasehan pendidikan yang digelar pada Sabtu (-/12/2025) Dewan Pendidikan Kota Semarang di Hotel Candi Indah Kota Semarang.

Sebagai narasumber sarasehan dengan tema ‘Pendidikan Karakter Sebagai Benteng dan Solusi Untuk Kemajuan Bangsa’, Khoiri dengan gamblang memaparkan berbagai persoalan pendidikan, termasuk dampak negatif media sosial.

Meskipun guru butuh hiburan, namun media sosial bukan ruang privat dan semestinya menjadi ruang ekspresi yang baik. Ia menyontohkan konten berjoget di tiktok yang menurut dia kurang tepat.

Oleh karena itu ia mengingatkan bahwa tugas guru dalam menanamkan karakter anak tidak terbatas pada waktu sekolah dan di ruang kelas, “Jangan hanya mengajar, ada nasionalisme, ada kejujuran. Proses pendidikan itu termasuk membekali nasionalisme,” urainya.

Paparan Guru Besar bidang Ilmu Inovasi Pembelajaran IPA di Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) ini mendapatkan sambutan baik dari para peserta yang terdiri dari Komite dan Kepala SD, SMP, SMA dan SMK se-kota Semarang.

Testimoni ok implementasi pendidikan karakter di sekolah yang disampaikan oleh guru mapel Pai SDN Sawah Besar 01 Gayamsari Kota Semarang Ali Anwar S.Pdi, M.Si

Ketua Dewan Pendidikan Kota Semarang, Dr. Drs. Budiyanto, SH, MHum menambahkan, kegiatan ini merupakan upaya untuk mendengar berbagai pengalaman yang sudah dilakukan oleh para guru dan komite sekolah.

“Hari ini saya hanya ingin mendengar saja, bagaimana penanaman pendidikan karakter di satuan pendidikan karena guru berkarakter menentukan masa depan bangsa Indonesia,” tegasnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Datang Jauh dari Sukamara Kalteng Kunjungi Dewan Pendidikan Kota Semarang, Dalami Implementasi Turansi

Lingkar.co – Datang jauh dari Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) ke Semarang, Jawa Tengah, pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Sukamara belajar mendalami strategi Dewan Pendidikan Kota Semarang (DPKS) dalam mengimplementasikan tugas peran fungsi (turansi)-nya sebagaimana diamanatkan dalam PP 17/2010.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Sukamara, H Syaifudin Zuhrie SP,d mengatakan informasi yang dihimpun lembaga yang dipimpinnya menyebutkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Dewan Pendidikan Kota Semarang (DPKS) dinilai berhasil dalam menjalankan turansi ditengah berbagai keterbatasan melalui terobosan-terobosan yang kreatif dan inovatif.

“Kami sudah mempelajari kiprah dewan pendidikan di berbagai kabupaten/kota, DPKS kami nilai paling berhasil, kami akan mendalami dan menduplikasi strategi dan implementasinya,” kata Syaifudin saat bersilaturahmi dengan pengurus DPKS di kampus Graha Wisata Hotel School Semarang, Sabtu (1/11/1/2025).

Datang bersilaturahmi ke ibukota Jateng didampingi enam pengurus, dirinya mengaku banyak hal yang didapat selama berdialog dengan pengurus DPKS, termasuk saat mengunjungi kantornya di Gedung Moch Ichsan yang berada di komplek Setda Kota Semarang.

Pemaksimalan ruang sekretariat dan dukungan sumberdaya pengurus dan staf, lanjutnya, menjadi salah satu hal yang akan diduplikasi dalam menjalankan turansi di Sukamara, tentu dalam menduplikasi strategi akan dilakukan penyesuaian-penyesuaian yang sesuai dengan situasi dan kondisi di Sukamara.

Selain itu, ia juga menilai di Semarang berhasil dalam melibatkan stakeholder pendidikan agar bersinergi dengan masyarakat sehingga bergerak massif meningkatkan mutu dan kualitas layanan pendidikan. Maka dari itu, hal ini juga akan dicontoh untuk dikembangkan di Sukamara.

Ketua DPKS, Dr. Drs. Budiyanto, SH, MHum menyampaikan terima kasih kepada pengurus Dewan Pendidikan Sukamara yang memilih DPKS sebagai mitra strategis dalam menjalankan turansi dewan pendidikan.

“Dari komunikasi yang kami lakukan dengan para pengurus dewan pendidikan kabupaten/kota se-Indonesia, semuanya menghadapi problem yang hampir sama, mulai dari minimnya pemahaman turansi, dana hingga belum maksimalnya perhatian kepala daerah,” katanya.

Menurutnya, berbagai kendala itu bisa dicari jalan keluarnya jika dewan pendidikan dapat meyakinkan stakeholder dan masyarakat yang peduli pada pendidikan. Langkah yang ditempuh adalah dengan memahami dan menjalankan roda organisasi dengan berpedoman pada turansi.

Setelah itu, ujarnya, menciptakan suasana kondusif pada internal pengurus, menjaga kekompakan, dan menjalin komunikasi dan relasi dengan berbagai pihak, terutama dengan kepala daerah. Selanjutnya jangan cepat berpuas diri, kreatifitas dan langkah inovatif terus dikembangkan karena tantangan di bidang pendidikan akan terus berkembang.

“Mari kita terus berkomunikasi dan berbagi pengalaman dalam menjalankan turansi, diantara kita sesama dewan pendidikan perlu terus menerus saling menguatkan,” tuturnya. (*)

Sinergi Antar PAUD Tingkatkan Mutu Pendidikan di Kota Semarang

Lingkar.co – Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Dr. Bambang Pramusinto, SH, SIP, MSI, mengungkapkan sinergi antara pemerintah, sesama pengelola Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan para pemerhati pendidikan dibutuhkan untuk meningkatkan mutu pendidikan di kota Semarang.Saat ini, kata dia, ada sekitar 40 persen PAUD yang telah terakreditasi dengan kategori grid A.

“Jadi PAUD di Kota Semarang itu kan ada 1.200-an atau 1.280-an. Itu ada tiga grid akreditasi A, B, C. Yang A itu sudah sekitar 40 sampai 50 persen, sisanya grid B sama grid C,” katanya.
.
Bambang mengungkapkan hal itu saat ditemui wartawan seusai menjadi narasumber Upgrading Komite PAUD yang digelar oleh Dewan Pendidikan Kota Semarang dengan 100 orang peserta komite PAUD.

Kegiatan dilaksanakan di kampus Graha Wisata (Grawis) Hotel School, Jl Puspowarno Raya, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Sabtu (27/9/2025) siang.

Menurut dia, Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pendidikan dan Dewan Pendidikan telah memrakarsai gerak sinergi bersama PAUD dengan grid A untuk mendukung semua terakreditasi sama, grid A.

“Tapi kami sudah buat komitmen, teman-teman yang sudah grid A itu nanti memberikan pendampingan untuk teman-teman yang gridnya masih B dan C,” katanya.

Tujuannya, kata dia, kalau semua sudah grid A, maka tingkat kualitas pembelajaran juga semakin baik karena lebih fokus pada target pembelajaran, “Kalau kualitas pembelajaran baik, outputnya ke anak-anak,” ucapnya.

Ia juga mengapresiasi Dewan Pendidikan Kota Semarang yang selalu pro-aktif sehingga kota Semarang selalu update dalam mengakses berbagai kebijakan.

Terkait anak putus sekolah, Bambang menyebut pendataan sudah dilakukan dalam aplikasi Bambu Apus dan pendampingan terhadap 316 anak yang terdata agar tetap memiliki kompetensi untuk bersaing di dunia industri melalui pendidikan kesetaraan kejar paket.

“Ya, jadi kami kan punya aplikasi ini, Bambu Apus, ya untuk mendata anak putus sekolah. Nah, tapi kami tidak hanya gunakan aplikasi, kami kolaborasi dengan Camat Lurah,” jawabnya.

“Nah, kami buat program Guru Bersamamu. Itu memberdayakan guru-guru penggerak yang ada di kota Semarang, jumlahnya banyak, ada 600, sambungnya.

Mereka yang putus sekolah, kata dia, akan memperoleh hak pendidikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang memfasilitasi kejar paket A, B, dan C. Sebab, pada dasarnya anak putus sekolah itu anak yang enggan sekolah di sekolah reguler.

“Makanya alternatifnya ya di kejar paket. Nah, kami kerjasama dengan sekolah kesetaraan yang mau memberikan fasilitas gratis. Jadi kami tempatkan di PKM terdekat yang gratis, terus didampingi sama guru-guru penggerak, gitu,” urainya.

Meski demikian, terdapat kendala dalam evaluasi pelaksanaan agar mereka bisa belajar di PKBM, yakni persoalan jarak tempuh dari rumah menuju PKBM. Maka, pihaknya mengupayakan bantuan.

“Kemarin muncul satu kendala transport. Pak, ini pembelajaran sudah jalan. PKPM-nya sudah oke semua, gratis enggak apa-apa, tapi jarak siswa tertentu itu jauh, gitu,” kata dia menceritakan.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Semarang Dr Drs Budiyanto SH MHum saat menyampaikan materi dalam Upgrading Komite PAUD 'TK, Pos PAUD/KB Kota Semarang di Graha Wisata (Grawis) Hotel School, Semarang Barat, Kota Semarang, Sabtu (27/9/2025). Foto: Rifqi/Lingkar.co
Ketua Dewan Pendidikan Kota Semarang Dr Drs Budiyanto SH MHum saat menyampaikan materi dalam Upgrading Komite PAUD ‘TK, Pos PAUD/KB Kota Semarang di Graha Wisata (Grawis) Hotel School, Semarang Barat, Kota Semarang, Sabtu (27/9/2025). Foto: Rifqi/Lingkar.co

“Maksudnya, kemarin ada ide dibeliin sepeda. Jadi kalau nanti kita survei, bisa ditemukan dengan sepeda, mending kita beliin sepeda. Gampangnya satu juta, beliin sepeda kan,” imbuhnya.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Semarang, Dr. Drs. Budiyanto, SH, MHum menambahkan, pendidikan merupakan hak bagi setiap warga negara. Maka dari itu, pemerintah harus mempersiapkan pendidikan yang bermutu, transparan, dan partisipatif menuju kota Semarang yang semakin hebat.

“Pendidikan merupakan modal dasar yang investasi jangka panjangnya untuk mempersiapkan masa depan anak bangsa yang lebih baik,” tandasnya.

Dengan demikian, menurutnya, prioritas pembangunan Pemkot Semarang pada pendidikan dan kesehatan sudah sangat tepat dan sesuai amanat konstitusi dan perundangan, “Sudah banyak sekolah swasta gratis dengan bantuan Pemkot Semarang, selanjutnya memperhatikan bagaimana pendidikan juga dinikmati oleh kaum difabel, tidak perlu dibeda-bedakan karena itu hak warga,” tegasnya.

“Maka program pemerintah harus mengupayakan terwujudnya masyarakat yang sehat, cerdas menguasai pengetahuan dan teknologi, sehat fisik, sehat mental, memiliki kecakapan hidup, dan etika yang baik untuk kejayaan Indonesia,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Atasi ABK, Dinas Pendidikan Kota Semarang Siapkan Guru Khusus di ULD

Lingkar.co – Penerapan peraturan wali kota (Perwali) tentang sekolah inklusi di kota Semarang menyisakan permasalahan yang harus segera mendapatkan solusi. Yakni Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang belum tentu bisa memahami pembelajaran dari guru kelas padat umumnya.

Maka dari itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang mempersiapkan Guru Pendamping Khusus (GPK) yang bertugas di Unit Layanan Disabilitas (ULD).

“Jadi konsep kami ULD ini, kami kan punya guru GPK 15, guru yang memang kompetensinya guru pendamping khusus. Nah itu nanti kami tempatkan di ULD.” kata Kepala Disdik Kota Semarang, Dr. Bambang Pramusinto, SH, SIP, MSI seusai menjadi narasumber Upgrading Komite PAUD yang digilar Dewan Pendidikan Kota Semarang di kampus Graha Wisata (Grawis) Hotel School, Jl. Puspowarno Raya, Semarang Barat Kota Semarang, Sabtu (27/9/2025) siang.

Dia menjelaskan, ULD berbeda dengan Rumah Duta Revolusi Mental (RDRM) yang lebih fokus pada persoalan psikologi dan sosial, “Yang ini unit layanan disabilitas untuk membantu sekolah-sekolah yang mereka memiliki ABK, anak berkebutuhan khusus,” kata Budiyanto di hadapan 100 peserta.

Menurut dia, ULD merupakan solusi sekolah inklusi, yakni membaurkan anak penyandang disabilitas agar tidak harus belajar di Sekolah Luar Biasa (SLB), “Jadi kalau memang tidak harus ke sekolah luar biasa, SLB, kita bantu di ULB. Jadi setelah di assessment, RDRM kok kategorinya cenderung berat, coba kita latih dulu di ULB,” jelasnya.

“Karena mengasuh anak berkebutuhan khusus ini perlu kemampuan ekstra, perlu waktu yang lebih lama, dan kemampuan yang spesifik dari gurunya,” urainya.

Lebih jauh ia mengungkapkan, gagasan tersebut tidak lepas dari kolaborasi Disdik dan Dewan Pendidikan Kota Semarang yang menggelar Ngopi Bareng, sebuah ajang diskusi tematik yang fokus untuk memecahkan persoalan-persoalan pendidikan di kota Semarang.

“Nah kemarin kan itu semua masukan dari Pak Dr. Budiyanto, ketua Dewan Pendidikan kan begitu, harus ada guru yang khusus mendampingi proses belajar dan mendidik anak berkebutuhan khusus,” ungkapnya.

Saat ini, kata Bambang, ULD baru tersedia di kecamatan Semarang Selatan, “Tapi nanti kan perlu dibangun lagi di Genuk misalkan, di Banyumanik. Jadi masyarakat enggak terlalu jauh gitu,” ujarnya.

Kendati demikian, Bambang mengakui ULD juga harus memperhatikan spesifikasi atau pengelompokan ABK. Dia menyontohkan, ada tiga anak kebutuhan khusus yang berbeda, satu tuna rungu, tuna wicara, dan tuna daksa. Tentunya ketiganya tidak bisa dibimbing oleh satu GPK.

“Ini kemarin masukan dari Dewan Pendidikan agar ke depan cepat dibuat konsep, dikelompokkan. Jadi pembelajarannya mentes gitu, karena kalau asal saja hanya konsep pembelajaran, ya emang ndak efisien, ndak efektif gitu,” katanya.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Semarang Dr Drs Budiyanto SH MHum saat menyampaikan materi dalam Upgrading Komite PAUD 'TK, Pos PAUD/KB Kota Semarang di Graha Wisata (Grawis) Hotel School, Semarang Barat, Kota Semarang, Sabtu (27/9/2025). Foto: Rifqi/Lingkar.co
Ketua Dewan Pendidikan Kota Semarang Dr Drs Budiyanto SH MHum saat menyampaikan materi dalam Upgrading Komite PAUD ‘TK, Pos PAUD/KB Kota Semarang di Graha Wisata (Grawis) Hotel School, Semarang Barat, Kota Semarang, Sabtu (27/9/2025). Foto: Rifqi/Lingkar.co

Senada, Ketua Dewan Pendidikan Kota Semarang, Dr. Drs. Budiyanto, SH, MHum menuturkan, pendidikan membutuhkan perhatian dari berbagai pihak, dari keluarga, lingkungan hingga sekolah yang dapat mendukung perkembangan anak didik.

Ia mengakui, tidak hanya sebatas mengusulkan guru pendamping khusus. Namun lebih dari itu, ia ingin ada rumah inklusi yang menjadi wadah bagi para guru pendamping khusus. Dengan demikian, para guru bisa lebih fokus mendampingi anak saat di sekolah.

“Nah anak yang berkebutuhan khusus ini juga tentunya membutuhkan perhatian khusus dari keluarga hingga sekolah, termasuk,” ujarnya.

Menurut dia, setiap anak yang lahir memiliki potensi yang belum tentu sama, terlebih lagi ABK yang membutuhkan pendampingan secara mental maupun kompetensi agar bisa menata diri menjadi orang yang berguna di masa depan.

“Nah, harapan kami di dewan pendidikan itu hanya ingin mereka bisa tetap berkembang seperti anak lain pada umumnya. Meskipun mereka berbeda, tapi kita tetap memberikan peluang tumbuh dan berkembang yang sama,” tuturnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Up Grading Komite PAUD, Budiyanto Wanti-wanti Orang Tua dan Guru Tak Tergantikan Teknologi

Lingkar.co – Ketua Dewan Pendidikan Kota Semarang Dr. Drs. Budiyanto, SH, MHum mengingatkan bahwa perkembangan teknologi yang demikian pesat bisa membahayakan budaya pendidikan. Maka dari itu ia mewanti-wanti peran mendidik anak dari lingkungan keluarga, orang tua dan guru menjadi teladan dan tak dapat digantikan oleh teknologi.

Sebab, menurut Budiyanto, pendidikan yang paling utama dimulai dari keluarga yang menanamkan nilai-nilai, membentuk dan membangun karakter pada anak. Semestinya, komite sekolah memberikan saran dan masukan yang berharga dalam memantapkan karakter anak di lingkungan sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

“Jadi peran komite sekolah dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan melalui program-program yang diajukan kepada kepala sekolah, komite sekolah dan kepala sekolah harus berkolaborasi menanamkan karakter sebelum masuk sekolah dasar,” kata dia.

Ia menyampaikan hal itu saat memberikan pembekalan Upgrading Komite PAUD ‘TK, Pos PAUD/KB Kota Semarang di Graha Wisata (Grawis) Hotel School, Semarang Barat, Kota Semarang, Sabtu (27/9/2025). Kegiatan dihadiri 100 orang Komite PAUD.

Dirinya mengungkapkan, aturan terbaru yang menyatakan adanya Komite PAUD menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan di Indonesia. Sementara itu banyak orang tua yang menyekolahkan anak ke PAUD karena sibuk bekerja.

Maka dari itu, Budiyanto meminta agar para komite sekolah mempertimbangkan dalam menentukan ekstrakurikuler sekolah. Sebab, pendidikan karakter diharapkan bisa terwujud melalui kegiatan tambahan tersebut.

“Kegiatan ekstrakurikuler yang harus dirumuskan oleh Komite Sekolah. Jadi semua bisa memberikan masukan kepada kepala sekolah. Setidaknya, program tambahan memberikan dampak pada etika,” pesannya.

Ia menyontohkan, kegiatan outing class di tempat tertentu seperti kebun binatang, pantai, kota lama, atau tempat-tempat bersejarah dan tempat ibadah, “Anak harus mulai belajar mengenal satwa dan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, memahami etika beribadah dan berinteraksi dengan orang lain,” jelasnya.

Budi, sapaan akrabnya, juga mengungkapkan kebijakan Pemkot Semarang yang menjadikan kesehatan dan pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan daerah.

“Program di bidang kesehatan dan pendidikan menjadi prioritas Pemkot Semarang karena kalau warga kota Semarang sehat dan pintar, berilmu. Maka pembangunan di kota Semarang berjalan dengan lancar,” tuturnya.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Semarang Dr Drs Budiyanto SH MHum saat menyampaikan materi dalam Upgrading Komite PAUD 'TK, Pos PAUD/KB Kota Semarang di Graha Wisata (Grawis) Hotel School, Semarang Barat, Kota Semarang, Sabtu (27/9/2025). Foto: Rifqi/Lingkar.co
Ketua Dewan Pendidikan Kota Semarang Dr Drs Budiyanto SH MHum saat menyampaikan materi dalam Upgrading Komite PAUD ‘TK, Pos PAUD/KB Kota Semarang di Graha Wisata (Grawis) Hotel School, Semarang Barat, Kota Semarang, Sabtu (27/9/2025). Foto: Rifqi/Lingkar.co

Oleh karena itu dirinya meminta agar komite PAUD bisa meluangkan waktu untuk memberikan masukan dan membuat program yang terbaik bagi anak di sekolah agar memiliki ilmu dan etika sebagai bekal hidup di masa depan.

“Mari sumbangkan tenaga dan pikiran untuk.mengembangkan pendidikan untuk menyiapkan anak-anak menjadi generasi emas di masa mendatang,” ajaknya.

Sebelumnya, Kapala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Dr. Bambang Pramusinto, SH, SIP, MSi, memaparkan berbagai program Pemkot Semarang di bidang pendidikan. Yakni: Program Sekolah Swasta Gratis bagi anak dari keluarga kurang mampu di sekolah swasta yang telah bekerja sama dengan Pemkot Semarang.

Selanjutnya, program Gerbang Harapan, yaitu bantuan pendidikan bagi siswa dan mahasiswa yang membutuhkan melalui skema gotong royong, baik dalam bentuk orang tua asuh maupun CSR. Hal ini, kata Bambang, termasuk study wisata.

“Sekolah boleh mengadakan studi wisata, tapi teknis penganggaran yang harus diatur dengan baik, jika ada yang keberatan bisa disikapi dari CSR,” terangnya.

Kemudian, program Semarang Mendidik, sebuah inovasi pendidikan terpadu yang melibatkan berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang kuat.

Pemkot Semarang juga menerapkan pendidikan dalam menjaga kebersihan lingkungan yang diberi nama GESIT (Gerakan Sisa Sampah Jadi Berkah): Melalui ini, anak dididik untuk memilah, mengolah, dan membuat produk inovasi dari sampah. (*)

Tantangan Memajukan Pendidikan di Kota Semarang Kian Berat, Komite Sekolah Diharap Makin Berdayaguna

Lingkar.co – Komite Sekolah di Kota Semarang diharapkan mampu merangkai potensi yang melekat pada satuan pendidikan (satpen) , masyarakat, dan elemen lain yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan pendidikan di ibukota provinsi Jawa Tengah ini.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Semarang (DPKS) Dr Drs Budiyanto SH, M.Hum mengatakan kepala sekolah bersama potensi yang ada di internal satuan pendidikan (satpen) saat ini tantangannya semakin berat dan dipastikan tidak mampu menyelesaikan tantangan itu tanpa adanya dukungan dan kerjasama dengan komite sekolah.

“Karena itu pengurus komite sekolah di kota Semarang dituntut harus mampu memberdaya gunakan diri agar dapat membersamai kepala sekolah mewujudkan pendidikan yang bermutu, transparan dan partisipatif menuju Semarang lebih hebat,” kata Budiyanto .

Budiyanto mengatakan hal itu saat membuka Up Grading Komite Sekolah yang diikuti para ketua komite sekolah pada satpen tingkat dasar dan menengah di Kota Semarang di kampus Graha Wisata Hotel School Jl Puspowarno Raya Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Sabtu (14/9/2025).

Menurutnya, tantangan komite sekolah sebagai wadah peran serta masyarakat dalam memajukan pendidikan pada era digital, transparansi, dan akuntabilitas semakin tinggi. Oleh karena itu komite sekolah di kota Semarang perlu di-up Grading agar semakin profesional sehingga dapat mengambil langkah-langkah strategis dan partisipatif dalam melibatkan masyarakat untuk berkontribusi memajukan pendidikan.

Melalui up grading ini, lanjutnya diharapkan pengurus komite sekolah semakin meningkat pemahamannya tentang tugas,fungsi dan peran strategis komite, wawasan kebijakan terbaru di bidang pendidikan, ketrampilan perencanaan, pengawasan dan evaluasi, semangat partisipatif dan transparansi pendidikan dan mendorong terciptanya komunikasi dan koordinasi efektif antara sekolah dengan komite.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Dr Bambang Pramusinto SH, M.Si saat menyampaikan paparan di hadapan sejumlah 100 orang ketua komite yang mengikuti up grading merespon positif DPKS yang menginisiasi kegiatan Up Grading ini.

Menurutnya, diharapkan setelah Grading ini komite sekolah yang ada di seluruh satpen di kota Semarang semakin meningkat pemahaman dan pengetahuannya, sehingga kualitas partisipasi masyarakat dalam membantu kepala sekolah juga semakin meningkat.

“Terima kasih DPKS atas terselenggaranya kegiatan ini, kepada para pengurus komite sekolah tolong dan saya titip para kepala sekolah di Semarang agar didampingi dalam menjalankan tugasnya agar tidak melenceng ketika menjalankan amanah mencerdaskan anak bangsa,” ujarnya.

Sebelumnya peserta up grading mengikuti paparan best practice dari dua nara sumber, yakni Kepala SMP Negeri 2 Semarang yang mengupas tema Sinergi Kerjasama Kepala Sekolah, Guru dengam Komite Sekolah Dalam Meningkatkan Kualitas dan Mutu Pendidikan di SMP Negeri 2 Semarang.

Drs Diyana, MT Ketua Komite SMK Negeri 3 Semarang yang juga mantan Kepala SMK Negeri 3 Semarang dan mantan ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kota Semarang tampil sebagai narasumber kedua, menyampaikan testemoni pengalamannya selama berpartisipasi meningkatkan mutu pendidikan melalui komite sekolah.

Up grading ditutup walikota Semarang, Dr Agustina Wilujeng Pramestuti , SS MM yang dalam sambutannya merasa prihatin atas maraknya perilaku anak-anak usia sekolah terlibat demo anarkhis beberapa hari lalu.

“Melalui Komite Sekolah saya titip pesan untuk disampaikan kepada para orangtua agar meningkatkan peran pendidikan keluarga yang salah satunya memantau ketat kegiatan anak-anak di luar jam sekolah,” ujarnya. (*)

Dr. Budiyanto: Alumni Pasca Sarjana Unnes Jangan Hanya Berkarya di Ruang Akademik Saja

Lingkar.co – Alumni Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Negeri Semarang (UNNES) diharapkan selalu hadir di tengah masyarakat dengan aksi nyata, alias tidak hanya berkarya di ruang akademik saja.

Ketua umum Dewan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Negeri Semarang (DPP IKA UNNES) Dr Drs Budiyanto SH, M.Hum mengatakan aksi nyata itu dapat dilakukan melalui berbagai bentuk kegiatan seperti pengabdian berbasis komunitas, pemberdayaan , literasi sosial dan inovasi lokal yang mampu menjawab kebutuhan zaman.

“Pengabdian itu dapat dimaksimalkan menjadi jembatan kontribusi sosial yang berdampak langsung kepada masyarakat,” kata Budiyanto saat menyampaikan sambutan pelantikan pengurus IKA SPs UNNES periode 2025-2030 di hotel UTC Semarang, Sabtu (2/8/2025)

Menurutnya, DPP IKA UNNES juga berharap agar IKA SPs UNNES dapat menjadi wadah kontribusi nyata dalam pembangunan pendidikan di Indonesia melalui kegiatan seperti pelatihan, pengembangan kurikulum, pendampingan sekolah dan kolaborasi penelitian sehingga alumni mampu memperluas dampak keilmuan dalam kegiatan nyata di Masyarakat .

Selain itu,lanjutnya, IKA SPs UNNES diharapkan menjadi kekuatan strategis yang mampu memberikan masukan konstruktif terhadap kebijakan pemerintah, khususnya di bidang pendidikan.

Dia menambahkan, dengan kapasitas akademik dan kedalaman riset, maka alumni Pascasarjana UNNES dapat memperkaya perspektif kebijakan yang lebih inklusif, solutif, dan orientasi pada kemajuan pendidikan nasional.

Secara khusus, ujarnya, momentum pelantikan pengurus bahwa IKA SPS Unnes sebagai wadah alumni jangan hanya dipahami sekedar seremoni saja, melainkan sebagai panggilan untuk berkontribusi, berkolaborasi, dan berinovasi dan berkarya demi kemajuan almamater , masyarakat , Bangsa dan Negara .

“Karena itu, alumni SPs UNNES harus selalu hadir sebagai bagian dari solusi bangsa. Alumni bukan hanya lulusan akademik saja, tetapi lebih dari itu, yakni juga sebagai agen perubahan yang membawa nilai-nilai intelektual, etika, dan pengabdian dalam kehidupan nyata,” ujarnya

kepengurusan IKA S.Ps Unnes senantiasa menjalin komunikasi aktif dengan alumni yang tersebar di berbagai profesi di seluruh Indonesia. Beliau menekankan bahwa:

“IKA S.Ps harus menjadi kekuatan strategis dalam memberikan kontribusi terhadap pembangunan pendidikan nasional. Ia juga harus menjadi jembatan sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.”

Ketua IKA S.Ps UNNES , Brigjen Pol Dr. Susilo Teguh Raharjo, saat menyampaikan sambutan usai dilantik menyampaikan komitmennya untuk mengkoordinasikan potensi alumni demi mencapai visi organisasi.

“IKA S.Ps memiliki kekuatan strategis yang dapat memberikan masukan konstruktif terhadap kebijakan pemerintah, khususnya di bidang pendidikan. Selain itu, penting bagi organisasi ini untuk terus berkembang hingga ke tingkat daerah di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Direktur Sekolah Pascasarjana Unnes yang diwakili oleh Wakil Direktur II, Prof . Dr. Eko Handoyo, M.Si., mengingatkan bahwa kualitas pendidikan di Indonesia sangat bergantung pada kemampuan perguruan tinggi dalam menghasilkan ilmuwan yang menguasai dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (Ipteks).

Alumni S.Ps Unnes, tuturnya , wajib menjaga kehormatan almamater dengan menjadi sosok unggul yang memberi kontribusi besar terhadap kemajuan Unnes dan pembangunan bangsa.

” Alumni hebat mampu menyuarakan program-program strategis seperti pengembangan SDM, pemberdayaan masyarakat, riset, dan lainnya yang berdampak langsung terhadap pendidikan dan kesejahteraan,”ujarnya

Berikut susunan pengurus Ika SPs UNNES periode 2025-2030 ; Pelindung: Prof Dr S Martono,M.Si, Pengarah ; Prof Dr Fathur Rahman,M.Si dan Dr Drs Budiyanto SH, M.Hum, Penasihat : Prof Dr Wasino, M.Hum dan Prof Dr Eko Handoyo, M.Si.

Ketua : Brigjen Pol Dr Susilo Teguh Raharjo,M.Si, Wakil Ketua: Kol Cba Dr Drs Surono,M.Si, Sekretaris : Dr Anang Budi Utomo S.Pd, S.Mn, M.Pd, Wakil Sekretaris; Dr Edi Kurniawan, M.Pd, Bendahara : Prof Dr Nina Oktarina, M.Pd, Wakil bendahara ; Prof Dr Sofyan Arif, M.Si.

Bidang Pengembangan Organisasi , Keanggotaan dan Kaderisasi : Dr Kusno M.Pd, Ulin Nuha Sun’an, M.Pd, Dr Sugi, M.Pd, Bidang Pendidikan dan Peningkatan Kualitas SDM : Prof Dr Masrukhi,M.Pd, Dr Yunina Resmi Ptananta, M.Pd, Yudina Tri Haryani, M.Pd,

Bidang Koperasi dan Kewirausahaan : Prof Dr Bambang Sumardjoko, M.Pd, Dr Arif Rahman S.IP, M.Si, Dr Irwan SH, M.Pd, M.Mar.E, Bidang Pengembangan Profesi : Dr Sadimon, M.Pd, Dr Bunyamin,M.Pd, Nora Sara Damayanti, M.Pd, Bidang Penelitian dan Pengembangan ; Prof Dr Wardono, M.Si, Prof Dr Hadromi , SPd, ST, Dr. Maddiati Fajri Putri, SPd, M.Sc, IPM. (*)

Sinden Idol Unnes 2025, Ketua Umum DPP IKA Unnes Tegaskan Implementasi Kampus Konservasi

Lingkar.co – Universitas Negeri Semarang (Unnes) Bersama Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unnes sukses menggelar even kesenian dan kebudayaan berupa Sinden Idol. Sinden Idol ke 5 Unnes digelar pada Sabtu tanggal 31 Mei 2025 di Auditorium Kampus Unnes Sekaran Gunungpati Semarang yang diikuti oleh 15 finalis dari berbagai daerah.

Ketua Umum DPP Ika Unnes, Dr. Drs. Budiyanto, SH, M.Hum menegaskan, Sinden Idol Unnes ke 5 tahun 2025 ini merupakan implementasi Unnes sebagai kampus Konservasi yang melestarikan budaya seni tradisi.

“Sinden Idol Unnes yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 2012 atas prakarsa Rektor Unnes Prof. Dr. Sudijono Sastro Atmodjo, M.Si beserta pimpinan Unnes bersama DPP IKA Unnes sebagai implementasi visi Unnes sebagai kampus yang bereputasi dunia, pelopor kecemerlangan pendidikan yang berwawasana konservasi,” ucap Budiyanto siaran persnya, Minggu (1/6/2025)

Sementara, Rektor Unnes, Prof Dr S Martono, M.Si menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai ikon universitas dan komitmen pengembangan seni tradisi untuk mengenalkan nilai budaya pada generasi muda.

Adapun Juara I Indah Bawa Entin Solichah dari Yogyakarta memperoleh hadiah dari Rektor Unnes Prof. Dr. S Martono, M.Si berupa uang tunai sebesar Rp 15.000.000,-, selanjutnya juara II Ika Lianingrum dari Banyumas mendapatkan hadiah berupa uang tunai sebesar Rp 12.500.000,- dari Ketua umum DPP IKA Unnes Dr. Drs. Budiyanto, SH, M.Hum, dan juara III diraih oleh Phita Nuryani dari Semarang mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 10.000.000, dari Ki.Gunarto Gonotalijendro.

Selanjutnya untuk juara harapan I diraih oleh Diva Dwi Riyanti dari Ponorogo, juara harapan II diraih oleh Dhesanta Anggun Pramesti dari Sragen, dan juara harapan III diraih oleh Nimas Ayu Winong. Bagi peserta finalis yang belum meraih juara juga diberi uang pembinaan oleh Bapak Rektor Unnes. (*)