Arsip Tag: Penghargaan

Penanganan Bencana Longsor di Situkung Berhasil Baik, Bupati Banjarnegara Terima Penghargaan dari Basarnas

Lingkar.co – Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana secara simbolis menerima Piagam Penghargaan dari Basarnas Semarang terkait dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan operasi SAR dalam penanganan bencana longsor di Dusun Situkung.

Penghargaan diberikan oleh Kepala Kantor Basarnas Semarang Budiono, S.E., M.M., bertempat di Pringgitan Rumah Dinas Bupati Banjarnegara

Budiono menyampaikan apresiasi terhadap Bupati Banjarnegara sebagaimana mandat dari Kepala Kantor Pusat Basarnas. Ia berharap Pemkab Banjarnegara bisa bersinergi dengan para relawan secara lebih bai di masa mendatang.

“Sesuai mandat dari Kepala Basarnas Pusat Marsdya TNI Mohammad Syafii, S.I.P., kami bermaksud memberikan Piagam Penghargaan kepada Pemkab Banjarnegara. Semoga ke depan dapat terus bersinergi dengan para relawan di Banjarnegara, karena pada akhirnya kami adalah pelayan masyarakat dalam operasi SAR.” katanya, Sabtu (14/3/2026)

Budiono juga menyatakan, pihaknya siap bersinergi dengan Pemkab Banjarnegara dalam kegiatan pelatihan kebencanaan.

“Kami juga siap jika dilibatkan dalam kegiatan pelatihan kebencanaan bersama BPBD dan relawan Banjarnegara,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Amalia yang didampingi Kepala BPBD Aji Piluroso juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Basarnas Semarang.

“Terima kasih atas upaya pencarian dan pertolongan korban bencana tanah longsor di Dusun Situkung, Kecamatan Pandanarum, pada 16–26 November 2025,” ujarnya.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian Basarnas Semarang kepada Pemkab Banjarnegara yang telah mendukung dan mendampingi dalam membantu memenuhi kebutuhan para korban bencana Situkung,” kata Bupati Amel.

Ia menyebut ada enam desa yang sudah direlokasi ke tempat yang aman. Para penyintas bencana telah mendiami hunian tetap (huntap) di lokasi baru.

“Kondisi saat ini terdapat enam desa yang telah direlokasi. Selain pembangunan hunian tetap (huntap) yang sudah dilakukan, diskusi bersama Gubernur Jawa Tengah juga telah kami lakukan, khususnya terkait skema bantuan yang disepakati, yaitu 50 persen dari Provinsi Jawa Tengah dan 50 persen dari Pemkab Banjarnegara,” papar Bupati.

Bupati Amalia juga mempersilakan apabila penanganan bencana Situkung di Banjarnegara nantinya dapat dijadikan pilot project atau percontohan bagi kabupaten lain.

Sebagai bentuk penghormatan, dalam pertemuan tersebut Bupati Amalia juga memberikan Piagam Penghargaan kepada Basarnas. (*)

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Puji Lomba JAGA DESA, Perkuat Tata Kelola Keuangan Kelurahan

Lingkar.co – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang bersama Kejaksaan Agung Negeri Kota Semarang menyerahkan penghargaan kepada pemenang Lomba Jaksa Garda Desa/Kelurahan sebagai bentuk apresiasi terhadap desa/kelurahan yang telah tertib dalam pengelolaan keuangan.

Acara ini dihadiri oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Semarang, Sekretaris Daerah Kota Semarang serta beberapa perwakilan instansi dari pihak terkait.

“Bagi Kota Semarang, kelurahan memiliki peran yang sangat strategis sebagai ujung tombak pelayanan publik. Kelurahan merupakan ruang di mana pemerintah hadir secara nyata dalam kehidupan masyarakat,” ungkap Agustina, di Ruang Lokakrida Balaikota, Rabu (18/2/2026).

Lomba Tertib Pengelolaan Keuangan merupakan inisiatif Kejaksaan Republik Indonesia yang bersinergi dengan Kementerian Dalam Negeri yang menjadi bagian dari Program JAGA DESA sebagai upaya dalam pengawalan pembangunan desa.

Melalui program ini, Pemkot Semarang berharap seluruh kelurahan semakin berkomitmen untuk menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan integritas dalam setiap perencanaan dan penggunaan anggaran, hingga meminimalisir kesalahan kecil demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan pelayanan publik berkualitas.

“Karena ada lomba, sehingga prosesnya itu didampingi oleh teman-teman dari kejaksaan. Ini saya ucapkan terimakasih kepada pak Kajari yang menginisiasi, agenda program ini dan di tahun depan akan ditambah slotnya menjadi dua kali di tiap semester sehingga terjaga, teman-teman lurah ini kemungkinan untuk melakukan kesalahan itu lebih menjadi kecil,” ujar Agustina.

Penghargaan lomba dibagi dalam tiga kategori, diantaranya Lomba Entry Data Aplikasi JAGA DESA/Kelurahan, Lomba Tertib Pengelolaan Keuangan Kelurahan, serta Lomba Film Pendek Jaksa Garda Desa/Kelurahan. Ketiga kategori tersebut tidak hanya dinilai dari aspek administratif dan keuangan, melainkan juga dari dorongan pemanfaatan sistem digital serta peran edukasi kepada masyarakat.

“Kita ingin membantu Pemerintah Kota Semarang khususnya untuk kelurahan-kelurahan dalam hal terkait administrasi maupun terkait keuangan. Karena dalam prosesnya, kadang-kadang temen-temen di Kelurahan ini kan kesulitan waktu karena jumlah personil dan SDM, sehingga pihak kejaksaan Kota Semarang membantu personilnya,” kata Andhie Fajar Arianto, Kajari Kota Semarang.

Penilaian dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat Kabupaten/Kota untuk memilih kandidat terbaik, dilanjutkan tingkat provinsi oleh Kejaksaan Tinggi, hingga tingkat nasional oleh tim pusat Kejaksaan RI untuk menetapkan 3 pemenang nasional.

Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh desa/kelurahan di Kota Semarang untuk memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya Kota Semarang yang semakin hebat, semakin bermartabat, dan semakin sejahtera. ***

Beri Layanan Pemeriksaan Kesehatan Terintegrasi 1.200 Pekerja Dalam 5 Hari, Pemkot Semarang Raih Rekor MURI

Lingkar.co – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang kembali mencatat capaian penting dalam layanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi para pekerja. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menerima penghargaan Rekor MURI atas pencapaian pemeriksaan kesehatan terintegrasi melalui platform Satu Sehat pada pekerja di perusahaan terbanyak, yakni 53 perusahaan dalam kurun waktu lima hari.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) kepada Agustina Wilujeng serta disaksikan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam rangkaian peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), bertempat di Aula Gedung Penunjang RSUP Dr. Kariadi, Selasa (10/2/2026).

Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis bagi pekerja tersebut dilaksanakan oleh RSUP Dr. Kariadi bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang.

Program ini menjangkau 1.200 orang pekerja dari 53 perusahaan di Kota Semarang dan dilaksanakan pada 26–30 Januari 2026. Seluruh hasil pemeriksaan tercatat dalam platform Satu Sehat sebagai bagian dari sistem informasi kesehatan nasional.

Agustina menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja cepat lintas sektor di Kota Semarang. “Ini adalah kerja cepat dari dinas yang hari ini ada di Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Rumah Sakit Kariadi. Dalam waktu lima hari, pemeriksaan kesehatan gratis dapat menjangkau 53 perusahaan dan akhirnya tembus rekor MURI,” ujar Agustina.

Dirinya juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Kesehatan dalam pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis secara masif hingga menjangkau fasilitas layanan kesehatan di daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin sebagai langkah pencegahan dini. Menurutnya, upaya menjaga kesehatan jauh lebih efektif dilakukan sejak awal.

“Kalau ditunggu sampai sakit, nanti lebih mahal dan kualitas hidup juga lebih jelek. Tahun ini setelah dicek, kalau tidak sehat harus diobati, dan obatnya juga gratis,” kata Menkes.

Agustina menambahkan bahwa pesan tersebut menjadi perhatian Pemkot Semarang, terutama terkait tindak lanjut setelah pemeriksaan dilakukan. “Pesan beliau, pemeriksaan gratis lebih rutin dan setelah itu follow up-nya, kalau yang bersangkutan sakit harus segera diobati,” katanya.

Momentum Bulan K3 ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keselamatan kerja harus berjalan seiring dengan kesehatan pekerja secara menyeluruh. Pemeriksaan kesehatan terintegrasi menjadi salah satu langkah nyata dalam pencegahan dini penyakit, peningkatan produktivitas, serta perlindungan jangka panjang.

Pemkot Semarang berharap pencapaian ini bisa menjadi pemicu semangat bagi dunia usaha untuk semakin aktif memastikan kesehatan pekerja melalui sistem yang terukur, terintegrasi, dan berkelanjutan. (Adv)

Dr Drs Budiyanto SH, M.Hum Dinobatkan Sebagai Tokoh Prestasi Indonesia 2026 Bidang Pendidikan

Lingkar.co – Dr Drs Budiyanto SH, M.Hum dinobatkan sebagai salah satu tokoh berprestasi di tanah air pada tahun 2026 oleh Berlian Organizer Semarang. Selain Budiyanto, ada juga 10 tokoh lain yang mendapat penghargaan pada kesempatan itu.

Asisten Bidang Administrasi Setdaprov Jateng, Dr Dhoni Widianto S.Sos, M.Si mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.menyerahkan penghargaan tersebut di Wisma Perdamaian, kawasan Tugu Muda Kota Semarang, Jawa Tengah, Jum’at (23/1/2026).

CEO Berlian Organizer Haryanto mengatakan Penobatan Tokoh Prestasi Indonesia 2026 merupakan wujud penghormatan kepada para figur inspiratif yang yang telah menunjukkan dedikasi, integritas, dan kontribusi nyata di berbagai bidang.

“Mereka yang kami nobatkan pada malam hari ini adalah pribadi-pribadi yang dalam perjalanan hidupnya tidak hanya mencetak prestasi ,tetapi juga telah menghadirkan dampak positif bagi masyarakat, lingkungan dan kemajuan bangsa,” kata Haryanto.

Menurutnya, Ketua Dewan Pendidikan Kota Semarang, Dr. Drs. Budiyanto SH, M.Hum dinilai layak menerima penghargaan ini karena berhasil memposisikan dewan pendidikan dengan tepat, terutama dalam pelibatan masyarakat untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di ibukota Jateng.

Bahkan, lanjutnya, Budiyanto dinilai paling berhasil dalam menjalankan tugas, peran dan fungsi (Turansi) Dewan Pendidikan sebagaimana diamanatkan dalam UU Sisdiknas dan regulasi turunannya.

Ketua umum DPP Ika Unnes itu pun dinilai berhasil membawa Dewan Pendidikan Kota Semarang sebagai jadi percontohan dan rujukan oleh Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota se-Indonesia.

“DPKS menjadi tempat bertanya dan belajar atau studi tiru dewan pendidikan kabupaten/kota dari berbagai daerah dalam hal pelaksanaan tugas peran dan fungsi. Karena itu kami memandang layak ketua DPKS dinobatkan sebagai tokoh prestasi 2026 di bidang pendidikan, ” ujarnya

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melalui sambutaan tertulis yang dibacakan oleh Dhoni Widianto menyatakan, penghargaan kepada para tokoh ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dedikasinya kepada masyarakat.

Sementara, Ketua DPKS Dr Drs Budiyanto, SH, M.Hum menyambut baik penghargaan yang ia terima. Ia menyatakan hanya menjalankan amanah yang ia terima sebagai bagian dari putra bangsa yang peduli dengan masa depan anak Indonesia.

Ia juga menilai, pihak yang memberi penghargaan juga memiliki dedikasi di bidang pendidikan karena memperhatikan perkembangan dunia pendidikan hingga mampu memerhatikan orang dengan sebuah perhargaan.

Selain itu, ia menyatakan keberhasilan Dewan Pendidikan tidak lepas dari semua pengurus dan berbagai pihak yang mendukung kerja-kerja organisasi DPKS. “Ini merupakan pengakuan dari masyarakat bahwa upaya-upaya yang dilakukan para pengurus DPKS bersama masyarkat benar-benar dapat dirasakan manfaatnya,” tuturnya.

“Tanpa ada kerjasama yang baik dengan masyarakat dan semua pihak Dewan Pendidikan tidak bisa mengembangkan inovasi dan kreasi dalam menjalankan tugas peran dan fungsinya,” pungkasnya. (*)

Presiden Beri Penghargaan GP Ansor, Gus Shidqon: Jawa Tengah Siap Jaga Kedaulatan Pangan Nasional

Lingkar.co – Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum GP Ansor H. Addin Jauharudin beserta jajaran atas penghargaan yang diberikan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kepada GP Ansor, Rabu (7/1/2026).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan yang digelar di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Momentum ini menjadi penanda penting atas kontribusi berbagai elemen bangsa, termasuk organisasi kepemudaan, dalam memperkuat sektor pangan nasional.

Ketua Umum GP Ansor H. Addin Jauharudin menerima penghargaan tersebut didampingi jajaran pengurus pusat serta personel Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang selama ini terlibat aktif dalam program-program ketahanan pangan di berbagai daerah.

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, M. Shidqon Prabowo, menilai penghargaan dari Presiden merupakan bentuk pengakuan negara atas kerja nyata GP Ansor di sektor pangan.

Menurutnya, berbagai program berbasis kerakyatan yang dijalankan Ansor di daerah telah memberi dampak positif, termasuk program Patriot Ketahanan Pangan di Provinsi Jawa Tengah.

“Sebagai pengurus wilayah dan kader GP Ansor, kami tentu bangga dan menyambut baik penghargaan ini. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja lebih keras dan lebih optimal dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Shidqon.

Ia menambahkan, capaian tersebut menjadi pemacu semangat bagi seluruh jajaran GP Ansor di daerah untuk terus mengembangkan sektor pertanian dan pemberdayaan pangan berbasis masyarakat, khususnya di Jawa Tengah yang memiliki potensi pertanian besar.

“Kami siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan serta memperkuat kedaulatan pangan nasional,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Shidqon menegaskan bahwa penghargaan ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Menurutnya, ketahanan pangan merupakan program strategis pemerintah sekaligus amanah organisasi yang harus dijalankan secara berkelanjutan.

“Penghargaan ini adalah pengingat bahwa kerja-kerja pengabdian harus terus ditingkatkan demi kemaslahatan umat dan bangsa,” pungkasnya. (*)

Penulis: Husni Muso

Konsisten Terapkan Manajemen Talenta, Pemkab Cilacap Raih Penghargaan dari BKN RI

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten Cilacap meraih Penghargaan Penerapan Manajemen Talenta dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia dalam acara Penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan dan Penerapan Manajemen Talenta di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Gubernuran Jawa Tengah, Kamis (8/1/2026).

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dari Kepala BKN RI Prof Dr Zudan Arif Fakhrulloh, bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi serta sejumlah kepala daerah penerima penghargaan lainnya, yakni Wali Kota Semarang, Wali Kota Tegal, Wali Kota Magelang, dan Wali Kota Pekalongan.

Kabupaten Cilacap dinilai berhasil menerapkan manajemen talenta ASN secara konsisten dalam pengisian jabatan, mulai dari jabatan struktural, jabatan fungsional, hingga jabatan pimpinan tinggi (JPT).

Bupati mengatakan penghargaan ini adalah sebagai wujud apresiasi terhadap Pemkab Cilacap yang telah menerapkan manajemen talenta yang ujungnya adalah meritokrasi. Menurutnya, penempatan jabatan bagi ASN (Aparatur Sipil Negara) pada tempat yang tepat sesuai dengan assessment yang dilakukan.

“Tentu penghargaan ini merupakan rekomendasi dari penerapan menajemen talenta meritokrasi di lingkungan Pemkab Cilacap . Sehingga the right man on the right place bisa kita wujudkan secara cepat ,” katanya.

Lantas, Syamsul menegaskan, hal tersebut juga menjadi wujud komitmen bahwa Pemkab Cilacap ingin menghadirkan Pemerintahan yang baik dan bersih. Harapannya di tahun 2026 akan mulai dipersiapkan untuk jabatan administrator mengikuti talent pool untuk mengisi jabatan jpt yang kosong tanpa proses yang panjang.

“Kami sekali lagi menegaskan bahwa Pemkab Cilacap tidak akan jual beli jabatan dalam 5 tahun kedepan dan dengan proses yang cepat. Kami komitmen akan hal itu,” ujarnya.

Jabatan Sesuai Kompetensi

Kepala BKN RI Zudan Arif Fakhrulloh menyampaikan bahwa penerapan manajemen talenta merupakan bagian penting dari penguatan sistem merit dalam tata kelola ASN. Menurut dia, daerah yang mampu menerapkan manajemen talenta menunjukkan komitmen dalam menempatkan ASN sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi.

“Manajemen talenta menjadi instrumen utama untuk memastikan jabatan strategis diisi oleh ASN yang tepat dan profesional,” ujar Zudan.

Menurut Zudan, manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menyiapkan kader terbaik ASN. Sistem meritokrasi sangat penting untuk menyiapkan ASN agar mampu mengeksekusi visi dan misi kepala daerah secara efektif dan berkelanjutan.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Prof Zudan Arif, dan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyaksikan penandatanganan kesepakatan penerapan manajemen talenta, Kamis (8/1/2026). Foto: dokumentasi
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Prof Zudan Arif, dan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyaksikan penandatanganan kesepakatan penerapan manajemen talenta, Kamis (8/1/2026). Foto: dokumentasi

“Merit itu berarti layak, dan kratos berarti kekuasaan. Meritokrasi adalah menempatkan orang yang pantas pada fungsi kekuasaan. Di era sekarang, ASN yang lambat akan menghambat pelaksanaan program,” katanya.

Melalui komitmen tersebut, BKN mendorong seluruh pemerintah daerah mempercepat implementasi manajemen talenta ASN secara bertahap dan berkelanjutan sebagai bagian dari reformasi birokrasi nasional. Zudan juga menekankan pentingnya penerapan sistem merit dalam pengelolaan ASN agar birokrasi lebih efektif, adaptif, dan berbasis kompetensi.

Ia berharap Jawa Tengah dapat menjadi barometer nasional dalam penerapan manajemen talenta ASN dan reformasi birokrasi berbasis sistem merit.

Senada, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan, manajemen talenta menjadi kunci utama untuk memastikan ASN berperan sebagai motor penggerak pembangunan daerah secara profesional, terukur, dan berintegritas.

Tangguh Jaga Inflasi 2025, Pemprov Jateng Pertahankan TPID Terbaik Tingkat Provinsi

Lingkar.co – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berhasil mempertahankan prestasi sebagai Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) berkinerja terbaik tingkat provinsi kawasan Jawa-Bali pada 2025.

Hal itu karena provinsi yang dipimpin Gubernur Ahmad Luthfi tersebut dinilai tangguh dalam menjaga laju inflasi di wilayahnya sepanjang 2025.

“Prestasi TPID kita nomor satu,” kata Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi saat ditemui usai menerima penghargaan dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia dan Rakornas Pengendalian Inflasi di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat malam, 28 November 2025.

Sebagai informasi, upaya pengendalian inflasi di Jawa Tengah mengusung program Rega Tatas (Rega tumata, aman, terjangkau, adil, dan stabil). Program tersebut diimplementasikan melalui strategi pengendalian inflasi “4K”, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan komoditas, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Dikatakan Ahmad Luthfi, sudah sejak 2024 lalu Pemprov Jateng melakukan berbagai upaya dan sinergi untuk pengendalian inflasi. Di antaranya menjaga stabilitas harga, keterjaminan pasokan pangan, serta kelancaran pendistribusian barang. Melalui harga yang stabil di pasar maka daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah kondisi ekonomi saat ini.

Tak ayal, pada tahun itu mengantarkan Provinsi Jawa Tengah sebagai TPID berkinerja terbaik tingkat provinsi kawasan Jawa-Bali pada tahun 2024. Prestasi itu kemudian dipertahankan pada 2025. Hal itu juga tak lepas dari kolaborasi, sinergi, dan inovasi dari seluruh stakeholder terkait, termasuk pemerintah kabupaten/kota.

“Ini menjadikan kita untuk lebih efektif kembali dalam rangka penetrasi harga, khususnya inflasi di wilayah kita,” jelasnya.

Adapun pada 2025 ini, kondisi inflasi Jawa Tengah menunjukkan laju yang stabil. Inflasi Oktober 2025 tercatat pada angka 2,86%, artinya masih dalam rentang sasaran 2,5 plus minus 1%. Di sisi lain, realisasi investasi Januari-September 2025 mencapai Rp 66, 13 triliun.

Dampak positifnya adalah pertumbuhan ekonomi triwulan III-2025 mencapai 5,37% (yoy), lebih tinggi dari nasional (5,04% yoy). Kemudian angka kemiskinan turun dari 9,58% pada September 2024 menjadi 9,48% pada Maret 2025. Begitu juga dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus 2025 sebesar 4,66% atau turun 0,12%.

Upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah provinsi Jawa Tengah tersebut juga sejalan dengan program dari pemerintah pusat.

Presiden RI Prabowo Subianto dalam sambutannya mengatakan, di tengah kondisi politik global yang berdampak pada perekonomian dunia, perkonomian Indonesia masih tumbuh baik.

“Ini adalah sinergi dan kerja sama yang cukup baik di antara pengelola perekonomian kita. Ini membuktikan kepada rakyat, memberikan optimisme kepada kita bahwa Indonesia tangguh dan mandiri, dapat berdiri di kaki sendiri,” kata Prabowo. (*)

Gelar Anugerah Insan Pertanian 2025, Jateng Pamer Potensi Pertanian dan Gandeng Generasi Muda

Lingkar.co – Untuk mengangkat sektor pertanian agar lebih bergengsi dan berdaya ekonomi tinggi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dipimpin gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), menggelar Anugerah Insan Pertanian 2025.

Ajang itu juga menjadi momentum menunjukkan kemampuan pertanian Jateng, dalam memasok kebutuhan pangan nasional.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jateng, Defransisco Dasilva Tavares mengatakan, ajang tersebut bertujuan menggugah minat generasi muda untuk melirik sektor pertanian. Menurutnya, Jawa Tengah memiliki potensi beragam komoditas unggulan.

“Ini karena kami ingin membangun semangat anak-anak muda, bahwa pertanian merupakan peluang besar untuk mendapatkan pendapatan yang lebih,” ujarnya, di Balairung Hotel Novotel Semarang, Kamis (27/11/2025) malam.

Frans, sapaannya, menjelaskan, pertanian modern menghadapi tantangan penyempitan lahan. Namun, perkembangan teknologi mampu meningkatkan hasil pertanian.

Hal itu terlihat dari prognosa produksi padi di Jateng pada 2025, yang diperkirakan naik. Berdasarkan Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik, produksi Gabah Kering Panen (GKP) hingga Desember 2025, diprediksi mencapai 11.362.870 ton atau setara 9.384.982 ton Gabah Kering Giling (GKG).

Sementara prognosa produksi jagung Jawa Tengah pada periode Januari–Desember 2025 mencapai 3.869.168 ton, meningkat dari 3.282.384 ton pada 2024.

“Kita mengalami peningkatan 493.684 ton dibanding periode yang sama pada 2024, yang mencapai 8.891.297 ton GKG. Kami yakin dengan potensi ini, Jateng bisa menjadi andalan menjaga stabilitas ketersediaan beras, makanan pokok masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Berbagai strategi diterapkan untuk menggenjot produksi padi 2025, antara lain penggunaan benih unggul, pemupukan berimbang, bantuan irigasi, serta adopsi teknologi pertanian.

“Anak-anak muda menguasai teknologi, sehingga sistem pertanian dengan mekanisasi dan teknologi lebih cepat mereka kuasai dan terapkan. Sekarang banyak yang sudah menggunakan drone dan teknologi lainnya,” tutur Fransisco.

Pada ajang itu dibagi menjadi beberapa kategori, seperti petani milenial, pendamping petani, kelompok tani perkebunan petani, produsen benih terbaik, dan daerah, dengan kenaikan indeks pertanian pertanaman padi tertinggi.

Petani Milenial asal Bedono, Maresti Mei Yuniasih, mengaku bangga meraih Juara 1 Komoditas Kopi. Dunia yang ia geluti sejak 2019 itu, kini kian menjanjikan dari sisi ekonomi.

Ia berharap dengan prestasinya, dapat memunculkan lebih banyak petani milenial lain.

“Sekarang banyak anak muda gemar kopi. Dulu harga green bean hanya Rp17.000 dijual ke tengkulak. Tahun ini bisa Rp75.000 untuk biji kopi biasa, sedangkan kopi petik merah sudah mencapai Rp100.000,” ungkap pemilik Kelir Javanese Coffee itu. (*)

UNNES Berikan Penghargaan ke Muhtar Said

Lingkar.co – Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang memberikan penghargaan kepada alumni yang dinilai telah memiliki kiprah luar biasa. Salah satu alumni yang diberi penghargaan oleh Fakultas Hukum UNNES adalah Muhtar Said.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) ini mendapatkan penghargaan alumni berdampak di bidang sosial. Penghargaan diberikan pada acara Tasyakuran Dies Natalis Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang Ke 18 di Auditorium Utama Universitas Negeri Semarang, Kamis (27/11/2025).

Dekan Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang, Ali Masyhar menyatakan, penghargaan diberikan dikarenakan peran saudara Dr. Muhtar Said ini sangat berdampak pada isu isu sosial. “Maka kami dari Fakultas Hukum UNNES sangat mengapresiasi kiprah-kiprah para alumni yang memiliki peran luar biasa,” ucap Ali Masyhar.

Sebagai penerima penghargaan alumni berdampak, Muhtar Said mengucapkan terima kasih kepada Universitas Negeri Semarang yang telah menjadi tempat belajar pada waktu kuliah di Ilmu Hukum. “Di Fakultas Hukum Unnes saya diajarkan untuk tidak boleh jauh dari permasalahan yang ada di masyarakat, dan harus menjadi problem solving” ujar Said.

Muhtar Said dikenal memiliki berbagai aktivitas sosial. Sebagai alumni fakultas hukum, banyak aktivitas sosial yang dilakukan Muhtar Said, terutama persoalan-persoalan sosial yang terkait dengan permasalahan hukum.

Untuk organisasinya mulai dari aktif di Nahdlatul Ulama hingga berbagai lembaga di bidang bantuan hukum. Muhtar sehari-hari merupakan dosen hukum tata negara di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), Jakarta. Muhtar Said juga pernah mengajukan uji formil UU Nomor 7/2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Muhtar Said tercatat memiliki aktivitas sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (IKA FH Unnes) periode 2022-2027. Ketua LAZISNU Kota Depok ini juga melahirkan berbagai buku dan tulisan artikel yang tersebar di berbagai media massa dan jurnal.

Selain Said, alumni yang mendapatkan penghargaan adalah Agung Nugraha sebagai alumni bidang ekonomi berkelanjutan dan Adi Cesar sebagai pejuang penegakan hukum. (*)

Penulis: Husni Muso

Sukses Intervensi Penurunan Stunting, Gubernur Jawa Tengah Terima Penghargaan Kemenkes

Lingkar.co – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025, Rabu (12/11/2025) di Ruang Auditorium J. Leimena Gedung Adhyatma lantai 2, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Jakarta.

Jawa Tengah memperoleh penghargaan berkat prestasinya sebagai Provinsi dengan Capaian Intervensi Spesifik Stunting Terbaik Kategori Regional I.

Penghargaan diserahkan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin kepada Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin).

Usai acara, Sumarno menyampaikan apresiasi yang tinggi dengan penghargaan yang dicapai tersebut. Menurutnya, hal itu tidak lepas dari kerja bersama dan kolaborasi semua pihak dalam upaya percepatan penurunan stunting di Jawa Tengah. Penghargaan diharapkan akan menjadi penyemangat bagi semua pihak yang sudah bersinergi sehingga mendapatkan prestasi yang membanggakan.

“Terima kasih kami ucapkan kepada semua stakeholder yang sudah bekerja sama dan berkolaborasi dalam upaya percepatan penurunan stunting. Kepada bupati, walikota, camat, lurah dan yang terutama kader posyandu, yang menjadi ujung tombak suksesnya pencapaian penurunan stunting di Jawa Tengah,” kata Sumarno.

Sumarno juga menyampaikan selamat kepada dua penghargaan lain yang diterima oleh Jawa Tengah, termasuk kader Posyandu terbaik. Menurutnya, PR dalam penurunan stunting masih harus dikejar sampai memenuhi target nasional.

“Melalui sinergi semua pihak kita optimis akan tercapai,” katanya.

Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan Budi Guna Sadikin mengatakan, prevalensi stunting telah berada pada 19,8% di tahun 2024. Pemerintah Indonesia berkomitmen menurunkan prevalensi stunting menjadi 14,2 % pada tahun 2029 dan mencapai 5% pada tahun 2045.

“Rakornas menjadi ajang strategis menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan mulai pemerintah pusat, daerah, dari provinsi sampai desa dalam pencegahan dan penurunan stunting,” kata Budi.

Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuminng Raka dalam arahannya mengatakan, program percepatan penurunan stunting adalah program prioritas Presiden RI Prabowo Subiyanto yang harus dikawal bersama. Gibran mengajak semua pihak agak keroyokan untuk mencapai target penurunan yang sudah ditetapkan.

“Tantangan masih besar untuk mencapai prevalensi 14% di tahun 2029. Mari kita bersama-sama keroyokan untuk program penurunan stunting ini,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, dua penghargaan juga diberikan kepada Jawa Tengah yaitu, Kabupaten Banyumas dengan katagori terbaik Regional 1 untuk Progam Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), dan kader Bidang Kesehatan Berprestasi Terbaik Regional 1 yang diberikan kepada Sofia Turrifqi, kader Posyandu Mawar 3 Desa Bekutuk, Blora.(*)