Arsip Tag: Inovasi Kesehatan

Atasi Over Stok, PMI Kota Semarang Manfaatkan Komponen Darah Untuk Terapi Nebu PRP

Lingkar.co – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang, Dr. dr. Awal Prasetyo, M.Kes., Sp.THT-KL., MM(ARS) mengungkapkan klinik Utama PMI Kota Semarang telah melayani terapi nebu (nebulisasi) PRP allogen.

Ia menyebut layanan terapi tersebut merupakan inovasi hasil penelitian UDD PMI Kota Semarang dalam mengatasi kasus kelebihan stok darah karena permintaan darah semakin menurun.

“Tantangan di kota Semarang ini adalah menurunnya kebutuhan darah ditengah meningkatnya stok darah, karena animo pendonor darah di kota Semarang itu luar biasa,” ujarnya dalam jumpa pers kegiatan Musyawarah Kerja Kota (Muskerkot) di aula Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (4/2/2026).

Dijelaskan, PRP atau Platelet-Rich Plasma merupakan sebuah upaya medis dalam memanfaatkan sel darah sisa produk olahan arah untuk kepentingan transfusi. Plasma trombosit darah bisa masuk ke dalam tubuh melalui terapi uap (nebulisasi).

“Dari komponen darah itu memberikan efek terapi untuk regenerasi sel untuk kasus-kasus tertentu yang sedang diriset dan dikembangkan sekaligus melalui pelayanan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, trombosit kaya dengan plasma yang berfungsi untuk memperbaiki dan mempercepat regenerasi sel-sel kulit, memperbaiki sel pankreas, kolesterol, asam urat, dan juga untuk mengatasi kasus osteoporosis (pengapuran tulang).

Dengan demikian darah yang disumbangkan secara sukarela tidak ada yang terbuang dan menambah kemandirian ekonomi PMI, “Ini kami lakukan untuk menambah kemandirian PMI,” urainya.

Untuk itu, lanjutnya, pada musyawarah kerja telah disepakati untuk mengembangkan bioregeneratif and healthness centre sebagai salah satu unit baru yang akan dikelola secara profesional dan meningkatkan kemandirian PMI Kota Semarang.

Meski sudah bisa diakses oleh masyarakat, namun ia menyebut layanan terapi tersebut masih belum dikelola secara profesional karena pembangunan fasilitas khusus bioregeneratif and healthness centre baru akan dilakukan.

” Anggaran yang dialokasikan untuk merenovasi lantai dua gedung markas itu sekitar Rp2,3 miliar dan diharapkan bisa selesai di pertengahan semester pertama tahun ini sehingga awal pertengahan semester kedua bisa mulai operasional,” paparnya.

Ia mengakui, semua pelayanan kesehatan di Klinik Utama PMI Kota Semarang belum bisa menerima pasien BPJS Kesehatan. Meski demikian, ia memastikan masyarakat akan bisa menerima pelayanan dengan harga yang terjangkau.

“Ini adalah pelayanan yang basiknya itu kemanusiaan, maka ini akan ditekan untuk memberikan yang terbaik bagi manusia yang lain. Jadi walaupun tidak ada BPJS dan tidak ada asuransi kesehatan tapi tetap terjangkau,” tegasnya. (*)

Kapolres Kendal Luncurkan Bhabincare, Produk Inovasi Ipda John Pasis Akpol

Lingkar.co — Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar meluncurkan Bhabincare, sebuah produk inovasi Ipda John Anderson Batara Aryasena (Pasis Akpol) yang terinspirasi dari berbagai keluhan penerima manfaat MBG di Kendal.

Ipda John melakukan penelitian Tugas Akhir Sarjana Terapan Ilmu Kepolisian (S.Tr.I.K) di Polres Kendal, untuk melahirkan inovasi Bhabincare yang kemudian mendapatkan dukungan dan langsung diluncurkan Polres Kendaloleh Kapolres Kendal.

Menurut Ipda John, “Hadirnya Bhabincare sangat memudahkan pelajar untuk mengeluhkan hal-hal terkait MBG, mulai dari kekurangan minor (Telat kirim, aroma kurang menggairahkan, menu membosankan) seharusnya langsung dapat diketahui dan ditindaklanjuti, dengan harapan tidak akan terjadi keracunan atau keluhan besar terkait MBG di Kendal

Untuk itu, bertempat di Lapangan Indoor Polres Kendal, Selasa (4/11/2025) pagi, inovasi tersebut langsung diresimkan oleh Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar, dihadiri jajaran pejabat Polres, Korwil BGN Kendal Muhammad Faris Maulana S.A.P., para pelajar penerima manfaat MBG dari SMAN 1, SMAN 2 Kendal, dan SMK Bina Utama Kendal, kemudian juga hadir M Faiz A, S.Tr.T, juga Singgih, S.Tr.T selaku KA SPPG Tangguh Sapu Jagad dan KA SPPG-SPPI Yayasan Bahurekso Peduli Nusantara selaku distributor dan produsen ke sekolah tersebut.

Melalui Bhabincare, keluhan masyarakat dengan mudah ditampung, ditindaklanjuti, dan dimonitor hasil perbaikannya. Bhabincare memiliki satu link keluhan terintegrasi antara Korwil BGN, SPPG, Penerima Manfaat, dan seluruh Bhabinkamtibmas.

Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar mengapresiasi langkah kreatif Pasis Akpol tersebut. Ia menegaskan bahwa Polri hadir bukan hanya menjaga kamtibmas, tetapi juga memastikan program-program pemerintah berjalan aman, sehat, dan tepat sasaran.

“BhabinCare merupakan bentuk nyata kehadiran Polri sebagai konselor kepuasan MBG dan komunikator dalam mengawal kebijakan strategis nasional. Kami ingin memastikan setiap pelajar menerima manfaat program MBG secara layak, tanpa kendala, dan dengan pengawasan yang transparan,” ungkap Kapolres Hendry.

Tak hanya itu, Ketua SPPG-SPPI Kendal M. Faris Maulana menyambut baik hadirnya BhabinCare.

“Program ini sangat membantu. Semua laporan langsung terintegrasi, sehingga kami bisa menindaklanjuti dengan cepat. Misalnya ada menu yang tidak sesuai atau makanan terlambat datang, sistem BhabinCare langsung menghubungkan kami dengan dapur MBG untuk segera diperbaiki,” jelasnya.

Kemudian, mewakili para pelajar yang hadir Syarif, siswa kelas XI SMK Bina Utama Kendal, mengaku senang dan berterima kasih hadirnya BhabinCare, bukan hanya Polisi yang membantu suksesnya MBG, tapi saya merasa lebih nyaman dan aman karena merasa lebih dekat dengan Polisi.

“Dengan adanya BhabinCare ini, kami para siswa jadi tidak bingung lagi, kalau kemarin ada keluhan-keluhan telat kirim, atau agak bau terkait MBG. Sekarang kami tahu harus melapor ke mana, dan yakin laporan kami ditindaklanjuti hingga puas karena bhabincare datang rutin ke sekolahan, bahkan bisa chat karena ada platform hingga hotlinenya” ungkap Syarif.

“Harapan saya, melalui status dan peran Bhabincare dapat adanya peningkatan kualitas MBG, sehingga kualitas gizi masyarakat terpenuhi kemudian masyarakat puas atas MBG pada Kabupaten Kendal, dan karena gizinya sudah terpenuhi para pelajar menjadi lebih cerdas dan siap mensukseskan Indonesia Emas 2045.” tutup Ipda John Anderson.

Dengan slogan Polisi Peduli Gizi untuk Masyarakat dan Bhabin Gerak, Sehatkan Bangsa! disertai konten-konten menarik dan kekinian, Instagram Bhabincare sudah menjadi daya tarik masyarakat luar Kabupaten Kendal, contohnya user instagram @mmbario_09 merespon story instagram @bhabincare_polreskendal “Batang kok raenek yo pak?” (*)

Penulis: Yoedhi W

Inovasi RS Wongsonegoro Semarang, Luncurkan Program Deteksi Kesehatan Mental Bagi Pelajar

Lingkar.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Rumah Sakit Daerah KRMT Wongsonegoro Kota Semarang terus berinovasi untuk melayani masyarakat. Terbaru, Selasa (23/7/2024), Pemkot Semarang meluncurkan program untuk mendeteksi kesehatan mental pelajar SMP bernama Wongso Sultan Mataram.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengapresiasi program tersebut mengingat pentingnya deteksi dini kesehatan mental remaja di Kota Semarang.

“Ini merupakan sistem atau aplikasi terkait dengan kesehatan mental remaja. Kesehatan mental menjadi yang utama, karena kalau pendidikan sekolah biasa, akademik masih bisa dipelajari. Tetapi kalau namanya mental ini kan kita harus deteksi awal,” ujar mbak Ita sapaan akrabnya.

Terlebih kini semakin banyak ditemukan kasus bunuh diri atau bullying di kalangan remaja. Oleh karenanya, Mbak Ita menyebut aplikasi ini sangat penting untuk menyiapkan generasi emas 2045 agar anak-anak Semarang memiliki kesehatan mental yang baik.

“Sehingga kita harapkan memang menjadi anak-anak yang hebat sesuai kompetensi masing-masing,” tuturnya.

Penting diketahui, program ini mengembangkan Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ) digital yang diberi nama WONGSO SULTAN MATARAM dalam aplikasi MY RSWN yang dapat diunduh dari Play Store. SDQ digital ini berisi kuesioner singkat mengenai atribut positif dan negatif anak dan remaja yang terdiri dari 25 item.

Hasil penelitian deskriptif terhadap 578 pelajar SMP di Semarang yang dilakukan oleh dr. Fitri Hartanto dan dr. Hendriani Selina, menunjukkan bahwa masalah emosi ditemukan pada 18,5% siswa, perilaku 13,9%, total difficulties 9,1%, prososial 8,1%, hiperaktif 4,9%, dan peer group 3,8%. Studi awal penggunaan aplikasi SDQ digital di dua SMP juga menemukan lima siswa yang memerlukan bimbingan dengan psikiater di RSWN.

Direktur RSWN, dr. Eko Krisnarto, menjelaskan bahwa aplikasi ini adalah bagian dari program Rumah Sakit Tanpa Dinding (RSTD) yang digagas RSWN.

Keren! Ada Dispenser Masker dan Hand Sanitizer Gunakan Sensor di Malang

MALANG, Lingkar.co – Pada era digital dan teknologi yang terus berkembang, inovasi demi inovasi terus bermunculan dari berbagai pihak, termasuk Polresta Malang Kota.

Bahkan, telah banyak inovasi Polresta Malang Kota dalam membangun dan meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat, khususnya Kota Malang saat masa pandemi Covid -19.

Inovasi tersebut, mulai dari membuka gerai vaksinasi massal, Satgas Trauma Healing Polresta Malang Kota, vaksinasi drive thru dan door to door serta masih banyak lagi.

Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto adalah orang yanng menggagas Inovasi ini yakni, inovasi dispenser masker dan hand sanitizer.

Baca Juga:
Hendi Minta PDAM Tirta Moedal Tingkatkan Pelayanan

Inovasi pertama kali di Indonesia itu, dalam rangka kepedulian Polresta Malang Kota untuk menegakkan Prokes sekaligus memerangi virus covid-19, khususnya wilayah Kota Malang.

“Ini salah satu implementasi perintah bapak Kapolda Jatim yang kami laksanakan yaitu Polri secara konsisten akan terus mendukung pemerintah dalam upaya penanganan Covid -19,” jelas AKBP Budi.

Inovasi kali ini, kata dia, pihaknya telah bekerjasama dengan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB), sekaligus memperkenalkan dispenser masker kepada masyarakat.

“Tujuan kami agar bisa mengoptimalkan protokol kesehatan (Prokes) di masa Pandemi Covid -19 ini,” jelas AKBP Budi, mengutip siaran pers, Jumat (15/10/2021).

MENGGUNAKAN SENSOR

Dispenser masker ini, lanjut Kapolresta, adalah boks yang berisikan masker dan Hand Sanitizer.

Dispenser tersebut, mengusung teknologi “No touch”, tanpa sentuhan tangan, hanya menghadapkan telapak tangan ke tombol dispenser, maka masker keluar dengan sendirinya.

“Begitu juga dengan hand sanitizer, masyarakat bisa menggunakan hand sanitizer tanpa memencet tombol dispensernya,” kata AKBP Budi.

Menurutnya, ide berawal dari saat Kapolresta melihat Vending Machine, yang kemudian muncul kreasi ingin membuat dispenser masker dan hand sanitizer.

Kemudian ia menggandeng Universitas Brawijaya, untuk pengembangan ide tersebut. Pengembangannya oleh para mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang, bersama tim.

”Ini memiliki nilai ganda bermanfaat bagi masyarakat Kota Malang dan juga memiliki nilai tambah bagi rekan Mahasiswa dalam berkreasi mengeluarkan ide-ide hasil kreasinya di musim pandemi ini,” jelasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Prof. Hadi Suyono, menjelaskan, cara kerja dispenser ini ada dua sensor input, yaitu satu sensor masker untuk mengeluarkan, dan sensor kedua Hcsr.

Jika terdeteksi jarak 5 cm, maka akan mengeluarkan masker dan cairan handsanitizer.

Sementara sisa masker dan handsanitizer bisa ditampilkan pads layar counter dispenser.
menyambut baik ide Kapolresta Malang Kota.

”Pada prinsipnya kami sangat welcome sekali dengan inovasi berbasis teknologi kompetensi yang berkaitan dengan engineering. Apalagi ide ini matching antara keperluan masyarakat dengan ilmu teknologi di perguruan tinggi,” jelasnya.

Sebagai informasi, dispenser masker memiliki kapasitas 70 masker dan 50 ml hand sanitizer.

Dispenser akan ditempatkan pada 3 titik Kota Malang, yakni depan Taman Krida Budaya, depan Pos Polisi Samapta Alun-Alun, dan pelayanan publik Mako Polresta Malang kota.*

Penulis : M. Rain Daling

Editor : M. Nurseha