Arsip Tag: Polres Kendal

Jelang Musim Kemarau, Kabupaten Kendal Waspadai Peta Rawan Kekeringan dan Karhutla

Lingkar.co – Musim kemarau diprediksi mulai terjadi pada Mei 2026, dengan puncaknya diperkirakan berlangsung pada Agustus mendatang. Sejumlah wilayah pun berpotensi mengalami kekeringan akibat kondisi cuaca yang semakin ekstrem.

Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Kendal, Iwan Sulistyo, mengungkapkan, wilayah yang rawan kekeringan umumnya berada di bagian atas Kendal, seperti Kecamatan Patean dan sekitarnya, serta wilayah Kecamatan Ringinarum. Sementara itu, wilayah Kendal bagian pantura relatif masih aman.

“Berdasarkan data tahun-tahun sebelumnya, kekeringan rata-rata terjadi di Kendal bagian atas. Untuk wilayah kota relatif aman,” ujar Iwan, Kamis (23/4/2026).

Lebih jauh ia mengungkapkan, potensi kekeringan tahun ini diprediksi lebih parah akibat fenomena El Nino yang disebut “El Nino Godzilla”. Fenomena ini menyebabkan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur dalam skala lebih besar dibandingkan El Nino biasa.

“Dampaknya bisa menyebabkan musim kemarau yang lebih panas, lebih panjang, dan lebih kering,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kendal telah menyediakan 100 tangki air bersih yang siap disalurkan kepada masyarakat terdampak. Setiap tangki memiliki kapasitas sekitar 5.000 liter air.

Selain itu, BPBD juga menyiagakan tiga armada truk tangki berkapasitas 4.000 hingga 5.000 liter untuk mendukung distribusi air bersih ke wilayah terdampak.“Saat terjadi kekeringan, armada ini siap memasok kebutuhan air warga,” tambahnya

Saat ini, lanjut Iwan, wilayah Kendal masih berada dalam masa pancaroba, yakni peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Pada fase ini, cuaca cenderung tidak menentu, dengan kondisi panas terik di siang hari yang kerap diikuti hujan pada sore atau malam hari.

“Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga akhir April sebelum masuk musim kemarau,” ujarnya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk mulai melakukan langkah antisipasi, salah satunya dengan menampung air saat hujan turun.“Warga bisa mulai menyiapkan tampungan air sebagai cadangan saat musim kemarau nanti,” imbaunya.

Potensi Karhutla

Sementara itu, Sekretaris BMKG, Guswanto, dalam rapat daring bersama jajaran Polri di Polres Kendal, juga mengingatkan potensi dampak dari fenomena El Nino yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurutnya, kondisi suhu yang lebih panas dan kering meningkatkan risiko terjadinya karhutla, terutama di wilayah rawan.

“Fenomena ini pernah terjadi pada 2015 dan berdampak cukup luas, tidak hanya pada lingkungan tetapi juga sektor ekonomi, termasuk potensi kenaikan harga beras,” ungkapnya.

Kabag SDM Polres Kendal, Kompol Ryke Rhimadhila, menyatakan pihaknya telah meningkatkan kesiapsiagaan personel serta memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi dampak tersebut.

“Kami akan terus meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak terkait,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Administratur KPH Perhutani Kendal, Muhadi. Ia mengatakan pihaknya rutin melakukan patroli bersama aparat kepolisian untuk memantau titik rawan kebakaran hutan.

Selain itu, pihaknya juga mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Kami berkomitmen meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat sinergi dalam mengantisipasi dampak El Nino serta potensi karhutla di Kendal,” pungkasnya. (*)Penulis: Yoedhi W

Tanam Pohon Libatkan Perempuan, Jaga Kelestarian Lingkungan Hidup Tanggung Jawab Semua

Lingkar.co – Menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup merupakan tanggung jawab semua pihak tanpa memandang gender.

Hal itu diucapkan oleh Kepala Kelurahan Langenharjo, Jupriyono dalam gerakan menanam pohon pada peringatan Hari Bumi Tahun 2026, Rabu (22/4/2026).

“Menjaga bumi ini tanggung jawab bersama, seperti menjaga kebersihan lingkungan sungai dari sampah,” ujarnya.

Ia menyebut, kegiatan peringatan Hari Bumi diikuti 120 orang dari berbagai elemen masyarakat.

Lurah Jupriyono mengatakan, keberadaan Taman Langen Nirwana direncanakan menjadi tempat wisata air yang ramah lingkungan. Selain itu, juga sebagai wisata edukasi bagi anak-anak dalam menjaga lingkungan.

“Tempat ini menjadi wisata edukasi anak-anak, para pelajar dan mahasiswa,” katanya.

Sebagai informasi, Hari Bumi biasa diperingati tiap tanggal 22 April dengan kegiatan tanam pohon, bersih pantai dan sebagainya. Penanaman pohon yang melibatkan perempuan karena perempuan memiliki peran penting dalam kehidupan rumah tangga, baik dalam UMKM maupun membiasakan anak untuk menjaga lingkungan.

Pelibatan kaum perempuan ini sekaligus memperingati Hari Kartini yang diperingati tiap tanggal 21 April.

Kaum perempuan yang ikut di antaranya dari PKK, Bhayangkari Polres Kendal dan Persit Kodim 0715 Kendal. Ada juga dari pelajar, Bank Sampah Induk Kendal dan relawan dari berbagai komunitas pecinta lingkungan.

Tanam pohon dilakukan di bantaran sungai yang dijadikan ruang terbuka hijau Taman Langen Nirwana, Kelurahan Langenharjo, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Kolaborasi dengan Dunia Usaha

Pemimpin PT Pegadaian Kantor Wilayah XI Jateng dan DIY, M. Aries Aviani mengatakan, butuh kolaborasi yang baik antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Untuk itu pihaknya bersama Kelurahan Langenharjo bergerak bersama menjaga bumi agar bisa dinikmati generasi penerus.

“Alam ini merupakan titipan yang harus dipelihara dengan baik, agar bisa dinikmati generasi penerus,” ujarnya. 
Ia menyebut bibit tanaman yang diberikan berupa 300 bibit tanaman sayuran dan 100 bibit tanaman buah. Dengan begitu, masyarakat bisa ikut merasakan saat tiba waktu dipanen.

Kegiatan peringatan Hari Bumi dibuka oleh Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari yang secara simbolis melakukan penanaman pohon buah. Kemudian diikuti oleh sejumlah ASN, anak-anak sekolah dan masyarakat setempat. (*)

Penulis: Yoedhi W
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Polres Kendal Ungkap 36 Persen Kasus Kecelakaan Terjadi di Jalur Weleri-Sukorejo

Lingkar.co- Kasat Lantas Polres Kendal, AKP Panji Yugo Putranto mengungkapkan, jalur Weleri-Sukorejo menyumbang angka kecelakaan yang cukup tinggi mencapai 36 persen.

Oleh karena itu pihaknya.memberikan perhatian lebih di jalur yang berada di wilayah Kendal bagian barat itu

“Berdasarkan data hasil operasi ketupat candi kemarin, jalur Weleri – Sukorejo memang banyak terjadi kecelakaan,” kata AKP Panji ditemui di Polres Kendal, Selasa (7/4/2026).

AKP Panji menerangkan, mayoritas kecelakaan terjadi saat malam hari dengan berbagai faktor di antaranya kelelahan, kurang konsentrasi hingga minimnya akses penerangan di jalur tersebut.

“Ya karena di jalur itu kompleks karena sangat ramai tapi juga minim penerangan,” imbuhnya.

Kasat Lantas menambahkan tidak ada korban jiwa dari sederet kecelakaan yang terjadi. Namun, ia memberikan perhatian lebih agar pengguna jalan lebih waspada dalam berkendara.

Berdasarkan data yang ia paparkan, mayoritas kecelakaan terjadi dialami oleh pengendara sepeda motor dengan presentase 60 persen.

“Untuk korban meninggal 0 kasus, tercatat 2 luka berat dan 29 korban luka ringan,” terangnya.

AKP Panji pun menyarankan agar pengguna jalan menghindari perjalanan saat malam hari yang kerap menimbulkan kecelakaan.

“Waktu kejadian yang pagi hari mulai pukul 06:00 – 12:00 WIB ada 6 kasus. Begitu juga siang hari pukul 12:00 – 18:00 WIB itu ada 6 kasus, kemudian dini hari pukul 00:00 – 06:00 ada 5 kasus, yang lainnya malam hari mulai pukul 18:00 – 24:00 WIB,” paparnya.

Di sisi lain, Kasat Lantas juga mengimbau pengguna jalan agar tak menerobos rambu lalu lintas. 

“Itu juga menjadi salah satu faktor kecelakaan, terkadang pengguna jalan masih abai dengan tetap nekat menerobos rambu lalu lintas. Padahal itu kan berbahaya sekali,” tandasnya. (*)

Penulis: Yoedhi W

Forwaken Gelar Resepsi HPN 2026 dan Halal Bihalal

Lingkar.co – Forum Wartawan Kendal (Forwaken) menggelar Resepsi Hari Pers Nasional (HPN) 2026 sekaligus Halal Bihalal di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Setda Kendal, Jawa Tengah, Selasa (31/3/2026).

Kegiatan ini bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kendal, Polres Kendal, Kawasan Industri Kendal, dan sejumlah media mainstream lokal dan nasional.

Ketua Forwaken, Iswahyudi, menjelaskan, rangkaian HPN 2026 ini bersinergi dengan Polres Kendal melalui lomba jurnalistik kategori feature, foto, dan video. Lomba diikuti pelajar SMA sederajat serta anggota Polres Kendal.

“Selain itu, sebelumnya kami telah menyelenggarakan bakti sosial, ziarah makam, dan anjangsana,” paparnya.

Sejalan dengan hal itu, ia mengajak seluruh anggota agar peringatan HPN menjadi momentum untuk meningkatkan profesionalisme, integritas, dan tanggung jawab insan pers Kendal dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Pers berperan strategis sebagai pilar keempat demokrasi, bukan hanya menyampaikan berita, tapi juga sebagai kontrol sosial serta jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat,” tegasnya.

Sementara, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, dalam sambutannya mengajak awak media bergandengan tangan dengan pemerintah daerah untuk mengedukasi masyarakat dalam membangun daerah.

“Semoga ke depan, insan pers Kendal semakin meningkatkan peran dan fungsinya, mendukung visi Pemkab Kendal yaitu ‘Bersama Membangun Kendal Semakin Maju, Sejahtera, Adil, Makmur, Lestari, dan Berkelanjutan’,” pesannya.

Bupati juga berterima kasih atas kontribusi media yang telah mempublikasikan informasi valid tentang kinerja dan capaian pembangunan Pemkab Kendal.

Menurut dia, hal ini menciptakan kontrol sosial yang berimbang serta publikasi informatif dan konstruktif.

“Selamat kepada para pemenang lomba jurnalistik. Semoga ke depan menghasilkan karya lebih baik lagi,” ucapnya.

Kegiatan ini juga disisipkan edukasi bagi pelajar oleh Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar.

Ia mengajak pelajar lebih kreatif dalam kegiatan positif, seperti lomba jurnalistik ini, sebagai wadah berkreasi dan meningkatkan literasi.

“Ini bekal agar mereka tidak mudah terjerumus hal negatif,” katanya.

Kapolres juga pesan agar orang tua aktif mengawasi anak di rumah, mencegah keterlibatan dalam tawuran, kenakalan, dan perilaku negatif lainnya. (*)

Hari Ini Jalan Tol Mulai Berlakukan One Way dari Semarang Menuju ke Jakarta

Lingkar.co – Menghadapi arus balik Lebaran 1447 Hijriah/2026, pengaturanl lalu lintas mulai memberlakukan satu arah atau one way.
Sebagai langkah persiapan, sejak pagi telah dilakukan persiapan dan pembersihan jalan dari hal-hal yang bisa memgganggu kelacaran arus lalu lintas.

Hal itu disampaikan Kanit Turjawali Satlantas Polres Kendal Ipda Very Okta Dwi Saputra, Selasa (24/3/2026).

Dia mengatakan, selama pembersihan, one way juga sudah dilakukan tapi baru dimulai sepenggal.

Namun one way secara menyeluruh akan mulai diberlakukan pada Selasa 24 Maret 2026 ini pukul 14.00

“Pemberlakuan itu sudah menyeluruh Jadi, sudah langsung menyambung semuanya sampai Jakarta,” kata Very.

Menurutnya, pemberlakuan one way akan dihentikan manakala arus balik ke arah Jakarta sudah normal.

Very juga menyampaikan, dalam pantauannya, kondisi arus balik ke arah Jakarta sudah mulai ramai dan padat namun lancar.

“Arus balik hari ini terpantau sudah mulai ramai dan padat tapi lancar,” ungkapnya.
Demikian juga yang terjadi di sepanjang jalan tol ruas Semarang-Kendal dan Kendal-Batang. Arus lalu lintas ke arah Jakarta terpantau ramai dan padat tapi lacar tanpa ketersendatan.

Bahkan, lanjutnya, di sekitar Rest Area 389 di wilayah Wujgurejo Kendal yang semula sempat mengalami krodit, saat ini terlihat lancar.
Sementara itu, arus balik di jalur pantura Kendal juga sudah terlihat ramai dan lancar.

Para mengguna sepeda motor yang akan melakukan perjalanan balik ke tanah rantau sudah mulai memadati jalur pantura Kendal.

Very juga menyampaikan imbauan khususnya kepada para pengguna sepeda motor untuk tetap berhati-hati selama perjalanan balik ke Jakarta.
Dia menyarankan agar mereka tak memaksakan diri untuk melanjutkan perjalanan jika terjadi kelelahan atau mengantuk.

“Jika lelah atau negantuk, beristirahatlah sejanak agar badan kembali fit, baru setelah itu melanjutkan perjalanan lagi. Manfaatkanlan rest area atau pos-pos yang sudah disediakan untuk beristirahat sejenak,” pintanya. (*)

Penulis: Yoedhi W

Antisipasi Tawuran dan Petasan, Polres Kendal Perkuat Patroli Dini Hari

Lingkar.co – Polres Kendal menggelar Apel Penebalan Patroli Cipta Kondisi dalam rangka Operasi Ketupat Candi 2026 di area parkir Masjid Al Mutaqin, Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Minggu (15/3/2026) dini hari. Kegiatan yang berlangsung pukul 01.00 hingga 01.30 WIB ini melibatkan lebih dari 100 personel gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, serta unsur masyarakat.

Apel dipimpin oleh Pelaksana Harian (Plh) Kabag Ops Polres Kendal Kompol Amin Supangat. Kegiatan tersebut juga dihadiri Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar, Komandan Kodim 0715 Kendal Letkol Inf Bagus Setiawan, serta sejumlah pejabat utama Polres Kendal dan unsur pengamanan lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, personel yang diterjunkan terdiri dari 47 anggota penebalan Operasi Ketupat Candi 2026 Polres Kendal, 15 personel Polsek Kaliwungu, delapan personel Brimob, 12 personel TNI, lima personel Satpol PP, serta unsur organisasi masyarakat seperti Pemuda Pancasila, Banser, dan Linmas.

Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar mengatakan kegiatan apel penebalan patroli ini merupakan upaya Polri untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Kegiatan patroli ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk menciptakan rasa aman serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas seperti tawuran, penggunaan petasan, maupun tindak kriminal lainnya,” ujar Hendry.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan menjelang perayaan Idulfitri.

“Mari bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di wilayah Kabupaten Kendal, khususnya di Kecamatan Kaliwungu. Kerja sama masyarakat sangat penting agar perayaan Idulfitri dapat berlangsung dengan aman dan nyaman,” tambahnya.

Usai apel, seluruh personel gabungan langsung melaksanakan patroli cipta kondisi di sejumlah titik wilayah Kaliwungu. Hingga kegiatan berakhir, situasi dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif. (*)

Penulis: Yoedhi W

Polisi Bantu Pemudik Pecah Ban di Tol Batang–Semarang, Respons Cepat Polres Kendal

Lingkar.co – Respons cepat ditunjukkan personel kepolisian dari Polres Kendal saat membantu seorang pemudik yang mengalami pecah ban di ruas Tol Batang–Semarang. Peristiwa tersebut terjadi di KM 387A pada Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 10.43 WIB.

Aksi sigap tersebut dilakukan oleh personel Satuan Tugas Resor Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Satgasres Kamseltibcarlantas) yang tengah melaksanakan pengamanan dalam rangka Operasi Ketupat Candi 2026.

Kejadian bermula ketika tim patroli yang dipimpin Kasubsatgas Patroli dan Pengaturan Lalu Lintas, Ipda Very Okta Dwi Saputra, bersama dua personel lainnya melakukan patroli rutin di jalur tol. Setelah melintas dari Gerbang Tol Weleri, petugas melihat sebuah mobil pribadi berhenti di bahu jalan dalam kondisi mencurigakan.

Saat dihampiri, petugas mendapati kendaraan tersebut mengalami pecah ban. Mobil itu dikemudikan Awaludin (51), seorang pemudik asal Bekasi yang sedang melakukan perjalanan menuju Madura bersama empat anggota keluarganya.

Melihat situasi tersebut, petugas segera turun tangan membantu mengganti ban kendaraan menggunakan ban cadangan agar perjalanan keluarga tersebut dapat kembali dilanjutkan. Sementara itu, personel lainnya melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi guna mencegah terjadinya kemacetan maupun potensi kecelakaan.

“Kami melihat kendaraan menepi di lokasi yang cukup berisiko. Setelah dicek, ternyata mengalami kendala ban. Karena membawa keluarga dan barang bawaan cukup banyak, kami segera membantu agar mereka bisa melanjutkan perjalanan dengan aman,” ujar Ipda Very.

Setelah proses penggantian ban selesai dan kondisi kendaraan dipastikan aman, Awaludin bersama keluarganya kembali melanjutkan perjalanan menuju Madura.

Pada kesempatan tersebut, petugas juga mengingatkan para pemudik agar selalu memperhatikan kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan jauh. Pemudik juga diimbau untuk beristirahat di rest area terdekat apabila merasa lelah atau mengantuk.

Polisi turut mengingatkan masyarakat bahwa dalam kondisi darurat di jalan raya, pengguna jalan dapat menghubungi layanan darurat Polri melalui nomor 110 untuk mendapatkan bantuan secara cepat dan gratis dari Kepolisian Negara Republik Indonesia. (*)

Penulis: Yoedhi W

Pastikan Mudik Aman, Kapolres Kendal Pantau Pos Pengamanan Operasi Ketupat Candi 2026

Lingkar.co – Memasuki hari pertama pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026, Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar turun langsung ke lapangan untuk meninjau arus lalu lintas sekaligus mengecek kesiapan personel pengamanan mudik.

Pemantauan dilakukan pada Sabtu (14/3/2026) mulai pukul 10.00 WIB dengan mengunjungi sejumlah titik pengamanan di wilayah Kabupaten Kendal.

Beberapa lokasi yang ditinjau di antaranya Pos Pengamanan Exit Tol Kaliwungu, Pos Pelayanan Rest Area 389 B Wungurejo, serta Pos Pengamanan Exit Tol Weleri.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolres mengecek secara langsung kesiapan sarana dan prasarana serta kehadiran anggota yang bertugas di setiap pos pengamanan. Ia menegaskan bahwa kehadiran personel kepolisian di titik-titik rawan menjadi kunci utama keberhasilan pengamanan arus mudik tahun ini.

“Kami ingin memastikan seluruh anggota dan sarana pengamanan sudah tergelar dengan baik di sepanjang jalur mudik. Fokus utama kami adalah memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan menuju kampung halaman,” ujar AKBP Hendry.

Berdasarkan hasil pemantauan di beberapa pos pengamanan, arus lalu lintas di jalur arteri maupun tol mulai mengalami peningkatan. Namun demikian, kondisi lalu lintas masih terpantau lancar dan terkendali.

Kapolres juga menyempatkan berdialog dengan petugas di Rest Area 389 B untuk memastikan fasilitas publik, seperti tempat istirahat bagi pemudik dan pos layanan kesehatan, dapat berfungsi secara optimal.

Dengan penempatan personel secara maksimal di sepanjang jalur mudik, baik jalur arteri maupun jalan tol, diharapkan potensi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas dapat diminimalisir sejak dini.

Pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026 sendiri merupakan komitmen Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam mengamankan tradisi mudik Lebaran agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, tertib, dan selamat hingga sampai ke kampung halaman. (*)

Penulis: Yoedhi W

Jelang Lebaran 2026, Polres Kendal Salurkan 2,62 Ton Zakat Fitrah kepada Warga dan Yayasan Sosial

Lingkar.co – Menjelang hari raya idulfitri 1447 Hijriyah atau perayaan Lebaran tahun 2026 ini Polres Kendal menyalurkan zakat fitrah kepada masyarakat dan sejumlah yayasan sosial di depan Masjid Al Mu’min Polres Kendal, Kamis (12/3/2026) pagi.

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 09.30 WIB tersebut diikuti jajaran pejabat Polres Kendal serta perwakilan masyarakat penerima zakat.

Kegiatan pembagian zakat fitrah diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan, sambutan, doa bersama, serta penyerahan zakat kepada para penerima manfaat. Zakat fitrah yang dihimpun dari partisipasi personel Polres Kendal tersebut kemudian didistribusikan kepada yayasan anak yatim piatu, yayasan tuna netra, warga sekitar Polres Kendal, serta mustahiq yang sebelumnya mengajukan permohonan.

Kabag SDM Polres Kendal Kompol Ryke Rhimadila mengatakan, zakat fitrah yang terkumpul dari personel Polres Kendal mencapai Rp35,7 juta dan diwujudkan dalam bentuk beras sebanyak 2,62 ton atau 525 paket dengan berat masing-masing 5 kilogram.

“Berkat partisipasi dan keikhlasan personel Polres Kendal telah terkumpul zakat fitrah yang kemudian kami salurkan dalam bentuk 525 paket beras kepada masyarakat, yayasan sosial, dan para mustahiq yang membutuhkan,” ujar Ryke dalam siaran persnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Polres Kendal yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, momentum Ramadan menjadi kesempatan untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.

“Melalui momentum Ramadan ini kita dapat memperkuat persaudaraan sebagai umat muslim dengan saling membantu dan mendukung satu sama lain,” katanya.

Pembagian zakat fitrah berlangsung tertib dan kondusif. Kegiatan berakhir pada pukul 09.30 WIB dengan penyerahan paket beras kepada para penerima yang hadir di lokasi. (*)

Penulis: Yoedhi W

Kantor Samsat Masih Terendam Banjir, Layanan Lima Tahunan Masih Tutup

Lingkar.co – Hari kelima banjir di Kendal kantor Samsat belum bisa melayani perpanjangan pajak 5 tahuna, hingga sore ini banjir masih menggenangi halaman kantor Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) atau Samsat Kendal.

Akibatnya, layanan lima tahunan pajak kendaraan bermotor atau ganti pelat nomor belum bisa dilakukan alias masih tutup.

Hal itu disampaikan Bintara Urusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (Baur STNK) Samsat Kendal Muhammad Latif Udianto, Senin (19/1/2026).

Ia bilang, layanan pajak lima tahunan akan dibuka kembali pada Selasa 20 Januari 2026.

“Mengingat saat ini genangan air masih terjadi, khususnya di halaman depan dan belakang kantor, maka layanan pajak lima tahunan terpaksa belum bisa dibuka hari ini,” ujarnya.

Walaupun demikian, layanan pajak tahunan tetap dilayani lewat Samsat Keliling yang dibuka di seberang kantor Samsat.

Latif juga mengatakan, saat ini genangan di halaman kantor itu masih di atas mata kaki orang dewasa.

Meski begitu, dia memastikan, layanan lima tahunan akan dibuka Selasa dengan harapan genangan di halaman kantor sudah benar-benar surut.

Adapun genangan di dalam ruang kantor sudah tidak ada alias sudah surut semua dan sudah dibersihkan.
Melihat Situasi

Sebelumya, Kepala UPPD (Samsat) Kendal Bambang Haryanto menyampaikan, akibat genangan yang juga memasuki ruang kantor, layanan pajak lima tahunan dtutup sementara dan akan dibuka Senin.

Namun terkait rencana layanan hari Senin, Bambang menyatakan akan melihat situasi. Jika hingga Senin kondisi belum memungkinkan, akan diberlakukan diskresi agar masyarakat tidak dikenakan denda keterlambatan, khususnya untuk layanan lima tahunan.

“Jika banjir masih terjadi dan layanan belum bisa dibuka, akan ada kebijakan khusus berupa diskresi, sehingga wajib pajak tidak dirugikan karena terlambat dalam membayar, khususnya pajak lima tahunan,” jelasnya. (*/

Penulis: Yoedhi W