Arsip Tag: lebaran

Hemat Ongkos Usai Lebaran, Gubernur Ahmad Luthfi Lepas Balik Rantau Gratis dari Stasiun Tawang

Lingkar.co – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberangkatkan peserta Balik Rantau Gratis dengan moda kereta api dari Stasiun Tawang, Semarang, Jumat, (27/3/2026). Program tersebut menjadi bagian dari fasilitasi pemerintah untuk membantu masyarakat, khususnya pekerja informal, kembali ke perantauan usai merayakan Lebaran di kampung halaman.

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, arus balik tahun ini difasilitasi melalui moda kereta api dan bus. Khusus pada hari ini, pemberangkatan dilakukan dengan kereta api dari Stasiun Tawang.

“Hari ini kita pemberangkatan arus balik. Jadi arus balik kita gunakan kereta api,” ujar Gubernur didampingi Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, serta direksi Bank Jateng.

Ia menjelaskan, arus balik gratis dengan kereta api ini merupakan bagian dari skema pelayanan Pemprov Jateng bersama sejumlah pemerintah kabupaten, Bank Jateng, dan para pemangku kepentingan lainnya.

Menurutnya, bantuan transportasi gratis sangat berarti bagi masyarakat pekerja informal yang sebelumnya telah menggunakan banyak pengeluaran selama mudik di kampung halaman.

“Mereka yang sudah mudik di Jawa Tengah, sudah belanja di kampungnya masing-masing, dia pulang itu uangnya sudah tipis. Sehingga dengan adanya balik gratis ini, mereka sangat senang sekali,” kata Ahmad Luthfi.

Pada pemberangkatan hari ini, sebanyak 320 penumpang diberangkatkan menggunakan empat gerbong kereta api. Ahmad Luthfi menyebut program ini merupakan bagian dari hadirnya negara, dalam hal ini Pemprov Jateng, di tengah kebutuhan masyarakat, terutama kelompok pekerja informal.

“Hari ini ada 320 penumpang dengan menggunakan empat gerbong, besok bus yang (lebih) banyak,” ungkapnya.

Selain melepas peserta arus balik, Ahmad Luthfi juga menitipkan pesan kepada warga Jawa Tengah yang kembali bekerja di perantauan agar tetap menjaga semangat, bekerja keras, dan menaati hukum. Menurutnya, keluarga di kampung halaman menaruh harapan besar kepada mereka.

“Saya juga berpesan kepada masyarakat yang kerja di perantauan, kerja yang keras, kerja yang rajin, kemudian tidak melanggar hukum. Ingat di kampung masih menunggu keluarga kita,” tegasnya.

Ia menambahkan, karakter masyarakat Jawa Tengah yang guyub, rukun, rajin bekerja, dan menjunjung toleransi harus terus dijaga sebagai modal sosial saat kembali ke perantauan.

“Jawa Tengah sejatinya adalah masyarakat yang guyub rukun, yang senang bekerja dan bertoleransi,” kata Gubernur.

Program arus balik gratis ini disambut antusias para peserta. Susanto, warga asal Pati yang merantau di Bekasi, mengaku program tersebut sangat membantu pengeluaran keluarganya. Tahun ini ia mudik bersama istri dan dua anaknya.

“Ini menghemat banget, membantu kami menekan pengeluaran,” ujarnya.

Susanto yang telah tinggal di Bekasi sejak 2002 mengatakan, dirinya sudah beberapa kali mengikuti program mudik gratis, namun sebelumnya selalu menggunakan bus. Adapun perjalanan arus balik dengan kereta api kali ini menjadi pengalaman pertama bagi keluarganya.

Ia mengaku senang karena kedua anaknya bisa merasakan pengalaman naik kereta jarak jauh untuk pertama kali.

“Senang, soalnya bisa ngajak anak-anak yang belum pernah naik kereta merasakan pengalamannya. Biasanya kan cuma naik commuter line,” katanya.

Ia berharap kuota program serupa ke depan dapat ditambah agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

“Harapannya bisa diperbanyak lagi kuotanya. Terima kasih Pemerintah Jawa Tengah, minal aidin wal faizin,” ucap Susanto.

Hal senada disampaikan Nani Rusmalani, perantau asal Demak yang sehari-hari tinggal di Bogor. Ia bersama suaminya, Zainal Mubarok, mengikuti program balik gratis kereta api untuk pertama kalinya.

“Ini sangat membantu sekali. Terima kasih,” kata Nani.

Menurut Nani, sebelumnya saat mudik ke kampung halaman ia menempuh perjalanan menggunakan bus. Karena itu, pengalaman mengikuti arus balik gratis dengan kereta api kali ini terasa berbeda dan menyenangkan.

“Baru pertama kali ikut balik gratis kereta ini. Kemarin mudik pulang naik bus. Pengalamannya seru,” ujarnya.

Sementara itu, Zainal Mubarok mengaku biasanya ia mudik secara mandiri dengan biaya perjalanan yang tidak sedikit. Karena itu, program arus balik gratis sangat membantu dari sisi ekonomi.

“Biasanya mudik umum, habisnya sampai Rp1 juta seorang. Ikut mudik gratis ini alhamdulillah dari ongkos ekonomi lebih membantu,” katanya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jateng dan berharap ke depan jumlah gerbong yang disediakan untuk program mudik dan balik gratis bisa ditambah.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Luthfi atas dukungannya. Harapan ke depan mudah-mudahan lebih banyak gerbong yang disediakan untuk yang mudik gratis,” tandasnya. (*)

Ahmad Luthfi Salat Id di Simpanglima, Gus Yasin di Mijen, Open House di Wisma Perdamaian

Lingkar.co – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dijadwalkan melaksanakan salat Idulfitri 1447 Hijriah di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang, Sabtu (21/3/2026). Sementara itu, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen akan menunaikan salat id di wilayah Kecamatan Mijen.

Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama telah menetapkan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Penetapan tersebut dilakukan melalui sidang isbat yang digelar pada Kamis (19/3/2026).

Berkaitan dengan hal itu, Gubernur Ahmad Luthfi akan melaksanakan salat Id di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang. Ini menjadi kali kedua Ahmad Luthfi merayakan Idulfitri sebagai gubernur.

Berdasarkan informasi dari Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI) Masjid Raya Baiturrahman, pelaksanaan salat id di Simpanglima dijadwalkan dimulai pukul 06.15 WIB dan terbuka untuk umum.

KH Zaenuri Ahmad Al Hafidz, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qur’ani Kabupaten Semarang, akan bertindak sebagai imam. Sedangkan Ustadz Muhammad Yusuf dijadwalkan sebagai bilal.

Adapun khatib salat Id adalah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab. Ia akan menyampaikan khutbah bertema “Idulfitri Momentum Menjaga Ketaqwaan, Membangun Kepedulian Sosial dan Kepedulian terhadap Lingkungan.”

Di lokasi berbeda, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen direncanakan melaksanakan salat Id di wilayah Kecamatan Mijen, Kota Semarang.

Usai pelaksanaan salat Id, Ahmad Luthfi bersama Taj Yasin Maimoen dijadwalkan menggelar open house di Wisma Perdamaian. Kegiatan silaturahmi tersebut akan berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 11.00 WIB dan terbuka bagi masyarakat umum. (*)

Sidak di Pasar Rakyat Cibinong, Sekda Bogor Temukan Sejumlah Komoditas Naik Melebihi HET

Lingkar.co – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika didampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian dan jajaran Direksi Perumda Pasar Tohaga menemukan sejumlah komoditas dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Rakyat Cibinong, Selasa (17/3/2026).

Sidak dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor Jawa Barat guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Pada sidak tersebut ditemukan adanya kenaikan harga Minyak goreng jenis Minyak Kita dari HET Rp15.700 menjadi sekitar Rp19.000 per liter. Selain itu, cabai rawit juga mengalami lonjakan harga dari kisaran Rp95.000–Rp100.000 per kilogram menjadi Rp120.000 per kilogram.

Kenaikan serupa terjadi pada ayam broiler yang sebelumnya berada di angka Rp38.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp.45.000 per kilogram. Sementara itu, sejumlah bahan pokok lainnya seperti beras, daging sapi, bawang merah, dan telur ayam terpantau masih relatif stabil.

Sekda Ajat Rochmat Jatnika menyampaikan, secara umum kondisi ketersediaan bahan pokok di pasar masih aman dan mencukupi. Beras dan terigu masih dalam kondisi stabil, sementara pasokan daging sapi dan ayam tetap lancar meskipun harga mulai mengalami kenaikan.

“Secara umum ketersediaan barang cukup, hanya beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, terutama cabai rawit dan minyak goreng,” ujarnya.

Ia juga menyoroti distribusi Minyak Kita yang sempat tersendat akibat keterbatasan pasokan dari Bulog. Ia bilang, Pemerintah Daerah akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan distribusi kembali normal.

“Kenaikan harga menjelang Idulfitri merupakan fenomena yang wajar seiring meningkatnya permintaan masyarakat. Hal ini juga menjadi indikator meningkatnya daya beli masyarakat menjelang hari besar keagamaan,” ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Bogor, Mely Kamelia menjelaskan, sesuai arahan Kementerian Perdagangan, pemantauan harga harus tetap dilakukan selama masa cuti bersama Idul Fitri, yakni pada 18–20 Maret 2026 untuk menjaga stabilitas harga di pasaran.

“Pemkab Bogor melalui Disdagin, akan terus menurunkan petugas ke lapangan guna memastikan harga tetap terkendali serta ketersediaan bahan pokok tetap terjaga,” tandasnya.(*)

BGN Liburkan Program MBG Selama Lebaran, Klaim Hemat Rp5 Triliun

Lingkar.co – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil kebijakan menghentikan sementara distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama periode Idul Fitri 2026. Langkah ini dinilai mampu menekan pengeluaran negara hingga sekitar Rp5 triliun.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan jadwal libur sekolah sekaligus momentum perayaan Lebaran. Ia menjelaskan, penyaluran bagi siswa telah dihentikan sejak 13 Maret 2026.

Adapun untuk kelompok penerima lainnya, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita, distribusi bantuan juga dihentikan pada pertengahan Maret.

“Program makan bergizi akan kembali berjalan setelah Idul Fitri, tepatnya mulai 31 Maret,” kata Dadan di kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Ia menegaskan, penghentian sementara ini bukan semata mengikuti kalender libur nasional, melainkan juga bagian dari strategi efisiensi anggaran. Menurutnya, langkah tersebut berkontribusi pada penghematan hingga Rp5 triliun.

Di tengah tekanan ekonomi global, BGN terus melakukan evaluasi untuk memastikan anggaran digunakan secara lebih optimal. Dadan menekankan pentingnya kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan negara.

“Kami harus memiliki sense of crisis agar penggunaan anggaran benar-benar efisien,” ujarnya.

Saat ini, BGN mengelola pagu anggaran sebesar Rp268 triliun. Dadan menyebut pihaknya akan mengoptimalkan anggaran tersebut tanpa bergantung pada dana cadangan pemerintah yang mencapai Rp67 triliun.

Ia berharap langkah efisiensi ini dapat menjaga keberlanjutan program MBG sekaligus memperkuat efektivitas belanja negara. (*)

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Minta Warga Maklum Soal Mobil Plat Merah Tetap Beroperasi Saat Lebaran

Lingkar.co – Jelang libur Lebaran 2026, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, memberikan penjelasan terkait kemungkinan masih terlihatnya kendaraan dinas milik pemerintah kota Semarang di jalanan.

Menurutnya, penggunaan mobil dinas tetap diperlukan karena sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) masih menjalankan tugas pelayanan publik, meskipun masyarakat sedang menikmati masa libur.

Agustina menegaskan bahwa tidak semua ASN libur selama Lebaran. Sejumlah sektor pelayanan dasar, seperti kesehatan dan layanan darurat, tetap beroperasi untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

“Harus dipahami, ada teman-teman ASN yang tetap bertugas di hari libur. Bahkan saat Lebaran, saya dan Pak Iswar (Wakil Wali Kota) juga tetap bekerja sesuai jadwal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kehadiran mobil dinas di jalan pada hari libur bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan bagian dari tugas pelayanan kepada masyarakat. Kondisi darurat seperti pasien sakit atau kebutuhan penanganan cepat menjadi alasan utama penggunaan kendaraan dinas.

“Misalnya ada kondisi darurat di lapangan, petugas kesehatan harus segera bergerak. Dokter dari puskesmas tentu membutuhkan kendaraan dinas untuk menjangkau lokasi dengan cepat,” jelasnya.

Agustina berharap masyarakat dapat memahami situasi tersebut dan tidak salah menilai keberadaan kendaraan berpelat merah yang tetap beroperasi selama libur Lebaran.

“Kalau nanti ada mobil dinas yang terlihat di jalan saat libur, mohon dimaklumi karena itu bagian dari tugas pelayanan. Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan maksimal,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kepercayaan terhadap integritas ASN dalam menggunakan fasilitas negara. Menurutnya, pemerintah kota meyakini para pegawai menjalankan tugas dengan tanggung jawab.

“Kami percaya teman-teman ASN menggunakan fasilitas ini sesuai aturan dan kebutuhan tugas, bukan untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.

Terlebih, lanjut dia, pemerintah pusat mengeluarkan edaran adanya sistem kerja yang lebih fleksibel, termasuk penerapan Work From Anywhere (WFA). Agustina menilai mobilitas ASN menjadi hal yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga kualitas pelayanan publik. (Adv)

Sambut Pemudik Gratis, Pj Sekda Pati Tekankan Ketertiban Selama Lebaran

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menyambut kedatangan rombongan pemudik program Mudik Gratis di halaman Kantor Setda Kabupaten Pati, Senin malam (16/3/2026) sekira pukul 21.00 WIB.

Kedatangan bus yang membawa para perantau dari Jakarta itu disambut langsung oleh Pj Sekda Pati, Teguh Widyatmoko, bersama jajaran Pemkab, Polresta Pati, Kodim 0718/Pati, serta perwakilan Jasa Raharja.

Para pemudik tersebut sebelumnya diberangkatkan oleh Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta pada pagi harinya.

Dalam kesempatan itu, Teguh menegaskan bahwa program Mudik Gratis merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membantu masyarakat pulang kampung menjelang Idul Fitri. Selain mempermudah mobilitas, program ini juga dinilai mampu meringankan beban biaya perjalanan di tengah tingginya harga tiket saat musim mudik.

“Terkait perayaan Idulfitri nanti, mohon bisa dihindari perayaan yang berlebihan yang justru mengarah ke hal-hal negatif,” ujar Teguh saat memberikan sambutan.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ketenteraman dan ketertiban umum (trantibum) selama momentum Lebaran. Hal ini disampaikan menyusul adanya kejadian warga di wilayah Pati Selatan yang menjadi korban tongtek saat sahur beberapa waktu lalu.

“Jaga diri, manfaatkan momentum Lebaran untuk mempererat silaturahmi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Teguh menyampaikan bahwa peserta mudik gratis tidak hanya diantar sampai wilayah Kota Pati. Pemkab telah mengatur agar bus mengantar para pemudik hingga ke kecamatan tujuan masing-masing, sehingga perjalanan mereka lebih aman dan nyaman.

“Selamat datang di Pati. Selamat menikmati masa liburan di Pati. Semoga nanti kembali ke Jakarta dalam keadaan sehat dan selamat,” ucapnya.

Di akhir sambutannya, Teguh berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif menjelang dan selama perayaan Idulfitri. Ia juga mengingatkan agar kegiatan seperti tongtek, takbir keliling, maupun hiburan Lebaran tetap memperhatikan aspek keamanan dan ketertiban. (*)

Pemkot Semarang Fasilitasi Mudik Gratis Bagi Warganya dari Jakarta ke Kota Semarang

Lingkar.co – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang kembali memfasilitasi program mudik gratis bagi warganya yang merantau di Jakarta melalui program Mudik dan Balik Rantau Gratis Tahun 2026. Sebanyak 350 pemudik asal Kota Semarang diberangkatkan dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (16/3), menuju Terminal Mangkang, Kota Semarang.

Program ini merupakan bagian dari kegiatan mudik gratis tingkat Provinsi Jawa Tengah yang melibatkan pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Tengah serta dukungan dari berbagai pihak swasta. Total sebanyak 325 armada bus dilepas oleh Gubernur Jawa Tengah untuk mengangkut pemudik menuju berbagai daerah di Jawa Tengah.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, mengatakan Pemerintah Kota Semarang secara konsisten berpartisipasi dalam program ini setiap tahun sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat yang merantau.

“Jadi itu kan kegiatan rutin setiap tahun tingkat provinsi. Jadi seluruh kabupaten, kota itu dengan provinsi, kemudian ada juga bantuan-bantuan dari swasta itu menyelenggarakan program mudik gratis. Kumpulnya di Jakarta, di Taman Mini, tujuannya ke Jawa Tengah. Dalam hal ini, kita Pemerintah Kota Semarang juga berpartisipasi aktif setiap tahun itu,” ujar Danang.

Pada tahun ini, Pemkot Semarang menyediakan total 12 armada bus yang terdiri dari tujuh armada untuk arus mudik dan lima armada untuk arus balik. Tujuh bus yang membawa pemudik menuju Kota Semarang dilepas sekitar pukul 09.45 WIB bersama rombongan bus lain menuju berbagai kota di Jawa Tengah.

Danang menjelaskan, para peserta mudik gratis merupakan warga Kota Semarang yang tergabung dalam Paguyuban Wong Semarang (PawonSemar), yakni komunitas warga Semarang yang tinggal dan bekerja di Jakarta. Pemerintah kota memfasilitasi transportasi mereka agar dapat pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman.

Ia menambahkan, sebelum keberangkatan, seluruh sopir menjalani pemeriksaan kesehatan dan armada bus juga dilakukan pengecekan kelayakan kendaraan untuk memastikan keselamatan perjalanan para pemudik.

Menurut Danang, antusiasme warga terhadap program ini sangat tinggi. Bahkan banyak peserta menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Semarang atas fasilitas yang diberikan.

“Itu tadi pada senang menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bu Wali Kota, pada bikin video juga tadi,” kata dia.

Lebih lanjut, Pemkot Semarang tidak hanya memfasilitasi keberangkatan, tetapi juga arus balik bagi para perantau setelah Lebaran. Lima armada bus disiapkan untuk arus balik yang dijadwalkan berangkat dari Semarang menuju Jakarta pada 26 Maret 2026 malam.

Pendanaan program tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Semarang sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap warganya yang merantau.

“Kalau untuk pendanaan sendiri, diambil dari APBD. Jadi Pemkot Semarang memang men-support, menjemput kemudian memberikan kemudahan layanan kepada warganya yang merantau,” pungkas Danang. (Adv)

Arus Mudik 2026, Pemkot Semarang Petakan Titik Rawan Macet

Lingkar.co – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang mewaspadai sejumlah titik rawan kemacetan selama arus mudik Lebaran 2026, yang diprediksi mulai meningkat pada Sabtu (14/3).

Kepala Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan, mengatakan lonjakan kendaraan diperkirakan terjadi dalam tiga fase, yakni arus mudik, hari H Lebaran, dan arus balik.

Pada fase arus mudik, potensi kemacetan diperkirakan terjadi di sejumlah pasar tumpah seperti Pasar Mangkang, Karangayu, Peterongan, Pedurungan, hingga Prambanan. Selain itu, pusat perbelanjaan yang menggelar program midnight sale juga berpotensi memicu kepadatan di dalam kota.

“Kalau di jalur pantura biasanya terjadi di pasar tumpah, sedangkan di dalam kota dipicu aktivitas pusat perbelanjaan,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).

Selain itu, Dishub juga memprediksi kepadatan di sejumlah ruas jalan utama saat penerapan sistem one way nasional, di antaranya Jalan Perintis Kemerdekaan, tanjakan Gombel, Simpang Kariadi, Pamularsih, hingga Kalibanteng.

Kepadatan juga berpotensi terjadi di gerbang tol dan exit tol yang menjadi titik pertemuan arus kendaraan dari luar kota.

Sementara itu, pada hari H Lebaran, kawasan makam Bergota diprediksi menjadi titik keramaian akibat tingginya aktivitas ziarah. Untuk mengantisipasi parkir liar, Dishub menyiapkan Jalan KH Sholeh Darat sebagai kantong parkir sementara.

“Di hari H, lonjakan pengunjung di kawasan ziarah cukup tinggi, terutama untuk parkir,” jelasnya.

Dishub juga menyiapkan jalur alternatif bagi pemudik non-tol melalui kawasan Ngaliyan, Mijen, hingga Ungaran, serta memasang 15 rambu portable untuk mengarahkan kendaraan agar tidak masuk ke pusat kota.

Dalam upaya pengendalian lalu lintas, Dishub Kota Semarang menyiapkan sejumlah posko utama di Tambakaji, Terboyo, Cangkiran, Gunungpati, Pandanaran, dan Banyumanik.

Sebanyak 250 personel diterjunkan dan dibagi dalam tiga shift untuk melakukan pengawasan di lapangan, termasuk di terminal, bandara, stasiun, serta titik pengamanan bersama kepolisian seperti Tol Kalikangkung dan pusat kota.

Selain itu, pengawasan lalu lintas juga didukung sistem Area Traffic Control System (ATCS) yang telah terpasang di 56 dari total 96 simpang di Kota Semarang.

“Petugas akan standby di posko maupun mobile jika terjadi kemacetan,” pungkasnya. (Adv)

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pastikan 97 Persen Jalan Kota Siap Sambut Pemudik

Lingkar.co – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, memastikan infrastruktur jalan di Ibu Kota Jawa Tengah dalam kondisi prima menyambut arus mudik Lebaran 2026. Dari hasil pemantauan intensif di lapangan, tingkat kemantapan jalan kota kini telah mencapai 97 persen dan siap memberikan kenyamanan bagi jutaan warga yang akan melintas maupun mudik di kota Semarang.

Dirinya menjelaskan bahwa sejak awal tahun, Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) melakukan akselerasi perbaikan di berbagai titik strategis. Langkah ini diambil guna memastikan tidak ada kendala teknis yang menghambat mobilitas masyarakat saat hari raya.

“Kita pastikan per hari ini kondisi jalan kota sangat siap. Dari total 839 kilometer jaringan jalan Kota Semarang, 97 persen sudah dalam kondisi mantap. Saya ingin siapa pun yang masuk ke Semarang merasa aman, tanpa harus khawatir dengan kendala infrastruktur,” ujarnya, Jumat (13/3).

Guna mencapai target tersebut, pihaknya melakukan aksi maraton perbaikan jalan melalui skema tambal sulam (patching). Tercatat, sebanyak 2.302 titik kerusakan telah tertangani sepanjang Januari hingga Februari, dan kini sedang dikebut penanganan pada 810 titik tambahan yang ditargetkan rampung sebelum puncak arus mudik.

“Kami terus melakukan akselerasi. Ada total 3.112 titik penanganan jalan yang kami tangani secara masif sejak Januari menggunakan material hotmix berkualitas. Semua pengerjaan fisik kami targetkan selesai total sebelum hari H agar tidak ada alat berat yang mengganggu kelancaran lalu lintas,” terangnya.

Selain mengoptimalkan jalan kota, Wali Kota juga menekankan pentingnya kesiapan jalur alternatif dan koordinasi lintas sektor di pintu masuk utama seperti Kaligawe dan Mangkang. Walaupun titik tersebut merupakan jalan nasional, Pemkot Semarang terus menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah pusat demi kelancaran bersama.

“Koordinasi terus kami lakukan agar sinkron antara jalan kota, provinsi, maupun nasional. Fokus kami juga ada di jalur penyangga seperti Jalan Prof. Hamka, jalur Cangkiran, hingga Gunungpati. Jalur-jalur alternatif ini sudah kami siapkan agar pemudik punya banyak pilihan akses yang semuanya dalam kondisi mulus,” katanya.

Agustina juga mengajak masyarakat untuk proaktif menginformasikan setiap temuan kerusakan jalan melalui kanal Lapor Semar. Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat respons pemerintah di lapangan jika terjadi kendala akibat faktor cuaca.

“Kondisi lapangan terus kami jaga, tapi partisipasi warga sangat penting. Tim reaksi cepat sudah kami siagakan untuk langsung turun jika ada laporan. Saya ingin memastikan Lebaran tahun ini berjalan aman dan nyaman sehingga warga bisa fokus menikmati momen berkumpul bersama keluarga dengan penuh kebahagiaan,” pungkasnya. (Adv)

Hadir Untuk Masyarakat, Pemkot Semarang Siapkan Tujuh Armada Bus Angkut Pemudik Asal Semarang di Jakarta

Lingkar.co – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang menyiapkan tujuh armada bus yang akan mengangkut pemudik yang berasal dari Kota Semarang yang berada di Jakarta.

Tujuh bus telah diberangkatkan pada Rabu (11/3) pagi di depan halaman Balaikota Semarang menuju TMII Jakarta yang akan membawa pemudik kembali ke Ibu Kota Jawa Tengah. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng melepas secara langsung tujuh armada bus yang masih kosong tersebut.

Z“Hari ini kita berangkatkan tujuh armada bus untuk mudik saudara kita yang ada di Jakarta untuk kembali ke Semarang. Jadi kita kirim bus kosong untuk menjemput pemudik yang khusus ber-KTP Semarang,” kata Agustina.

Ia memastikan tujuh armada yang mengangkut pemudik kembali ke Semarang sudah terisi penuh. Nantinya saat arus balik, Pemkot Semarang juga menyediakan lima armada untuk kembali ke Ibu kota.

“Kita berupaya bagaimana caranya masyarakat Semarang ini merasa nyaman dan sejahtera dalam menghadapi lebaran. Intinya kita bantu masyarakat menjalani tahapan dalam proses menghadapi lebaran dengan baik,” terangnya.

Tidak hanya menyiapkan armada untuk mudik dan balik, jajaran Pemerintah Kota Semarang juga berjaga di pos masing-masing saat hari Raya Idul Fitri. Hal ini sesuai dengan perintah dari pemerintah pusat untuk memastikan kondusivitas di masing-masing wilayah tetap aman dan nyaman.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan mengatakan total armada yang disediakan untuk arus mudik dan balik adalah 12 bus.

Pada tanggal 16 Maret 2026 armada bus siap mengangkut warga Semarang yang berada di Jakarta untuk kembali ke Semarang. Nantinya mereka akan turun di Terminal Mangkang atau Balai Kota Semarang.

Sedangkan pada tanggal 26 Maret 2026, lima bus siap membawa warga Semarang kembali ke Jakarta dengan titik kumpul di Balai Kota atau Terminal Mangkang.

“Nanti dari Jakarta akan dilepas oleh Pak Gubernur Jateng. Dan tahun depan rencananya kita tambah jadi berangkat ke Jakarta akan ada 10 bus kalau sekarang kan baru 7,” kata Danang. (Adv)