Arsip Tag: Koalisi Indonesia Maju

Digadang Golkar dan PSI Untuk Maju di Pilwalkot Semarang, Ini Kata Dico

Lingkar.co – Bupati Kendal, Dico Mahtado Ganinduto yang minat maju dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah malah digadang oleh Partai Golkar dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) atau Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot);Semarang. Tak tanggung-tanggung, keputusan itu disampaikan langsung oleh ketua umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dalam jumpa pers kemarin di jakarta.

Dico Mahtado Ganinduto selaku kader Partai Golkar menuturkan, dirinya memiliki prinsip untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dalam berpolitik. “Karena prinsip saya dalam berpolitik itu semakin besar manfaat yang bisa saya berikan itu semakin baik,” kata Dico saat ditemui di kantor DPD Partai Golkar Kota Semarang, Kamis (11/7/2024).

Menurutnya kota Semarang itu dari segi jumlah penduduk lebih banyak dan dari segi anggaran juga lebih besar. Oleh karena itu ia yakin bisa memberikan manfaat yang lebih besar jika dibandingkan dengan peran dirinya di Kendal. “Kemanfaatannya kalau saya ditaruh di kota Semarang ini insya Allah juga bisa lebih besar,” ujarnya.

Terkait program yang akan dicanangkan dalam kampanye untuk membangun kota Semarang, Dico menyebut kebutuhan pokok masyarakat, pendidikan dan kesehatan menjadi perhatian utama.

“Kalau program itu lagi kita persiapkan secara konkret, tapi kalau kita perhatikan secara umum yang perlu kita perbaiki itu tentunya bagaimana bisa memberikan kebutuhan masyarakat di kota Semarang itu bebannya bisa terkurangi,” ucapnya.

Kedua, menurutnya pemenuhan pendidikan yang berkualitas dan akses kesehatan yang bisa menjangkau masyarakat Jawa Tengah. “Akses pendidikan yang harus kita tentukan kemudian akses kesehatan itu harus kita perhatikan karena Semarang itu merupakan kota besar, ibu kota propinsi yang sudah sangat berkembang sehingga memang nilai tambah atau credits value daripada pengembangan akses kesehatan itu sangat penting untuk bisa menjangkau seluruh kabupaten kota yang ada di Jawa Tengah,” urainya.

“Dan yang paling penting bagaimana bisa menumbuhkan ekonomi baru karena kebutuhan ekonominya lebih tinggi sehingga kesempatan atau lapangan untuk bekerja bisa lebih besar,” paparnya.

Kendati demikian ia menyatakan masih merasa perlu melakukan kajian lebih dalam terkait hal itu.

Didampingi Sejumlah Elit Partai Demokrat, Yoyok Sukawi Daftar Bakal Calon Wali Kota Semarang di Partai Golkar

Lingkar.co – Anggota DPR RI Alamsyah Satyanegara Sukawijaya atau AS Sukawijaya alias Yoyok Sukawi beserta didampingi sejumlah elit Partai Demokrat Kota Semarang mendaftarkan diri sebagai bakal calon Wali Kota Semarang di Partai Golkar, Selasa (14/05/2024) malam.

Pertemuan tersebut merupakan langkah majudari sebelumnya, menghadiri Silaturahmi Kebangsaan dan Tasyakuran Kemenangan Prabowo-Gibran di Hotel Grandhika, Semarang,

Sekira pukul 22.10 WIB Yoyok datang ke kantor DPD Partai Golkar Kota Semarang didampingi langsung oleh Ketua DPC Partai Demokrat Kota Semarang, Wahyoe Winarto alias Liluk dan Sekretarisnya Danur Rispriyanto beserta sejumlah elit lainnya. Nampak pula diantara rombongan, Swasti Aswagati, anggota DPRD Kota Semarang yang tak lain juga istri Yoyok Sukawi.

Sekretaris Partai Golkar Kota Semarang, M. Ulil Haq menjelaskan kedatangan para petinggi Partai Demokrat semalam membawa dua agenda. Pertama, untuk menjalin kerjasama politik dan yang kedua, mengantarkan Yoyok Sukawi mendaftar ke Partai Golkar untuk diusung sebagai Calon Wali Kota Semarang.

Sementara, Yoyok Sukawi menegaskan bahwa dirinya sudah menerima mandat untuk maju dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Semarang 2024 sebagai calon Wali Kota Semarang.

“Dari Partai Demokrat sudah menentukan untuk Calon Wali Kota adalah Saya. Jadi Saya melamar untuk jadi Calon Wali Kota Golkar juga,” ujarnya.

Terkait rencana koalisi, Yoyok menegaskan bahwa pihaknya mengutamakan partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM).

“Untuk koalisi, yang jelas Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang kita utamakan, yaitu Golkar, Gerindra, PSI, PAN. Setelah itu kita akan komunikasi dengan partai lain di luar koalisi Indonesia Maju. Semua partai akan kita ajak komunikasi,” jelasnya.

Ditanya tentang calon pasangan Wakil Wali Kota yang akan mendampinginya, Yoyok Sukawi belum bisa menjawab. Sebab, menurutnya, hal itu akan disepakati oleh partai politik koalisi.

“Kalau untuk wakil nanti biar dibahas oleh koalisi. Ada Demokrat, Golkar, Gerindra, PSI dan partai koalisi yang lain, nanti akan dibahas di sana (koalisi yang terbentuk),” ungkapnya.

Sementara Ketua DPD Partai Golkar Kota Semarang, Erry Sadewo menyambut baik keinginan Partai Demokrat untuk melanjutkan koalisi nasional dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, khususnya di Kota Semarang.

“Kami senang atas kehadiran mas Yoyok Sukawi dan seluruh jajaran Partai Demokrat untuk silaturahmi politik dan mendorong mas Yoyok Sukawi untuk dicalonkan melalui Partai Golkar,” ujarnya.

“Tentu ini bagian dari proses politik yang sudah ada mekanismenya yang nantinya akan kami laporkan ke tingkatan Propinsi dan DPP,” ucapnya.

Terkait kesiapan Partai Golkar dalam mengajukan kader untuk mendampingi Yoyok, Erry menjawab siap jika dibutuhkan untuk mendampingi maju dalam kontestasi Pilwalkot Semarang 2024.

“Yang jelas Golkar untuk kepentingan masyarakat selalu siap. Kita kan kalau diwakilnya ya bisa dari kader atau dari eksternal untuk calon wali kota juga masih dinamis, apapun sebagai prajurit kami selalu siap,” tegasnya.

Dikatakan, sejauh in sudah ada lima tokoh i yang sudah mendaftarkan diri untuk ikut kontestasi politik Pilwalkot Semarang. Antara lain dua mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali kota dan tiga bakal calon wakil wali kota. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Partai NasDem Putuskan Gabung Koalisi Pemerintahan Prabowo-Gibran

Lingkar.co – Partai NasDem akhirnya memutuskan untuk berkoalisi mendukung pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Keputusan itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh saat bertemu dengan Prabowo Subianto di Kartanegara VI, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, seperti dikutip dari Antara, Kamis (25/4/2024).

Dalam kesempatan itu, Surya Paloh menyampaikan komitmennya untuk membantu pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dengan masuk ke dalam koalisi besar.

“Kesempatan, dorongan, keinginan, spirit mengajak, untuk bersama dengan pemerintahan saya pikir itu lebih baik. Itu lah pilihan saya, pilihan NasDem,” Kata Surya Paloh.

Surya mengakui alasannya bergabung dengan koalisi Prabowo hanya untuk berkontribusi membangun pemerintahan yang kuat demi kemajuan bangsa.

Selain itu, dia menyadari butuh momentum persatuan untuk menyudahi konflik yang terjadi di masyarakat selama pemilu.

Dengan adanya momentum bergabungnya NasDem ke dalam KIM, dia berharap seluruh masyarakat juga mau menyudahi perpecahan dan kembali bersatu mendukung presiden dan wakil presiden yang terpilih.

“Kita ingin mengakhiri permasalahan pemilu ini sudah selesai, sekarang tugas kita bersama bagaimana berjalan ke depan untuk membangun negeri ini,” kata Paloh.

Di saat yang sama, Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad membenarkan bahwa NasDem masuk ke dalam koalisi.

Namun demikian, Dasco mengatakan pertemuan yang terjadi hari ini tidak membahas soal pembagian kursi menteri antara partai koalisi dengan NasDem.

Sebelumnya, Surya melakukan pertemuan dengan Prabowo di Kartanegara VI, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, hari ini sejak pukul 15.50 WIB. Pertemuan tertutup itu berlangsung selama hampir dua jam sampai pukul 17.10 WIB. (*)

PPP Makin Dekat Gabung Koalisi Prabowo-Gibran

Lingkar.co – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) membuka peluang bakal bergabung dengan koalisi Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP Romahurmuziy mengatakan peluang partai berlambang Kabah itu untuk bergabung dengan koalisi Prabowo-Gibran akan diputus lewat forum musyawarah kerja nasional (mukernas).

“Melalui forum mukernas pada saatnya. Karena saat memutuskan dukungan kepada 03 (Ganjar Pranowo-Mahfud Md) dilakukan melalui forum mukernas,” ucap Rommy, sapaan akrabnya, dikutip dari Antara, Selasa (16/4/2024).

Menurut Rommy, pernyataan Plt. Ketua Umum (Ketum) PPP Muhammad Mardiono bahwa PPP siap bergabung dengan Prabowo-Gibran belum dibahas secara resmi di internal partai. Namun begitu, pernyataan tersebut diakui Rommy sebagai refleksi sikap mayoritas fungsionaris PPP.

“Belum ada pembahasan resmi di internal PPP, tapi yang disampaikan ketum adalah refleksi sikap banyak fungsionaris PPP. Terbukti dari exit poll beberapa lembaga survei, pemilih PPP yang ke 02 (Prabowo-Gibran) juga sekitar 40-an persen,” ujarnya.

Menurut dia, arah pemilih PPP yang menyalurkan suaranya ke Prabowo-Gibran dalam Pilpres 2024 turut menjadi pertimbangan bergabung atau tidaknya PPP dengan koalisi pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut dua itu.

“PPP juga tetap menimbang hubungan strategis dan taktis,” imbuhnya.

Sebelumnya, Mardiono saat ditemui pada acara halalbihalal DPP Partai Golkar mengatakan PPP siap bergabung ke dalam koalisi pemerintahan selanjutnya jika mendapat ajakan.

“Ya, iya, tentu kalau untuk membangun Indonesia kan harus bersama nanti ke depannya,” kata Mardiono di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Senin (15/4/2024) malam.

Meski begitu, Mardiono belum bisa memastikan apakah PPP akan menjadi partai politik pertama yang bergabung dengan koalisi Prabowo-Gibran pasca-pilpres.

“Sekarang saya kan belum bisa menjawab karena kan PPP masih menjadi Koalisi Indonesia Bersatu, yaitu koalisi pemerintahan Pak Joko Widodo, ya. Nanti untuk pemerintah yang baru itu kan belum dilantik, begitu kan. Jadi kalau koalisi, tentu nanti untuk langkah yang ke depan, ya, kita nanti dengan pemerintahan yang baru tentu kita akan membicarakan itu,” ucapnya.

Diketahui, PPP merupakan salah satu partai politik yang mengusung pasangan Ganjar-Mahfud. Sementara itu, pasangan Prabowo-Gibran diusung oleh sejumlah partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM). (*)

Prabowo Umumkan Koalisi Indonesia Maju Sepakat Usung Gibran Cawapres 2024

Lingkar.co – Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, resmi mengumumkan putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, sebagai bakal calon wakil presiden (Bacawapres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), Minggu (22/10/2023) malam.

Prabowo sebagai Bakal Calon Presiden menyebut KIM sudah sepakat mengajukan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pasangan Capres-cawapres untuk berlaga di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

“Selamat malam saudara-saudara sekalian. Baru saja, KIM yang terdiri dari delapan partai politik, yaitu Partai Golkar, PAN, Partai Demokrat, Partai Gerindra, Partai Gelora, PBB, Partai Garuda, dan Partai Prima, yang dihadiri lengkap oleh ketua umum masing-masing dan sekjen masing-masing,” ujar Prabowo dalam jumpa pers di kediamannya, Minggu (22/10/2023).

“Kita telah berembuk secara final secara konsensus, seluruhnya sepakat mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden KIM untuk 2024-2029, dan saudara Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres dari KIM,” sambungnya.

Lebih lanjut Prabowo menyatakan bahwa tidak ada yang perlu ditanyakan lagi mengenai keputusan tersebut. Dia kembali menegaskan keputusan tersebut merupakan konsensus dari Parpol KIM.

“Tidak perlu ada yang ditanyakan lagi ini keputusan, afirmasi bulat dan konsensus dan kita siap maju untuk Indonesia Maju,” ujar dia.

Diketahui, para ketua umum (Ketum) partai politik (Parpol) KIM berkumpul di rumah Prabowo Subianto malam ini. Mereka menggelar rapat finalisasi terkait cawapres.

Santer dikabarkan sebelumnya, Relawan Pro Jokowi (Projo) mengajukan Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka sebagai bakal Cawapres Prabowo. Juga Gibran aktif bergerak menemui para ketum parpol KIM dalam beberapa hari ini.

Gibran telah menemui Ketum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas), Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di kediaman mereka masing-masing. Bahkan, Gibran juga hadir di acara Rapimnas Golkar dan diumumkan oleh Ketum Golkar Airlangga Hartarto sebagai Cawapres Prabowo. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat