Arsip Tag: Kunjungan Wisatawan

6 Juta Wisatawan Diprediksi Bakal Serbu Destinasi Jateng Selama Libur Lebaran 2026

Lingkar.co – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memprediksi lonjakan besar wisatawan saat libur Lebaran 2026, dengan sekitar 6 juta orang diperkirakan memadati berbagai destinasi wisata dan hiburan di Jawa Tengah. Antisipasi pun dilakukan dengan memperketat pengamanan, meningkatkan layanan, serta memastikan kesiapan fasilitas di seluruh objek wisata.

Lonjakan wisatawan tersebut tak lepas dari tingginya arus mudik tahun ini. Diperkirakan sekitar 17,3 juta orang kembali ke kampung halaman di Jawa Tengah, dan sebagian besar memanfaatkan momentum libur Lebaran untuk berwisata bersama keluarga.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah, Hanung Triyono, mengatakan, jumlah tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi sektor pariwisata daerah.

“Sekitar 6 juta orang akan berwisata. Ini angka yang besar, sehingga kenyamanan dan keamanan harus benar-benar dipastikan,” ujar Hanung, Rabu (18/3/2026).

Pemprov Jateng telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, pengelola destinasi, hingga instansi terkait. Fokus utama diarahkan pada kesiapan fasilitas, sistem pengamanan, serta pelayanan bagi wisatawan.

Sejumlah destinasi diprediksi menjadi magnet utama selama libur Lebaran. Di kawasan Solo Raya, wisatawan diperkirakan memadati Tawangmangu di Karanganyar, Masjid Sheikh Zayed di Surakarta, serta Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri.

Selain itu, kawasan Dieng di Wonosobo juga diperkirakan ramai, terutama dengan adanya atraksi balon udara yang menjadi daya tarik khas saat Lebaran. Destinasi religi di Demak dan Kudus pun diprediksi dipadati peziarah.

Sementara itu, kawasan wisata pantai di selatan Jawa Tengah seperti Kebumen, Purworejo, dan Wonogiri mendapat perhatian khusus. Kondisi cuaca yang berpotensi hujan dan angin kencang menjadi faktor yang diantisipasi demi keselamatan pengunjung.

“Kami sudah berkoordinasi dengan posko Lebaran dan instansi terkait, terutama untuk pengamanan di kawasan pantai,” jelas Hanung.

Tak hanya destinasi unggulan, desa wisata juga diprediksi menjadi pilihan favorit wisata keluarga. Pengelola diminta memastikan kebersihan, keamanan, dan kesiapan fasilitas pendukung.

Hanung juga mengimbau wisatawan untuk ikut menjaga ketertiban dan kebersihan selama berkunjung.

“Objek wisata ini milik bersama. Mari dijaga agar semua wisatawan mendapatkan pengalaman yang baik,” katanya.

Di sisi lain, pengelola destinasi wisata Guci Forest di Kabupaten Tegal menyatakan kesiapan menghadapi lonjakan pengunjung. Manager Marketing Guci Forest, Umi Baini, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai pembenahan fasilitas.

Beragam wahana disiapkan, mulai dari hotel, vila, glamping, area camping, pemandian air panas, hingga wisata jeep offroad. Perbaikan juga dilakukan pada area parkir, kolam pemandian, serta pemasangan papan peringatan di area rawan.

“Kami juga menyiapkan informasi darurat dan nomor yang bisa dihubungi untuk memastikan keselamatan pengunjung,” ujar Umi. Selama libur Lebaran, Guci Forest diperkirakan dikunjungi sekitar 4.000 wisatawan per hari selama hampir sepekan.

Dengan berbagai persiapan tersebut, Pemprov Jawa Tengah optimistis lonjakan wisatawan saat Lebaran 2026 dapat dikelola dengan baik, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dari sektor pariwisata. (*)

BPS Catat Kunjungan Wisatawan Kota Bandung di Akhir Tahun 2025 Meningkat, Penghuni Hotel Naik 64,14 Persen

Lingkar.co – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung mencatat, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Kota Bandung pada Desember 2025 tercatat 64,14 persen, meningkat 5,28 poin dibandingkan November 2025.

Rinciannya, TPK hotel bintang mencapai 69,64 persen, sedangkan hotel non bintang tercatat 43,99 persen. Kedua kategori hotel tersebut sama-sama mengalami peningkatan secara month to month, menandakan pertumbuhan yang merata di sektor perhotelan.

Kenaikan tersebut mencerminkan sektor pariwisata Kota Bandung menunjukkan tren pertumbuhan yang semakin baik, aktivitas kunjungan dan mobilitas wisatawan pada akhir tahun meningkat dari bulan sebelumnya.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai capaian tersebut sebagai sinyal positif kebangkitan dan konsistensi sektor pariwisata sebagai salah satu tulang punggung ekonomi kota.

“Data BPS menunjukkan bahwa okupansi hotel di Bandung terus meningkat. Ini bukan hanya angka, tetapi gambaran nyata bahwa Bandung tetap menjadi destinasi favorit dan aktivitas ekonomi kota terus bergerak,” ujar Farhan dalam siaran persnya, Selasa (3/2/2026).

Selain meningkatnya tingkat hunian hotel, jumlah kunjungan wisatawan nusantara (Wisnus) ke Kota Bandung sepanjang Januari–Desember 2025 juga mengalami lonjakan signifikan.

Berdasarkan data BPS, total perjalanan wisnus meningkat 23,18 persen, dari 19,69 juta perjalanan pada 2024 menjadi 24,25 juta perjalanan pada 2025.

Mayoritas wisatawan yang berkunjung berasal dari provinsi lain, menunjukkan kuatnya daya tarik Kota Bandung sebagai tujuan wisata nasional.

Dalam peta pariwisata Jawa Barat, Kota Bandung menempati peringkat kedua sebagai daerah tujuan utama wisnus, dengan kontribusi 11,45 persen, setelah Kabupaten Bogor yang mencapai 15,04 persen.

“Peningkatan kunjungan ini adalah hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari penguatan event kota, pengembangan destinasi wisata, hingga promosi ekonomi kreatif. Dampaknya dirasakan langsung oleh pelaku usaha, UMKM, dan tenaga kerja,” kata Farhan.

Ke depan, Farhan menegaskan Pemkot Bandung akan terus mendorong sektor pariwisata yang berkelanjutan, tidak hanya berorientasi pada jumlah kunjungan, tetapi juga pada kualitas layanan, kenyamanan wisatawan, dan pemerataan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Pariwisata harus menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif. Data BPS menjadi pijakan kami untuk memastikan kebijakan yang diambil tepat sasaran dan berorientasi pada kesejahteraan warga Kota Bandung,” pungkasnya. (*)

Rembang Masuk 4 Besar Tujuan Wisata Nataru Jateng, Pantai Karangjahe Jadi Primadona

Lingkar.co – Kabupaten Rembang mencatat kinerja positif sektor pariwisata selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Dalam rentang libur sekitar satu pekan, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 334.271 orang, menempatkan Rembang di peringkat keempat destinasi wisata terpadat di Jawa Tengah, melampaui Surakarta yang mencatat 300.751 kunjungan.

Capaian tersebut disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang, Mutaqin, saat ditemui di kantornya, Selasa (6/1/2026). Menurutnya, tren kunjungan yang terus meningkat menunjukkan daya tarik wisata Rembang kian menguat, terutama di kawasan pesisir.

Dari sejumlah destinasi, Pantai Karangjahe di Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang, masih menjadi magnet utama. Pantai yang berada di jalur Pantura Semarang–Surabaya ini dikunjungi 111.171 wisatawan selama Nataru, sekaligus menempatkannya di peringkat ke-9 dari 1.154 destinasi wisata di Jawa Tengah.

“Tahun lalu (2024) kita berada di posisi enam, 2025 kita posisi empat. Kemudian Pantai Karangjahe, tahun 2024 menempati urutan ke delapan, 2025 turun sembilan. Tapi dari sisi pengunjung lebih banyak tahun ini, tahun 2024 hanya 87.560 wisatawan,” ujar Mutaqin.

Ia menambahkan, dalam dua tahun terakhir Rembang konsisten menembus 10 besar daerah dengan kunjungan wisata tertinggi di Jawa Tengah. Dampaknya terasa langsung pada perputaran ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama pelaku UMKM di sekitar destinasi.

Secara kumulatif sepanjang 2025, jumlah kunjungan wisatawan ke Rembang mencapai 2.843.807 orang. Angka ini naik 146.383 orang atau 5,15 persen dibandingkan 2024 yang mencatat 2.697.454 kunjungan.

“Kenaikan jumlah wisatawan ini disebabkan adanya destinasi wisata baru seperti Pantai Indah Layur, Pantai Dasun, Bukit Panggang, dan view laut di area parkir Pasujudan Sunan Bonang. Termasuk libur Nataru yang tahun ini lebih lama dibanding tahun sebelumnya,” jelasnya.

Berdasarkan data Disporapar Provinsi Jawa Tengah, lima besar tujuan wisata Nataru 2025/2026 adalah Semarang (677.982 wisatawan), Klaten (562.906), Demak (523.525), Rembang (334.271), dan Surakarta (300.751).

Sementara itu, 10 destinasi terfavorit selama periode tersebut berturut-turut adalah Kota Lama Semarang (461.197), Masjid Agung Demak (298.315), Makam Sunan Kalijaga (272.368), Candi Prambanan (232.983), Masjid Raya Syeikh Zayed Solo (167.524), Candi Borobudur (146.180), Kawasan Dieng (136.643), Owabong Purbalingga (113.467), Pantai Karangjahe Rembang (111.171), dan Lawang Sewu Semarang (108.522). (*)

Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Bandara Ahmad Yani Semarang Buka Rute Penerbangan Semarang – Jambi – Pangkalpinang

Lingkar.co – Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang resmi melayani rute penerbangan baru yakni Semarang (SRG)–Jambi (DJB) dan Semarang (SRG) – Pangkalpinang (PGK) pulang&pergi, yang dioperasikan oleh maskapai Super Air Jet terbang perdana hari ini, Kamis 10 April 2025.

Super Air Jet melayani terbang seminggu 2 (dua) kali dengan rincian jadwal penerbangan setiap hari Selasa dan Kamis rute Jambi dan Pangkalpinang.

Untuk rute Jambi menuju Semarang Super Air Jet terbang pada pukul 09.00 WIB, rute Semarang menuju Jambi terbang pada pukul 15.50 WIB dan.

Kemudian untuk rute Semarang menuju Pangkalpinang terbang pada pukul 11.25 WIB, untuk rute Pangkalpinang menuju Semarang terbang pada pukul 13.40 WIB.

Inaugural Flight Seremonial rute penerbangan oleh Maskapai Super Air Jet ini dilaksanakan di Gate 1A Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, dihadiri oleh General Manager Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Fajar Purwawidada, didampingi oleh Management Lion Air Group, dan dilakukan pengalungan Kain Selendang Batik kepada 5 (lima) orang penumpang pertama yang tiba di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Fajar Purwawidada menyampaikan, dengan adanya rute penerbangan baru dari dan ke Semarang menuju Kota Jambi dan Pangkalpinang ini kiranya dapat semakin menstimulus kunjungan wisatawan dan lebih menggairahkan dunia pariwisata kota Semarang, serta Provinsi Jawa tengah pada umumnya.

“Kami selaku manajemen pengelola bandara senantiasa intens berkoordinasi dengan pihak maskapai untuk dapat terus menambah pilihan rute-rute favorit dan peka terhadap apa yang menjadi permintaan pasar, Alhamdulillah hari ini, Kamis 10 April 2025, Maskapai Super Air Jet telah beroperasi perdana dengan rute Semarang – Jambi dan Semarang – Pangkalpinang, pulang pergi,” ujar Fajar.

Ditemui di sela-sela acara Inaugural Flight Super Air Jet, Fajar Purwawidada menyampaikan bahwa dengan adanya penambahan rute penerbangan baru ini, semakin menegaskan serta terus memperkuat komitmen pengembangan Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang sebagai hub penerbangan domestik di Provinsi Jawa Tengah.

Fajar Purwawidada mengatakan, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang sebagai pintu gerbang Jawa Tengah dengan potensi ekonomi serta posisi geografis yang strategis, memiliki modal utama sebagai hub penerbangan domestik, baik secara khusus di provinsi Jawa tengah dan secara umum di Indonesia.

“Kami juga akan terus mengembangkan Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang sebagai hub penerbangan untuk pariwisata maupun bisnis yang terhubung dengan kota-kota lain yang ada di Indonesia,” Ujar Fajar.

“Tentunya perlu dukungan semua pihak agar Kota Semarang dapat menjadi pintu masuk bagi wisatawan maupun pelaku bisnis, dan Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang mampu menjadi hub penerbangan domestic di Indonesia,” Tutup Fajar. ***

Pemkot Semarang Targetkan Kunjungan Wisatawan pada Libur Lebaran 2025 Meningkat 8,5 Persen

Lingkar.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menargetkan kenaikan wisatawan sebanyak 8,5 persen pada libur Lebaran 2025.

Kepala Disbudpar Kota Semarang, Wing Wiyarso mengatakan,melihat dari kunjungan libur Lebaran tahun lalu, kunjungan mencapai 405.039 wisatawan.

Dengan panjangnya masa libur Lebaran tahun ini, pihaknya optimistis bisa naik 8,5 persen dari periode yang sama tahun lalu.

“Sekarang libur hampir 20 hari. Kami akan maksimal mendongkrak kunjungan wisatawan. Kami komunikasi dengan stakeholder, membangun jejaring, membuat promosi, paket bersama,” papar Wing Wiyarso, Kamis (27/3/2025).

Wing menyebut, beberapa destinasi wisata diperkirakan akan menjadi lumbung wisatawan ke Kota Semarang seperti Kota lama, Pantai Marina, Lawangsewu, Sam Poo Kong, Grand Maerokoco, dan Semarang Zoo.

Pada tahun lalu, Kota Lama sempat menduduki peringkat pertama top destinasi di Jawa Tengah dengan tingkat kunjungan 246.918 wisatawan.

Selain destinasi wisata favorit, menurut dia, atraksi wisata juga akan berpengaruh pada kunjungan wisatawan.

Pada sepekan Lebaran, ada sejumlah agenda antara lain Fest Sam Poo Kong, Event Kuliner Pulang Semarang di Metro Point Kota Lama.

Ada pula sejumlah event musik diantaranya di PRPP, Marina, dan Lawang Sewu, dan Semarang Zoo.

Semarang Zoo mengemas event Lebaran dengan Zooforian meliputi berbagai pertunjukan seni dan budaya.

“Untuk di UPTD Disbudpar, kami gelar penampilan seni dan budaya sepanjang libur Lebaran yaitu di Goa Kreo, Taman Lele dan Agro Sodong,” tambahnya.

Sementara, di publik area, pihaknya terbuka kepada para pegiat wisata untuk turut menyuguhkan atraksi mengisi libur Lebaran 2025.

“Ada beberapa mengajukan rekomendasi keramaian dan semoga ini menambah keramaian di Kota Semarang,” ucapnya.

Di sisi lain, Wing Wiyarso mengimbau kepada pelaku wisata untuk waspada terhadap bencana di tempat wisata.

Mengingat, hingga sekarang curah hujan masih cukup tinggi. Pihaknya telah melayangkan surat edaran agar pelaku wisata senantiasa waspada terhadap bencana di Semarang.

“Kami harap tidak timbul bencana. Para pengelola tempat wisata kami harap waspada dan peduli dengan lingkungan masing-masing,” pintanya.

Dia mendorong pengelolaan sampah dilakukan secara baik agar tidak sampai menimbulkan banjir di kawasan wisata. (Adv)

Jaga Kelestarian Lingkungan dan Tingkatkan Kunjungan Wisata di Pantai Jodo

Lingkar.co – Masyarakat harus mendapatkan pendidikan yang sederhana dan aplikatif dalam menjaga kelestarian lingkungan. Sebab hal itu bisa berdampak besar pada industri pariwisata.

Hal itulah yang dilakukan oleh PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) bersama tenant Yih Quan Footwear Indonesia dan Deckers HOKA. Masyarakat diajak membersihkan Pantai Jodo Jumat (6/9/24) kemarin.

Dalam kegiatan ini, KITB dan tenantnya berfokus pada upaya menjaga kebersihan pantai serta meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Kegiatan ini melibatkan puluhan karyawan dari PT Yih Quan Footwear Indonesia dan Deckers HOKA.

Tak hanya karyawan, warga setempat pun antusias berpartisipasi dengan kesadaran penuh. Dukungan juga datang dari pemerintah desa dan kecamatan yang menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah awal menuju lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Kepala Departemen Corporate Communication, CSR, dan Community Development KITB, Tanya Liwail Chamdy mengatakan bahwa aksi ini merupakan langkah kecil dengan dampak besar bagi keberlangsungan lingkungan sekitar.

“Kami percaya bahwa tindakan sederhana seperti bersih- bersih pantai bisa menciptakan efek domino yang luar biasa. Dengan tema ‘Small Actions, Big Impact‘, kami ingin menginspirasi masyarakat dan perusahaan lain untuk turut serta mengambil bagian dalam menjaga lingkungan. Kegiatan ini bukan hanya tentang hari ini, tapi tentang masa depan yang lebih hijau dan lestari,” ujarnya.

Foto bersama para peserta kasi bersih pantai seusai kegiatan. Foto: Wahyudi/Lingkar.co
Foto bersama para peserta kasi bersih pantai seusai kegiatan. Foto: Wahyudi/Lingkar.co

Pantauan di lokasi, para karyawan dan warga mengumpulkan sampah plastik yang berserakan di sepanjang pesisir Pantai Jodo. Sejalan dengan hal itu, para pemangku kepentingan pun mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, warga sekitar lokasi wisata juga mendapatkan pengetahuan tentang pentingnya pemilahan sampah dan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Ini sejalan dengan visi KITB untuk menciptakan kawasan industri yang ramah lingkungan, cerdas, dan berkelanjutan.

“Dengan aksi kecil seperti ini, kami berharap bisa memberikan dampak besar bagi kelestarian lingkungan di sekitar kawasan industri dan memotivasi pihak lain untuk melakukan hal yang sama,” tuturnya..

Kunjungan Wisatawan di Rembang Terbanyak Ketiga se-Jateng

Lingkar.co – Kunjungan wisatawan di Kabupaten Rembang mencapai 305.688 orang selama libur Lebaran dan momen Hari Kartini. Hal ini membuat Rembang berada di peringkat ketiga kunjungan wisatawan terbanyak dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang Kusrini mengatakan dari data Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah dari 30 Maret sampai 21 April 2024 Rembang berada di bawah Kota Semarang dan Klaten. Kota Semarang dengan 462.192 wisatawan dan Klaten di urutan kedua dengan 375.433.

“Alhamdulillah khusus dalam rangka libur lebaran dan momen Hari Kartini masuk tiga besar se-Jawa Tengah. Yang pertama Kota Semarang, rangking kedua Kabupaten Klaten,” ungkapnya, Selasa (23/4/2024).

Kusrini menambahkan Pantai Karangjahe menyumbang kunjungan paling banyak. Selain Karangjahe, empat wisata pantai lainnya dan satu wisata selain pantai yaitu komplek Masjid Jami’ Lasem yang ada makam sejumlah ulama besar dan Museum Islam Nusantara.

Tingkat kunjungan wisata sesuai urutan terbanyak dari tanggal 30 Maret sampai 21 April 2024, Pantai Karangjahe Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang dikunjungi 88.450 orang. Karangjahe juga memduduki 8 besar dari ratusan obyek wisata se-Jateng dengan kunjungan wisata terbanyak.

Di urutan kedua Pantai Pasir Putih Desa Tasikharjo Kecamatan Kaliori dengan 53.606 kunjungan, Pantai Balongan Desa Balongmulyo Kecamatan Kragan sebanyak  37.040 orang.

Selanjutnya Komplek Masjid Jami’ Lasem dengan 18.684 wisatawan. Pantai Caruban sebanyak 17.814 wisatawan dan di peringkat keenam TRP Kartini dengan 15.653 kunjungan.

Selain kelima wisata tersebut, Kusrini mengungkapkan Taman Rekreasi Pantai (TRP) Kartini mengalami kenaikan kunjungan signifikan di momen Syawalan. Dalam data Dinbudpar TRP Kartini ada di urutan keenam dengan kunjungan terbanyak.

“Yang menggembirakan data kami pada tanggal 18 April 2024 , baru ada 5.000 an kunjungan ke TRP Kartini. Dan di 21 April sudah mencapai 15.653 wisatawan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Miftahus Salam

Lima Tempat Wisata Paling Ramai di Rembang Selama Libur Lebaran

Lingkar.co – Kunjungan tempat wisata di Kabupaten Rembang selama momen liburan Hari Raya Idul Fitri meningkat signifikan dibanding hari-hari wisata

Berdasarkan catatan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Rembang. Dalam kurun waktu 6 hari, mulai 11 sampai 16 April 2024 total kunjungan tempat wisata mencapai 197.331 orang.

Angka tersebut menempatkan Rembang di peringkat ke-6 se-Jawa Tengah dengan kunjungan wisata tertinggi selama libur lebaran. Dengan Pantai Karangjahe penyumbang kunjungan tertinggi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang Mutaqin menyebutkan lima tempat wisata di Rembang dengan kunjungan terbanyak selama libur lebaran. Kunjungan wisata terbanyak di Kota Garam masih didominasi pantai.

“Untuk kunjungan wisatawan, yang mendominasi masih wisata pantai. Yang nomor satu masih pantai Karangjahe, ” ungkapnya.

Berdasarkan data yang masuk per Rabu 17 April 2024 ini, Pantai Karangjahe Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang, masih menjadi primadona wisatawan. Setidaknya ada 58.963 orang yang berlibur ke pantai ini.

Kunjungan wisata teramai kedua yaitu Pantai Balongan Balongmulyo, Kecamatan Kragan. Pantai yang terletak di wilayah Rembang timur itu sudah dikunjungi 33.046 wisatawan.

Posisi ketiga yaitu pantai Pasir Putih Wates Desa Tasikharjo, Kecamatan Kaliori. Meskipun data kunjungan tanggal 15 dan 16 April belum masuk ke Dinbudpar, pantai ini sudah dikunjungi 29.774 wisatawan.

Kemudian kunjungan terbanyak keempat , jika sebelumnya wisata pantai, kini wisata religi komplek Masjid Jami’ Lasem.  Tercatat ada 18.684 orang berziarah ke makam ulama penyebar agama Islam  Mbah Sambu yang memiliki nama asli Sayyid Abdurrahman, Makam Adipati Lasem Tejo Kusuma dan makam tokoh yang juga andil dalam mendirikan Nadlatul Ulama (NU) yakni KH Ma’soem Ahmad, KH Baidlowi Abdul Aziz, dan KH Cholil Masyhuri.

Di urutan kelima ada pantai Caruban Desa Gedongmulyo Kecamatan Lasem. Obyek wisata ini menyumbang 13.010 kunjungan wisatawan. (*)

Penulis: Miftahus Salam

Syawalan Dongkrak Kunjungan Wisatawan TRP Kartini Rembang

Lingkar.co – Taman Rekreasi Pantai (TRP) Kartini Rembang selalu ramai dikunjungi wisatawan saat momen syawalan. Terdapat juga ratusan pedagang yang menjajakan dagangannya di dalam maupun halaman luar TRP Kartini.

Gelaran tradisi syawalan setiap tahunnya memang mampu menyedot pedagang maupun masyarakat untuk datang ke obyek wisata pantai yang terletak di sebelah barat gedung DPRD Rembang ini.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang Muttaqin mengatakan terhitung pada H+2 lebaran sampai 16 April 2024 kunjungan wisatawan di Rembang berdasarkan data yang sudah masuk di Dinbudpar Rembang sebanyak
197.331 dan menempati peringkat 6 tertinggi se-Jawa Tengah.

Menurutnya, tradisi yang digelar selama 7 hari ini juga mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sewa lapak di TRP Kartini Rembang.

Muttaqin mengatakan grebeg Syawalan digelar sejak tanggal 11 sampai 18 April 2024. Ada sekitar 200-an pedagang yang telah menyewa lapak.

Untuk target perputaran ekonomi bisa diprediksi meningkat dari tahun- tahun sebelumnya. Pasalnya, tahun ini ada kenaikan harga sewa lapak.

“Ada kenaikan harga sewa lapak beberapa persen. Ada perubahan peraturan daerah terkait sewa lahan di TRP Kartini, yaitu Rp 3.000/meter/hari. Berbeda dengan Peraturan Daerah lama yang membebani penyewa Rp 1.000/meter/hari,” ungkapnya.

Di area syawalan TRP Kartini Rembang dapat dijumpai berbagai macam pedagang. Seperti pedagang gerabah, perkakas dapur, hewan peliharaan sampai dengan bermacam kuliner. (*)