Arsip Tag: Kebersihan

Waste Station Siap Beroperasi, Warga Pekanbaru Bisa Tukar Sampah dengan Rupiah

Lingkar.co — Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, secara resmi mulai membuka stasiun pengumpulan dan pemilahan sampah (Waste Station) jelang Hari Raya Idulfitri 1447 H. Satu Waste Station yang bakal beroperasi, berada di RTH depan Rumah Dinas Wali Kota Pekanbaru, Jalan Ahmad Yani.

Warga Pekanbaru kini bisa menukarkan sampah di titik tersebut menjadi uang. Rencananya, Waste Station ini sudah beroperasi pada 20 Maret 2026.

“Waste station insya Allah satu titik akan beroperasi sebelum Lebaran di RTH depan rumah wali kota,” kata Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, Kamis (19/3/2026).

Menurutnya, Waste Station di sana sudah 70 persen siap untuk beroperasi. Saat ini hanya tinggal finishing dan diharapkan bisa beroperasi sebelum lebaran.

Ia menuturkan, tahap awal ada 10 titik Waste Station yang akan beroperasi. Lokasinya menyebar di sejumlah wilayah kota.

Adapun 10 titik Waste Station ini diantaranya, RTH Kaca Mayang, Wisata Alam Mayang, TRC Pekanbaru AMAN 112, Stadion Utama Riau, Taman MPP, MPP, Seberang Polda Riau, STC, Pasar Panam, dan Simpang 4 Rumbai.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra mengatakan bahwa Waste Station ini akan mulai dioperasikan dalam beberapa hari ke depan.

“Insya Allah sebelum lebaran ini satu Waste Station sudah bisa beroperasi. Masyarakat bisa menukarkan sampah di sana,” kata Reza.

Beberapa sampah rumah tangga yang dapat ditukarkan diantaranya, plastik, kaca, minyak jelantah, kertas atau kardus, logam, dan elektronik bekas.

“Jadi masyarakat datang bawa sampah ditimbang, berat sampah akan mendapatkan poin. Poin itu kalau sudah banyak baru ditukar menjadi uang elektronik atau saldo ke aplikasinya,” terang Reza.

Masyarakat nantinya bisa mendownload aplikasi Rekosistem untuk mengetahui berapa jumlah poin dan penukaran saldo. (*)

Pemkab dan Forkopimda Bersama Punguti Sampah di Pantai Muara Kencana Kendal

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten dan Kodim 0715 Kendal bersama ratusan elemen masyarakat melakukan kerja bakti bersih-bersih di Pantai Muara Kencana pada Sabtu (20/9/2025). Kegiatan ini melibatkan anggota TNI, Polres Kendal, DLH Pemkab Kendal, dan kelompok masyarakat, seperti FKPPI, Saka Bahurekso, Kokam, Banser dan lainnya.

Kegiatan ini dikomando langsung oleh Dandim 0715 Kendal Letkol Infanteri Bagus Setyawan, bersama Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari dan Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar. Mereka bersama-sama memunguti sampah yang tersebar di area pantai.

Dandan 0715 Kendal, Letkol Infanteri Bagus Setyawan mengatakan, kegiatan ini untuk memperingati HUT ke-80 TNI dan HUT ke-75 Kodam IV Diponegoro. Kegiatan ini kolaborasi dengan semua pihak, yang turut serta dan bahu-membahu untuk melakukan kegiatan bersih-bersih pantai.

Menjaga kebersihan merupakan kewajiban bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan,, Harapannya, dengan adanya kegiatan ini, dapat menjadikan tempat lain untuk menggugah semangat dalam menjaga kebersihan di wilayah masing-masing.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan, kegiatan untuk pelestarian lingkungan ini, selaras dengan program yang sedang digalakkan oleh Pemda Kendal. Bupati Kendal pun mengajak kepada seluruh elemen masyarakat bersama pegiat lingkungan, untuk meningkatkan semangat merawat bumi, agar Kabupaten Kendal menjadi kabupaten yang bersih, rapi dan indah. (*)

Penulis: Yoedhi W

Komitmen Jaga Lingkungan Bersih Berkelanjutan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kemendikdasmen dan Kemendiktisaintek Teken MoU

Lingkar.co – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup meneken Memorandum of Understanding (MoU) untuk mewujudkan Indonesia yang bersih dan berkelanjutan.

Nota kesepahaman ketiga kementerian ini dilakukan dengan kegiatan ASTA Aksi Peduli Sampah Nasional di Lingkungan Sekolah dan Kampus. Acara kolaborasi ini dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025 dengan mengusung tema Kolaborasi untuk Indonesia Bersih. Kegiatan ini terpusat di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan dengan pelaksanaan serentak di delapan universitas lainnya di seluruh Indonesia.

Wakil Menteri Kemendiktisaintek, Fauzan, hadir secara langsung untuk memberikan sambutan serta menandatangani MoU sebagai tanda komitmen bersama dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di sektor pendidikan tinggi.

Dalam kesempatan itu, Wamen Kemendiktisaintek menekankan bahwa kampus memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran dan tanggung jawab lingkungan bagi generasi muda.

“Kampus memiliki peran strategis dalam menangani permasalahan sampah. Kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya memang sudah mulai tumbuh, tetapi masih sering terjadi penumpukan yang menyulitkan pengelolaannya. Oleh karena itu, perguruan tinggi harus berperan aktif dalam mencari solusi atas permasalahan sampah yang telah lama menjadi tantangan di tengah masyarakat,” ujar Wamen Fauzan dalam siaran pers di laman resmi, Selasa (20/5/2025).

Fauzan juga menyoroti permasalahan lingkungan bukan hanya isu nasional, tetapi sudah menjadi perhatian global. Oleh karena itu, menurut dia, keterlibatan kampus sebagai pusat inovasi dan solusi sangat diperlukan.

“Persoalan sampah sudah ada sejak lama dan terus menjadi tantangan bagi masyarakat. Kampus harus hadir sebagai problem solver dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan ini. Sinergi antara dunia pendidikan dan sektor lingkungan hidup merupakan langkah strategis untuk mewujudkan Indonesia yang lebih ramah lingkungan,” terangnya.

Fauzan berharap kerja sama lintas sektoral yang ada bisa mendorong Indonesia menjadi negara ramah lingkungan. “Saya kira ini adalah sinergi yang sangat strategis dan kolaborasi yang futuristik, harus dilakukan, antara Kementerian Lingkungan Hidup, kemudian Kementerian Pendidikan Dasar Menengah, termasuk Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. Mudah-mudahan kerja sama ini akan terus mendorong Indonesia menjadi negara yang ramah lingkungan,” harapnya.

Sementara, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq

Sebagai informasi, kegiatan tidak hanya sebatas MoU. Dalam kesempatan itu juga dilakukan seremoni pengukuhan Kader Lingkungan dari kalangan pelajar dan mahasiswa sebagai agen perubahan dalam menjaga kebersihan lingkungan; dan Video conference dengan tujuh perguruan tinggi lainnya untuk memperluas dampak program ini.

Senada, Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Ahmad Alim Bachri menyatakan pentingnya pengelolaan sampah dan lingkungan. Untuk itu dirinya menegaskan bahwa pihaknya siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Memprihatinkan, Gunungan Sampah di TPA Darupono Kendal Overload

Lingkar.co – Timbunan sampah yang menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Darupono sudah melebihi kapasitas (overload). Nampak timbunan sampah di TPA yang terletak di Kaliwungu Selatan Kabupaten Kendal Jawa Tengah ini tampak memprihatinkan, semakin menggunung dan tidak ditangani menggunakan alat berat. Ada dua eksavator yang rusak sn tidak bekerja lagi.

Permasalahan sampah ini membuat Bupati Kendal, Dyah Kartika Permana Sari harus bekerja keras, termasuk rencana menggandeng PT Semen Gresik untuk mengolah agar permasalahan lingkungan dan kesehatan ini tidak semakin parah.

“Kami masih dalam tahap proses kelanjutan kerja sama. PT Semen Gresik menyatakan siap membeli RDF (Refuse-Derived Fuel) jika produksi RDF dari sampah sudah berjalan,” jelas Tika, sapaan akrab Bupati Kendal saat dikonfirmasi, Senin (19/5/2025).

Selain rencana kerja sama dengan PT Semen Gresik, kata dia, saat ini sudah ada investor yang tertarik untuk mengolah sampah menjadi butiran RDF. Namun, hal ini memerlukan dukungan dari pemerintah daerah berupa penyediaan lahan serta perangkat pengolahan sampah yang memadai.

“Kami harus menyediakan lahan dan infrastruktur untuk mendukung pengolahan sampah menjadi RDF. Ini salah satu solusi jangka panjang mengatasi masalah di TPA Darupono,” lanjutnya.

Kondisi TPA Darupono yang menjadi satu-satunya lahan milik Pemkab Kendal untuk pembuangan sampah memang semakin memprihatinkan. Tanpa alat berat yang berfungsi, penanganan sampah dan semakin menggunung.

Dijelaskannya, Pemkab Kendal terus berupaya mencari solusi, baik melalui kerja sama dengan pihak swasta maupun pengadaan alat berat baru, guna mencegah krisis lingkungan akibat penanganan sampah yang tidak optimal. (*)

Penulis: Wahyudi
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Gelar Pengobatan Murah Yoyok-Joss di Pasar Tradisional, dr. Hayyi Ajak Jaga Kebersihan Pasar

Lingkar.co – Ketua Rumah Gerakan Dokter Hayyi Center (DHC) dr. Muhammad Hayyi Wildani mengajak warga pasar tradisional untuk menjaga kebersihan. Sebab, selain menjadi indikator kesehatan, suasana pasar yang bersih juga menarik minat konsumen.

“Beberapa kegiatan pengobatan murah Yoyok-Joss sementara ini kita fokuskan di pasar,” ujar dr. Hayyi seusai kegiatan di Posko Pemenangan Yoyok-Joss, Omahe Bocahe Dewe, Banyumanik, Kota Semarang, Jumat (8/11/2024) sore.

Sebab, Hayyi bilang, tim pemenangan juga harus memikirkan cara membantu pedagang pasar agar mendapatkan konsumen. “Tidak hanya politik melulu, kita kan juga harus memikirkan warga pasar agar pendapatannya bisa meningkat,” katanya

“Caranya dengan mengajak warga pasar, terutama para pedagang untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Kalau bersih kan nyenengke pembeli, kalau pembeli senang tidak malas belanja di pasar. Ini harapannya bisa mengimbangi era belanja online,” imbuhnya.

Saat ini, kata Hayyi, pengobatan murah Yoyok-Joss sudah terlaksana di hampir semua pasar tradis3ional di kota Semarang. “Kalau pasar besar seperti Johar, Pasar Bulu, Pasar Peterongan itu sudah semua, kalau pasar kecil yang sifatnya pasar krempyeng (istilah Jawa) itu memang tidak ada atau mungkin belum ada lokasi yang cocok untuk kegiatan pengobatan,” tuturnya.

 Pengobatan Murah Yoyok-Joss yang dilaksanakan oleh Ketua Rumah Gerakan DHC, dr Muhammad Hayyi Wildani. Foto: istimewa
Pengobatan Murah Yoyok-Joss yang dilaksanakan oleh Ketua Rumah Gerakan DHC, dr Muhammad Hayyi Wildani. Foto: istimewa

Ia lanjut menerangkan, setiap tenaga kesehatan (Nakes) memang bertugas untuk memberikan pelayanan kesehatan murah yang tetap berkualitas. Kendati demikian, tujuan berkampanye juga tetap harus dilaksanakan.

“Jadi tidak hanya panitia atau relawan saja yang memberikan sambutan, tapi nakes juga ikut sosialisasi program kepada pasien,” ungkapnya.

Jaga Kelestarian Lingkungan dan Tingkatkan Kunjungan Wisata di Pantai Jodo

Lingkar.co – Masyarakat harus mendapatkan pendidikan yang sederhana dan aplikatif dalam menjaga kelestarian lingkungan. Sebab hal itu bisa berdampak besar pada industri pariwisata.

Hal itulah yang dilakukan oleh PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) bersama tenant Yih Quan Footwear Indonesia dan Deckers HOKA. Masyarakat diajak membersihkan Pantai Jodo Jumat (6/9/24) kemarin.

Dalam kegiatan ini, KITB dan tenantnya berfokus pada upaya menjaga kebersihan pantai serta meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Kegiatan ini melibatkan puluhan karyawan dari PT Yih Quan Footwear Indonesia dan Deckers HOKA.

Tak hanya karyawan, warga setempat pun antusias berpartisipasi dengan kesadaran penuh. Dukungan juga datang dari pemerintah desa dan kecamatan yang menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah awal menuju lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Kepala Departemen Corporate Communication, CSR, dan Community Development KITB, Tanya Liwail Chamdy mengatakan bahwa aksi ini merupakan langkah kecil dengan dampak besar bagi keberlangsungan lingkungan sekitar.

“Kami percaya bahwa tindakan sederhana seperti bersih- bersih pantai bisa menciptakan efek domino yang luar biasa. Dengan tema ‘Small Actions, Big Impact‘, kami ingin menginspirasi masyarakat dan perusahaan lain untuk turut serta mengambil bagian dalam menjaga lingkungan. Kegiatan ini bukan hanya tentang hari ini, tapi tentang masa depan yang lebih hijau dan lestari,” ujarnya.

Foto bersama para peserta kasi bersih pantai seusai kegiatan. Foto: Wahyudi/Lingkar.co
Foto bersama para peserta kasi bersih pantai seusai kegiatan. Foto: Wahyudi/Lingkar.co

Pantauan di lokasi, para karyawan dan warga mengumpulkan sampah plastik yang berserakan di sepanjang pesisir Pantai Jodo. Sejalan dengan hal itu, para pemangku kepentingan pun mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, warga sekitar lokasi wisata juga mendapatkan pengetahuan tentang pentingnya pemilahan sampah dan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Ini sejalan dengan visi KITB untuk menciptakan kawasan industri yang ramah lingkungan, cerdas, dan berkelanjutan.

“Dengan aksi kecil seperti ini, kami berharap bisa memberikan dampak besar bagi kelestarian lingkungan di sekitar kawasan industri dan memotivasi pihak lain untuk melakukan hal yang sama,” tuturnya..

Sampah Saat Perayaan Tahun Baru di Pati Diprediksi Naik hingga 30 Persen

Lingkar.co – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati memprediksi sampah yang dihasilkan saat perayaan tahun baru naik hingga 30 persen dibanding hari biasanya.

Menurut Kepala Bidang Kebersihan Persampahan dan Pertamanan DLH Kabupaten Pati Henri Setiawan, hal itu terjadi karena masa libur panjang sekolah bertepatan dengan libur Hari Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru), sehingga banyak perantau yang pulang kampung. Juga, banyak warga luar daerah yang liburan ke Kabupaten Pati.

“Potensi sampah prediksi kami, di Pati kota khususnya meningkat 20 hingga 30 persen. Biasanya kalau keseluruhan kita melayaninya itu sekira 169 hingga 170 ton per hari,” ungkap Henri Setiawan saat ditemui di kantornya, Rabu (27/12/2023).

Untuk mengatasi masalah tersebut, ia mengaku pihaknya sudah melakukan sejumlah langkah persiapan. Di antaranya memastikan armada pengangkut sampah. Ada enam armada yang akan dioperasikan.

“Jadi armada kita persiapkan agar bisa betul-betul kebutuhan masyarakat terlayani, terutama masalah kontainer, kondisi kendaraan dan lain sebagainya, agar pada saat tahun baru nanti tidak ada kendala,” ujarnya.

Kemudian, lanjutnya, juga terkait Sumber Daya Manusia (SDM)-nya. Pihaknya akan menyiapkan sejumlah tenaga kebersihan di sejumlah titik potensi keramaian.

“Personel yang disiapkan terutama di alun-alun paling tidak ada enam tenaga kebersihan dan diawasi dua pengawas,” paparnya.

Ia lanjut menerangkan, para tenaga kebersihan ini akan bekerja hingga pukul 19.00 WIB pada tanggal 31 Desember 2023. Sementara, pada tanggal 1 Januari 2024, akan mulai bekerja pada pukul 03.00 WIB dini hari.

Namun demikan, katanya, ada beberapa tenaga kebersihan yang mengajukan libur. Ia mengatakan akan diizinkan jika alasannya tepat.

“Namun, sebelum pengajuan permohonan harus mencari penggantinya. Misal sopir ya pengganti sopir. Juga tidak boleh terlalu lama liburnya, satu hari lah,” katanya.

Selain menyiapkan petugas, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan, terutama di lokasi-lokasi publik seperti alun-alun. Diharapkan jangan membuang sampah sembarangan.

“Tahun baru semakin ke sini kita sudah mulai punya persiapan yang bagus. Jadi tidak ada sesuatu yang spesial. Itu juga beberapa minggu kita juga ada Car Free Day. Penyikapannya sama,” pungkasnya. (*)

Penulis: Miftahus Salam
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Bank Sampah Lumintu RW.04 Sampangan, Hasilkan Uang dari Limbah Rumah Tangga

Lingkar.co – Bank Sampah Lumintu RW 04, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang merupakan sebuah kegiatan produktif para ibu. Bagaimana tidak? mereka mampu menghasilkan uang dari limbah rumah tangga.

Lumintu merupakan Bank sampah yang berada di RW.04 Kelurahan Sampangan terdiri dari 10 RT. Manajemen Lumintu dikelola oleh kelompok PKK dan Dasa Wisma di masing-masing RT.

Layaknya sebuah perbankan yang memiliki nasabah. Demikian pula bank sampah, setiap warga yang mendaftar, bisa menjadi nasabah dan menabung limbah rumah tangga jenis tertentu.

“Bank Sampah Lumintu ini merupakan program kerja PKK RW 04 Sampangan,” kata Ketua PKK RW.04, Zuraidah Ihtiarini disela kegiatan, Sabtu (23/9/2023).

Menurutnya, tujuan adanya bank sampah sebagai strategi membangun kepedulian masyarakat agar dapat mengelola sampah untuk mendapatkan manfaat ekonomi secara langsung.

“(Bank Sampah) meningkatkan kesadaran masyarakat tidak membuang sampah sembarangan dan dibina untuk mengumpulkan sampah, baik organik ataupun anorganik. Bank sampah ini juga kami sebut sedekah sampah, hasil penjualan sampah uangnya dikembalikan dan dikelola RT masing-masing.” tuturnya.

Ia lantas menjelaskan, setiap sampah memiliki kegunaan yang berbeda. Bahkan semua hasil olahannya bisa menghasilkan uang.

“Sampah organik berupa botol, kardus dijual ke pengepul, sedang renceng bungkus kopi, sabun dan lainnya menjadi kerajinan tangan ecobrick, sedang sampah organik berupa sisa-sisa sayur, buah serta limbah dapur rumah tangga kita kelola menjadi eco enzyme,” terang Bu Dani, sapaan akrabnya.

Kendati demikian, Bank sampah tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus diintegrasikan dengan gerakan 3R. Sehingga manfaat langsung yang dirasakan tidak hanya ekonomi, namun pembangunan lingkungan yang bersih, hijau dan sehat.

Bank sampah juga dapat dijadikan solusi untuk mencapai pemukiman yang bersih dan nyaman bagi warganya.

Dengan pola ini maka warga selain menjadi disiplin dalam mengelola sampah juga mendapatkan tambahan pemasukan dari sampah-sampah yang mereka kumpulkan.

Terpisah, Lurah Sampangan, Mohamad Anugrah Hamonangan SKom MT saat dikonfirmasi via seluler menyebut bahwa bank sampah Lumintu RW.04 merupakan salah satu program unggulan yang ada di Kelurahan Sampangan.

“Di kelurahan Sampangan, setiap RW sebenarnya ada pengelolaan bank sampah, bank sampah Lumintu salah satu yang sudah maju, berkembang dan dikelola dengan baik,” ungkapnya.

“Selain Lumintu, bank sampah yang dikelola dengan baik ada di RW.07 dan RW.01 berada di Lembah Bidadari,” sambungnya..

Menurutnya, bank sampah Lumintu merupakan garda terdepan dalam menjaga lingkungan yang sehat. Sebab, dapat mengoptimalkan limbah sampah dari rumah tangga.

“Pemanfaatan sampah ini bisa dilakukan secara optimal, seperti sampah-sampah yang organik ataupun anorganik. Bisa untuk kerajinan, eco enzyme, dan secara ekonomi membantu anggotanya, dan pelatihan terakhir di bank sampah Lumintu pembuatan hand sanitizer” pungkasnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Tuang Eco Enzyme di Sungai Grojogan, Wabup Blora Ajak Jaga Kebersihan

Lingkar.co – Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati menggandeng komunitas Eco Enzyme Nusantara, Yayasan Konservasi Lingkungan Pamor Kuwat Blora dan relawan dari berbagai komunitas membersihkan sampah dan menuangkan eco enzyme di kawasan Sungai Grojogan untuk memperbaiki kualitas air.

Wabup mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan memasang papan bertuliskan pelarangan membuang sampah sembarangan.

Hadir mendampingi Wabup, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora

Sungai Grojogan, wilayah Taman Rekreasi Tirtonadi yang ada di kawasan Blora Kota sering menjadi sasaran pembuangan sampah.

“Atas nama pemerintah kabupaten Blora, serta mewakili Bupati Blora, kami, mengapresiasi dan mendukung kegiatan hari ini,” kata Wabup usai kegiatan, Jumat (15/9/2023).

“Dan kami, mengajak semua pihak untuk menjaga dan merawat sumber daya air yang ada di Blora, termasuk di sungai Grojogan,” lanjutnya.

Menurut Mbak Etik sapaan akrab Wabub, penuangan eco enzyme di sepanjang saluran sungai Grojogan bertujuan agar kualitas air sungai dan sumber air terpelihara secara berkelanjutan.

“Eco enzyme merupakan cairan organik yang dibuat dari limbah basah organik. Cara pembuatannya juga sederhana karena hanya memanfaatkan limbah organik dengan menggunakan alat rumah tangga yang sederhana,” ujarnya.

Lebih lanjut Wabup mengatakan, eco enzyme sebagai salah satu produk olaha limbah bisa menjadi alternatif untuk menjaga lingkungan agar bersih dan sehat. Hal itu terbukti dilakukan di berbagai daerah.

“Selain di Blora, di sejumlah kota, seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, Denpasar dan kota besar lainnya, kegiatan seperti ini telah dilaksanakan secara berkelanjutan,” ungkapnya .

Sementara, Kepala Dinas PUPR Blora, Samgautama Karnajaya menjelaskan, sungai Grojogan dapat diklasifikasikan sebagai anak sungai Lusi yang menjadi salah satu pemasok air ke sungai Lusi.

Selain itu juga sebagai saluran air hujan dan air limbah rumah tangga. Banyak air limbah rumah tangga dari lingkungan permukiman yang langsung masuk ke sungai Grojogan.

“Kondisi tersebutlah yang menjadi salah satu penyebab kualitas air menjadi kurang baik, apalagi saat musim kemarau. Kotor dan berbau, dan belum lagi masih banyaknya sampah yang dibuang ke kali Grojogan,” keluhnya.

Ia juga mengingatkan bahwa konservasi air merupakan upaya pemanfaatan air yang mencapai permukaan bumi untuk keperluan manusia secara efisien.

Menurutnya, larutan hasil fermentasi dari limbah organik tersebut memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai penjernih air.

“Dari hasil penelitian didapatkan bahwa penuangan eco enzym ke air dengan skala tertentu akan berpengaruh pada kekeruhan, bau, warna, suhu dan pH (keasaman). Bahkan eco enzyme ini diklaim dapat mengurangi pencemaran akibat zat kimia,” jelasnya.

“Di Kabupaten Blora sudah banyak relawan yang membuat eco enzym dan sudah banyak dimanfaatkan ke banyak hal untuk keperluan rumah tangga. Seperti pembuatan sabun, pupuk organik, mencegah beberapa penyakit kulit dan lain-lain,” urainya.

Terakhir, dirinya mengucapkan terima kasih kepada Hj. Mashuri, yang telah mendonasikan sebanyak 130 liter eco enzym yang dituangkan di sungai Grojogan.

Sebagai informasi, menurut rencana, kegiatan tersebut akan terus berlanjut di lain kesempatan. (*)

Penulis: Lilik Yuliantoro
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Viral Sungai Grojokan Penuh Sampah, Dinas PUPR Blora Ajak Warga Jaga Kebersihan

Lingkar.co – Video kondisi sungai Grojogan Blora penuh sampah viral di media sosial. Relawan dari petugas Operasi dan Pemeliharaan (OP) jaringan irigasi dan warga sekitar bersama SDA-DPUPR langsung respons cepat membersihkan sampah.

Nampak jelas dari video yang beredar, kondisi sungai tampak tak terawat, penuh sampah, lokasi tepatnya di bekas jembatan rel taman Tirtonadi Blora,

“Kami menindaklanjuti apa yang viral di medsos beberapa belakangan kemarin di Info Blora,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora, Surat kepada awak media Lingkar.co, Selasa (15/08/2023) pagi.

“Kalau memang (video tersebut) menggambarkan kondisi banyak sampah yang ada di saluran Grojogan ini, terutama di area taman Tirtonadi,” akunya disela aktivitas pembersihan lokasi.

Selain itu, menurut Surat, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi lanjutan yang selama ini telah digaungkan, yakni menjaga kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang sampah di sungai.

“Tentunya terkait permasalahan sampah, kami tak akan henti-hentinya memberikan edukasi kepada masyarakat, seperti yang dilakukan sebelumnya, para relawan turun ke sungai, kemudian mengumpulkan sampah yang bertebaran di dalam dan bantaran sungai, yang sarat dengan sinyal ditujukan kepada masyarakat, agar tidak terus berulang membuang sampah di kali Grojogan,” paparnya.

Viralnga kondisi sungai yang penuh sampah juga ia nilai positif sebagai wujud kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Oleh karena itu, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang berkenan memberikan masukan sehingga tercipta kebersihan di area Tirtonadi.

“Dan pagi ini kami menerjunkan tim relawan OP Bidang SDA serta warga sekitar sungai untuk ikut bersama, untuk giat bersih bersama pula,” ujarnya.

“Dan melalui kegiatan ini, bisa menjadi contoh teladan kepada masyarakat, jangan sampai sungai dikotori seperti itu, berbelas kasihlah pada tanah dan air yang ada di sungai ini. Karena ini juga momen yang sebentar lagi kita memperingati HUT ke-78 RI,” pesannya.

Sejalan dengan hal itu, Surat lantas mengutip lirik lagu Indonesia Raya yang menurutnya nasionalisme tidak sebatas pada persoalan politik kebangsaan saja. Lebih dari itu juga terkait dengan persoalan lingkungan.

“Dalam lagu kebangsaan juga ada lirik yang menyebutkan ‘Indonesia Tanah Airku’. Jadi di sungai ini ada tanah kita, di sungai ini ada air kita, sehingga kembali menggugah kesadaran masyarakat di sepanjang bantaran Grojogan yang meliputi Kelurahan Mlangsen, Kelurahan Kedungjenar, Kelurahan Tempelan, Kelurahan Tegalgunung, Kelurahan Karangjati sampai dengan Desa Temurejo,” terangnya.

Oleh sebab itu, Surat pun mengajak masyarakat Blora untuk menjaga kebersihan di wilayah Taman Rekreasi Tirtonadi.

“Mari kita jaga tanah kita, air kita yang melintas di sungai ini. Karena sesungguhnya sungai adalah sumber kehidupan untuk manusia. Karena ini lokasinya berada di Kelurahan Mlangsen dan Kedungjenar, kami senantiasa sinergikan dengan masyarakat setempat melalui Lurah masing-masing,” bebernya.

“Untuk masyarakat sekitar tidak hanya melihat saja, tetapi bareng-bareng turun ke sungai untuk membersihkan sampah bersama para petugas OP,” tandasnya.

Menepis adanya kelalaian, Surat pun menegaskan jika pihaknya juga telah melakukan pembersihan secara berkala, dan melakukan kegiatan yang sama.

“Posisi terakhir kegiatan yang dilakukan adalah di Kelurahan Tempelan dalam rangka Hari Sungai Nasional 2023 tanggal 27 Juli lalu. Ini sebenarnya edukasi, kami ingin mengajak, ‘Ayolah, karena sumbernya adalah kesadaran masyarakat yang kurang di dalam mengelola sampah. sungai itu bukan tempat sampah,” tukasnya.

“Masyarakat semakin sadar, semakin beritikad baik untuk bersama-sama sesarengan mengelola sampah dengan baik mulai dari rumah masing-masing,” ajaknya.

Kegiatan pembersihan sungai mendapatkan tanggapan positif dari warga sekitar taman rekreasi Tirtonadi, Yanto salah satunya, ia mengaku sangat senang dengan sigapnya Dinas PUPR Blora.

“Alhamdulillah senang, dan saya pribadi sangat mendukung. Semoga masyarakat tak membuang sampah sembarang lagi,” imbuhnya. (*)

Penulis: Lilik Yuliantoro
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat