Arsip Tag: Wisata Alam

Infrastruktur Mulus, Nirmala Jadi Primadona Destinasi Wisata Baru di Bogor

Lingkar.co – Kawasan wisata Nirmala yang terletak di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menjadi primadona destinasi wisata baru setelah infrastruktur yang lancar, Rabu (25/3/2026).

Bupati Bogor, Rudy Susmanto telah membangun infrastruktur jalan Nirmala yang sebelumnya rusak parah menjadi mulus. Praktis hal itu menjadikan isatawan berdatangan untuk merasakan akses jalan yang mulus dengan pemandangan indah perbukitan kebun teh Nirmala.

Wisatawan dari luar kecamatan Nanggung bahkan dari luar kota berbondong-bondong berkunjung pada momentum libur lebaran, Senin (23/3) membuat situasi ramai seperti di kawasan Puncak saat akhir pekan.

Perubahan signifikan tersebut menjadi bukti nyata pembangunan infrastruktur di era Bupati Bogor, Rudy Susmanto, khususnya melalui pembangunan Jalan Nirmala yang sebelumnya rusak parah.

Sebelumnya, akses menuju kawasan wisata di kaki Taman Nasional Gunung Halimun Salak itu dikenal sulit dilalui. Kondisi jalan berbatu dan berlumpur saat hujan membuat wilayah tersebut terkesan terisolasi selama puluhan tahun. Kini, wajahnya berubah total menjadi jalan mulus yang nyaman dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat.

Perubahan tersebut berdampak langsung terhadap meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan. Pada momen libur Idul Fitri, arus kendaraan menuju kawasan Nirmala terpantau padat. Bahkan, suasananya disebut-sebut mulai menyerupai kawasan Puncak saat akhir pekan.

Ucapan terima kasih mengalir kepada Bupati Bogor Rudy Susmanto, yang dinilai telah mewujudkan mimpi warga yang selama ini hanya bisa mereka harapkan. Baru kali ini warga merasakan dampak pembangunan yang begitu nyata. Setelah lebih dari 80 tahun Indonesia merdeka, mereka akhirnya menikmati akses jalan yang layak.

“Terima kasih atas pembangunan yang dilakukan Bapak Rudy Susmanto. Kini desanya mulai dikenal luas sebagai destinasi wisata baru,” ujar warga.

Menurutnya, sekarang Desa Malasari sudah seperti kawasan wisata di Puncak. Banyak kendaraan dari luar kecamatan bahkan dari Jakarta dan Tangerang. Kondisi ini turut mendorong perputaran ekonomi masyarakat setempat, seiring bertambahnya kunjungan wisatawan.

Pembangunan Jalan Nirmala sendiri menjadi salah satu proyek strategis yang membuka akses penghubung antara Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi. Lebih dari sekadar infrastruktur, pembangunan ini dinilai sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terpencil. (*)

Viral Kawasan Guci Diterjang Banjir, Bupati Tegal Pastikan Aman

Lingkar.co – Video banjir di kawasan wisata air panas Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah viral di media sosial Facebook. Banjir terjadi pada Sabtu (20/12/2025) sore, setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah hulu sejak siang hari.

Banjir datang secara tiba-tiba dan membawa material lumpur, batu, kayu, serta berbagai benda lain yang menghantam fasilitas wisata di sepanjang aliran sungai, termasuk juga pipa-pipa paralon pengairan air panas.

Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman yang menerima kabar viralnya banjir segera meninjau langsung ke Objek Wisata Guci pada Sabtu malam, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, Kepala BPBD Kabupaten Tegal, serta Komandan Kodim 0712 Tegal.

Bupati menjelaskan, berdasarkan hasil pengecekan di lokasi, banjir memang terjadi di wilayah hulu Sungai Gung. Aliran banjir membawa material, termasuk pipa-pipa yang berfungsi menyalurkan air panas ke villa dan penginapan di kawasan wisata Guci.

“Memang benar terjadi banjir di hulu Sungai Gung akibat curah hujan yang tinggi. Material banjir sempat merusak pipa-pipa penyalur air panas ke beberapa villa dan penginapan,” ujar Bupati Tegal seusai meninjau lokasi.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan pihak pengelola wisata untuk melakukan percepatan perbaikan infrastruktur yang terdampak.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pengelola, dan mulai besok perbaikan akan dilakukan. Kami pastikan fasilitas wisata air panas di Guci segera kembali normal sehingga bisa dinikmati masyarakat dan wisatawan,” ujarnya.

Ischak juga memastikan bahwa secara umum kawasan wisata Guci dalam kondisi aman untuk dikunjungi. Pihaknya terus melakukan pemantauan dan langkah antisipatif guna menjamin keselamatan pengunjung, khususnya menjelang musim liburan akhir tahun 2025.

“Guci aman untuk dikunjungi dan siap menyambut wisatawan pada libur akhir tahun. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah,” tuturnya.

Siap Sambut Wisatawan

Ia juga meluruskan informasi yang berkembang di media sosial bahwa banjir memang terjadi, namun hanya di bantaran Sungai Gung, bukan di seluruh kawasan wisata.

“Perlu kami tegaskan bahwa destinasi wisata di Guci tidak hanya Pancuran 13 dan Pancuran 5. Masih banyak pilihan lain yang tetap beroperasi dan aman, seperti GuciKu, Gulala, Guci Forest, Joglo Ageng, Asafana, dan destinasi lainnya,” ujar Bupati.

Saat ini, kata Bupati, perbaiki sedang dilakukan dan pipa-pipa akan segera tersambung kembali, sehingga dapat kembali dinikmati oleh wisatawan. Sementara itu, perbaikan bangunan Pancuran 13 dan Pancuran 5 ditargetkan selesai dalam waktu tujuh hari.

“Kami akan terus melakukan monitoring, terutama terhadap debit air Sungai Gung, mengingat kondisi cuaca yang berubah-ubah. Intinya, kami siap memberikan pelayanan dan pengamanan maksimal bagi masyarakat yang berlibur ke Guci,” tegas Bupati.

Disinggung mengenai kerusakan lingkungan di lereng Gunung Slamet, Bupati menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam. Bersama Polres Tegal dan Kodim 0712/Tegal, pihaknya akan meninjau langsung ke kawasan lereng gunung serta berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan pemerintah pusat.

“Pada tahun 2026, kami juga telah menganggarkan program penanaman kembali hutan di lereng Gunung Slamet sebagai upaya preventif agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ungkapnya.

Dengan kesiapan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tegal berharap sektor pariwisata Guci tetap menjadi destinasi unggulan sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang berkunjung. (*/

Dua Mahasiswa UIN Walisongo Korban Laka Air Ditemukan Tim SAR Gabungan

Lingkar.co – Dua korban mahasiswa UIN Walisongo Semarang yang hanyut di perairan Tubing Genting Jalinggo, Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, akhirnya berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan, Rabu (5/11/2025).

Kedua korban yang ditemukan yakni Bima Pranawira asal Gresik dan Muhammad Jibril Asyarafi asal Jepara. Dengan ditemukannya dua korban tersebut, kini tinggal satu korban lagi yang belum ditemukan atas nama Nabila Yulian Desi Pramesti.

Peristiwa nahas ini terjadi saat enam mahasiswa UIN Walisongo yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Getas bermain air di sungai Tubing Genting Jalinggo pada Selasa siang sekitar pukul 13.50 WIB.

Awalnya kegiatan berjalan normal, namun tanpa disadari, hujan deras yang mengguyur wilayah Sumowono, Kabupaten Semarang, membuat debit air sungai tiba-tiba meningkat dan banjir datang secara mendadak.

Dari 15 mahasiswa yang bermain di sungai, sembilan orang berhasil menyelamatkan diri, sementara enam lainnya terseret arus deras. Karena derasnya aliran air, teman-teman korban tidak sempat memberikan pertolongan.

Hingga pukul 17.00 WIB, tiga korban pertama berhasil ditemukan, sementara pencarian tiga lainnya dilanjutkan keesokan harinya karena hari mulai gelap.
Pada hari kedua pencarian, dua korban tambahan berhasil ditemukan dan langsung dibawa ke RSUD dr. Soewondo Kendal untuk proses identifikasi dan penyerahan kepada keluarga.

Kedua jenazah kemudian disucikan dan dibawa pulang ke daerah asal masing-masing untuk dimakamkan.

Kapolres Kendal AKBP Hendri Susanto Sianipar yang terus memantau perkembangan pencarian sejak awal menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah tersebut. Ia memastikan Polres Kendal bersama tim gabungan terus berkoordinasi dan memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban selama proses pencarian.

“Kami selalu mensuport pemerintah kabupaten kendal bahkan saya pantau langsung kemarin di tkp dilanjut menunggu penjemputan jenazah hingga pagi, pan siang ini saya masih tetap memantau dan memberikan pendampingan para keluarga korban dengan beberapa konselor agar bisa menghibur keluarga ketika melihat anaknya datang tidak bernyawa bisa tabah dan mengikhlaskan,” jelas kapolres

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, mengatakan bahwa hingga sore ini masih ada satu korban yang belum ditemukan. Namun, karena kondisi cuaca kurang bersahabat dan arus sungai cukup deras, pencarian sementara dihentikan dan akan dilanjutkan kembali pada Kamis pagi.

“Saat ini pencarian tiga korban berhasil di temukan dua korban, saat ini pencarian masih di lanjutkan karena terkendala cuaca sementara kita menyusuri lewat uadara menggunakan dron dan darat” jelas Iwan

Iwan menambahkan, debit air sungai masih tinggi akibat hujan di wilayah atas. Ia berharap arus yang meningkat dapat membantu tim SAR menemukan korban yang tersisa. Saat ini, sejumlah personel dan perahu telah disiagakan di wilayah Bendung Juwero sebagai titik pemantauan utama. (*)

Penulis: Yoedhi W

Pemkab dan Forkopimda Bersama Punguti Sampah di Pantai Muara Kencana Kendal

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten dan Kodim 0715 Kendal bersama ratusan elemen masyarakat melakukan kerja bakti bersih-bersih di Pantai Muara Kencana pada Sabtu (20/9/2025). Kegiatan ini melibatkan anggota TNI, Polres Kendal, DLH Pemkab Kendal, dan kelompok masyarakat, seperti FKPPI, Saka Bahurekso, Kokam, Banser dan lainnya.

Kegiatan ini dikomando langsung oleh Dandim 0715 Kendal Letkol Infanteri Bagus Setyawan, bersama Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari dan Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar. Mereka bersama-sama memunguti sampah yang tersebar di area pantai.

Dandan 0715 Kendal, Letkol Infanteri Bagus Setyawan mengatakan, kegiatan ini untuk memperingati HUT ke-80 TNI dan HUT ke-75 Kodam IV Diponegoro. Kegiatan ini kolaborasi dengan semua pihak, yang turut serta dan bahu-membahu untuk melakukan kegiatan bersih-bersih pantai.

Menjaga kebersihan merupakan kewajiban bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan,, Harapannya, dengan adanya kegiatan ini, dapat menjadikan tempat lain untuk menggugah semangat dalam menjaga kebersihan di wilayah masing-masing.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan, kegiatan untuk pelestarian lingkungan ini, selaras dengan program yang sedang digalakkan oleh Pemda Kendal. Bupati Kendal pun mengajak kepada seluruh elemen masyarakat bersama pegiat lingkungan, untuk meningkatkan semangat merawat bumi, agar Kabupaten Kendal menjadi kabupaten yang bersih, rapi dan indah. (*)

Penulis: Yoedhi W

Semarang Zoo Optimistis Tatap Tahun 2025, Siap Lanjut Inovasi Kegiatan

Lingkar.co – Direktur PT Taman Satwa Semarang atau Semarang Zoo, Bimo Wahyu Widodo menyatakan optimistis menatap tahun 2025. Dirinya juga berkomitmen untuk terus berinovasi untuk mengambil segmen generasi muda.

“Seperti biasa, pengunjung Semarang Zoo lebih banyak anak-anak. Namun untuk even tahun akhir tahun 2024 ini segmentasi remaja juga muncul cukup banyak dikarenakan kami ada event sisipan berupa eksibisi dan lomba reptil yang diikuti 300an satwa reptil,” ujar Bimo saat dikonfirmasi pada Kamis (2/1/2025).

Ia melanjutkan, dalam rangkaian libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini ada lomba cosplay dalam beberapa kategori, mulai dari band, konstum dan aktivitas cosplay lainnya. Bahkan pengisi acara yang tampil di penghujung tahun ini diisi oleh group band pemenang lomba band Hanung Fest dari tingkat SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi.

“Oleh karena itu kami berkomitmen untuk melanjutkan inovasi kegiatan di tahun 2025. Kita optimis Semarang Zoo akan terus berkembang menjadi tempat wisata, edukasi dan konservasi dengan grade A,” sambungnya.

Pengunjung Semarang Zoo saat menaiki unta. Foto: dokumentasi
Pengunjung Semarang Zoo saat menaiki unta. Foto: dokumentasi

Untuk itu, lanjutnya, akan ada banyak program baru di tahun 2025, baik upaya perbaikan infrastruktur, wahana maupun kegiatan yang berkolaborasi. Yang pastinya akan jadi kejutan dan daya tarik baru.

Terkait potensi yang menarik wisatawan, ia menyebut baru ada gajah sumatera dan harimau benggala sebagai magnet anak-anak. “Kita kan masih nunggu pengajuan ke BKSDA untuk program percepatan konservasi. Harapannya kita bisa menambah koleksi satwa baru dan pertukaran indukan untuk mengurangi risiko inbreeding,” paparnya.

Terpisah, Manajer Pemasaran Semarang Zoo, Swandito Widyotomo menambahkan terdapat fluktuasi kunjungan sepanjang masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Disebutkan ada 2.475 pengunjung pada Natal jatuh di hari Rabu, sedangkan pada Minggu 29 Desember pengunjung lebih banyak, yakni 3.286.

“Kalau kita prediksi fluktuasi ini karena warga memilih memanfaatkan waktu natal 25 Desember atau di akhir pekan, ternyata banyak yang memilih di Sabtu dan Minggu,” jelasnya.

Awal Tahun 2025 Pengunjung Semarang Zoo Melonjak, Tembus 7000 Pengunjung

Lingkar.co – Manajer Pemasaran Semarang Zoo, Swandito Widyotomo mengungkapkan, kebun binatang kebanggaan warga kota Semarang melonjak di awal tahun 2025. Yakni menembus lebih dari 7000 pengunjung.

“Alhamdulillah pada tanggal 1 Januari pengunjung Semarang Zoo mencapai 7.863 orang,” ungkap Dito, sapaan akrab Swandito Widyotomo saat ditemui pada Kamis (2/1/2025) siang

Kendati demikian, dirinya mengakui adanya fluktuasi kunjungan sepanjang masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Disebutkan ada 2.475 pengunjung pada Natal jatuh di hari Rabu, sedangkan pada Minggu 29 Desember pengunjung lebih banyak, yakni 3.286.

“Kalau kita prediksi fluktuasi ini karena warga memilih memanfaatkan waktu natal 25 Desember atau di akhir pekan, ternyata banyak yang memilih di Sabtu dan Minggu,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, momen libur Nataru juga tak terlalu jauh dengan masa libur hari raya idul fitri 1446 hijriah atau lebaran 2025 yang jatuh di pertengahan bulan Maret 2025.

Petugas Semarang Zoo saat mendampingi dua anak berinteraksi dengan burung Kakatua Raja di Aves Garden Semarang Zoo. Foto: Rifqi/Lingkar.co
Petugas Semarang Zoo saat mendampingi dua anak berinteraksi dengan burung Kakatua Raja di Aves Garden Semarang Zoo. Foto: Rifqi/Lingkar.co

“Pada libur Nataru ini didominasi oleh warga sekitar Semarang, karena itu jumlah pengunjung dari luar Jawa Tengah seperti Jakarta ini diperkirakan akan meningkat nanti saat lebaran,” urainya.

“Wisatawan dari luar kota itu dimungkinkan karena memilih sekalian dengan momen mudik lebaran,” imbuhnya.

Dirinya juga menilai kondisi Semarang Zoo yang masih dalam tahap pengembangan. Sejumlah perbaikan kandang dan fasilitas yang ada sudah biasa dinikmati oleh masyarakat Semarang dan sekitarnya.

Jaga Kelestarian Lingkungan dan Tingkatkan Kunjungan Wisata di Pantai Jodo

Lingkar.co – Masyarakat harus mendapatkan pendidikan yang sederhana dan aplikatif dalam menjaga kelestarian lingkungan. Sebab hal itu bisa berdampak besar pada industri pariwisata.

Hal itulah yang dilakukan oleh PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) bersama tenant Yih Quan Footwear Indonesia dan Deckers HOKA. Masyarakat diajak membersihkan Pantai Jodo Jumat (6/9/24) kemarin.

Dalam kegiatan ini, KITB dan tenantnya berfokus pada upaya menjaga kebersihan pantai serta meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Kegiatan ini melibatkan puluhan karyawan dari PT Yih Quan Footwear Indonesia dan Deckers HOKA.

Tak hanya karyawan, warga setempat pun antusias berpartisipasi dengan kesadaran penuh. Dukungan juga datang dari pemerintah desa dan kecamatan yang menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah awal menuju lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Kepala Departemen Corporate Communication, CSR, dan Community Development KITB, Tanya Liwail Chamdy mengatakan bahwa aksi ini merupakan langkah kecil dengan dampak besar bagi keberlangsungan lingkungan sekitar.

“Kami percaya bahwa tindakan sederhana seperti bersih- bersih pantai bisa menciptakan efek domino yang luar biasa. Dengan tema ‘Small Actions, Big Impact‘, kami ingin menginspirasi masyarakat dan perusahaan lain untuk turut serta mengambil bagian dalam menjaga lingkungan. Kegiatan ini bukan hanya tentang hari ini, tapi tentang masa depan yang lebih hijau dan lestari,” ujarnya.

Foto bersama para peserta kasi bersih pantai seusai kegiatan. Foto: Wahyudi/Lingkar.co
Foto bersama para peserta kasi bersih pantai seusai kegiatan. Foto: Wahyudi/Lingkar.co

Pantauan di lokasi, para karyawan dan warga mengumpulkan sampah plastik yang berserakan di sepanjang pesisir Pantai Jodo. Sejalan dengan hal itu, para pemangku kepentingan pun mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, warga sekitar lokasi wisata juga mendapatkan pengetahuan tentang pentingnya pemilahan sampah dan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Ini sejalan dengan visi KITB untuk menciptakan kawasan industri yang ramah lingkungan, cerdas, dan berkelanjutan.

“Dengan aksi kecil seperti ini, kami berharap bisa memberikan dampak besar bagi kelestarian lingkungan di sekitar kawasan industri dan memotivasi pihak lain untuk melakukan hal yang sama,” tuturnya..

Kebanyakan Objek Wisata di Pati Dikelola Pokdarwis, Pemkab Hanya Empat

Lingkar.co – Kabupaten Pati memiliki puluhan objek wisata, mulai dari wisata alam, edukasi, hingga religi.

Kabid Pemasaran Pariwisata Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati Muhammad Roni menyampaikan dari total 23, hanya empat objek wisata yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati. Sisanya dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Ia menyebutkan objek wisata yang dikelola Pemkab Pati di antaranya, objek wisata Gunungrowo yang ada di Desa Sitiluhur Kecamatan Gembong, dan Sendang Tirta Marta Sani di Desa Tamansari, Kecamatan Tlogowungu.

Kemudian, Makam Syekh Jangkung di Desa Landoh, Kecamatan Kayen, dan Goa Pancur di Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen.

“Objek wisata keempatnya kami fasilitasi dan segala pengelolaan datang dari kami. Ada pun beberapa fasilitas yang kami sediakan di sana. Untuk pengelolaan objek wisata lain sebagian besar dikelola oleh kelompok warga setempat, dari Pokdarwis,” katanya, Rabu (3/1/2024).

Ia mengaku, pemasukan dari pariwisata lebih banyak mengalir ke Pokdarwis atau masyarakat setempat daripada ke kas Pemkab Pati.

“Maka, ini menciptakan kemandirian ekonomi dan keberlanjutan pariwisata di tingkat lokal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinporapar Pati Rekso Suhartono mengatakan tren kunjungan wisata saat libur Hari Raya Natal 2023 dan Tahun Baru (Nataru) naik dua kali lipat dibanding dengan pada hari-hari biasanya.

Menurutnya, kenaikan ini cukup masuk akal mengingat sudah dicabutnya status pandemi, sehingga aktivitas masyarakat normal tak seperti beberapa tahun terakhir.

“Trennya tahun-tahun sebelumnya untuk kunjungan wisata pada liburan natal dan tahun baru meningkat sekitar 2 kali lipat dibandingkan bulan biasanya,” kata Rekso.

Berdasarkan pantauannya, ada dua tempat wisata yang digolongkan paling tinggi jumlah pengunjungnya. Yakni objek wisata Jollong dan wisata religi Makam Syekh Mutamakkin Kajen, Kecamatan Margoyoso. Selain itu, masih ada beberapa objek wisata yang ramai dikunjungi wisatawan seperti Goa Wareh, Goa Pancur, hingga Desa Wisata Jrahi. (*)

Penulis: Miftahus Salam

Editor: Muhammad Nurseha

Upaya Pemkab Kendal Tingkatkan Kunjungan Libur Nataru, Mulai Tambah Fasilitas Hingga Sekda Keluarkan Surat Edaran

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan pada momen libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru). Dari memberikan tambahan fasilitas gratis hingga surat edaran.

Untuk menambah kenyamanan pengunjung, Pemkab Kendal telah menambahkan fasilitas gratis, salah satunya membuat gasebo di area wisata Pantai Sendang Sekucing.

Kemudian, pihak pengelola area wisata juga diminta untuk membuat suasana yang meriah, salah satunya adanya tambahan wahana permainan dan konser dangdut di Pantai Cahaya.

Sedangkan di Kolam Renang Boja, telah ditambahkan lampu malam. Selanjutnya untuk di Curug Sewu pada liburan ini ada tontonan untuk lebih mengenalkan budaya lokal Kendal.

Untuk mengantisipasi kemungkinan buruk ketika terjadi lonjakan pengunjung, Pemkab Kendal juga menambah petugas keamanan dari kepolisian, Dinas Perhubungan dan Satpol PP, dan petugas Pemadam Kebakaran untuk bisa siap siaga.

Bahkan, Pemkab Kendal juga mengeluarkan Surat Edaran Sekda Nomor 556/148/Disporapar tanggal 29 November 2023 tentang imbauan dan pengumuman untuk melakukan kunjungan wisatawan maupun kegiatan luar ruang di DTW yang berada di wilayah Kabupaten Kendal.

Kepala Disporapar Kabupaten Kendal, Irham Chalid mengatakan, semua upaya yang sudah dilakukan adalah demi kemajuan sektor Pariwisata di Kabupaten Kendal, terutama dalam meningkatkan jumlah pengunjung.

Sebab, menurutnya, hal itu akan berdampak positif pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kendal dari sektor pariwisata.

“Kabupaten Kendal memiliki banyak tempat pariwisata yang sangat menarik, untuk itu diimbau kepada warga Kendal khususnya, dan mengajak seluruh masyarakat dari luar daerah untuk bisa berlibur di Kabupaten Kendal, karena liburan di Kendal Lebih Asik,” ujarnya saat dikonfirmasi Lingkar, Kamis (29/12/2023).

Menyambut hal itu, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Kendal juga memberikan diskon kepada wisatawan yang berkunjung di Kabupaten Kendal.

Secara terpisah, Ketua PHRI Kendal, Drs. H. Cahyanto, M.M yang juga sebagai pemilik Aldila Resto mengatakan, bahwa semua hotel dan restoran, serta tempat wisata yang berada dalam naungan PHRI Kendal siap memberikan diskon sebesar 5-7 % dari harga biasanya.

“Kepada para Wisatawan mari berkunjungan di tempat pariwisata Kabupaten Kendal, kami siap memberikan diskon untuk hotel, resto, dan tempat pariwisata,” ujarnya saat dihubungi wartawan Lingkar.

“Maka dari itu bagi para wisatawan, baik dari luar daerah maupun dari dalam daerah untuk bisa berbondong-bondong datang di Kabupaten Kendal dan membelanjakan uangnya di Kabupaten Kendal mulai tanggal 27 Desember 2023 sampai dengan tanggal 2 Januari 2024,” ajaknya. (*)

Penulis: Wahyudi
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Peragaan Busana Batik Lokal Meriahkan Pembukaan Bhineka Festival Budaya di Pantai Indah Kemangi

Lingkar.co – Peragaan busana batik Kendal memeriahkan pembukaan Bhinneka Festival Budaya yang digelar di objek wisata Pantai Indah Kemangi di Desa Jungsemi Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal, Jawa Tengah,, Minggu (17/9/2023).

Peragaan busana karya para perajin batik Kendal yang dibawakan Sinok Sinang Duta Wisata Kendal ini terbilang unik. Sebab peragaan busana dilakukan di ruang terbuka tepi pantai. Tidak seperti biasanya di dalam ruangan yang didesain khusus untuk itu

Deburan ombak dan hembusan angin yang menerpa menjadikan suasana semakin berbeda. Gaun yang diterpa angin, pepohonan cemara yang bergoyang menambah suasana kian meriah. Tak jauh dari tempat peragaan busana, nampak anak-anak yang sibuk mengikuti lomba mewarnai batik.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dico Mahtado Ganinduto bersama Wakil Bupati, Windu Suko Basuki dan budayawan nasional Eros Djarot juga ikut mewarnai batik bersama anak-anak.

Menurut Bupati, ada tiga unsur penting untuk memajukan pariwisata. Yaitu menggabungkan pariwisata dengan budaya dan seluruh masyarakat mendukung. Ia berharap event tersebut bisa meningkatkan pendapatan masyarakat maupun Pemerintah Kabupaten Kendal.

“Dengan diselenggarakan acara ini, kami berharap bisa memacu Pendapatan Asli Desa di Desa Jungsemi,” kata Dico

“Pendapatan dari sektor wisata sudah masuk Rp2 juta per bulan dari hasil Pantai Indah Kemangi. Bahkan juga sudah bisa memberikan beasiswa pada anak yatim di desa Jungsemi,” bebernya.

Sementara Eros Djarot mengapresiasi Dandim 0715 Kendal yang meletakkan budaya sebagai pijakan dalam membangun Kabupaten Kendal. Sebab sutradara Tjut Nja’ Dhien (1988) ini menilai biasanya kebudayaan sering terlupakan, terutama ketika memasuki tahun politik yang semuanya tertuju pada partai politik dan calon tertentu.

“Saat ini memasuki tahuin politik, kami titip pada Pak Bupati dan Pak Dandim agar selelu diciptakan kodusifitas. Sehingga tidak ada demonstrasi antarpendukung parpol,” pesannya.

Penulis lagu Badai Pasti Berlalu ini berharap gelaran tersebut dapat menjadi semangat untuk terus menjaga kondusifitas masyarakat menjelang pemilu mendatang.

Komposer kenamaan ini juga mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menyaring informasi sehingga terhindar dari adu domba. (*)

Penulis: Wahyudi
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat